10 Peninggalan dari Kerajaan Banjar yang Menarik Diketahui

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 10 November 2020

Kerajaan Banjar adalah sebuah kesultanan yang berdiri pada tahun 1520 di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kerajaan Banjar terbentang dari Tanjung Sambar sampai Tanjung Aru. Meskipun sistem pemerintahan kesultanan telah dihapuskan sepihak oleh kolonial Belanda sejak tanggal 11 Juni 1860, namun rakyat Banjar sendiri masih mengakui sistem pemerintahan kerajaan hingga tanggal 24 Januari 1905 Masehi.

Sejak dibangkitkan kembali dengan dilantiknya Sultan Khairul Saleh pada tahun 2010 silam. Kerajaan ini mulai menarik perhatian masyarakat tanah air. Nah, jika kamu ingin tahu beberapa peninggalan bersejarah dari Kerajaan Banjar di masa lalu.

Kali ini Keluyuran telah berhasil rangkum beberapa peninggalan sejarah dari Kerajaan Islam yaitu Kerajaan Banjar. Apa saja itu? Simak daftarnya berikut ini.

1. Candi Agung di Amuntai

Candi Agung di Amuntai

Candi Agung adalah situs peninggalan bersejarah yang diperkirakan berusia 740 tahun. Candi Agung merupakan sebuah situs candi Hindu-Budha yang terletak di wilayah Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kota Amuntai, Kalimantan Selatan.

Candi Agung dibangun oleh Empu Jatmika pada abad ke-16 pada masa kerajaan Dipa, yang merupakan cikal bakal terbentuknya kerajaan Banjar. Kehadiran candi yang memiliki dimensi sekitar 40 meter x 50 meter tersebut memang cukup menarik bagi para arkeolog dan pakar sejarah.

Konon, di sekitar lokasi candi tersebut juga ditemukan beberapa benda peninggalan sejarah berusia sekitar 200 tahun SM.

2. Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah

Peninggalan kerajaan Banjar lainnya yang masih berdiri kokoh hingga saat ini adalah Masjid Sultan Suriansyah atau dikenal juga dengan nama Masjid Kuin yang terletak di Jalan Kuin Utara, Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Masyarakat sendiri mengenal wilayah tersebut sebagai Banjar Lama.

Dahulu kala, wilayah tersebut merupakan pusat ibu kota kerajaan kesultanan Banjar. Mesjid yang dibangun antara rentang tahun 1526-1550 di masa pemerintahan Sultan Suriansyah ini merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kalimantan Selatan.

3. Makam Sultan Sulaiman

Makam Sultan Sulaiman

Salah satu keberadaan makam yang juga menyimpan sejarah panjang dari kerajaan kesultanan Banjar adalah makam Pangeran Ratu Sultan Sulaiman. Ia adalah seorang raja yang bergelar Sultan Sulaiman Saidullah II. Makamnya terletak di Desa Lihung, Kecamatan Karang Intan, Banjar, Kalimantan Selatan.

Sultan Sulaiman diketahui telah memerintah kerajaan Banjar dari tahun 1801-1825. Sultan Sulaiman sendiri diketahui wafat pada 3 Juni 1825 atau 4 Rabiul Awal 1240. Sultan Sulaiman mendapatkan gelar kesultanan sejak usianya masih belia, yaitu pada saat usianya menginjak 6 tahun pada tahun 1767. Karena hal tersebut ia pun pada akhirnya dijuluki juga sebagai Sultan Muda.

4. Makam Sultan Suriansyah

Makam Sultan Suriansyah

Peninggalan lain dari kerajaan Islam yang di provinsi Kalimantan adalah makan Sultan Suriansyah atau Jaya Samudera yang terletak di Komplek Makam Sultan Suriansyah di kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jaya Samudera adalah Raja Banjar pertama yang diketahui memeluk agama Islam.

Ia dikenal dengan gelar Sultan Suriansyah atau Sultan Suryanulloh. Gelar tersebut merupakan pemberian dari bangsa Arab yang pertama datang ke Banjarmasin. Sultan Suriansyah sendiri diketahui memerintah kerajaan Banjar dari tahun 1500-1540.

5. Makam Sultan Mustakimbillah

Makam Sultan Mustakimbillah

Pangeran Senapati bergelar Sultan Mustakimbillah adalah Sultan Banjar IV yang telah memerintah kerajaan Banjar  antara tahun 1595-1642. Sultan Mustakimbillah adalah putra sulung dari Sultan Banjar III, yaitu Sultan Hidayatullah.

Makam Sultan Mustakimbillah terletak di Desa Tangkas Kecamatan Martapura Barat, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Makam Sultan Mustakimbillah sendiri menjadi makam terakhir dari 5 makam Raja yang telah ditemukan. Konon, saat pertama kali makam tersebut ditemukan berada di bawah kaki pohon kasturi. Nah, makam ini pun menjadi peninggalan selanjutnya dari kerajaan Banjar.

6. Makam Sultan Inayatullah

Makam Sultan Inayatullah

Peninggalan kerajaan Banjar selanjutnya adalah makam Sultan Inayatullah yang terletak di Desa Dalam Pagar, Martapura Timur, Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Sultan Inayatullah bernama asli Pangeran Dipati Tuhan I. Sultan Inayatullah adalah Raja Banjar yang memerintah antara tahun 1636/1642-1645.

Sultan Inayatullah merupakan gelar resmi yang kerap digunakan dalam khutbah Jumat di masjid. Sementara gelar lain yang dipopulerkan bagi dirinya adalah Ratu Agung. Ia sendiri adalah putra dari Sultan Mustakimbilah yang dilantik sebagai Sultan muda.

7. Masjid Al-Karomah

Masjid Al-Karomah

Masjid Al-Karomah adalah salah satu mesjid peninggalan kerajaan Banjar yang dibangun pada tahun 1863 Masehi atau 1280 Hijriah. Sebelum dikenal sebagai Masjid Agung Al Karomah, mesjid ini dahulu kapan bernama Masjid Jami’ Martapura. Meskipun Masjid Al-Karomah telah mengalami banyak renovasi, namun struktur utama mesjid sendiri masih tetap dipertahankan.

Mesjid Al-Karomah sendiri dahulu kerap digunakan untuk tempat peribadatan, penyebaran agama Islam, serta sebagai benteng pertahanan bagi para pejuang dalam melawan penjajah Belanda.

8. Makam Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari

Makam Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari

Peninggalan lain yang tak kalah menarik adalah makam dari ulama terkenal bernama Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang lahir di Lok Gabang pada tanggal 17 Maret 1710. Ia sendiri adalah ulama Fiqih mazhab Syafi'i yang cukup  berpengaruh pada penyebaran agama Islam di Banjar.

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari hidup pada masa tahun 1122-1227 hijriah. Sementara wafat pada 3 Oktober 1812 di Dalam Pagar. Salah satu karya terkenal dari ulama besar yang dikenal dengan julukan Datu Kalampaian ini adalah kitab berjudul Sabilal Muhtadin.

9. Kitab Sabilal Muhtadin

Kitab Sabilal Muhtadin

Sabilal Muhtadin lit-Tafaqquh fi Amrid-din atau dikenal dengan Sabilal Muhtadin adalah sebuah kita yang ditulis oleh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sabilal Muhtadin lit-Tafaqquh fi Amrid-din sendiri artinya jalan bagi orang-orang yang mendapat petunjuk untuk mendalami urusan agama.

Kitab ini adalah salah satu peninggalan kerajaan Banjar yang masih bisa masyarakat lihat hingga saat ini. Kitab ini ditulis pada tahun 1779 Masehi atau sekitar 1193 Hijriah, yaitu pada zaman pemerintahan Sultan Tamjidullah. Kitab ini sendiri berisi ilmu fikih berdasarkan Mazhab Syafi'i.

10. Senjata dan Perkakas Kerajaan

Senjata dan Perkakas Kerajaan

Dahulu kala, Kerajaan Banjar dikenal sebagai kerajaan dagang yang cukup terkenal. Kerajaan Banjar mampu  menghasilkan berbagai perkakas yang terbuat dari besi dan logam yang berpusat di daerah Negara.

Kemampuan kerajaan Banjar, khususnya daerah Negara untuk menghasilkan bermacam barang-barang yang terbuat dari logam seperti senjata, perkakas, serta kapal memang cukup baik sejak abad ke-17.

Beberapa peninggalan seperti golok, kapak, cap kerajaan serta perkakas berusia ratusan tahun kini disimpan di Museum Lambung Mangkurat yang berlokasi di Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Nah, itulah 10 Peninggalan bersejarah dari Kerajaan Banjar yang berhasil kami ulas untuk kamu. Semoga informasi mengenai salah satu Kerajaan Islam di tanah air ini dapat mengingatkan kita terhadap sejarah bangsa.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram