Keluyuran / Wisata Jakarta / 5 Patung Terkenal di Jakarta, Ada yang Pernah Kamu Kunjungi?

5 Patung Terkenal di Jakarta, Ada yang Pernah Kamu Kunjungi?

Ditulis oleh - Diperbaharui 11 April 2019

Tak hanya dijejali gedung-gedung yang tinggi, Jakarta juga diisi oleh sejumlah patung terkenal. Sejumlah patung tersebut tak hanya dikenal lantaran bentuknya, namun juga karena kental akan nilai filosofis serta nilai sejarahnya.

Bagi kamu yang menetap atau baru singgah di Jakarta, cobalah datang ke sejumlah patung tersebut minimal sekali saja. Kekayaan nilai filosofis dan sejarah di dalam patung-patung tersebut akan membuatmu belajar lebih dekat soal sejarah bangsa, serta filosofis luhur yang diusung pendiri bangsa di masa lalu.

Keluyuran akan mengajakmu mengenal patung-patung terkenal di Jakarta, nih! Simak ulasan lengkapnya berikut ini, ya.

1. Patung Selamat Datang

Patung Selamat Datang

Bila kamu melewati bundaran HI, patung ini bisa kamu lihat dengan saksama. Patung ini dibuat oleh Edhi Sunarso; dirancang oleh Henk Ngantung; dan berbahan dasar perunggu. Patung ini dibuat pada masa Asian Games IV tahun 1962, dengan tujuan untuk menyambut para atlet yang datang ke Jakarta.

di sekitaran patung ini, ada lima formasi air mancur yang mengandung makna filosofis. Kelima air mancur tersebut konon merupakan perlambang dari lima sila dari Pancasila. Selain itu,  lima air mancur tersebut juga merupakan simbol lima tanda salam kepada kota Jakarta. Lima salam yang dimaksud adalah: Selamat Pagi; Selamat Siang; Selamat Petang; Selamat Malam; dan Selamat Hari Minggu.

Silakan datang ke daerah Kebon Melati, Menteng, Jakarta Pusat, untuk melihat Monumen Selamat Datang ini lebih dekat.

2. Patung Pahlawan

Patung Pahlawan

* sumber: wajahkota.blogspot.com

Banyak orang menyebut ini sebagai patung Pak Tani. Ini tak lepas dari tampilan patungnya yang memakai caping: topi khas seorang petani. Patung ini sendiri secara visual menggambarkan seorang pria dengan caping dan senapan tengah meminta restu seorang wanita yang ada di sisinya. Banyak yang menganggap ini adalah patung perlambang gerakan politik para petani.

Latar belakang sejarah patung ini dimulai saat Presiden Soekarno berkunjung ke Moskow. Selama di sana, beliau amat terkesima akan patung-patung yang terhampar di sepanjang ibu kota Rusia tersebut. Syahdan, beliau pun tertarik untuk sebuah patung untuk Indonesia, terutama yang melambangkan semangat kemerdekaan.

Singkat cerita, beliau  meminta Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer untuk membuat patung yang diminta. Patung yang diminta pun akhirnya berhasil dibuat sepasang ayah-anak tersebut. Patung ini terinspirasi dari kisah seorang ibu yang mengiringi anaknya berperang.

Patung ini akhirnya diresmikan Presiden Soekarno pada 1963. Dalam peresmian tersebut, patung ini diberi tulisan di bagian papannya. Isi tulisan tersebut adalah: “Bangsa yang Menghargai Pahlawannya adalah Bangsa yang Besar.”

Patung yang juga dinamai Tugu Tani ini bisa kamu jumpai di Menteng. Tepatnya, di Jalan Menteng Raya No. 1, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

3. Patung Pancoran

Patung Pancoran

* sumber: www.suratkabar.id

Patung ini letaknya ada di Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Pancoran, Jakarta Selatan. Patung bernama lain Patung Pancoran ini dibuat di akhir kepemimpinan Soekarno selaku presiden pertama Republik Indonesia. Konon, beliau sampai menjual mobil pribadinya demi bisa membuat patung satu ini.

Patung ini berbentuk seseorang yang tangan kanannya menunjuk ke atas. Tangan yang menunjuk ke atas (tepatnya ke utara) merupakan penanda bahwa patung tersebut sedang menunjukkan arah bekas gedung Bandar Udara Internasional Kemayoran.

Patung ini dibuat dari perunggu dan didesain oleh Edhi Sunarso. Dibantu oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Jogja, patung ini pun dikerjakan dan selesai di sekitaran tahun 1964 – 1965. Tujuan patung ini sendiri dibuat guna menghormati Angkatan Udara Indonesia. Selain itu, patung ini juga menjadi sebuah simbol bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang dilindungi serta dilayani oleh angkatan udara beserta transportasi udaranya.

Ada satu fakta menarik di balik proses pembuatan patung ini. Ternyata, Edhi Sunarso tak hanya berperan sebagai pendesain patung ini saja. Tetapi, juga berperan sebagai model patung ini. jadi, patung ini sebetulnya adalah replika sosok Edhi Sunarso yang dijadikan sebuah patung.

Berperannya Edhi Sunarso tidaklah dilakukan atas dasar keinginannya sendiri. Tetapi, atas permintaan langsung dari Presiden Soekarno selaku inisiator pembuatan patung ini.

4. Patung Pemuda Membangun

Patung Pemuda Membangun

Sama seperti patung sebelumnya, patung ini juga berada di area Jakarta Selatan. Tepatnya, di Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Patung bernama lain Pizza Man ini dibuat pada 1971 dan diresmikan setahun setelahnya. Seluruh biaya pembangunan patung ini dilakukan oleh phak PT. Pertamina. Adapun pihak yang dipercaya untuk membuat patung ini adalah Imam Supardi dan Munir Pamuncak, serta dibantu oleh tim Biro Insinyur Seniman Arsitektur.

Patung ini berbentuk seorang pria yang mengangkat obor ke arah langit. Obor yang diangkat tersebut merupakan lambang dari semangat para pemuda. Obor tersebut juga jadi lambang pengharapan agar semangat para pemuda tak pernah padam, persis seperti api obor tersebut. Pembuatan patung ini sendiri bertujuan untuk mengapresiasi para pemuda, karena telah membantu program pembangunan bangsa saat itu.

5. Patung Arjuna Wiwaha

Patung Arjuna Wiwaha 1

Patung Arjuna Wiwaha merupakan sebuah monumen berbentuk patung kereta kuda berbahan tembaga, serta dilengkapi dengan air mancur. Patung ini punya nama atau sebutan lain. Patung Arjuna Wijaya dan Patung Asta Brata adalah dua di antaranya.

Patung yang dibuat maestro Nyoman Nuarta ini dibangun seusai lawatan Presiden Soeharto ke negara Turki. Patung ini sendiri menggambarkan sebuah adegan dalam kisah Mahabharata. Adegan yang dimaksud tak lain adalah peperangan antara Pandawa dengan Kurawa.

Pada patung ini, Arjuna selaku bagian dari Pandawa tengah menggenggam busur panah. Di sampingnya, duduk Batara Kresna yang sedang menaiki kereta perang berkepala garuda dan ditarik delapan ekor kuda. Usut punya usut, kereta yang dinaiki Batara Kresna (dan juga Arjuna) merupakan wujud delapan filsafat kepemimpinan a la “Astra Brata.” Pada patung ini, diceritakan kalau Batara Kresna dan Arjuna bakal menghadapi Adipati Karna yang berpihak pada kubu Kurawa.

Pada 2014 silam, patung ini sempat direnovasi dan diresmikan kembali pada 11 Januari 2015. Setelah renovasi, patung ini kini sudah memiliki air mancur yang lebih baik; bayangan gerak patung kuda yang kian banyak; serta tempat berpose di depan patung.

Patung ini bisa kamu kunjungi setiap hari selama 24 jam. Lokasi patung ini sendiri berada di Jakarta Pusat. Tepatnya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.

Jakarta tak hanya dipenuhi gedung-gedung bertingkat saja. Ibukota negara kita ini juga kaya akan monumen patungnya yang terkenal. Sejumlah patung di kota ini tak hanya terkenal lantaran bentuknya saja. Tetapi, juga karena latar sejarah serta nilai filosofis di dalamnya. Dan lima patung yang kami bahas di atas adalah beberapa patung yang kami maksud.

Bila kamu tertarik, tak ada salahnya untuk mengunjungi lima patung tersebut. Apalagi, jika kamu kini kebetulan sedang berada di Jakarta. Lanjutkan wisata sejarah di Jakarta dengan berkunjung ke tempat yang diulas dalam artikel museum-museum di Jakarta ini, yuk!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar