10 Oleh-Oleh Khas Pacitan yang Berjuluk Kota Seribu Goa

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pacitan merupakan kota yang dikenal sebagai kota pariwisata juga kota seribu goa. Daerah di Jawa Timur ini memiliki banyak destinasi wisata yang indah dan menarik, salah satunya adalah pantainya yang indah. Kalau kamu berjalan-jalan atau sekedar mengunjungi teman atau sanak saudara di kota ini, jangan lupa untuk membawa oleh-oleh khas Pacitan.

Ada apa saja oleh-oleh khas Pacitan yang mesti di beli? Simak daftarnya pada artikel berikut ini.

1. Sale Pisang

Sale Pisang

Pernah mencicipi anggur yang rasanya seperti pisang? Kalau begitu kamu harus mencoba oleh-oleh khas Pacitan yang satu ini. Makanan yang satu ini akan membuat kamu sedikit kebingungan karena dari luar penampilannya seperti buah anggur tapi begitu kamu menggigitnya, yang terasa adalah buah pisang.

Oleh-oleh khas Pacitan ini berupa sale atau selai pisang yang dibentuk mirip seperti buah anggur. Cara pembuatan makanan ini pun bisa dibilang cukup unik. Diawali dengan mengiris pisang tipis-tipis kemudian dijemur selama tiga hari.

Sesudah mengering, pisang lalu disterilkan kurang lebih 4 jam menggunakan oven sampai kering. Barulah kemudian pisang dibungkus menyerupai bentuk anggur. Maka jadilah oleh-oleh unik yang bernama sale anggur, yang sebenarnya adalah sale pisang.

Rasa sale pisang dari Pacitan ini manis dan legit. Setelah mencicipinya, kamu akan ketagihan. Kabar baiknya, sale ini bisa tahan hingga 5 bulan, jadi cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh khas Pacitan. Kamu bisa beli sale anggur ini di pusat oleh-oleh yang berada di Desa Hadiwarno, Kec. Ngadirojo.

2. Rengginang Manis

Rengginang Manis

Rengginang biasa kamu temui di daerah lain di Pulau Jawa. Makanan ringan yang mirip kerupuk ini memiliki tekstur yang lebih tebal dan dibuat dari beras ketan. Akan tetapi rengginang di Pacitan memiliki citar rasa yang berbeda. Rasanya manis dan gurih. Walaupun manis tapi dibuat tanpa bahan pengawet.

Oleh-oleh khas Pacitan ini biasa dijual oleh para pedagang dalam bentuk yang telah digoreng ataupun yang masih mentah. Kalau kamu membeli rengginang yang masih mentah, sebaiknya dijemur lagi sebelum kamu menggorengnya sehingga rengginang akan jadi lebih renyah.

Berminat untuk membawa oleh-oleh dari Pacitan ini untuk keluarga di rumah? Jangan bingung, kamu tinggal pergi ke toko oleh-oleh di Pacitan. Untuk rengginang dari Pacitan ini dibanderol dengan harga sekitar Rp10.000 – Rp20.000.

3. Jenang Sari Rasa

Jenang Sari Rasa

Kamu tentu sudah kenal dengan jenang. Panganan yang mirip dengan dodol ini biasa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Di daerah Pacitan, salah satu jenang yang terkenal dan sering dijadikan oleh-oleh khas Pacitan adalah jenang sari rasa. Jenang ini diproduksi oleh Endang Sugiono.

Beliau memproduksi jenang sari rasa ini di rumahnya yang berlokasi di Jl. KH. Maghribi, Arjowinangun, Pacitan. Bagi masyarakat Pacitan pangangan ini sangat familiar karena populer sekali di daerah Pacitan. Bahan utama pembuatnya adalah tepung beras, tepung ketan.santan, gula merah, dan wijen.

Rasa jenang sari rasa tak perlu diragukan lagi karena makanan ini dibuat dari bahan-bahan yang terbaik sehingga menghasilkan camilan yang bercita rasa nikmat dan tak terlalu manis. Harga yang dibanderol untuk jenang sari rasa sekitar Rp15.000.

4. Tahu Tuna

Tahu Tuna

Salah satu kuliner khas nusantara yang juga bisa kamu temui di beberapa negara di dunia. Di Indonesia terdapat beragam jenis tahu. Beberapa sudah membuat kreasikan tahu produksinya dengan menambahkan bahan lain. Contohnya oleh-oleh khas Pacitan ini, yaitu tahu tuna.

Umumnya tahu dibuat dari kedelai sebagai bahan utamanya, tapi tahu di Pacitan sedikit berbeda karena tahu di daerah ini diberi tambahan berupa daging tuna segar. Banyak wisatawan yang menyukai tahu tuna khas Pacitan ini. Cita rasa ikan tuna serta teksturnya yang empuk membuat tahu tuna jadi favorit.

Agar tahu ikan tuna terasa lebih nikmat ketika disantap, paling pas kalau ditambah dengan saus sambal atau cabai. Bisa juga dimakan dengan bakso dan siomay. Tahu Tuna Pak Ran adalah tahu tuna terkenal di Pacitan yang berlokasi di Jl. WR. Supratman No. 8. Harganya mulai dari Rp10.000 saja per bungkusnya.

5. Otak-Otak Tuna

Otak-Otak Tuna

Olahan ikan tuna yang lainnya yang menjadi oleh-oleh khas Pacitan adalah otak-otak tuna. Proses pembuatan otak-otak ini adalah dengan mencampurkan ikan tuna segar dengan rempah-rempah pilihan. Umumnya makanan ini tidak mengandung bahan pengawet, jadi aman untuk semua kalangan.

Kamu dapat membeli oleh-oleh khas Pacitan ini di pusat kuliner Pacitan atau menyantapnya langsung di sana. Selain dijual matang, otak-otak ini juga dijual dalam bentuk mentah dan kamu bisa memasaknya setelah sampai di rumah.

Menikmati otak-otak tuna ini paling pas dengan ditemani oleh saus sambal untuk cocolannya. Bisa juga jadi lauk untuk teman makan nasi. Harga otak-otak tuna dimulai dari Rp12.000 dan kamu bisa membeli otak-otak ini di toko yang menjual oleh-oleh khas Pacitan.

6. Kolong Klithik

Kolong Klithik

Jika orang banyak mengenal sale pisang sebagai oleh-oleh khas Pacitan, sebenarnya masih ada lagi oleh-oleh lain yang tak kalah nikmatnya. Oleh-oleh ini berupa camilan yang dibuat dari ketela pohon dan dinamakan kolong klithik. Camilan ini menjadi favorit masyarakat Pacitan dan daerah sekitarnya.

Ada kurang lebih tiga daerah di Pacitan yang memproduksi kuliner berbentuk camilan ini, yaitu Desa Cangkring dan Desa Bodag yang berada di Kecamatan Ngadirojo dan Desa Bubakan di Kecamatan Tulakan. Kolong klithik umumnya dibuat dari ketela pohon atau singkong jenis pandesi atau jinten.

Ciri khas dari Kolong Klithik yaitu memiliki tekstur yang renyah sehingga kamu akan dibuat ketagihan setelah mencicipinya. Selain menggunakan ketela pohon, adonan kolong klithik juga diberi tambahan bumbu berupa bawang putih dan garam.

Kolong klithik banyak diburu pembeli tiap menjelang Idul Fitri ataupun musim liburan untuk dijadikan oleh-oleh yang populer saat mudik. Di daerah Pacitan, camilan khas ini hampir bisa dijumpai di seluruh pasar tradisional serta tempat oleh-oleh khas Pacitan.

7. Kopi Pacitan

Kopi Pacitan

Semua orang tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Tiap daerah di Indonesia selalu memiliki kopi yang unik dan khas, seperti yang ada juga di Pacitan. Kopi yang jadi oleh-oleh khas Pacitan ini lahir dari keprihatian akan kurangnya perhatian terhadap kopi Pacitan.

Beberapa pegiat Usaha Kecil Menengah atau UMKM pun akhirnya berhasil memunculkan kopi Pacitan dalam peta penghasil kopi di Indonesia. Guyub Kopi dan Kakao Pacitan yang akhirnya disebut Guyub Kopi dalam waktu lima bulan berhasil meluncurkan produk kopi berlabel Pacitanos.

Guyub kopi memiliki 4 jenis kopi, yakni Arabika, Robusta, Excelsa, dan Liberika, yang tersebar di berbagai daerah di Pacitan. Kelebihan kopi Pacitan ini terletak pada cara penanamannya yang ditanaman bersama tanaman lain, contohnya pohon nangka sehingga kopinya memiliki aroma nangka.

8. Kerajinan Gerabah

Kerajinan Gerabah

Oleh-oleh khas Pacitan tak hanya berupa makanan saja, kamu juga bisa menjumpai oleh-oleh berupa barang gerabah. Kerajinan gerabah ini bisa kamu temui di pusat sentra gerabah yang salah satunya berada di Desa Purwosari, Kebon agung. Konon, sentra kerajinan gerabah sudah ada sejak 1959.

Sentra kerajinan gerabah ini masih bisa kamu jumpai sampai sekarang. Di sini dijual beragam gerabah diproduksi, seperti asbak, pot, perabotan rumah tangga, bahkan ada juga guci untuk hiasan. Kerajinan gerabah yang jadi favorit para wisatawan yaitu guci yang bermotif batik atau wajah.

Harga barang gerabah ini tak mahal. Untuk asbak kecil dijual dengan harga mulai dari Rp1.500 per satunya. Pot dihargai mulai dari Rp5.000 dan untuk guci bermotif batik atau wajah dijual dengan harga yang dimulai dari Rp150.000.

9. Batik Pacitan

Batik Pacitan

Menurut berbagai sumber, nama Pacitan asalnya dari bahasa Jawa, yaitu Pacewetan, Pace dan Wetan. Dalam buku legenda rakyat Pacitan disebutkan kalau pace merupakan nama buah yang disebutkan sebagai mengkudu yang memberi kekuatan, sementara wetan berarti timur.

Warga Pacitan kemudian berinisiatif untuk mengabadikan asal usul nama Pacitan ini dengan melestarikan namanya dalam bentuk sebuah karya batik tulis dengan ciri khas motif pace dalam coraknya. Ragam hias dan motif batik Pacitan terinspirasi oleh keindahan alam dengan simbol hayatinya.

Buah pace atau dikenal juga dengan mengkudu dan karang laut menjadi motif batik khas Pacitan. Untuk menemukan batik tulis asli Pacitan kamu bisa berkunjung ke sentra batik yang terletak di Wiyoro Kecamatan Ngadirojo.

10. Batu Mulia

Batu Mulia

Batu mulia merupakan salah satu oleh-oleh khas Pacitan. Batu akik dari kota Pacitan banyak diburu oleh para kolektor. Terdapat tiga jenis batu mulia yang jadi favorit kolektor, yaitu Red Brown, Snow White, dan Golden Supreme. Tak hanya kualitasnya, batu mulia Pacitan juga dikenal punya nilai seni tinggi.

Desa Gendaran, Donorojo merupakan salah satu pusat kerajinan batu mulia yang ada di Pacitan. Batu mulia ini dijual dengan harga beragam, mulai dari ribuan rupiah sampai puluhan juta bergantu dari kualitas serta keunikannya.

Kota Pacitan yang dikenal sebagai kota seribu goa ini ternyata memiliki banyak pilihan oleh-oleh untuk kamu bawa pulang. Kamu bisa memilih kuliner sampai kerajinan tangan. Semua pilihan ada padamu, yang penting, jangan lupa bawa oleh-oleh khas Pacitan saat pulang dari kota ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *