Jalan-Jalan di Solo? Yuk, Mampir ke 8 Pasar di Solo Ini!

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kota “The Spirit of Java” Solo, merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang sangat kental dengan budaya Jawa. Kota ini sangat melestarikan budaya serta adat istiadat yang sudah ada sejak zaman dahulu. Itulah salah satu hal menarik dari kota kelahiran Bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Jokowi.

Solo, sebagai kota budaya, memiliki beberapa pasar dengan khasnya masing-masing seperti pasar yang khusus menjual batik Solo, pasar malam, hingga pasar yang menjual beragam barang antik. Jalan-jalan di Solo, tak lengkap rasanya jika tidak menyempatkan untuk berwisata ke pasar tradisional yang lekat dengan budayanya. Simak ulasan 8 pasar di Solo yang wajib kamu singgahi berikut ini!

1. Pasar Klewer

Pasar Klewer

Jalan-jalan ke Solo, membeli batik menjadi hal yang menyenangkan. Di sini, ada tempat yang menjadi pasar tekstil terbesar di Kota Solo. Pasar Klewer namanya. Pasar ini akan dengan mudah kamu temukan karena lokasinya bersebelahan dengan Keraton Kasunanan Surakarta dan sangat dekat dengan Alun-Alun Surakarta.

Pasar Klewer menjadi rujukan pedagang dari kota lain di Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Semarang, hingga Surabaya. Pasar Klewer menjual berbagai jenis kain, milai dari pakaian anak, pakaian sekolah, pakaian santai, hingga pakaian resmi bisa kamu temukan di sini. Pasar Klewer sempat mengalami kebakaran pada tahun 2014, dan kini sudah kembali beroperasi dengan normal kembali.

  • Alamat: Jl. DR. Radjiman No. 5A, Gajahan, Pasar Kliwon, Kota Surakarta
  • Operasiona : 08.00 – 17.00 WIB

2. Pasar Gede Harjonagoro

Pasar Gede Harjonagoro

Pasar Gede merupakan pasar yang sudah ada sejak tahun 1930 pada zaman kolonial Belanda. Awal mulanya, pasar ini dibangun di atas tanah seluas 10.421 hektare. Arsitektur Pasar Gede Solo merupakan perpaduan antara gaya Jawa dan Belanda. Sayangnya, pada tahun 1947 Pasar Gede sempat rusak para, kemudian dibangun kembali pada tahun 1949.

Letak Pasar Gedhe berdekatan dengan Kantor Gubernur Jawa Tengah, yang kini sudah diubah menjadi Balaikota Surakarta. Pasar Gede menjual berbagai macam kebutuhan mulai dari kebutuhan pokok, makanan, hingga oleh-oleh. Pada perayaan Tahun Baru Imlek, Pasar Gede semakin menarik untuk dikunjungi, dengan adanya event Imlek yang dilengkapi dengan lampion cantik.

  • Alamat: Jl. Suryopranoto No. 27, Sudiroprajan, Jebres, Kota Surakarta
  • Operasional: 24 jam

3. Pasar Legi

Pasar Legi

Pasar Legi merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Solo. Disebut Pasar Legi karena pada hari Legi pasar ini lebih ramai dikunjungi pembeli dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Letak Pasar Legi tidak jauh dari Terminal Tirtonadi Solo juga Stasiun Solo Balapan. Maka dari itu, kamu akan mudah menemukan pasar ini setibanya di Kota Solo.

Pasar Legi awal mulanya berada di bawah pengawasan Mangkunegaran. Dibangun pada tahun 1916, sudah dua kali mengalami renovasi yakni pada tahun 1944 dan 1992, hingga akhirnya seperti saat ini. Sama seperti Pasar Klewer, Pasar Legi juga pernah mengalami kebakaran pada tahun 2018, dan kini sudah kembali beroperasi seperti sedia kala.

  • Alamat: Jl. Letjend S. Parman No. 91, Kestalan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Operasional: 24 jam

4. Pasar Kembang

Pasar Kembang

Apakah kamu suka bunga? Di Solo, ada sebuah pasar yang hanya menjual bunga setaman. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai macam buka dengan varian yang berbeda-beda. Namun karena semakin ke sini semakin jarang orang mencari bunga, maka Pasar Kembang mulai banyak menjual kebutuhan pokok.

Adanya Pasar Kembang juga erat kaitannya dengan budaya Solo yang memiliki berbagai macam kebiasaan yang membutuhkan bunga sebagai pelengkap tradisi turun temurun. Tradisi tersebut diantaranya ziarah kubur, siraman, ritual suro, jamasan pusaka dan masih banyak lagi. Meski sudah terdapat penjual kebutuhan pokok, tak mengurangi jumlah penjual bunga di Pasar Kembang ini.

  • Alamat: Jl. Honggowongso, Kemlayan, Serengan, Kota Surakarta
  • Operasional: 05.00 – 17.00 WIB

5. Pasar Klithikan Notoharjo

Pasar Klithikan Notoharjo

Berbelanja barang-barang bekas sering menjadi hal dilakukan masyarakat. Karena terkadang, barang-barang tertentu sudah tidak diproduksi di pabrik, jadi keberadaan tempat penjualan barang bekas ini sangat diperlukan. Di Solo, ada Pasar Klithikan Notoharjo yang dikhususkan untuk menjual barang-barang bekas.

Pasar yang diresmikan pada tahun 2006 ini menyediakan ragam dagangan yang disesuaikan dengan kelompoknya. Terdapat 18 blok yang diperuntukkan bagi pedagang sesuai dengan jenis dagangannya. Jadi kamu akan dengan mudah menemukan barang yang kamu butuhkan, sesuai dengan bloknya. Jalan-jalan ke Solo, jangan lupa mampir ke Pasar Klithikan.

  • Alamat: Jl. Sungai Serang I No. 313, Mojo, Pasar Kliwon, Kota Surakarta
  • Operasional: 04.30 – 17.00 WIB

6. Pasar Triwindu

Pasar Triwindu

* sumber: travelingyuk.com

Kamu suka mengoleksi barang antik? Jika iya, kamu wajib berkunjung ke Pasar Triwindu di Kota Solo ini. Pasar Triwindu sudah berdiri sejak tahun 1939, yang pada zaman itu pasar ini dibuat untuk meramaikan acara naik tahta bagi Adipati Sri Mangkunegara VII yang 24, atau dalam bahasa Jawa disebut Tri Windu.

Pasar Triwindu sebenarnya baru diresmikan pada tahun 2011, dan sejak dulu sampai sekarang masih menjual benda antik yang sayang untuk kamu lewatkan. Di sini, kamu bisa mengenal barang-barang antik yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Kalau kamu suka mengenal budaya, belanja di Pasar Antik menjadi hal yang mesti kamu coba.

  • Alamat: Jl. Gatot Subroto, Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Operasional: 09.00 – 16.00 WIB

7. Pasar Jebres

Pasar Jebres

* sumber: www.solotrust.com

Pasar Jebres merupakan pasar yang baru saja dirombak dan diresmikan pada pertengahan tahun 2019 lalu. Pasar Jebres merupakan pasar tradisional yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok. Sebelum direvitalisasi, Pasar Jebres dikenal sebagai pasar yang kumuh dan tidak terawatt. Kemudian dilakukan revitalisasi hingga menjadi pasar yang bersih dan nyaman untuk berbelanja.

Pasar Jebres tidak hanya menjual bahan makanan dan kebutuhan pokok saja. Di sini juga menjual oleh-oleh khas Solo, yang letaknya berada di area depan Pasar Jebres. Jadi, kamu bisa dengan mudah berbelanja oleh-oleh Solo di Pasar Jebres. Lokasinya yang berseberangan langsung dengan Stasiun Solojebres, memudahkan kamu untuk belanja oleh-oleh sebelum meninggalkan Kota Solo.

  • Alamat: Jl. Prof. Yohanes, Purwodiningratan, Jebres, Kota Surakarta
  • Operasional: 05.30 – 11.00 WIB

8. Ngarsopuro Night Market

Ngarsopuro Night Market

* sumber: www.inibaru.id

Banyak sekali hal unik yang ada di Kota Solo. Selain kelestarian budayanya, di sini juga ada pasar yang hanya buka pada saat malam minggu saja. Ngarsopuro Night Market namanya. Uniknya lagi, sesuai dengan namanya, Ngarsopuro Night Market hanya buka pada malam hari saja, di wilayah Ngarsopuro.

Ngarsopuro Night Market menjual pakaian, batik, makanan, minuman, hingga mainan. Tak hanya itu saja, di sini juga menampilkan kesenian budaya Solo yang bisa kamu saksikan secara gratis. Ngarsopuro Night Market selalu ramai dikunjungi, terutama pada saat libur hari raya Idul Fitri tiba.

  • Alamat: Jl. Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Operasional: 18.00 – 22.45 WIB

Itulah 8 pasar yang menarik untuk dikunjungi di Kota Solo. Ternyata Solo bukan hanya terkenal dengan kelestarian budayanya saja. Ada pula pasar-pasar tradisional yang memiliki keunikannya masing-masing. Bagaimana? Tertarik menjelajahi pasar di Solo? Yuk, ajak keluargamu untuk wisata di Kota Solo!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *