Inilah 10 Oleh-Oleh Khas Banyuwangi yang Mesti Kamu Coba

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sudah pernah jalan-jalan ke Banyuwangi? Kabupaten di sisi paling timur Pulau Jawa ini merupakan kabupaten terluas di Pulau Jawa, dengan luas wilayahnya melebihi Pulau Bali lho. Banyuwangi memiliki banyak destinasi wisata menarik, salah satunya adalah Kawah Ijen yang memiliki fenomena blue fire satu-satunya di Indonesia.

Kalau jalan-jalan ke Banyuwangi, rasanya belum lengkap kalau belum membawa oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat di kota asal. Sudah tahu belum apa saja jajanan khas atau oleh-oleh khas Banyuwangi? Nah, kali ini, Keluyuran akan mengulas apa saja oleh-oleh khas Banyuwangi yang bisa dibawa sebagai buah tangan. Simak ulasannya berikut ini, ya!

1. Sale Pisang

Sale Pisang

Pisang merupakan buah yang dapat diolah menjadi beragam makanan. Mulai dari makanan manis, hingga makanan asin. Tak jarang olahan pisang menjadi makanan khas daerah setempat. Seperti halnya Banyuwangi.

Pada tahun 1980-an, di pekarangan rumah masyarakat Banyuwangi banyak ditanami pohon pisang hingga akhirnya di kabupaten ini banyak sekali pisang. Banyaknya pisang yang ada di Banyuwangi, memberikan ide bagi para generasi muda untuk membuat olahan makanan berbahan dasar pisang.

Salah satunya adalah Sale Pisang. Makanan yang terbuat dari pisang yang sudah dikeringkan ini memiliki rasa yang manis dan tentunya enak. Sale Pisang mulanya dijadikan sebagai cemilan bagi masyarakat Banyuwangi, hingga akhirnya dijadikan oleh-oleh khas yang selalu dicari wisatawan.

2. Kue Bagiak

Kue Bagiak

Kue Bagiak merupakan kue kering khas Banyuwangi yang berasal dari kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Kue ini berbahan dasar tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut dan bumbu khas. Kue Bagiak bertekstur keras, tetapi setelah masuk ke dalam mulut akan lumer dan teksturnya lembut.

Kue Bagiak tak hanya bisa ditemukan di Banyuwangi, camilan yang satu ini ada juga di Maluku, tetapi bedanya Kue Bagiak di Banyuwangi teksturnya lebih lembut dan tidak sekeras Kue Bagiak Maluku. Kue khas Banyuwangi yang satu ini cocok jika disandingkan dengan teh atau kopi. Kue Bagiak bisa dijadikan sebagai oleh-oleh ketika liburan ke Banyuwangi.

3. Kue Untir-Untir

Kue Untir-Untir

Kue yang satu ini terlihat unik. Bentuknya seperti rambut yang dikepang, atau sama juga seperti tali tambang. Kue Untir-Untir terbuat dari bahan dasar tepung dan kacang tanah yang ditumbuk dan diberi bumbu. Kue yang unik ini memiliki cita rasa manis dan gurih. Teksturnya sedikit keras dan renyah. Cocok untuk dijadikan sebagai camilan.

Kue Untir-Untir bisa dijadikan sebagai camilan di perjalanan menuju kota asal, atau menjadi buah tangan untuk saudara dan teman. Kue Untir-Untir mudah didapatkan karena dijual di toko oleh-oleh yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

4. Ladrang

Ladrang

Ladrang merupakan camilan khas Banyuwangi yang terbuat dari campuran tepung kanji, tepung terigu, telur ayam, gula halus, bawang putih, serta santan kelapa kental. Adonan yang sudah tercampur digiling dan dibentuk pipih memanjang, dan digoreng sampai kering. Rasa yang disajikan dari Ladrang adalah manis dan gurih.

Jika dilihat bentuknya, Ladrang mirip seperti keripik pangsit, rasanya pun sama-sama gurih, tetapi rasa yang dihasilkan dari adonan Ladrang terasa unik dan lebih manis. Camilan ini menjadi salah satu camilan khas yang banyak disukai di Banyuwangi. Kamu juga bisa membawanya sebagai buah tangan.

5. Pia Glenmore

Pia Glenmore

* sumber: kumparan.com

Bukan hanya Bali dan Jogja yang memiliki pia khas. Kabupaten di timur Pulau Jawa ini juga memiliki pia khas yang dikenal dengan nama Pia Glenmore. Pia ini berasal dari daerah Glenmore, Banyuwangi, yang jaraknya tidak jauh dari Kabupaten Jember. Pia Glenmore memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan pia lainnya.

Pia Glenmore sudah eksis sejak tahun 1987, dengan rasa originalnya yaitu kacang ijo dan pisang keju. Saat ini Pia Glenmore sudah dilengkapi dengan berbagai rasa yang lebih variatif. Pia Glenmore dengan rasa yang khas dan higienis ini sempat mendapatkan penghargaan pada tahun 2010. Jadi, untuk rasa sudah tidak perlu diragukan lagi.

6. Kerupuk Rumput Laut

Kerupuk Rumput Laut

* sumber: food.detik.com

Banyuwangi kaya akan keindahan lautnya. Segala makanan yang berasal dari laut bisa dengan mudah ditemukan di sini. Olahan dari laut yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh adalah Kerupuk Rumput Laut yang bahan utamanya berasal dari rumput laut spesies Eucheuma Cottonii, sehingga membedakan antara rumput laut khas Banyuwangi dengan rumput laut lainnya.

Kerupuk Rumput Laut khas Banyuwangi merupakan produk dari Kecamatan Wongsorejo yang dikelola langsung oleh ibu-ibu asli Banyuwangi. Kerupuk Rumput Laut khas Banyuwangi ini memiliki rasa yang gurih dan khas, serta kaya akan manfaat dan tinggi serat.

7. Kopi Banyuwangi

Kopi Banyuwangi

Banyuwangi dikenal sebagai salah satu penghasil biji kopi terbaik di Indonesia. Di sini terdapat perkebunan kopi dengan luas sekitar 3.800 hektar dan mampu memproduksi hingga 3.900 ton kopi pertahunnya. Jadi, saat jalan-jalan ke Banyuwangi, kurang lengkap jika tidak membawa Kopi Banyuwangi untuk dinikmati di rumah.

Kopi Banyuwangi terdiri dari beberapa produk. Diantaranya Kopi Kemiren, Kopi Seblang, Kopi Lanang, Kopi Pingit, dan Kopi Osing. Masing-masing kopi memiliki cita rasanya masing-masing dan tentunya tetap terasa kenikmatan biji kopi khas Banyuwangi.

8. Kaos Entik Banyuwangi

Kaos Entik Banyuwangi

* sumber: www.ngopibareng.id

Sama halnya dengan daerah lain, Banyuwangi juga memiliki kaos khas bertuliskan “Banyuwangi” hingga desain lain yang unik dan sangat mencirikan budaya Banyuwangi. Salah satu desain unik dari Kaos Etnik Banyuwangi adalah kalimat yang menggunakan bahasa Osing, dimana Banyuwangi tidak menggunakan bahasa Jawa seperti daerah lain di Jawa Timur.

Melalui kaos ini, wisatawan bisa mengenal budaya Banyuwangi melalui media pakaian sehingga nampak unik dan bukan sekadar kaos bertuliskan “Banyuwangi” saja. Kaos Etnik Banyuwangi bisa didapatkan di toko oleh-oleh atau distro yang ada di Banyuwangi.

9. Batik Banyuwangi

Batik Banyuwangi

Batik merupakan budaya yang sudah eksis sejak lama dan terus pelihara secara turun-temurun. Kain polos akan terlihat sangat biasa, tetapi ketika dipadukan dengan ornament batik akan sangat bernilai dan terlihat lebih elegan. Beberapa daerah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa identik dengan batik.

Salah satu kerajinan batik yang wajib diketahui adalah batik khas Banyuwangi. Motif Batik Banyuwangi merupakan nilai estetika yang khas dan memiliki nilai bagi masyarakat Banyuwangi. Nama batik khas Banyuwangi dipengaruhi kondisi alam sekitar Banyuwangi. Motif batik paling tua di Banyuwangi adalah Gajah Oling yang menggambarkan kekuatan dalam jati diri masyarakat Banyuwangi.

10. Kerajinan Gintangan

Kerajinan Gintangan

* sumber: banyuwangi.merdeka.com

Bukan hanya batik, Banyuwangi memiliki kerajinan khas lain yang berasal dari Desa Gintangan, Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi. Desa ini merupakan sentra kerajinan anyaman bambu yang akhirnya diberi nama Kerajinan Gintangan.

Ada banyak jenis kerajinan yang dibuat di Desa Gintangan ini. mulai dari souvenir kecil-kecilan, kap lampu, kotak tissue, hiasan dinding, hingga gentong. Semua kerajinan di sini terbuat dari anyaman bambu yang sudah banyak diekspor ke luar negeri. Kerajinan Gintangan juga sering dipamerkan pada acara festival budaya yang dilaksanakan di Banyuwangi.

Itu dia 10 oleh-oleh khas Banyuwangi yang bisa kamu bawa pulang. Bukan hanya makanan dan kue kering saja, di Banyuwangi juga ada kerajinan dan batik khas yang menarik untuk dijadikan sebagai buah tangan. Ketika berkunjung ke Banyuwangi, jangan lupa membawa oleh-oleh khas dari suku Osing, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *