Inilah 8 Oleh-Oleh Khas Toraja yang Wajib Dibawa Pulang

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Toraja merupakan suatu suku di Pulau Sulawesi yang sangat unik dan terkenal dengan ritual pemakaman yang menggunakan upacara dan jenazah disimpan dalam peti, kemudian digantung di sebuah tebing. Suku yang bermukim di sisi utara Provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki banyak keunikan mulai dari budayanya, rumah adatnya, hingga upacara adatnya.

Toraja kini semakin ramai dikunjungi. Ketika berkunjung ke Tana Toraja, tidak lengkap rasanya jika tidak membawa buah tangan untuk sanak saudara di kota asal. Apa saja oleh-oleh yang bisa kamu bawa dari Toraja?

Kali ini, Keluyuran akan membahas 8 oleh-oleh khas Toraja yang bisa dibawa sepulang dari explore Tana Toraja. Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Kopi Toraja

Kopi Toraja

* sumber: berandasulsel.com

Kopi khas Toraja satu ini, sudah dikenal di seluruh Indonesia, bahkan kenikmatannya sudah terkenal hingga mancanegara. Kopi Toraja ditanam di lereng Gunung Sesean dengan ketinggian antara 1.400 – 2.100 meter di atas permukaan laut. Tempat penanaman yang berada di dataran tinggi inilah yang membuat rasa dari Kopi Toraja sangat khas dan nikmat.

Kopi Toraja memiliki tingkat keasaman yang rendah, lembut, serta terdapat cita rasa floral dan fruity. Kopi Toraja merupakan jenis kopi Arabica yang sering disebut sebagai “queen of coffee”. Nikmatnya Kopi Toraja karena tingkat keasamannya rendah, jadi tidak membuat mual ketika diminum. Ditambah lagi kopi ini tampak lebih bening dibandingkan kopi lainnya.

2. Kerupuk Jintan

Kerupuk Jintan

* sumber: jejakpiknik.com

Siapa yang tidak suka kerupuk? Makanan yang gurih ini banyak disukai masyarakat dan tak jarang menjadi oleh-oleh khas kota setempat. Seperti halnya di Tana Toraja. Kerupuk Jintan merupakan kerupuk khas Sulawesi Selatan yang biasa dijual di Kota Makassar, dan bisa kamu temukan di Tana Toraja. Kerupuk ini terbuat dari terigu, telur, dan jintan.

Kerupuk Jintan sering dijadikan sebagai cemilan kala bersantai atau pelengkap ketika makan nasi dan lauk pauk. Tak heran jika makanan yang satu ini selalu laku di pasaran. Kerupuk ini dijual sebagai oleh-oleh yang banyak dicari oleh wisatawan dari dalam dan luar Sulawesi.

3. Miniatur Rumah Adat Tongkonan

Miniatur Rumah Adat Tongkonan

* sumber: katadata.co.id

Tongkonan merupakan nama dari rumah adat masyarakat suku Toraja. Rumah ini terlihat sangat unik dengan atap melengkung ke atas mirip seperti perahu yang terdiri atas susunan bambu. Ciri khas lain dari Rumah Tongkonan yaitu adanya tanduk kerbau pada bagian depan rumah. Rumah Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang artinya duduk bersama-sama.

Rumah Tongkonan  dibagi menjadi dua jenis sesuai fungsi dan peranan masyarakat sekitarnya. Ada Tongkonan Karua dan Tongkonan A’Pa’. Hal unik lainnya dari Rumah Tongkonan adalah rumah ini digunakan oleh masyarakat yang turunaannya memegang peranan penting dalam masyarakat adat setempat.

Ketika keluyuran ke Tana Toraja, kamu bisa melihat langsung rumah Tongkonan yang unik ini secara langsung. Namun, bisa juga membawanya pulang dalam bentuk miniatur. Jika kamu suka mengoleksi miniatur rumah adat, maka wajib membawa oleh-oleh yang satu ini. Miniatur Rumah Tongkonan bisa kamu temukan di sini sesuai dengan jenisnya.

4. Deppa Tori’

Deppa Tori’

Deppa Tori’ merupakan kue yang menjadi makanan ringan khas Toraja. Kue ini mirip seperti Kue Cucur yang biasa ditemukan di Pulau Jawa, tetapi dengan bentuk yang berbeda. Deppa Tori’ terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah. Deppa Tori’ biasa disajikan dengan Kopi Toraja sebagai pelengkap.

Deppa Tori’ berukuran sebesar jari tangan, dengan bentuk jajaran genjang, berwarna cokelat tua, dan diberi taburan wijen. Rasa yang dihasilkan dari Deppa Tori’ adalah adalah manis dan teksturnya lembut. Kue ini selain dijual untuk pengunjung Tana Toraja, bisa juga dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

5. Bannang-Bannang

Bannang-Bannang

Bannang-Bannang merupakan salah satu cemilan khas Sulawesi Selatan yang juga dijual di Tana Toraja. Kue ini disebut juga sebagai Kue Rambut karena bentuknya seperti rambut yang silang menyilang dan sulit dipisahkan. Dalam bahasa Makassar, Bannang-Bannang artinya adalah benang-benang. Kue ini memiliki rasa yang manis dan gurih.

Tak hanya sekadar kue, Bannang-Bannang dimaknai sebagai simbol dari hubungan yang saling mengait satu sama lain. Maka dari itulah kue Bannang-Bannang selalu dihidangkan dalam upacara pernikahan di Sulawesi Selatan karena kue ini erat kaitannya dengan hubungan keluarga yang dipersatukan dalam upacara pernikahan.

6. Tau-Tau

Tau-Tau

* sumber: www.wego.co.id

Tau-Tau merupakan patung yang terbuat dari kayu dan dibentuk seperti manusia. Tau-Tau dikenal dalam masyarakat Toraja untuk mengenang orang yang telah meninggal. Patung ini dibuat dengan berbagai ketentuan religious, mulai dari memilih pohon nangka untuk ditebang, hingga menentukan jenis kelamin dari patung yang akan dibuat.

Tau-Tau dibuat untuk para bangsawan atau disebut juga sebagai tana’ bulaan dalam bahasa Toraja. Tau-Tau tidak boleh dibuat sebelum orang tersebut meninggal karena dinilai mendahului kematian. Selain menjadi personifikasi atas orang yang sudah meninggal, Tau-Tau juga bisa dibawa pulang untuk dijadikan sebagai oleh-oleh lho.

Toko souvenir di Tana Toraja selain menjual berbagai kerajinan dan oleh-oleh khas Toraja juga menjual Tau-Tau sebagai oleh-oleh. Jangan bayangkan Tau-Tau ini menyeramkan. Tau-Tau yang dibuat sebagai buah tangan berukuran kecil dan mudah untuk dibawa kemana-mana.

7. Ukiran Khas Toraja

Ukiran Khas Toraja

* sumber: www.antarafoto.com

Toraja dikenal sebagai suku dengan seribu budaya dan memiliki banyak keunikan. Selain dikenal dengan tradisi budayanya, Toraja juga memiliki kesenian di bidang seni rupa, salah satunya adalah ukiran khas Toraja. Ukiran Toraja merupakan kesenian ukir Melayu yang menjadi ciri khas suku bangsa Toraja.

Ukiran Toraja dicetak menggunakan alat ukir khusus dan dibuat di atas sebuah papan kayu, jendela, pintu, dan tiang rumah adat. Terdapat 130 jenis ukiran atau disebut juga dengan passura’ dalam bahasa Toraja, dengan empat dasar ukiran diantaranya Pa’ Barre Allo, Pa’ Tedong, Pa’ Sussu’, serta Pa’ Manuk Londong.

Ukiran Toraja bisa kamu lihat langsung di rumah Tongkonan yang menjadi rumah adat suku Toraja. Selain itu, jika kamu ingin membawa kesenian ini menjadi buah tangan, kamu pun bisa membeli Ukiran Toraja ini.

8. Kain Tenun Toraja

Kain Tenun Toraja

Tenun merupakan kerajinan khas dari Indonesia Timur, salah satunya di Tana Toraja. Tenun Toraja sudah dikenal hingga mancanegara. Motifnya yang rumit, dan desain sistematis membuat kain Tenun Toraja terlihat sangat unik dan indah. Kain Tenun biasanya dibuat oleh perempuan suku Toraja

Tenun Toraja digunakan juga dalam upacara adat. Pelestarian tenun tak kalah pentingnya dengan pelestarian budaya di Tana Toraja. Kain Tenun juga menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak diminati wisatawan. Biasanya kain tenun dijadikan sebagai pakaian, hiasan, hingga aksesoris seperti gelang.

Itulah 8 oleh-oleh Khas Toraja yang bisa kamu bawa pulang. Ternyata, bukan hanya Kopi Toraja dan Kain Tenun saja yang bisa dijadikan sebagai buah tangan. Ada makanan ringan, hingga kerajinan tangan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jalan-jalan ke Tana Toraja, jangan lupa bawa oleh-oleh, ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *