10 Oleh-Oleh Khas Demak yang Wajib untuk Dibawa Pulang

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Mendengar nama kota Demak, mungkin kamu langsung teringat dengan Kerajaan Demak yang terkenal itu. Ya, Demak memang merupakan kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa. Selain itu Demak juga sering dijadikan destinasi wisata religi dan sejarah.

Setelah berziarah atau berwisata, tak lengkap kalau kamu tak bawa oleh-oleh khas Demak saat pulang. Berikut ini oleh-oleh yang bisa kamu pilih.

1. Jambu Air Delima

Jambu Air Delima

Masyarakat Kota Demak mulai mengembangbiakkan pohon jambu pada tahun 1997. Sampai saat ini buah jambu dari Demak telah bisa memenuhi kebutuhan akan buah-buahan di Jawa Tengah. Tak hanya di Jawa Tengah, produksinya juga sampai dikirim ke Jawa Barat Dan Jawa Timur.

Semenjak tahun 1977 sampai saat ini area persawahan padi banyak sekali yang berubah menjadi perkebunan jambu karena dibandingkan hasil panen padi, panen jambu lebih  menguntungkan. Selain itu, jambu juga masa panennya lebih cepat dan pasarnya juga mudah.

Warna merah jambu delima memikat orang untuk membawanya sebagai oleh-oleh. Ditambah lagi dengan rasa manisnya, aromanya serta kelembutannya menjadikan orang ketagihan mengkonsumsinya. Meski tak sebesar jambu citra, tapi jambu delima memiliki aroma yang khas dan lebih lembut.

2. Kerupuk Udang Tambak

Kerupuk Udang Tambak

Kali ini oleh-oleh khas Demak yang bisa jadi buah tangan adalah kerupuk yang memiliki rasa yang enak. Makanan ini memiliki bentuk kotak persegi dan umumnya dihidangkan sebagai pendamping makanan di warung-warung di Demak juga di berbagai kota lainnya.

Udang segar yang menjadi bahan utama pembuatan kerupuk ini melimpah di Demak. Hal itu bisa dipahami karena di pesisir Demak banyak ditemui para petani tambak udang yang telah menggeluti usaha tersebut bertahun-tahun lamanya. Pengolahannya pun tidak memakai bahan kimia sama sekali.

Karena tak ada pemakaian bahan kimia, jadi saat kita menyantap kerupuk tersebut terasa nikmat sekali. Bagusnya lagi, makanan ini tahan lama jadi bisa dibawa sebagai oleh-oleh. Kalau berkunjung ke Demak jangan lupa membelinya dan kamu bisa menikmati kerupuk ini dengan nasi hangat dan sambal.

3. Wingko Salem

Wingko Salem

Demak yang terkenal sebagai kota wali masih memiliki oleh-oleh khas lainnya yang tak boleh kamu lewatkan. Makanan yang satu ini bisa dengan mudah didapat di toko oleh-oleh khas Demak. Nama makanan ini adalah wingko salem.

Oleh-oleh khas Demak ini memiliki tekstur yang sangat lembut ditambah dengan gula halus yang menjadikan kue ini berasa lezat dan nikmat. Untuk membuat kue yang satu ini diperlukan tepung ketan sebagai bahan utamanya. Kemudian tepung tersebut dicampurkan dengan gula, kelapa juga garam.

Mengapa kue ini terasa nikmat? Salah satu alasannya adalah karena cara pengolahannya. Kue ini masih menggunakan cara tradisional dalam pembuatannya. Untuk membakar kue ini menggunakan oven yang dipanggang di atas tungku yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya.

Yang paling sulit dari pembuatan kue ini adalah bagaimana mendapatkan tingkat kematangan kue yang pas. Oleh-oleh khas Demak ini tak mahal. Untuk mendapatkannya kamu hanya perlu membayarnya sebesar Rp20.000. Tak mahal bukan?

4. Brayo

Brayo

Ketika mendengar nama oleh-oleh khas Demak ini, mungkin kamu akan menyernyitkan dahi karena namanya cukup asing di telinga. Namun kalau kamu mendengar nama keripik bayam, pasti tak akan bingung karena bayam adalah sayuran yang sering kamu jumpai sehari-hari.

Oleh-oleh khas Demak ini bernama brayo. Ternyata di Demak brayo merupakan nama lain untuk keripik bayam. Dahulunya brayo pernah jadi salah satu jajanan anak-anak SD di kantin. Rasa keripik bayam ini lezat, gurih serta sedikit asin. Kalau sudah mencicipi pasti ketagihan.

Daun brayo yang jadi bahan utama keripik ini faktanya mengandung beberapa manfaat bagi tubuh. Tak heran jika banyak pengunjung yang berebut untuk mendapatkan oleh-oleh khas Demak ini. Harganya tak mahal, hanya Rp3.000 saja. Pasti orang-orang di rumah akan senang menerima oleh-oleh ini.

5. Kerupuk Catak

Kerupuk Catak

Oleh-oleh khas Demak selanjutnya yaitu kerupuk yang bahannya adalah ikan. Sebagai daerah pesisir Demak bisa dikatakan sebagai penghasil bermacam-macam ikan. Dari bahan ikan tersebut banyak menghasilkan makanan khas dengan rasa yang nikmat.

Salah satu olahan ikan itu namanya adalah kerupuk catak. Oleh-oleh khas Demak ini memiliki rasa yang begitu lezat sehingga cocok untuk dijadikan camilan juga sebagai teman nasi. Menurut para ahli sejarah, ternyata dulunya kuliner satu ini adalah makanan kaum elite juga kaum bangsawan.

Camilan yang dibuat dari paru-paru ikan besar contohnya patin besar juga manyung ini menawarkan rasa gurih yang luar biasa. Tak ada tepung sama sekali dalam pembuatan kerupuk ini. Bahannya adalah paru yang kemudian langsung dijemur sampai kering dan barulah digoreng.

Karena mencari bahan yang dibutuhkan sedikit sulit maka harganya pun lumayan mahal. Meskipun demikian, makanan ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, jadi akan sangat bagus untuk dimakan.

6. Kue Rangin

Kue Rangin

* sumber: bakulresepsedaap.blogspot.com

Masih mencari oleh-oleh khas Demak lainnya? Cobalah panganan ringan dari demak yang juga banyak diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Untuk membuat kue rangin, bahan utamanya yaitu serutan kelapa muda yang dicampur dengan tepung beras.

Jika diperhatikan, oleh-oleh dari Demak ini mirip dengan kue gandos yang memiliki tekstur yang lembut dengan rasa yang sangat manis. Yang membuat kue ini beda dari gandos adalah serabut kelapanya yang banyak. Kue ini cukup mudah didapat karena banyak yang menjualnya dengan harga yang sangat murah.

7. Koktail Belimbing

Koktail Belimbing

Kota Demak tak hanya menghasilkan buah jambu merah. Demak juga dikenal sebagai penghasil belimbing terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berbeda dari buah jambu merah, buah belimbing ini secara kreatif diolah oleh masyarakat menjadi koktail, jus, atau  sirup.

Koktail belimbing merupakan salah satu oleh-oleh khas Demak yang tak boleh ketinggalan. Minuman ini dibuat dari belimbing asli jadi rasa yang dihasilkannya luar biasa juga sehat. Harga satu botol koktail belimbing dihargai sekitar Rp12.000 – Rp15.000 per botol. Cukup terjangkau bukan?

8. Abon Lele

Abon Lele

Umumnya abon terbuat dari daging sapi, tetapi di daerah Demak abot dibuat dari bahan ikan lele.  Karena banyaknya masyarakat setempat yang membudidayakan ikan lele, maka untuk meningkatkan ekonomi penduduk, dibuatlah abon lele yang saat ini menjadi oleh-leh khas Demak.

Tak hanya untuk meningkatkan level ekonomi penduduk setempat, abon ini juga  dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan harkat ikan lele dalam bentuk makanan baru dengan cita rasa yang menarik. Abon lele ini bisa ditemukan dijual di pusat oleh-oleh khas Demak dengan harga yang terjangkau.

9. Ikan Crispy

Ikan Crispy

Kuliner lainnya yang memiliki rasa lezat yang cocok untuk dijadikan buah tangan adalah ikan crispy. Bahan dasar pembuatan makanan ini adalah ikan-ikan yang merupakan hasil tangkapan para nelayan lokal. Ikan-ikan tersebut kemudian diberi bumbu seperti ketumbar, bawang, dan garam.

Setelah diberi bumbu, ikan ini lalu dikeringkan di tepi pantai selama 5 jam. Tak hanya lezat, makanan ini juga tahan sampai 2 bulan. Ingin membeli ikan crispy sebagai oleh-oleh? Gampang sekali. Kamu cukup mendatangi toko-toko oleh-oleh di Demak. Urusan harga tak perlu khawatir karena masih terjangkau.

10. Botok Telur Asin

Botok Telur Asin

Kamu pasti tahu telur asin, kan? Telur ini memiliki rasa yang nikmat dan unik selain rasa asin tentunya. Banyak orang yang menyukai bagian tengahnya yang berwarna kuning. Di Demak, telur asin diolah menjadi makanan yang baru dengan rasa yang membuat orang ketagihan.

Bahan untuk membuat makanan yang bernama botok telur asin ini, diperlukan telur asin, parutan kelapa, tahu, cabai rawit, cabai merah, daun salam dan tentunya daun pisang untuk membungkusnya. Bumbu yang digunakan untuk makanan ini yaitu lengkuas, bawang merah dan putih, kencur dan garam.

Kuliner ini biasanya dihidangkan saat masih hangat serta ditambah nasi hangat. Botok telur asin bisa kamu jumpai diwarung-warung yang terdapat di Demak. Untuk membawa botok telur asin sebagai oleh-oleh khas Demak, kamu hanya cukup membayar sebesar Rp5.000 sampai Rp7.000 saja.

Selain terkenal sebagai kota para wali, ternyata Demak memiliki makanan yang cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Jadi, sepulang ziarah, pastikan kamu tak lupa untuk membawa oleh-oleh khas Demak untuk orang-orang tersayang di rumah.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *