6 Baju Adat Maluku dan Waktu yang Tepat untuk Menggunakannya

Ditulis oleh Linda - Diperbaharui 13 April 2020

Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Keragaman budaya ini bisa dilihat dari pakaian adat yang dimiliki oleh hampir setiap provinsi atau daerah di Indonesia. Maluku (Ambon) adalah provinsi yang juga memiliki pakaian adat. Tak tanggung-tanggung, pakaian adat yang dimiliki oleh Maluku ada enam.

Beda pakaian adat, beda pula fungsinya. Setiap pakaian adat dari budaya Maluku ini memiliki fungsi sendiri-sendiri. Anda harus mengetahui waktu yang tepat untuk menggunakan pakaian adat Maluku agar tidak dinilai salah kostum. Kali ini, Keluyuran akan mengulas tentang baju adat Maluku beserta waktu yang tepat untuk menggunakannya.

1. Baju Cele / Salele

Baju Cele

* sumber: dimasfan.com

Dari beberapa baju adat yang dimiliki oleh Maluku, Baju Cele adalah pakaian adat yang paling terkenal. Modelnya sangat khas dan mudah dikenali. Jika melihat orang menggunakan baju cele, maka kita langsung tahu bahwa itu merupakan pakaian adat Maluku.

Baju ini dibuat dari kain yang tebal, tapi tetap terasa nyaman saat dipakai. Di bagian depan baju didominasi oleh warna merah dan terdapat motif ornamen berwarna emas atau perak. Motif garis ini seakan membentuk kotak-kotak kecil.

Baju cele untuk pria dikombinasikan dengan kemeja putih yang dipakai di bagian dalam, lalu dilapisi dengan baju cele yang nampak seperti blazer. Sementara untuk bawahannya, pria harus menggunakan celana hitam, putih, atau warna yang senada dengan baju cele yang dipakai.

Untuk baju cele yang dipakai wanita harus dipadukan dengan kain sarung tenun atau kebaya berwarna senada. Namun, ada beberapa aksesoris tambahan yang harus dipakai oleh wanita yang mengenakan baju cele, seperti:

  • Konde atau haspel yang biasanya berwarna emas atau perak. Dari segi warna dan ukuran, konde wanita Maluku ini memang berbeda dari konde pada umumnya. Kondenya cenderung lebih besar jika dibanding konde dari daerah lain.
  • Kak Kuping adalah aksesoris yang dipakai untuk melengkapi baju cele dan jumlahnya harus empat. Bentuknya menyerupai bunga dan ditempatkan di konde.
  • Bunga Ron juga merupakan hiasan untuk konde. Benda ini ditempatkan secara melingkar di konde. Pada umumnya, bunga ron dibuat dari papeceda atau gabus.
  • Sisir Konde bukan hanya sebagai aksesoris semata, tetapi juga berfungsi sebagai penahan agar konde tidak jatuh dan tetap rapi. Sisir konde akan diletakkan pada bagian tengah konde.
  • Kain lenso nampak seperti saputangan. Hanya saja, kain lenso akan ditempatkan di bagian pundak dan disematkan dengan peniti.

Penggunaan baju cele biasanya dilakukan pada saat upacara adat, seperti Panas Pela, Cuci Negeri, dan pelantikan raja di suatu kampung. Kadang-kadang baju ini juga dikenakan oleh umat nasrani yang beribadah di gereja.

2. Kebaya Putih Tangan Panjang

Kebaya Putih Tangan Panjang

* sumber: www.tahuribabunyi.com

Selanjutnya, ada pakaian adat Maluku yang berupa kebaya putih tangan panjang. Kebaya untuk wanita ini terbuat dari bahan brokat sehingga terlihat sangat cantik dan membuat pemakainya terlihat lebih anggun. Sebelum memakai kebaya, kamu harus menggunakan dalaman putih sejenis kaos yang bagian lengannya sepanjang siku.

Untuk bawahannya, pengguna kebaya putih tangan panjang ini bisa memakai kain tenun merah dengan beragam motif. Penataan rambut wanita yang memakai kebaya ini sebaiknya berupa konde atau sanggul berbentuk bulang yang dihias dengan tusuk konde.

Di zaman dahulu, baju adat Maluku yang satu ini hanya dipakai oleh wanita yang berprofesi guru, bangsawan, atau anggota kerajaan lainnya. Namun, di masa kini kebaya putih tangan panjang selalu dipakai pada kegiatan adat istiadat atau ibadah di gereja.

3. Baju Lengan Panjang dan Kebaya Hitam Gereja

Baju Lengan Panjang dan Kebaya Hitam Gereja

* sumber: www.romadecade.org

Dinamakan baju lengan panjang dan kebaya hitam gereja karena baju adat yang satu ini biasa dipakai oleh umat nasrani di Maluku untuk beribadah di gereja. Pasalnya, hampir setengah masyarakat Maluku adalah umat nasrani.

Baju lengan panjang digunakan oleh pria, sedangkan kebayanya dipakai oleh wanita. Kedua baju adat ini sama-sama didominasi dengan warna hitam. Bagi pria, dalamannya berupa kemeja putih, lalu dirangkap dengan baju lengan panjang hitam yang tampilannya menyerupai blazer.

Sementara untuk kebaya hitam wanita bagian dalamnya juga bisa dirangkap dengan kemeja putih. Namun, jika bahan brokat hanya terdapat pada bagian lengan saja, kamu tidak perlu menggunakan dalaman lagi karena bagian depan dan belakangnya tertutup. Bawahan yang dipakai oleh wanita pengguna kebaya hitam gereja ini adalah kain tenun berwarna hitam sena dengan kebayanya.

Penataan rambut wanita yang memakai kebaya hitam gereja ini umumnya berupa konde bulan yang dilengkapi dengan tusuk konde sebagai aksesoris.

4. Baju Baniang Putih

Baju Baniang Putih

Baniang putih adalah baju adat Maluku yang hanya dikenakan oleh kaum pria. Pakaian adat ini berupa kemeja dengan leher bundar tanpa kerah yang dilengkapi dengan kancing putih. Pada umumnya, pria di Maluku mengenakan baju baniang putih ini sebagai dalaman.

Baju ini bisa dipakai sebagai dalaman ketika kamu memakai baju lengan panjang hitam gereja, baju cele, atau jas maupun blazer. Akan tetapi, terkadang baju ini juga sering dipakai tanpa menggunakan baju rangkap luar. Baniang putih yang dipakai tanpa rangkapan umumnya dikenakan saat acara-acara non-formal.

5. Kebaya Dansa

Kebaya Dansa

* sumber: rumahulin.com

Serupa tapi tak sama dengan baju baniang putih, kebaya dansa ini juga memiliki bentuk kemeja berleher bundar. Yang membedakan hanyalah baju kebaya dansa ini tidak dilengkapi dengan kancing seperti baju baniang putih. Bahan yang dipakai untuk membuat kebaya dansa ini adalah kain putih polos berkembang, seperti kain brokat.

Satu lagi yang membedakan kebaya dansa dengan baju baniang putih. Kebaya dansa bisa dipakai oleh pria maupun wanita. Sesuai dengan namanya, baju adat yang satu ini dipakai pada acara adat istiadat yang di dalamnya ada sesi tari atau dansanya. Pria dan wanita akan berdansa secara berpasangan dengan diiringi lagu adat Maluku.

6. Baju Nona Rok

Baju Nona Rok

* sumber: kalinnacheff.com

Yang satu ini adalah baju adat Maluku yang biasa dikenakan oleh wanita. Baju ini mirip dengan baju cele yang merupakan pakaian adat utama Maluku. Baju nona rok sendiri berupa kebaya berbahan brokat halus yang dilengkapi dengan motif bunga berukuran kecil.

Aksesoris yang melengkapi baju nona rok berupa sanggul, tusuk konde, dan ikat pinggang emas. Sementara itu, aksesoris yang dipakai pada konde hampir sama ketika wanita menggunakan baju cele, yaitu mulai dari sisir konde, bunga ron, dan juga kak kuping.

6 baju adat dari Maluku ini masih sering dipakai untuk acara-acara formal hingga saat ini. Namun, terdapat banyak perubahan antara baju adat zaman dulu dengan baju adat yang dipakai masa kini. Baju adat masa kini dibuat lebih simple sehingga tidak ribet ketika digunakan.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram