Selain Pempek, Inilah 11 Oleh-Oleh Khas Palembang yang Unik!

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pempek selalu menjadi pilihan tepat buah tangan khas Palembang. Ini wajar, mengingat kekhasan dari makanan khas ibu kota Sumatera Selatan itu. Namun, menjadikan pempek sebagai buah tangan utama rasanya sudah terlalu jamak dilakukan. Iya, kan?

Kalau kamu merasa demikian, maka artikel ini amat cocok buatmu. Pasalnya, artikel ini bakal memberimu sejumlah alternatif buah tangan khas Palembang, selain pempek tentunya. Sejumlah alternatif itu bisa kamu simak langsung di sini.

1. Lempok Durian

Lempok Durian

* sumber: ksmtour.com

Selain oleh-oleh khas Pontianak, Lempok Durian pun juga merupakan buah tangan khas Palembang. Buah tangan ini dibuat dari tiga bahan saja, durian, garam, dan gula. Untuk membuatnya, durian yang telah lepas dari bijinya bakal dimasukkan ke dalam panci besar.

Sesudahnya, baru diberi gula dan garam, diaduk rata, dan dimasak di atas kompor berapi agak besar. Secara tampilan, Lempok Durian terlihat bagaikan dodol. Hanya saja, cita rasa durian pada Lempok jauh lebih dominan tinimbang dodol.

2. Kerupuk Kemplang

Kerupuk Kemplang

* sumber: www.antarafoto.com

Buah tangan satu ini biasanya lazim dibeli bersama pempek atau dibeli sebagai alternatif dari pempek. Kemplang sendiri merupakan kerupuk berbahan dasar ikan yang diolah dengan cara dibakar. Cara pengolahan seperti itu membuat kerupuk ini memiliki cita rasa ikan yang kuat, serta aroma ikan yang memikat.

Di Palembang, kerupuk ini bisa dimakan langsung sebagai camilan dan bisa disantap bersama nasi atau sambal terasi. Bila ingin membeli kerupuk ini, kamu bisa datang ke Kecamatan Kemuning. Kecamatan ini dikenal sebagai kampung penghasil kerupuk kemplang dengan kualitas kemplang yang bagus dan segar.

3. Kerupuk Retak Seribu

Kerupuk Retak Seribu

Buah tangan ini adalah versi lain dari Kerupuk Kemplang. Bahan dasarnya kurang lebih sama dengan Kemplang. Bedanya, kerupuk ini dibentuk laiknya mangkuk-mangkuk kecil, lalu digoreng hingga matang. Bila kerupuk ini selesai digoreng, maka tekstur serupa retakkan akan terlihat di permukaannya. Hal itulah yang membuat kerupuk ini dinamai Kerupuk Retak Seribu.

4. Tempoyak

Tempoyak

Selain Lempok Durian, ada satu olahan durian lainnya yang bisa dibawa pulang. Tempoyak adalah olahan tersebut. Pada olahan dan buah tangan ini, durian bakal diberi sedikit garam, cabai rawit, dan kemudian difermentasi. Fermentasi Tempoyak sendiri lazim dilakukan selama 3-5 hari.

Buah tangan ini sangat cocok diolah menjadi masakan lainnya. Namun,  Tempoyak paling sering diolah menjadi sambal. Untuk menjadi sambal, Tempoyak lazimnya bakal dipadukan bersama dengan ikan mas, mujair, ataupun jenis-jenis ikan lainnya.

5. Bawang Goreng Pedas

Bawang Goreng Pedas

Dari namanya, sudah terlihat jelas kalau ini adalah bawang goreng bercita rasa pedas. Buah tangan ini lazimnya dibuat dari 25 kg bawang merah yang dipadukan 7 kg cabai. Di Palembang, buah tangan ini tersedia dalam varian rasa pedas.

Harga satu toples sambal ini dibanderol dengan harga sekitar Rp20 ribu. Bila ingin lebih murah, belilah sambal ini dalam jumlah lusinan. Pasalnya, kamu bakal mendapat potongan harga bila membeli secara lusinan. Kalau kamu tertarik, kamu bisa mengunjungi toko Pojok Rakyat.

6. Bolu Suri

Bolu Suri

Banyak yang membandingkan kue khas Palembang ini dengan Bika Ambon. Padahal, dua kue ini mempunyai sejumlah perbedaan. Khusus Bolu Suri, kue ini memiliki bahan yang lebih sederhana dibanding Bika Ambon. Adapun bahan dasar bolu ini adalah 10-15 butir telur, terigu, gula, air, ragi instan, susu kental manis putih, dan margarin cair. Lantas bagaimana dengan rasanya? Kamu harus menyicipinya, karena ini sangat enak!

7. Kue Maksuba

Kue Maksuba

Kalau buah tangan satu ini adalah Kue Lapis-nya Palembang. Kue Maksuba sendiri dibuat dari campuran telur, susu kental manis, mentega, vanilla, dan gula pasir, serta bahan-bahan lainnya. Campuran bahan-bahan tersebut nantinya bakal dituang di loyang secara berlapis dan dipanggang hingga kecokelatan.

Kue ini sama sekali tidak memakai pengembang. Walau begitu, tekstur kue ini tetaplah empuk dan lezat. Di Palembang, Kue Maksuba biasa dipakai sebagai sajian acara pernikahan, Idul Fitri, dan acara-acara lainnya.

Kamu bisa datang ke toko kue khas Palembang Hj. Cekrum untuk membeli kue ini. Di sana, Kue Maksuba dijual dengan harga Rp275 ribu. Cukup mahal, ya? Eits, jangan khawatir. Kendati mahal, namun harganya sesuai dengan rasanya, lho. Jadi, jangan ragu unuk membelinya, ya.

8. Sambal Lingkung

Sambalingkung

Ingin membeli “sambal” bercita rasa unik? Beli saja Sambal Lingkung! Tak seperti sambal pada umumnya, Sambal Lingkung memiliki cita rasa yang lebih gurih. Tampilannya pun tak seperti sambal, justru terlihat lebih seperti abon. Sambal Lingkung sendiri dibuat dari ikan yang ditumbuk hingga halus. Hmm, cocok banget disantap pakai nasi putih hangat!

9. Kain Palembang

Kain Palembang

Palembang tak hanya memiliki buah tangan berupa makanan. Kota Sriwijaya ini juga memiliki sejumlah buah tangan non-makanan. Kain Palembang adalah salah satunya. Kain Palembang sendiri memiliki sejumlah jenis. Kain Songket adalah salah satunya.

Bisa dibilang, kalau kain Songket adalah kain Palembang yang paling populer. Kain ini dibuat dari benang katun atau benang sutera. Benang tersebut nantinya dicelup ke dalam pewarna kain, lantas ditenun dan diberi hiasan benang emas.

Semua jenis kain Palembang memiliki motif-motif yang menarik. Untuk mendapatkan kain Palembang bersama jenis-jenisnya, kamu bisa datang ke Rumah Songket ataupun Pasar 16 Ilir.

10. Kaus Kekinian Buatan Outlet Nyesnyes

Kaus Kekinian Buatan Outlet Nyesnyes

Kalau Jogja punya Dagadu, maka Palembang mempunyai Nyesnyes. Sama seperti Dagadu, Nyesnyes merupakan outlet penghasil kaus kekinian yang menampilkan desain khas Palembang di dalamnya. dalam setiap desain kaus buatannya, Nyesnyes selalu menyajikan istilah-istilah khas, makanan khas, tempat ikonik di Palembang, atau gurauan-gurauan yang lazim dipakai oleh warga Palembang.

Kalau kamu tertarik, kamu bisa datang ke outlet Nyesnyes yang beralamat di Jalan Kapten A. Rivai No. 28 E, Ilir D I, Kecamatan Ilir Baru I, Palembang, Sumatera Selatan.

11. Sajadah Lihab

Sajadah Lihab

Meskipun mengandung kata “sajadah”, namun buah tangan ini bukanlah sebuah sajadah tulen. Melainkan, hanya sebuah kasu tipis dengan motif khas Palembang. Ukurannya yang sebesar sajadah membuat buah tangan ini dinamai Sajadah Lihab.

Sajadah Lihab cocok dipakai sebagai alas tidur, atau alas duduk saat menonton teve. Sajadah Lihab juga cocok menjadi kasur untuk bayi. Kelebihan lainnya dari buah tangan ini adalah mudah sekali digulung. Hal itu membuat benda ini bisa dibawa ke mana saja, dan bisa dipakai untuk keperluan apa pun.

Datanglah ke area Jalan Mujahidin 26 Ilir, bila ingin membeli buah tangan ini. Sajadah Lihab sendiri bisa kamu dapatkan di sana dengan harga sekitar Rp75 ribu hingga Rp10 ribu.

Selain pempek, Palembang masih mempunyai sejumlah alternatif buah tangan yang bisa dibawa pulang. Sebelas di antaranya sudah kami sebutkan di atas. Jadi, jika kamu bosan membeli pempek buah tangan, maka kamu bisa membeli salah satu atau beberapa alternatif buah tangan di atas. Tapi, kalau kamu sedang mencari tempat makan enak di sana, coba cari referensinya di 10 Tempat Makan Enak di Palembang ini, ya. Selamat jalan-jalan!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *