Keluyuran / Maluku Utara / 4 Pakaian Adat Maluku Utara dan Aturan Menggunakannya

4 Pakaian Adat Maluku Utara dan Aturan Menggunakannya

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Agustus 2019

Ada beberapa provinsi di Indonesia yang memiliki lebih dari satu set pakaian adat, salah satunya Maluku Utara. Provinsi ini memiliki beberapa set baju adat yang digunakan berdasarkan kasta. Menariknya, sampai saat ini masyarakat di Maluku Utara masih sering menggunakan baju adatnya, terutama pada saat acara adat istiadat atau acar formal.

Ingin mengenal lebih jauh seputar pakaian adat Maluku Utara? Kali ini, Keluyuran akan memberikan informasi singkat mengenai baju adat Maluku Utara beserta aturan dalam menggunakannya. Yuk, langsung saja simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

1. Pakaian Adat Sultan dan Permaisuri

Pakaian Adat Sultan dan Permaisuri

* sumber: adat-tradisional.blogspot.com

Pernah mempelajari sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore? Sampai saat ini, jejak budaya kerajaan tersebut masih dijunjung tinggi oleh masyarakat yang tinggal di Maluku Utara. Hal tersebut dibuktikan dengan penggunaan baju adat yang memang dulunya dikenakan oleh sultan dan permaisuri pada zaman kerajaan.

Busana yang dikenakan oleh para sultan bernama Manteren Lamo. Pakaian ini berupa jas tertutup berwarna merah yang dilengkapi dengan 9 kancing besar yang terbuat dari perak. Di bagian ujung tangan, leher, dan saku bagian luar terdapat bordiran dan pernik berwarna keemasan.

Baju adat untuk sultan ini biasanya dipadukan dengan celana panjang kain berwarna hitam, serta penutup kepala atau destar khusus. Secara keseluruhan, warna merah dari pakaian adat ini menunjukkan keperkasaan dan kekuasaan sang sultan.

Sementara itu, istri sultan atau permaisuri akan menggunakan baju adat Kimun Gia. Pakaian adat ini berupa kebaya yang terbuat dari kain satin putih. Untuk bawahannya berupa kain songket yang diikat dengan ikat pinggang khusus berwarna emas.

Aksesoris tambahan untuk Kimun Gia ini berupa selendang berwarna merah dengan bordir ukiran berwarna emas. Selain itu, mengingat penggunanya adalah seorang permaisuri maka baju adat ini bisa dikombinasikan dengan perhiasan dari intan, berlian, atau emas. Untuk penataan rambutnya, pengguna Kimun Gia umumnya akan menyanggul rambutnya.

2. Pakaian Adat Bangsawan

Pakaian Adat Bangsawan

* sumber: www.lensabudaya.com

Baju adat bangsawan dan sultan di Maluku Utara berbeda. Baju untuk bangsawan pria dari Maluku Utara lebih menyerupai jubah putih yang panjangnya hingga lutut. Pada bajunya terdapat bordiran emas yang tidak terlalu mencolok, tapi mampu memberikan kesan elegan pada baju yang dipakai. Sementara untuk bawahannya, pria yang memakai baju adat ini bisa menggunakan celana panjang kain putih.

Aksesoris yang dipakai oleh pria yang menggunakan baju bangsawan dari Maluku Utara ini berupa penutup kepala seperti peci yang berwarna emas. Pada umumnya, baju adat bangsawan Maluku Utara ini dikenakan oleh kaum bangsawan. Namun, di masa kini baju tersebut akan dipakaikan pada tamu-tamu penting dari kalangan pejabat negara.

Tak hanya tersedia untuk kaum pria saja, baju adat bangsawan ini juga ada yang diperuntukkan wanita. Baju bangsawan wanita ini berupa kebaya  berwarna putih. Sementara itu, untuk bagian bawahnya, pengguna bisa memakai kain songket atau kain panjang dengan warna putih.

3. Pakaian Adat Pemuda-pemudi Bangsawan

Pakaian Adat Pemuda-pemudi Bangsawan

* sumber: gpswisataindonesia.wordpress.com

Selain dibedakan oleh kedudukannya, baju adat Maluku juga dibedakan oleh usia. Pemuda-pemudi yang berasal dari kalangan bangsawan wajib menggunakan baju adat bernama Baju Koja. Baju adat untuk pemuda dan pemudi ini didominasi dengan warna hijau dan kuning.

Baju koja untuk pemuda berupa jubah panjang berwarna hijau. Panjang jubah baju adat ini melebihi lutut. Untuk bagian bawahnya, baju koja untuk pemuda pria ini bisa dipadukan dengan celana panjang kain berwarna hitam maupun putih. Di bagian dalam baju koja, kamu dapat mengenakan pakaian berbahan kain songket berwarna kuning.

Aksesoris tambahan untuk baju koja pria ini berupa penutup kepala bernama Toala Polulu. Kemudian, di bagian luar baju koja disampirkan selendang merah panjang untuk menampilkan kesan gagah.

Sementara untuk pemudi putri, baju kojanya merupakan perpaduan antara kebaya dan kain songket. Warnanya harus senada dengan baju koja pria, yakni warna hijau dan kuning. Di bagian luar baju adat juga disampirkan selendang merah layaknya pemuda pria. Namun, selendang ini menunjukkan kesan anggun bila dipakai oleh remaja wanita.

Aksesoris yang dipakai oleh remaja putri cenderung lebih banyak, mulai dari kalung rantai emas (taksuma), anting susun dua, dan alas kaki bernama Tarupa. Penataan rambut pemudi putri yang menggunakan baju koja adalah sanggul ke atas dan dilengkapi dengan mahkota kecil berwarna emas.

Warna hijau dan kuning dipilih sebagai warna mutlak baju koja karena kedua warna tersebut merupakan simbol jiwa muda. Selain itu, warna hijau dan kuning membedakan baju bangsawan dari kalangan pemuda dengan baju bangsawan dari kalangan orang dewasa yang didominasi oleh warna putih.

4. Pakaian Rakyat Biasa

Pakaian Rakyat Biasa

* sumber: nilasarifitria.student.umm.ac.id

Informasi mengenai pakaian rakyat biasa di Maluku Utara cukup sulit didapat lantaran pakaian tersebut memang sudah sangat jarang dipakai oleh masyarakat di sana. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Keluyuran, gambar di atas merupakan salah satu baju adat dari Maluku Utara.

Di gambar tersebut tampak si pria menggunakan baju yang seperti blazer dengan celana panjang kain berwarna senada. Di bagian dalamnya, tampak dalaman berwarna kuning tanpa kerah dan ikat pinggang kain seperti korset berwarna merah.

Untuk wanita yang berasal dari kalangan rakyat biasa, baju adatnya berupa kebaya bersuji dan berkanji, serta bawahan dari kain songket berwarna senada. Aksesoris yang dikenakan oleh wanita biasa ini tidak segemerlap kaum bangsawan atau permaisuri. Hanya anting-anting dan hiasan kepala yang melengkapi sanggul mereka.

Perlu kamu ketahui bahwa informasi mengenai baju adat Maluku Utara ini hanya merupakan gambaran singkat. Tentu saja jika kamu ingin mengenal lebih jauh mengenai baju adat Maluku Utara, kamu harus mempelajari langsung dari masyarakat di sana atau orang-orang yang berasal dari Maluku Utara dan memahami tentang adat istiadat di sana.

Jika kamu mempunyai informasi tambahan lain mengenai baju adat Maluku Utara, jangan segan untuk menuliskannya di kolom komentar, ya! Kamu pun dapat berkunjung ke artikel baju adat Maluku untuk mengenal lebih jauh seputar pakaian adat Maluku (Ambon).

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *