10 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Tak Boleh Dilewatkan

Ditulis oleh Siti Hasanah

Purwakarta memiliki banyak destinasi wisata menarik yang mesti kamu kunjungi, seperti wisata alam, wisata kuliner hingga wisata kota. Nah, saat kamu berwisata ke Purwakarta jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Purwakarta untuk teman atau kerabat.

Keluyuran telah merangkum beberapa oleh-oleh khas Purwakarta dan juga hasil kerajinan yang dapat kamu jadikan souvenir dari Purwakarta. Simak ulasannya berikut ini yuk!

1. Simping

Simping

Simping merupakan buah tangan yang khas dari Purwakarta, simping merupakan makanan yang terbuat dari olahan dari tepung tapioka dan tepung terigu yang kemudian diberi beragam bumbu. Olahan tepung itu akan dicetak dengan bentuk bundar dan sangat tipis.

Simping memiliki beragam rasa, dan juga warna. Jika kamu senang dengan rasa yang tradisional, maka kamu bisa mencoba simping dengan rasa kencur. Kamu juga bisa menikmati simping yang memiliki rasa manis, seperti simping dengan rasa pisang, nangka, coklat, dan juga pandan.

Oleh-oleh ini tidak akan menguras isi dompetmu, harganya cukup terjangkau dikisaran 5.000 hingga 7.000 rupiah. Di mana kamu bisa mendapatkannya? Kamu bisa membelinya di sepanjang Jalan Kusuma  Atmaja. Ada satu toko bernama Simping Teh Ina malah telah berjualan sejak tahun 1903.

2. Gula Cikeris

Gula Cikeris

Gula Cikeris merupakan gula aren yang dihasilkan oleh masyarakat dari Desa Cikeris. Desa Cikeris sendiri berada di Kecamatan Bojong, lokasinya berada di sebelah selatan Kota Purwakarta. Tanahnya yang subur sehingga banyak pohon aren yang dapat tumbuh di desa ini.

Gula aren yang dihasilkan dari Desa Cikeris ini memilki bentuk yang lebih kecil, dan dibungkus dengan cara yang tradisional yaitu dengan menggunakan pelepah dari jagung. Dikatakan bahwa gula aren dari Cikeris ini memiliki khasiat dalam membantu penyembuhan penyakit pencernaan dan penyakit urat.

3. Peuyeum Bendul

Peuyeum Bendul

Jika mendengar kata peuyeum maka biasanya kita langsung ingat kota Bandung, tetapi tak hanya Kota Bandung yang memiliki penganan yang terbuat dari singkong yang difermentasi ini. Purwakarta juga memiliki peuyeum yang bisa dijadikan oleh-oleh saat kamu berkunjung ke Purwakarta

Peuyeum dari Purwakarta sering disebut dengan peuyeum Bendul yang pertama kali ciciptakan oleh warga Kampung Bendul bernama Murdi pada tahun 1940 an. Keunggulan dari peuyeum Bendul ini adalah tekstur peuyeumnya yang lebih kenyal dan lebih manis.

Dahulu peuyeum ini cukup terkenal sebelum adanya tol Cipularang, yang sempat membuat pamor dari peuyeum ini menurun. Harga yang ditawarkan untuk peuyeum ini juga cukup terjangkau. Kamu bisa membelinya dengan harga 10 – 12 ribu per kilonya.

4. Manisan Pala Wanayasa

Manisan Pala Wanayasa

Saat kamu berkunjung ke Purwakarta jangan lupa untuk mencoba manisan pala yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Manisan pala banyak terdapat di daerah Wanayasa yang merupakan sentra dari industri rumahan dari manisan buah pala. Wanayasa sendiri merupakan daerah penghasil pala.

Manisan dari  buah pala yang dibuat dibuat di daerah wanaysa ini memiliki dua jenis manisan. Pertama adalah manisan pala basah yang daya tahannya hanya tiga bulan. Kedua adalah pala kering yang dapat bertahan hingga lima bulan. Tetapi manisan pala basah lebih banyak dicari oleh konsumen. 

5. Sate Maranggi

Sate Maranggi

Satu lagi penganan yang menjadi ikon dari kota Purwakarta, yaitu Sate Maranggi. Pengolahan Sate Maranggi berbeda dengan sate yang biasa kita makan. Pengolahan Sate Maranggi adalah dengan terlebih dahulu direndam dalam bumbu baru setelahnya di bakar.

Sate Maranggi disajikan tanpa menggunakan bumbu kacang seperti pada sate yang biasa. Daging yang digunakan biasanya daging sapi, kambing, dan juga daging ayam. Ada banyak warung yang menjual sate Maranggi di Purwakarta, tetapi ada satu tempat yang paling terkenal yaitu Sate Maranggi Hj. Yetti.

Sate Maranggi Hj. Yetti sangat populer di kalangan penikmat sate Maranggi. Kepopuleran tempat makan ini bukan hanya karena kenikmatan dari satenya saja, tetapi suasana makan diantara pepohanan jati yang menambah daya tarik dari tempat ini. 

6. Borondong Bojong

Borondong Bojong

Borondong adalah makanan olahan dari beras ketan yang dicampur dengan gula aren.Purwakarta juga memiliki penganan berondong yang menjadi khas dari satu daerah, yaitu dari daerah Bojong Timur. Apa yang membedakan borondong dari Bojong dengan borondong dari Garut?

Borondong Bojong memiliki tekstur yang lebih lembut dan manis, dan bentuknya biasanya persegi panjang yang dibungkus dengan plastik. Sedangkan Borondong Garut biasanya berbentuk bundar dan memiliki aneka macam warna. Borondong Bojong dijual dengan harga kisaran 20-50 ribu rupiah.

7. Semprong

Semprong

Saat membicarak makanan simping maka, kita juga tidak boleh melupakan satu camilan lagi yang menjadi penganan khas Purwakarta yaitu semprong. Jika simping memiliki bentuk yang bundar dan tipis, maka bentuk semprong lebih seperti tabung, dan rasanya biasanya manis.

Semprong juga memiliki bahan yang sama dengan simping yaitu campuran tepung tapioka dan terigu. Semprong teksturnya lebih renyah dan lebih tebal dibandingkan simping. Ada satu tempat yang kamu bisa datangi untuk melihat proses pembuatan semprong yaitu Desa Sawah Kulon, Kec. Pasawahan.

8. Keramik Plered

Keramik Plered

Pembuatan Keramik Plered di mulai pada tahun 1795, semasa penjajahan Kolonial Belanda.  Saat itu Di Citalang terdapat tempat pembuatan batu bata dan genteng. Lalu di sekitar Anjun terdapat tempat pembuatan gerabah, sedangkan untuk industri keramiknya sendiri dimulai sejak tahun 1904.

Pada awalnya pembuatan keramik masih membuat perkakas untuk keperluan rumah tangga. Keramik Plered pun sempat mengalami pasang surut di masa penjajahan Belanda dan Jepang. Sampai akhirnya kembali memperoleh pangsa pasarnya kebali sekitar tahun 1990 – 2000an.

Di Plered juga kamu bisa menyaksikan proses pembuatan keramik secara langsung. Keramik Plered kini tak hanya dikenal di Indonesia tetapi telah menembus pasar internasional. Keramik Plered telah diekspor ke Eropa, seperti Belanda dan Rusia, dan juga ke Tiongkok.

9. Rengginang Kiarapedes

Rengginang Kiarapedes

Rengginang Kiarapedes adalah rengginang buatan dari Desa Gardu Kecamatan Kiarapedes. Rengginang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan hitam atau juga putih. Rengginang biasanya di jual dalam keadaan mentah, tetapi rengginang Kiarapedes di jual dalam keadaan matang.

Rengginang Kiarapedes juga telah dikemas dengan lebih baik sehingga meningkatkan daya saingnya dengan makanan ringan lain. Selain itu rengginang telah dibuat dengan berbagai macam rasa. Biasanya permintaan rengginang akan melonjak disaat musim hajatan atau hari raya.

10. Kerupuk Miskin

Kerupuk Miskin

Kerupuk miskin adalah penganan yang dibuat dari aci singkong, dan kerupuk ini banyak dijual di daerah Plered Purwakarta. Apa yang membedakan kerupuk miskin dengan kerupuk yang lainnya? Pengolah kerupuk miskin ini dilakukan dengan cara disanggrai dengan menggunakan pasir.

Kerupuk  miskin tidak digoreng sehingga bebas kolesterol. Kerupuk miskin juga dijual dengan harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, sekitar 7.000 atau 8.000 perbungkus. Kerupuk ini juga dapat kamu jadikan buah tangan saat kamu mampir ke Kota Purwakarta.

Nah itulah beragam buah tangan yang dapat kamu beli saat kamu mampir ke Purwakarta. Kamu tidak akan menyesal untuk mencoba semua penganan yang ada di Purwakarta. Selain itu harganya juga cukup terjangkau. Ada juga kerajinan khas dari Purwakarta yang sangat terkenal yang bisa kamu kunjungi untuk melihat kecantikan hasil karyanya.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram