10 Museum di Malang yang Populer dan Banyak Dikunjungi

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dikenal sebagai kawasan yang memiliki hawa sejuk, daerah Malang Raya terdiri dari kabupaten Malang, Kota Malang serta Kota Batu. Kawasan ini dikelilingi oleh pegunungan maka wajar jika hawa di daerah ini sangat sejuk. Malang memiliki objek wisata alam yang memukau.

Tak hanya wisata alamnya, Malang juga punya wisata museum yang tak kalah menarik. Simak 10 museum yang populer di Malang berikut ini yuk!

1. D’Topeng Kingdom Museum

D’Topeng Kingdom Museum

Sebenarnya D’Topeng Kingdom Museum merupakan salah satu bagian dari Museum Angkut yang berada di Kota Batu Malang. Museum ini masih satu lokasi dengan kompleks dengan Museum Angkut, yaitu di Jalan Terusan Sultan Agung No. 2.

Meskipun boleh dibilang masih muda karena berdiri pada 23 Mei 2014 yang lalu, museum ini sudah jadi tempat favorit bagi para pelancong yang datang ke Kota Malang juga Museum Angkut. Hal itu karena museum ini menyimpan banyak sekali artifak seni yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia.

Sesuai dengan namanya yang memiliki kata topeng, di tempat ini pengunjung bisa menikmati beragam topeng dari beberapa daerah di Indonesia, seperti  Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua

Di museum ini tak hanya berisi topeng saja, ada juga koleksi lain seperti  Al-Quran kuno yang memiliki usia ratusan tahun. D’Topeng Kingdom Museum intinya menyajikan jejak peninggalan agama Hindu, Budha juga Islam di Indonesia.

  • Alamat: Jatim Park I, Jl. Kartika No.2, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu
  • Jam operasional: 08.30 -16.00 WIB
  • Nomor telepon: +62-341 595007
  • HTM: (Senin-Kamis): Rp25.000 dan (Jumat-Minggu), Hari libur nasional serta High season: Rp30.000.

2. Museum Musik Indonesia

Museum Musik Indonesia

Museum Musik Indonesia merupakan salah satu museum yang tidak banyak dikenal orang meskipun museum ini adalah museum musik satu-satunya di Indonesia. Lokasi museum ini berada di Perumahan Griyashanta. Sosok utama di balik berdirinya MMI adalah Hengki Herwanto.

Pria yang menjadi Ketua Museum Musik Indonesia saat ini itu sudah mengawali perjalanan museum ini semenjak tahun 2007. Bersama 10 orang lainnya, Hengki bekerja keras untuk tetap menjaga Museum Musik Indonesia yang saat ini jadi surga literasi musik.

Yang menyusun semua koleksi di museum tersebut adalah Hengki sendiri. Dia memiliki cara unik untuk mengelompokkan koleksinya, yaitu dengan membaginya berdasarkan wilayah bukan genre. Koleksinya dibagi jadi Indonesia dan mancanegara.

Koleksi MMI sekarang ini memiliki sekitar 15.000 koleksi benda yang berhubungan dengan musik, seperti Piringan Hitam (PH), vinyl, kaset, VCD, CD, instrumen, peralatan pemutar musik, memorabilia, poster, foto, buku, majalah, kliping tulisan, hingga beratam alat musik modern dan tradisional.

  • Alamat: Jl. Nusakambangan No.19, Kasin, Kec. Klojen, Kota Malang
  • Jam operasional: Selasa – Minggu pukul 10.00 – 17.00. Hari Senin tutup
  • Nomor telepon: (0341) 3012518
  • HTM: Gratis

3. Museum Brawijaya

Museum Brawijaya

Selain museum musik dan museum topeng, Kota Malang juga memiliki museum yang berhubungan dengan sejarah. Museum ini dikhususkan untuk menyimpan berbagai benda-benda sejarah yang berkaitan dengan peperangan kemerdekaan di Kota Malang.

Museum tersebut bernama Museum Brawijaya Malang. Lokasi museum ini berada di salah satu bagian pusat Kota Malang. Karena terletak di tengah kota maka museum ini sering dikunjungi oleh banyak orang yang ingin belajar atau mengetahui tentang sejarah kemerdekaan Indonesia di Kota Malang.

Berdiri semenjak tahun 1962 dan pendirinya adalah Brigjend TNI (Purn) Soerachman. Benda-benda bersejarah di museum ini tak hanya terletak di bagian dalam tapi juga luar, tepatnya sebelum pengunjung memasuki gedung museum ini.

Di halaman depan museum terdapat taman senjata yang diberi nama Agne Yastra Loka. Arti dari nama itu adalah taman tempat senjata yang didapatkan dari api. Kalau diterjemahkan, taman ini artinya sebuah taman yang digunakan untuk memperlihatkan senjata yang didapatkan dari perjuangan.

  • Alamat: Ijen No.25 A, Gading Kasri, Klojen, Malang
  • Jam operasional: Buka setiap hari pukul 08.00 – 15.00 WIB
  • Nomor telepon: (0341) 562394
  • HTM: Rp5.000

4. Omah Munir

Omah Munir

Museum akan selalu mengingatkan semua orang pada salah satu sosok yang berjuang untuk hak asasi manusia. Sosok tersebut adalah Munir Said Tsalib atau yang lebih dikenal dengan nama Munir. Beliau adalah sosok aktivis HAM paling terkenal di Indonesia.

Buah dari hasil perjuangannya adalah penghargaan ‘The Rights Livelihood Award’ dari Pemerintah Swedia pada tahun 2000 lalu. Di museum ini pengunjung bisa mengenal sosok secara lengkap dan kebenaran faktanya terjamin.

Omah Munir bukan museum biasa karena di tempat ini pengunjung bisa belajar lebih jauh mengenai sosok yang telah tiada karena dibunuh dengan racun ketika dalam pesawat di tahun 2004 silam. Di dalam museum ini terdapat beragam informasi audio dan visual mengenai Munir.

  • Alamat: Jl. Bukit Berbunga No.2, RT 4 RW 7, Desa Sidomulyo, Kota Batu.
  • Jam operasional: Selasa – Minggu pukul 10.00 – 16.00. Hari Senin dan libur nasional tutup
  • Nomor telepon: (0341) 598700
  • HTM: Gratis

5. Museum Panji

Museum Panji

Museum Panji  terletak di Jalan Raya Bangilan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten  Malang. Pengunjung bisa melihat bermacam-macam benda-benda yang ditata mirip seperti diorama yang menggambarkan sejarah Kota Malang. Di ini bahkan terdapat wayang, patung juga golek yang terkenal saat zaman dulu.

Nama Panji sendiri adalah tokoh dari Malang. Dia hidup di era Kesultanan Mataram. Panji merupakan tokoh yang berusaha keras untuk melakukan penyatuan pulau Jawa pada sekitar tahun 1600. Pada masa itu Kesultanan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung.

Di museum ini pula pengunjung bisa melihat bagaimana Kota Malang lahir melalui keberadaan display yang memperlihatkan peletakkan pondasi pertama yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda dulu di  tahun 1716.

  • Alamat: Ringin Anom, Slamet, Tumpang, Malang
  • Jam operasional: 09.00 – 17.00 WIB
  • Nomor telepon: (0341) 789678
  • HTM: Dewasa Rp25.000, Anak Rp20.000

6. Museum Zoologi Frater Vianney

Museum Zoologi Frater Vianney

Museum Zoologi Frater Vianney yang mengedukasi setiap pengunjung dengan koleksi hewan ini dibangun sebelum Museum Satwa. Di museum ini terdapat banyak koleksi spesimen yang bisa digunakan untuk mempelajari ilmu Konkologi, yaitu ilmu hewan dan kerang-kerangan darat juga laut.

Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi spesimen beberapa jenis ular. Jadi bagi yang mempelajari ilmu Herpetologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang biologi ular bisa datang bekunjung ke museum ini. Nuansa edukasi di museum ini sangat kental. Pendiri museum ini adalah Almarhum Frater Vianney.

  • Alamat: Jl. Raya No.7, Doro, Karangwidoro, Kec. Dau, Kota Malang
  • Jam operasional: Senin – Sabtu pukul 07.00 – 14.00, Hari Minggu tutup
  • Nomor telepon: (0341) 558965
  • HTM: SD Rp10.000, SMP Rp12.500, SMA Rp15.000 rupiah, dan Mahasiswa Rp20.000

7. Museum Angkut

Museum Angkut

Museum Angkut memiliki konsep dan koleksi yang unik. Lokasinya berada di Kota Batu. Museum ini adalah museum pertama di Asia Tenggara yang memiliki tema alat transportasi. Tempat ini didekasikan untuk mengapresiasi perkembangan alat transportasi di dunia.

Koleksi ini adalah bermacam alat tranportasi dari yang sangat tradisional sampai alat transportasi sangat modern yang menggunakan sumber tenaga listrik. Di sini pun terdapat miniatur bangunan-bangunan dari berbagai kota-kota populer di negara Eropa dan Amerika yang ditampilkan menyerupai aslinya.

Tak mengherankan jika karena keunikan yang dimiliki museum ini, Museum Angkut sering dijadikan tempat penyelenggaraan bermacam acara seperti kompetisi modifikasi mobil, pameran, foto prewedding, sampai  pengambilan gambar video klip.

  • Alamat: Jl. Terusan Sultan Agung No.2, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu
  • Jam operasional: 12.00 – 20.00 WIB
  • Nomor telepon: (0341) 595007
  • HTM: Reguler Rp100.000

8. Museum Satwa

Museum Satwa

Museum Satwa adalah museum yang isinya diorama binatang yang masih ada hingga yang sudah punah.  ada maupun sudah punah dan merupakan bagian dari Jatim Park II. Fosil-fosil purba serta satwa-satwa yang diawetkan didatangkan dari berbagai negara di seluruh dunia, dari Amerika sampai Antartika.

Tujuan pendirian museum ini yakni sebagai Lembaga Konservasi Ex-Situ Satwa Liar. Oleh karenanya seluruh satwa awetan yang terdapat di Museum Satwa tidak diperoleh dari hasil perburuan. Semua spesimen hewan yang ada di museum ini merupakan hasil pengawetan dari satwa yang sudah mati.

  • Alamat: Jl. Oro-Oro Ombo No.9, Temas, Kec. Batu, Kota Batu
  • Jam operasional: 09.00 – 18.00 (Senin – Jumat), 10.00 – 18.00 (Sabtu – Minggu & libur nasional)
  • Nomor telepon: (0341) 5025777 ext. 206
  • HTM: Senin – Kamis Rp84.000, Jumat – Minggu & Libur Nasional Rp120.000

9. Museum Tubuh

Museum Tubuh

Nama lain dari Museum Tubuh adalah The Bagong Adventure Museum Tubuh. Alasan museum ini diberi nama Bagong karena di depan bangunan museum terdapat kepala bagong yang siap menyambut para pengunjung. Di tempat ini pengunjung bisa belajar tentang organ tubuh serta sistem kerjanya.

Di sini terdapat beberapa zona yang bisa dikunjungi oleh para pengjunjung, seperti zona otak, jantung, mulut, paru-paru, mata, become a doctor, the value adventure, sampai zona 3D. Semua ini sangat sayang untuk dilewatkan.

  • Alamat: Jl. Kartika No.2, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu
  • Jam operasional: Buka setiap hari pukul 08.30-16.30 WIB
  • Nomor telepon: (0341) 597778
  • HTM: Rp40.000 (Senin – Jumat), Rp60.000 (Sabtu – Minggu)

10. Museum Empu Purwa

Museum Empu Purwa

Sebenarnya, museum ini namanya adalah Balai Penyelamatan Benda Purbakala “Mpu Purwa”. Lokasinya berada di pusat kota Malang. Di sini pengunjung bisa menyaksikan koleksi benda-benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya, khususnya yang berkaitan dengan pertumbuhan Kota Malang sejak abad 8 M.

Jika di Museum Tempo Doeloe isi tentang kerajaan hanya sekilas saja, di museum ini pengunjung bisa lebih mengenal hal-hal yang berhubungan dengan kerajaan yang dahulu pernah berjaya di daerah Malang. Koleksi museum ini antara lain Arca Ganesha Bunulrejo dan Arca Brahma Catur Muka.

  • Alamat: Jl. Soekarno Hatta Perumahan Griya Shanta Blk. B No.210, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Malang
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 07.30 – 15.30 WIB
  • Nomor telepon: (0341) 404515
  • HTM: Gratis

Itulah museum-museum di Kota Malang yang bisa kamu kunjungi saat liburan di kota yang terkenal dengan daerah sejuknya. Sambil berwisata, kamu bisa sekaligus belajar banyak hal. Menarik, bukan?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *