6 Pakaian Adat Kalimantan Timur yang Terinspirasi dari Alam

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 12 Mei 2021

Alam Kalimantan Timur dikenal kaya akan tambangnya yang melimpah. Tak mengherankan jika banyak orang yang tertarik untuk membuka usaha ini di provinsi tersebut. Selain dari tambang, Kalimantan timur juga mempunyai adat budaya yang menarik. Salah satu kekayaan budaya itu berupa pakaian adat Kalimantan Timur.

Seperti yang diketahui, masyarakat adat yang mendiami provinsi ini berbeda-beda sehingga menambah semarak pakaian adatnya. Apakah kamu tahu nama-nama pakaian adat Kalimantan Timur? Untuk kamu yang tertarik dengan baju daerah di Indonesia, berikut adalah beberapa jenis pakaian adat dari daerah Kalimantan Timur.

1. Pakaian Dayak Ngaju

Pakaian Dayak Ngaju

Meskipun tidak mendominasi daerah Kalimantan Timur, Suku Dayak Ngaju meninggali daerah ini.  Seperti halnya suku Dayak lainnya, suku ini juga memiliki pakaian adat khas dan kebudayaannya sendiri yang unik karenanya suku yang satu ini tak bisa diabaikan begitu saja.

Sebenarnya suku Dayak Ngaju ini lebih sering ditemui dan mendiami daerah Kalimantan Tengah. Karena itu di Kalimantan Timur masyarakat suku ini hanya terdapat sebagian saja. Justru keberadaan masyarakat suku Dayak Ngaju ini memberikan corak baru bagi kebudayaan di Kalimantan Timur.

Berbicara soal pakaian adat Kalimantan Timur, baju adat dari suku ini memiliki dua jenis, yaitu pakaian laki-laki dan perempuan. Untuk perempuan umumnya mereka memakai pakaian adat berupa rok, rompi serta ikat kepala.

Bulu enggang menjadi hiasan yang ada pada ikat kepala mereka. Bulu ini identik sekali dengan suku Dayak. Di bagian leher terdapat hiasan berupa kalung manik-manik serta ada juga gelang tangan. Selain itu, ada ikat pinggang yang menjadikan penampilan mereka makin menarik.

Untuk laki-laki pilihannya adalah kain penutup yang memiliki panjang sampai bawah lutut. Ada juga rompi serta ikat kepala yang berhiaskan bulu enggang. Tak hanya perempuan, laki laki juga memakai kalung, gelang tangan, dan juga ikat pinggang.

Sementara itu, yang membedakan antara pakaian perempuan dan laki laki yaitu perisai kayu dan mandau. Kedua senjata itu digunakan oleh para laki-laki.  Pakaian adat Kalimantan Timur ini dibuat dari bahan serat alam, kulit siren, atau kayu nyamun.

Kemudian bahan tersebut diberi corak dan diberi warna khas. Tak hanya bahannya yang alami, pewarna yang digunakan juga adalah pewarna alami. Adapun tujuan penggunaan warna itu tentunya supaya membuat penampilan mereka menjadi lebih cantik.

Beragam hiasan yang dikenakan umumnya terinspirasi dari keyakinan masyarakat setempat. Selain serat kayu, terkadang suku Dayak Ngaju juga membuat baju adat menggunakan bahan serat alami lainnya yang dibuat jadi tenunan yang halus. Tentunya ini membuat baju semakin cantik dan unik.

2. Pakaian Sakai

Pakaian Sakai

Pakaian adat Kalimantan Timur yang satu ini disebut dengan pakaian adat Sakai. Baju adat ini mempunyai keanggunan serta keunikannya sendiri, terutama pakaian yang dikenakan oleh perempuan. Model bajunya berupa kebaya berlengan panjang.

Sementara itu bagian bawahnya memakai tapeh badong. Ini adalah ciri khusus batik celup Kutai. Untuk hiasannya, ada kalung tiga susun sampai kembang goyang dengan tiga cabang. Di atas sanggulnya terdapat hiasan yang dinamakan tapak langit.

Hiasan kepala tersebut dililit dengan bunga melati serta ada juga hiasan tajok mawar. Seiring dengan perkembangannya, kini lelaki juga mengenakan pakaian adat Sakai yang dahulu hanya dikenakan oleh para perempuan saja. 

3. Pakaian Kustim

Pakaian Kustim

Sekarang ini pakaian kustim dikenakan oleh golongan menengah ke atas dari suku Kutai di saat upacara pernikahan. Istilah kustim sendiri asalnya dari kata kostum yang memiliki arti kebesaran. Pakaian adat Kalimantan Timur ini dikenakan oleh perempuan dan laki-laki.

Pakaian kustim laki-laki terdiri dari kopiah bundar tinggi yang disebut setorong. Tinggi kopiah ini 15 cm. Dibanding bagian atasnya, bagian bawah ukurannya lebih besar, dan berpasmen dengan warna keemasan.

Pada bagian depan setorong terdapat hiasan lambing yang berbentuk wapen. Wapen tersebut disesuaikan dengan tingkatan gelarnya. Contohnya seorang Aji menggunakan wapen Aji, Aji Bambang menggunakan wapen Aji Bambang, Aji Raden menggunakan wapen khusus Aji Raden, dan seterusnya.

Adapun baju pengantin laki-laki mengenakan baju kustim berbahan dari belederu dengan warna hitam, serta lengan panjang juga kerah tinggi. Hiasan pasmen terdapat pada ujung lengan, kerah dan bagian dada. Untuk celana yang dikenakan yaitu celana panjang berwarna sama dengan warna bajunya.

Di luar celana, laki-laki mengenakan dodot rambu yaitu semacam kain panjang dengan ujung yang diberi hiasan berupa rumbai-rumbai yang warnanya keemasan. Bagian belakang kain tersebut menjuntai hingga ke tumit. Sementara bagian depan hingga ke lutut.

Sebagai alas kakinya yaitu selop kulit yang warnanya hitam. Perhiasan yang dikenakan oleh laki-laki adalah kalung bersusun yang disematkan pada baju bagian dada.

Sementara pengantin wanita mengenakan sanggul yang juga disebut dengan gelung kutai yang bentuknya mirip dengan sanggul dari daerah Jawa dan letaknya berada di belakang kepala. Selain itu diberi hiasan berupa gerak gempa atau kembang goyang dari bahan logam bersepuh emas.

Nama untuk pakaian pengantin wanita juga disebut dengan baju kustim. Modelnya berlengan panjang, dan berkerah tinggi. Terdapat pasmen pada bagian depan baju dan leher. Kelibun berbahan sutra dengan warna kuning dipakai di puncak bagian belakang.

Jenis kain yang dikenakannya adalah tapeh berambui yakni kain panjang dengan rumbai benang emas dan letaknya ada di bagian depan.

4. Pakaian Bulang Burai King

Pakaian Bulang Burai King

Pakaian adat Kalimantan Timur yang bernama bulang burai kring ini di kalangan masyarakat suku Dayak sangat terkenal. Baju adat ini selalu dikenakan pada acara adat yang dilaksanakan di desa.

Baju adat ini nampak cantik dengan adanya manik-manik yang berada di bagian depan. Untuk menambah keindahan baju ini diberi juga hiasan kepala serta tangan menggunakan bulu burung enggang.

5. Pakaian Dayak Bulang Kuurung

Pakaian Dayak Bulang Kuurung

Pakaian adat Kalimantan Timur selanjutnya yaitu bulang kuurung. Baju adat yang satu ini ikut menambah keunikan kebudayaan Kalimantan Timur.  Biasanya bulang kuurung dikenakan saat akan melakukan acara adat maupun ritual.

Bulang kuurung ini dibagi jadi beberapa jenis dan dibedakan dari model lengannya. Ada baju bulang kuurung tanpa lengan, atau dengan lengan panjang yang disebut lengke serta dengan lengan pendek yang dinamakan dokot tangan. Pakaian adat ini sering dipakai oleh dukun yang berada di Kaltim.

6. Pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq

Pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq

Ta’a adalah pakaian adat Dayak Kenyah untuk wanita dan untuk laki-laki dinamakan sapei sapaq. Pakaian adat Kalimantan Timur yang berasal dari Dayak Kenyah ini mempunyai corak yang beragam, seperti gambar tumbuhan, harimau dan burung enggang yang contohnya ada di tari burung enggang.

Tentunya antara baju laki laki dan perempuan mempunyai corak yang berbeda. Perbedaan yang sangat terlihat adalah pada baju bagian atas yang dikenakan.

Pakaian adat ta’a yang untuk wanita meliputi da’a atau seperti ikat kepala yang bahannya adalah pandan, baju atasan atau sapei inoq, dan bawahan berupa rok atau ta’a. Biasanya ikat kepala ini dikenakan oleh orang tua beserta dengan baju atasan sampai bawahan.

Untuk bagian atasan dihiasi dengan manik manik bermacam warna. Hiasan ini mempercantik penampilan dengan corak khas  dari suku Dayak Kenyah.

Pakaian sapei sapaq yang merupakan pakaian laki-laki terdiri dari rompi untuk bagian atasnya dan cawat untuk bagian bawahnya yang disebut sebagai. Selain itu, pakaian lelaki dilengkapi pula dengan mandau, aksesoris senjata yang diikatkan pada pinggang.

Corak pakaian adat Dayak Kenyah ini terinspirasi oleh kearifan alam di daerah tersebut. Corak yang dipakai seseorang akan mencerminkan staratanya. Untuk corak burung enggang maupun harimau menunjukkan kalau si pemakai merupakan kalangan bangsawan.

Sedangkan rakyat kebanyakan umumnya akan mengenakan pakaian yang bercorak tumbuhan. Hampir semuanya kain dasarnya memiliki warna hitam.

Kehadiran pakaian adat Kalimantan Timur ini tentunya memperlihatkan keragaman yang menjadi kekayaan Indonesia. Tiap-tiap suku memperlihatkan corak yang beragam, tetapi kebanyakan terinspirasi dari alam sekitarnya.

Kalimantan Timur memiliki beberapa suku yang meninggali daerah tersebut sehingga menambah keberagaman kebudayaannya. Tentunya kekayaan warisan budaya seperti pakaian adat Kalimantan Timur ini harus dijaga supaya tetap lestari dan tetap terjaga keberadaannya sampai masa yang akan datang.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram