10 Oleh-Oleh Khas Blitar untuk Sanak Keluarga di Rumah

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kota Blitar yang berada di Provinsi Jawa Timur ini akan mengingatkan banyak orang pada sosok Presiden RI pertama, yaitu Ir. Soekarno. Itu karena di kota ini terdapat makam beliau.  Selain bisa mengunjungi makam beliau, kamu pun bisa mengunjungi tempat wisata yang lain. Ketika berwisata, pasti tak akan lupa dengan oleh-olehnya. Inilah 10 oleh-oleh khas Blitar untuk kamu bawa pulang.

1. Beras Cerdas

Beras Cerdas

Nama oleh-oleh khas Blitar ini mungkin akan membuat kamu bertanya-tanya apa maksud dari namanya itu? Beras Cerdas itu adalah nama oleh-oleh dari kota tempat dimakamkannya Ir. Soekarno, Presiden Indonesia pertama. Apakah orang akan menjadi cerdas setelah mengkonsumsi beras ini?

Nama beras cerdas didapat sesudah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Jember. Di dalam beras tersebut berisi campuran protein susu, jagung, mocaf dan lain-lain yang membuat kandungan berasnya semakin bagus.

Beras cerdas diciptakan tujuannya adalah untuk menjadi alternatif pengganti beras namun memiliki nilai gizi yang sama. Beras ini juga mengandung tambahan bahan lainnya yang menjadikan beras ini mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.

Untuk membeli beras cerdas ini, kamu bisa mendatangi toko oleh-oleh khas Blitar. Selain itu, beras ini bisa juga kamu temui di trace Mineral CMD Blitar. Kalau bertanya soal harga, jangan khawatir karena harganya masih ramah di dompet, yaitu sekitar  Rp10.000 untuk satu kemasannya.

2. Wajik Kletik

Wajik Kletik

Kamu suka makanan manis? Oleh-oleh khas Blitar yang satu ini bisa jadi pilihan kamu. Kamu pernah mencicipi wajik? Wajik adalah camilan manis yang umum ditemukan di banyak tempat. Namun wajik dari Blitar ini memiliki kekhasan tersendiri.

Wajik khas Blitar mempunyai rasa yang unik juga gurih dan sensasinya berbeda ketika kamu mencicipinya. Bahan untuk membuat wajik ini adalah beras ketan dan gula kelapa. Pembungkus untuk wajik Blitar adalah kulit jagung kering.

Nama kletik itu berasal dari sensasi ketika memakannya. Karena wajiknya keras akan terdengar suara “kletik” saya menggigitnya. Oleh karena itu wajik ini disebut wajik kletik. Untuk membeli wajik ini, kamu bisa mendatangi toko oleh-oleh atau pusat oleh-oleh di Blitar.

3. Opak Gambir

Opak Gambir

Opak gambir merupakan opak khas Blitar. Yang membedakan opak gambir dengan opak lainnya adalah rasa manis yang terasa di lidah saat menyantapnya. Selain itu, opak ini juga rasanya renyah. Bahan yang digunakan untuk membuat opak ini yaitu produk ini dibuat dari bahan tepung ketan, santan dan telur.

Sekarang ini opak gambir tak hanya menjadi penganan tradisional khas Blitar, tapi opak ini sudah menjadi gaya hidup, terutama bagi masyarakat Kota Blitar. Opak gambir saat ini sudah gambir dikemas jadi suvenir untuk warga yang sedang mengadakan hajatan.

Kalau kamu mencari oleh-oleh yang enak, opak gambir ini bisa jadi kamu bawa sebagai buah tangan untuk orang di rumah. Tak perlu pusing mencari lokasi penjualan opak ini. Kamu bisa mampir ke toko oleh-oleh yang ada di Blitar. Harganya sekitar Rp8.000 saja. Bagaimana tertarik untuk membeli?

4. Dodol Belimbing Agrowisata Karangsari

Dodol Belimbing Agrowisata Karangsari

Oleh-oleh Blitar yang satu ini asalnya dari Desa Karangsari, Kecamatan Sukorejo. Daerah ini dikenal sebagai penghasil buah khas Blitar yakni belimbing. Hasil belimbing dari daerah ini cukup banyak hingga kemudian diolah menjadi makanan lain, yaitu berupa dodol ala bumi Bung Karno.

Belimbing dari Desa Karangsari unggul dalah hal warna, bentuk, juga rasa jika dibandingkan dengan buah sejenis lainnya. Keunggulannya itu berkat  pengembangan dalam pembudidayaannya, contohnya benih yang merupakan hasil stek benih Filipina dengan benih lokal yang menghasilkan tipe bangkok.

Dari kekreatifan masyarakat Karangsari itulah akhirnya muncul produk dodol belimbing yang legit. Harga dodol ini cukup terjangkau, yaitu mulai dari Rp13.500 saja. Orang-orang di rumah pasti akan senang mendapatkan oleh-oleh khas Blitar ini.

5. Peyek Uceng

Peyek Uceng

Mencari camilan berupa makanan ringan yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Blitar? Ini nih, peyek uceng. Peyek adalah salah satu makanan ringan yang bisa jadi pendamping nasi selain kerupuk. Jika umumnya adonan peyek diberi campuran kacang tanah, kedelai dan teri, tapi peyek dari Blitar berbeda.

Untuk adonan dasarnya, peyek dari Blitar ini sama dengan peyek yang lain, yaitu tepung beras, sagu, santan, daun jeruk, dan ini yang membedakannya yaitu uceng. Uceng adalah ikan air tawar yang kecil dengan ukuran antara 2 hingga 4 cm. Jika digoreng teksturnya lembut meskipun crispy.

Jangan pulang tanpa membawa oleh-oleh yang satu ini. Kamu bisa menjadikannya sebagai camilan atau pendamping makanan berat di rumah. Oleh-oleh ini adalah oleh-oleh ikon Blitar yang populer. Rasa gurihnya akan membuat kamu ketagihan!

6. Teh Hitam Premium Ken Tea

Teh Hitam Premium Ken Tea

Teh memiliki berbagai jenis, salah satunya teh hitam. Kota Bilitar memproduksi juga memproduksi teh hitam. Produk teh hitam terkenal dari Blitar adalah teh hitam premium Kean Tea. Teh ini bisa kamu jumpai dijual di toko-toko di daerah Blitar dengan harga hanya Rp15.000/kemasan ukuran 100 gram.

Ken Tea merupakan teh hitam  dari Blitar yang memiliki kualitas premium. Teh ini bahkan sudah diakui dunia.  Teh ini ditanam di ketinggian 1.200 mdpl oleh PTPN XII Sirah Kencong, Blitar, tepatnya di lereng Gunung Kawi. Ken Tea sangat cocok untuk diminum saat bersantai dengan anggota keluarga.

7. Geti

Geti

Kota Blitar memiliki oleh-oleh khas yang berupa jajanan tradisional. Namanya Geti yang dibuat dari bahan berupa kacang tanah yang dicampur dengan gula merah dan wijen. Campuran ketiga bahan tadi membuat rasanya lezat sekali, ada rasa gurih dan manis yang melebur di tiap gigitan.

Bentuk camilan ini tak beda jauh dengan enting-enting. Tak mengherankan jika camilan ini banyak disukai orang yang muda hingga yang tua. Selama tak dikonsumsi secara berlebihan, geti memiliki kandungan gizi yang baik dan aman dimakan siapa saja.

Camilan ini biasanya banyak disuguhkan di acara hari raya, hajatan, atau pernikahan. Ada tiga varian rasa geti, yaitu rasa asli, belimbing dan cokelat. Geti tahan lama dan awet sehingga makanan ini cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh sepulang dari Blitar.

Untuk urusan harga, geti dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Harganya antara Rp10.000 sampai Rp25.000 saja. Kamu bisa mendapatkannya oleh-oleh ini di berbagai toko oleh-oleh di Blitar.

8. Keripik Sukun

Keripik Sukun

Sukun adalah salah satu buah yang sering dijual dalam bentuk olahan, contohnya goreng sukun. Di Blitar, makanan ini diolah menjadi keripik, yaitu keripik sukun khas dari Blitar. Buah yang memiliki nama latin Artocarpus communist Forst ini bisa tumbuh hanya di daerah lembap.

Biasanya, sukun diolah dengan cara dikukus dan digoreng, tapi seiring berjalannya waktu serta perkembangan zaman, orang pun semakin kreatif. Mereka memikirkan oleh-oleh yang bisa tahan lama, contohnya dibuat menjadi keripik, yaitu keripik sukun.

Biasanya keripik sukun di daerah Blitar menghidangkan oleh warga setempat pada saat hari raya. Banyak orang yang menyukai rasa khas dari keripik sukun ini. Kalau kamu ingin membelinya sebagai oleh-oleh, kamu bisa mengunjungi pusat oleh-oleh Blitar ya.

9. Sagon

Sagon

Masih kurang oleh-oleh untuk dibawa pulangnya? Kamu bisa menambahkan sagon sebagai oleh-oleh khas Blitar untuk buah tangan. Camilan ini dibuat dari tepung sagu dan ditambah dengan ketan serta kelapa parut. Rasanya selain gurih juga manis, aromanya wangi.

Camilan ini bisa disantap bersama segelas kopi atau teh untuk menambah nikmat saat bersantai bersama keluarga. Jajanan ini adalah makanan tradisional warisan leluhur. Rasanya tak kalah dari kue-kue kekinian. Kalau tak ingin ribet membuatnya sendiri, kue ini bisa kamu beli di toko oleh-oleh.

Harga sagon tak mahal, cukup terjangkau. Cukup mengeluarkan uang sekitar Rp10.000 dan kamu akan sudah bisa membeli satu bungkus sagon yang menjadi oleh-oleh khas Blitar.

10. Sambel pecel

Sambel pecel

Oleh-oleh khas kota Patria yang tak boleh dilewatkan adalah sambel pecel. Mungkin kamu pernah menemukan sambel pecel dari tempat lain tapi sambel pecel khas Blitar memiliki aroma kulit jeruk yang bisa nambah nafsu makan.

Bahan-bahan untuk membuat sambal ini, antara lain daun jeruk, bawang putih, gula, empon-empon,  asam jawa, garam, dan lain-lain. Rasa sambel pecel ini manis, pedas, dan nikmat karena dibuat dari bahan-bahan berkualitas. Produk ini punya tiga varian rasa, yaitu tidak pedas, sedang, dan pedas.

Mau membeli oleh-oleh khas Blitar ini? Tak usah repot. Cukup kunjungi outlet-outlet pusat oleh-oleh khas di Blitar. Harganya dijamin tidak akan membuat dompet kamu kebobolan.

Nah, itu tadi 10 oleh-oleh khas Blitar yang tak boleh kamu lewatkan jika berkunjung ke kota ini. Banyak pilihan yang bisa kamu beli untuk jadi buah tangan bagi keluarga di rumah? Apa kamu tertarik untuk mencoba sambel pecelnya?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *