7 Pakaian Adat Kepulauan Riau yang Unik dan Menawan

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 4 Juni 2021

Jika sebelumnya kita telah membahas beragam senjata tradisional dari provinsi Riau, maka kali ini Keluyuran akan membahas mengenai pakaian adat yang ada di kepulauan Riau. Selain memiliki desain yang khas, pakaian adat tersebut juga memiliki cerita unik yang menarik untuk diketahui.

Nah, pakaian adat apa saja yang ada di salah satu provinsi yang berbatasan dengan negara Vietnam, Kamboja, dan Malaysia ini? Yuk, kita langsung simak saja ulasan yang telah Keluyuran rangkum khusus untuk kamu dalam artikel berikut ini!

1. Baju Kurung

Salah satu baju adat dari kepulauan Riau yang pertama adalah baju Kurung. Baju kurung biasanya digunakan oleh anak-anak perempuan yang ada di Kepulauan Riau. Selain digunakan untuk bermain, pakaian kurung juga biasa dipakai anak-anak untuk kegiatan mengaji atau acara resmi. Baju kurung sendiri merupakan pakaian adat yang dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu.

Pada umumnya, pakaian adat ini memiliki beragam warna dan motif yang cukup menarik. Masyarakat Riau sendiri biasanya memadukan pakaian ini dengan bawahan rok yang cukup panjang. Bagi mereka yang beragama Islam biasanya ditambah dengan penutup kepala atau jilbab.

Meskipun pakaian adat ini memiliki desain yang cukup sederhana, namun dari segi penampilan tidak kalah dengan pakaian modern.

2. Baju Monyet

Selanjutnya ada baju Monyet. Pakaian adat ini biasa dipakai oleh anak kecil laki-laki. Sekilas pakaian adat yang digunakan oleh anak-anak tampak mirip dengan pakaian adat Telak Belanga yang biasa digunakan oleh pria dewasa. Pakaian ini biasanya dilengkapi dengan celana panjang yang dipadukan dengan kain sarung yang dililitkan pada bagian pinggang sampai ke lutut.

Selain itu untuk bagian kepala biasanya menggunakan kopiah hitam. Pakaian adat ini biasa digunakan oleh anak-anak saat mengaji atau perayaan hari besar seperti perayaan idul Fitri, pernikahan, atau pun acara yang bersifat resmi. Selain membuat tampilan anak lebih menarik, pakaian adat ini juga dapat mengajarkan anak-anak untuk berpenampilan lebih sopan.

3. Baju Kurung Cekak Musang

Baju Kurung Cekak MusangSumber: bernyanyibernyanyi.onrender.com

Pakaian adat selanjutnya yang cukup dikenal oleh masyarakat kepulauan Riau adalah baju kurung Cekak Musang. Selain kerap digunakan oleh pria dewasa, pakaian ini juga biasa digunakan oleh kaum wanita. Meski demikian, baik pakaian pria maupun wanita dibedakan berdasarkan bentuk serta model pakaian.

Pakaian adat ini biasanya memiliki kerah tegap. Pakaian ini juga dilengkapi dengan  kancing baju dari bagian kerah hingga bagian dada. Biasanya panjang baju kurung cekak musang bagi wanita jauh lebih panjang dibandingkan dengan baju kurung cekak musang pria. Pakaian ini biasa digunakan untuk acara pengantin di malam berinai atau acara formal dan juga acara yang berhubungan dengan upacara adat.

4. Kebaya Laboh

Salah satu pakaian adat yang juga bisa kita temukan di kepulauan Riau adalah kebaya Laboh. Kebaya Laboh sendiri adalah jenis kebaya tradisional yang memiliki desain cukup menarik. Kebaya Laboh biasanya terbuat dari bahan sutera dengan ukuran panjang melebihi lutut pemakainya. Pada bagian bawah bajunya sedikit melebar dan menyerupai bentuk labu.

Kebaya Laboh memiliki 3 buah kancing. Mengingat bahannya dari sutra membuat pakaian ini terlihat jauh lebih mahal dan terkesan mewah. Dari segi model, pakaian adat ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu. Kebaya Laboh sendiri pada awalnya banyak digunakan oleh kaum wanita bangsawan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun ketika menghadiri acara resmi.

Seiring dengan perkembangannya, pakaian ini cukup banyak digunakan oleh wanita biasa, khususnya yang ada di kepulauan Riau. Masyarakat sendiri biasanya memadukan kebaya Laboh dengan kain songket untuk bagian bawahan.

Masyarakat Riau yang beragam Islam biasanya memadukan pakaian ini dengan jilbab sebagai penutup kepala. Kebaya Laboh sendiri menjadi salah satu ikon pakaian adat Riau untuk wanita yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah kepulauan Riau.

5. Baju Kurung Tulang Belut

Baju Kurung Tulang BelutSumber: bajukurungomika.blogspot.com

Pakaian adat selanjutnya adalah baju kurung Tulang Belut. Sepintas pakaian adat yang satu ini memang memiliki kesamaan dengan baju kurung lain. Meskipun demikian, antara baju Kurung Tulang Belut dan baju kurung lain memiliki beberapa perbedaan seperti bentuk kerah yang berbeda, jumlah kancing yang digunakan, hingga tidak adanya saku pada pakaian adat ini.

Pakaian Kurung Tulang Belut biasanya digunakan oleh wanita dewasa. Mereka biasa memadukan baju kurung tulang belut dengan bawahan berwarna senada dan juga sebuah selendang. Sama seperti pakaian kurung lain, wanita yang beragama Islam biasanya menutup bagian kepalanya dengan jilbab.

Secara tampilan pakaian adat Kurung Tulang Belut memang cukup menarik, terutama karena adanya hiasan pada tepi pakaian yang membuatnya lebih elegan dan tidak terkesan polos atau biasa. Pakaian adat ini biasanya digunakan oleh masyarakat Riau saat menghadiri acara-acara penting atau dalam menjalani aktivitas hari-hari.

Selain membuat penampilan terlihat sopan, pakaian ini juga merupakan ciri khas wanita Riau yang dikenal anggun dan bersahaja.

6. Baju Kurung Telak Belanga

Baju Kurung Telak BelangaSumber: seringjalan.com

Selanjutnya terdapat baju Kurung Telak Belanga. Pakaian adat ini biasa digunakan oleh pria dewasa. Baju ini memiliki ciri khas pada bagian leher baju berbentuk bulat dengan sebuah kancing. Berbeda dengan baju cekak musang, pakaian telak belanga tidak memiliki kerah tegap.

Meskipun demikian, terdapat salah satu kesamaan antara keduanya, yaitu adanya saku pada bagian dada dan dua saku pada bahan bawah. Masyarakat Riau sendiri biasanya menggunakan bawahan yang memiliki warna senada dengan bagian atasan. Selain sarung yang dililitkan pada bagai pinggang, aksesoris tambahan yang biasa digunakan adalah kopiah berwarna hitam.

Nah, salah satu perbedaan lain antara baju adat cekak musang dan telak belanga adalah pemakaian sarungnya, dimana pada pakaian adat ini sarung dikenakan di dalam baju. Sementara pada cekak musang, sarung dikenakan di bagian luar. Pemerintah daerah Riau sendiri menjadikan pakaian adat telak belanga sebagai ikon pakaian adat pria yang ada di daerah kepulauan Riau.

7. Baju Kurung Kebaya Pendek

Nah, pakaian adat terakhir yang ada di kepulauan Riau adalah pakaian kurung kebaya pendek. Pakaian adat ini biasanya terbuat dari bahan katun yang dingin dan nyaman ketika dikenakan. Sesuai dengan namanya, pakaian adat ini memiliki ukuran yang tidak terlalu panjang pada bagian bawah kebaya atau bisa dikatakan pendek, dimana panjang kebayanya sendiri tidak sampai lutut.

Pakaian ini memang cukup berbeda dengan jenis pakaian adat lainnya. Pakaian adat ini biasanya memiliki hiasan berupa manik-manik pada beberapa bagian baju. Masyarakat Riau sendiri biasanya memadukan jenis pakaian ini dengan kain songket dan penutup kepala seperti jilbab.

Sama seperti jenis pakaian adat Riau lainnya, pakaian adat ini cukup kental dengan nuansa Melayu yang dikenal memiliki  pengaruh kebudayaan Islam yang kuat. Masyarakat Riau sendiri kerap mengenakan pakaian adat ini untuk kegiatan sehari-hari atau untuk sebuah acara khusus pernikahan yang dikenal dengan malam berandam.

Seiring waktu, pakaian tradisional ini juga kerap mengalami perkembangan dalam segi desain, bahan, dan juga warna yang digunakan sehingga membuatnya terkesan lebih modern.

Demikian 7 pakaian adat kepulauan Riau yang berhasil Keluyuran rangkum untuk kamu. Meskipun terlihat sederhana, namun pakaian adat kepulauan Riau memiliki daya tarik tersendiri. Pengaruh budaya Melayu yang kuat membuat jenis pakaian adat ini terlihat unik dan menawan. Nah, kira-kira pakaian mana yang menurut kamu cukup berkesan? Tulis, komentarmu di bawah, ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram