10 Pakaian Adat Sumatera Utara yang Unik dan Beragam

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 2 Juni 2021

Salah satu provinsi di Pulau Sumatera adalah Provinsi Sumatera Utara. Provinsi ini jumlah penduduknya terbanyak keempat di Indonesia. Selain itu, wilayah Sumatera Utara dihuni oleh beragam suku, seperti Suku Batak Karo, Toba, Nias, Mandailing, Pakpak, Melayu, Simalungun, serta suku pendatang, seperti Tionghoa, India, dan Arab sehingga pakaian adat Sumatera Utara pun beragam.

Kamu tertarik untuk tahu pakaian adat yang digunakan suku-suku Batak di Sumatera utara? Berikut ini adalah 10 pakaian adat yang dikenakan oleh suku Batak yang mendiami Provinsi Sumatera Utara.

1. Pakaian Adat Suku Nias

Pakaian Adat Suku Nias

Pernah melihat orang dari suku Nias? Suku Nias terkenal dengan lompat batunya. Seperti namanya, suku ini hidup di Pulau Nias yang terletak di bagian barat Sumatera Utara. Dibandingkan dengan suku-suku lain di Sumatera Utara, suku nias memiliki pakaian adat Sumatera Utara yang agak berbeda.

Baru Oholu merupakan pakaian adat masyarakat suku Nias yang dipakai oleh pria. Sebaliknya, oroba si oli merupakan pakaian yang dikenakan oleh perempuan. Walaupun keduanya memiliki nama yang berbeda, tapi baik baru oholu maupun oroba si oli sama-sama memakai perpaduan warna emas.

Bisa dibilang dibanding dengan warna lainnya warna emas ini lebih mendominasi. Selain nama pakaian yang berbeda, hiasan kepala yang dikenakan juga sangat berbeda. Hiasan kepala perempuan lebih sederhana dibandingkan dengan laki-laki karena tidak perlu banyak aksesoris rumit.

2. Pakaian Adat Suku Mandailing

Pakaian Adat Suku Mandailing

Ada juga suku batak lainnya yang juga memiliki pakaian adat khas, yaitu suku Mandailing. Suku ini mendiami daerah Tapanuli Selatan, Padang Lawas, dan Mandailing. Suku Mandailing memiliki pakaian adat yang hampir sama dengan pakaian adat suku Batak Toba.

Pakaian adat suku Mandailing memakai ulos yang berpadu dengan aksesoris lainnya. Pada acara pernikahan, pengantin perempuan mengenakan bulang atau mahkota di keningnya. Umumnya bulang berbahan dasar emas, tapi saat ini orang banyak membuat bulang dari emas sepuhan atau logam.

Arti bulang dalam adat batak Mandailing yaitu sebagai lambang kemuliaan. Selain itu, ternyata bulang juga merupakan simbol struktur kemasyarakatan. Tak hanya perempuan, pengantin laki-laki juga memakai penutup kepala khas suku Mandailing yang bernama ampu.

Ampu yang merupakan bagian dari pakaian adat Sumatera Utara ini zaman dulu dikenakan oleh para raja Mandailing serta Angkola. Ada fungsi magis dalam warna hitam pada ampu. Sementara itu, warna emas pada ampu melambangan simbol kebesaran.

3. Pakaian Adat Suku Toba

Pakaian Adat Suku Toba

Satu di antara suku-suku di Sumatera Utara yang menempati area sekitar Danau Toba adalah suku Batak Toba. Sehari-harinya pakaian adat sumatera utara Batak Toba berupa kain tenun yang dikenal luas dengan nama ulos.  Kain ulos memang sudah menjadi ciri khas suku Batak.

Bahkan secara nasional ulos sudah jadi  bagian dari pakaian adat Sumatera Utara. Pembuatan kain ulos biasanya dilakukan secara khusus menggunakan alat tradisional dan benang sutra dengan cara ditenun. Warna benang yang dipakai pada pembuatan ulos, di antaranya,  hitam, putih, merah, perak, dan emas.

Tak hanya dikenakan saat upacara adat, ulos juga dipakai di kehidupan sehari-hari. Hande-hande adalah ulos untuk pakaian bagian atas yang dikenakan laki-laki. Sementara bagian bawahnya disebut singkot. Ulos juga dipakai untuk menutupi kepala yang dinamakan bulang-bulang, tali-tali atau detar.

Ulos sendiri sebenarnya ada beberapa jenis. Berdasarkan coraknya, ulos terdiri dari Ulos Antakantak, Ulos Bintang Maratur, Ulos Lobo-lobo serta yang lainnya. Tiap jenis ulos punya filosopi yang beragam. Ulos yang dikenakan di acara adat Batak biasanya Ulos Ragihotang, Jugjaragidup, Sadum, juga Runjat.

4. Pakaian Adat Suku Karo

Pakaian Adat Suku Karo

Orang dari suku Batak Karo memakai pakaian adat Sumatera Utara yang hampir mirip dengan pakaian adat yang dipakai oleh suku ada lain yang ada di Sumatera Utara. Untuk membuat pakaian adat ini digunakan kain yang digunakan berbentuk pintalan kapas yang umumnya dinamakan Uis Gara.

Pakaian ini merupakaian pakaian yang dipakai di keseharian sebagai penutup tubuh. Arti dari Uis Gara sendiri adalah kain merah. Kain ini merupakan hasil tenunan yang menggunakan benang warna merah. Kemudian benang tersebut dipadukan dengan benang lain yang berwarna hitam atau juga putih.

Tak ketinggalan ada juga tambahan sematan motif yang dibuat dari benang emas atau perak. Hasil dari perpaduan warna antara merah dan hitam yang juga diselingi oleh benang emas atau perak menghasilkan sebuah pakaian yang elegan.

5. Baju Adat Suku Melayu

Baju Adat Suku Melayu

Suku Melayu hidup tersebar di wilayah Pulau Sumatera. Di Provinsi Sumatera Utara, suku ini umumnya tinggal di Kota Medan, Tebing Tinggi, Langkat, Batu Bara, Deli Serdang, Binjai dan Bedagai.

Pakaian adat Sumatera Utara suku Melayu mengenakan baju kurung yang dipadu dengan kain songket. Baju kurung yang dikenakan khusus untuk para perempuan terbuat dari kain brokat ataupun sutra. Sematan peniti dari emas ditambahkan untuk mempercantik penampilan.

Para perempuan dari suku Melayu juga mengenakan kalung bermotif sekar sukun, rantai serati, tanggang, mentimun, serta motif lainnya. Sedangkan laki-lakinya mengenakan aksesoris berupa penutup kepala yang bernama Tengkulok. Penutup kepala ini dibuat dari songket.

Arti dari penutup kepala itu melambangkan kebesaran dan kegagahan pria. Penutup kepala lainnya disebut Destar yang berbahan rotan kemudian dibalut memakai kain beludru. Tambahan aksesoris lain yang dikenakan laki-laki adalah kilat bahu atau lengas, hiasan rantai, dan sidat.

6. Pakaian Adat Suku Pakpak

Suku Pakpak menempati daerah Kabupaten Pakpak Barat serta Kabupaten Dairi. Seperti halnya suku-suku yang ada di Sumatera utara, suku Pakpak juga mempunyai pakaian adat Sumatera Utara. Pakaian adat ini dipakai ketika upacara adat ataupun pakaian sehari-hari.

Kain oleh digunakan untuk membuat pakaian adat suku Pakpak. Kain tersebut merupakan hasil tenunan dari suku tersebut. Tak hanya Oles, pakaian suku adat Pakpak juga dilengkapi dengan beragam aksesoris mahal yang biasanya berupa  kalung emas yang dihiasi permata.

Nama pakaian pria suku Batak Pakpak adalah borgot. Sedangkan Cimata merupakan pakaian adat suku Batak Pakpak yang dikenakan oleh perempuan. Warna yang mendominasi pakaian adat ini adalah warna hitam yang dipadukan dengan warna perak.

7. Pakaian Adat Suku Simalungun

Pakaian Adat Suku Simalungun

Suku Simalungun seperti halnya suku lain di Sumatera Utara juga biasanya mendiami daerah Simalungun.  Sama halnya dengan suku batak lainya, pakaian adat Sumatera Utara suku Simalungun juga mengenakan ulos. Namun penduduk suku ini menyebut ulos dengan nama Hiou.

Biasanya ulos dikenakan berbarengan dengan aksesoris pakaian lainnya, seperti bulang dan gotong.  Aksesoris lain yang dikenakan bersama pakaian adat Simalungun adalah suri-suri, yaitu kain samping untuk pelengkapnya.

8. Baju Adat Suku Sibolga

Baju Adat Suku Sibolga

Suku Sibolga merupakan salah satu suku di Sumatera Utara yang memiliki keunikan adat dan budaya yang istimewa. Budaya yang dimiliki oleh suku ini merupakan perpaduan antara tradisi Batak dan Melayu. Perpaduan budaya ini juga berpengaruh kepada jenis pakaian tradisional yang dimilikinya.

Nama lain dari suku Sibolga adalah Batak Pasisi. Biasanya penggunaan pakaian adat suku Sibolga dibarengi oleh pemakaian banyak aksesoris meriah yang terlihat glamor. Kain ulos dan kain uis gara merupakan bahan untuk pakaian adat suku Sibolga.

9. Pakaian Adat Suku Samosir

Pakaian Adat Suku Samosir

Salah satu suku Batak yang tinggal di wilayah Pulau Samosir adalah suku Batak Samosir. Dulu suku ini masih bergabung dengan suku Batak Toba sebelum akhirnya ada pembagian wilayah. Itulah sebabnya mengapa pakaian adat yang digunakan suku ini asalnya dari suku Batak Toba.

Saat ini kedua suku ini telah berpisah menjadi dua suku yang berbeda yang mengakibatkan adanya sedikit perbedaan pada pakaian adatnya, khususnya dilihat dari warna pakaian. Hiasan di bagian kepala bentuknya mirip dengan hiasan yang dikenakan oleh suku lain.

10. Pakaian Adat Suku Angkola

Pakaian Adat Suku Angkola

Pakaian adat Sumatera Utara dari suku Angkola ikut menyumbangkan pada keragaman budaya suku tersebut. Masyarakat suku ini mendiami wilayah Tapanuli Selatan yang merupakan daerah yang menjadi tempat tumbuh kembangnya suku ini.

Angkola sendiri adalah nama sebuah sungai nama sebuah sungai yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu sungai Batang Angkola. Nama sungai ini kemudian dipakai sebagai nama sebuah suku. Suku ini juga memakai ulos sebagai bahan dasar pakaiannya, seperti suku Batak lainnya.

Bagi kamu yang bukan berasal dari suku Batak, informasi ini bisa menjadi tambahan pengetahuan mengenai pakaian-pakaian adat yang ada di Indonesia. Kalau pakaian adat dari sukumu dinamakan apa?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram