Keluyuran / Cirebon / 10 Tempat Wisata Sejarah Peninggalan Kerajaan Cirebon

10 Tempat Wisata Sejarah Peninggalan Kerajaan Cirebon

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 September 2019

Menurut sejarah, Kota Cirebon pada awalnya hanya berupa dukuh kecil yang terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Letaknya yang strategis ini kemudian menjadi jembatan antar kedua wilayah tersebut sehingga banyak orang berdatangan dan menetap dari berbagai kalangan hingga berubah menjadi desa yang ramai bernama Caruban/campuran.

Mayoritas mata pencaharian masyarakat di desa Caruban ini adalah nelayan ikan dan udang kecil atau yang biasa disebut rebon. Selain itu, banyak pula mata pencaharian lain seperti produksi terasi dan garam. Lambat laun, Caruban dikenal sebagai Cirebon yang mana nama ini diambil dari nama air bekas pembuatan terasi berbahan rebon sehingga disebut Cirebon atau air rebon.

Cirebon dipimpin oleh suatu kesultanan atau kerajaan bernama Kesultanan Cirebon dengan raja pertamanya yaitu Pangeran Cakrabuana yang tak lain adalah putra dari Prabu Siliwangi. Kesultanan Cirebon ini kemudian mengalami kemunduran yang disebabkan oleh perebutan kekuasaan dan campur tangan VOC.

Mundurnya Kerajaan atau Kesultanan Cirebon meninggalkan banyak sekali peninggalan-peninggalan bernilai sejarah tinggi mulai dari bangunan hingga benda-benda bersejarah lainnya. Penasaran apa saja peninggalan dari Kerajaan Cirebon? Yuk, simak pemaparannya di bawah ini!

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon (Copy)

Keraton Kasepuhan Cirebon adalah salah satu peninggalan bersejarah besar dari Kerajaan atau Kesultanan Cirebon. Keraton Kasepuhan ini dibangun pada tahun 1430 oleh pangeran Cakrabuana. Keraton ini memiliki nama lain yaitu Keraton Pakungwati yang disematkan langsung oleh Pangeran Cakrabuana.

Nama Pakungwati ini diambil sebagai bentuk kasih sayang dari Pangeran Cakrabuana pada sang putri, Ratu Ayu Pakungwati. Keraton Kasepuhan Cirebon ini masih berdiri kokoh hingga saat ini dan merupakan bangunan yang dijaga sebaik mungkin oleh pihak terkait.

Keraton ini menghadap ke arah utara sebagaimana Keraton pada umumnya yang selalu dibuat menghadap ke arah utara dan berdekatan dengan tempat ibadah.

2. Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan (Copy)

* sumber: cirebonlovers.blogspot.com

Keraton Kacirebonan merupakan sebuah bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1800 M. Bangunan ini difungsikan sebagai alat penyimpan barang-barang berharga seperti alat perang, wayang, gamelan dan keris.

Keraton ini berbentuk memanjang dari arah utara ke selatan sama halnya dengan keraton-keraton lain yang ada di Cirebon. Lebar dari Keraton Kacirebonan ini mencapai 46.500 meter persegi dengan corak bangunan tradisional berpadu dengan bangunan khas Eropa.

Sama halnya dengan Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kacirebonan ini juga dijaga sebaik mungkin oleh pihak-pihak terkait agar peninggalan bersejarah ini dapat lestari dan tetap utuh.

3. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman (Copy)

Setelah Keraton Kasepuhan Cirebon dan Keraton Kacirebonan, masih ada Keraton Kanoman yang mana Keraton ini dibangun pada tahun 1678 M oleh Pangeran Mohamad Badridin atau yang akrab dikenal Pangeran Kertawijaya dengan luas sekitar 6 hektare.

Keraton ini masih memegang tradisi atau adat istiadat seperti melakukan tradisi Grebeg Syawal dan berziarah pada makam para leluhur. Keraton yang berlokasi tak jauh dari Pasar Kanoman ini memiliki banyak sekali titik bersejarah di dalamnya seperti alun-alun keraton dan beberapa bangunan serta benda lainnya.

Beberapa benda yang masih tersimpan di Keraton Kanoman ini diantaranya adalah Paksi Naga Liman, sebuah kereta yang dahulu sering digunakan oleh para pemerintah kesultanan.

4. Keraton Keprabon

Keraton Keprabon (Copy)

* sumber: dapobud.kemdikbud.go.id

Tak jauh dari Keraton Kanoman, terdapat sebuah Keraton lainnya yaitu Keraton Keprabon atau Keraton Keprabonan. Yang membedakan dari Keraton yang satu ini adalah aksesnya yang masuk ke dalam gang dan melewati beberapa pertokoan di sepanjang jalannya.

Selain itu, Keraton yang satu ini berbeda dari segi arsitekturnya dengan keraton-keraton yang lain karena Keraton Keprabon merupakan Keraton yang sangat sederhana berupa rumah dan halaman yang tak terlalu luas dan tak menampakkan kemewahan di dalamnya.

Keraton ini difungsikan sebagai tempat tinggal atau tempat berdiamnya para pemangku adat atau yang lebih akrab dipanggil ndalem.

5. Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati (Copy)

* sumber: traveltodayindonesia.com

Kerajaan  Cirebon tak pernah lepas dari tokoh yang bernama Syarief Hidayatullah atau yang akrab disapa Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung hati ini merupakan salah satu wali songo yang menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.

Sunan Gunung Jati merupakan putra dari Nyai Rara Santang, Putri dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi. Sunan Gunung Jati pernah menjabat sebagai raja ke 2 dari Kerajaan Cirebon dengan gelar Maulana Jati.

Ia meninggal pada tahun 1568 M pada usia 120 tahun. Hingga saat ini, makamnya dianggap sebagai salah satu tempat bersejarah yang tak pernah sepi dari para peziarah.

6. Masjid Sang Cipta Rasa

Masjid Sang Cipta Rasa (Copy)

* sumber: gragepost.blogspot.com

Peninggalan bersejarah dari kerajaan Cirebon yang selanjutnya adalah Masjid bernama “Sang Cipta Rasa” yang mana masjid ini konon merupakan masjid tertua yang ada di Cirebon. Masjid Sang Cipta Rasa yang berlokasi di dalam kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon ini dibangun pada tahun 1480 M.

Pembangunannya melibatkan sekitar 500 orang yang diambil dari Demak, Majapahit, dan masyarakat Cirebon itu sendiri. Ada kisah tersendiri dari berdirinya masjid ini yaitu konon masjid ini dahulu memiliki kemuncak atap namun berpindah ke Masjid Agung Banten saat adzan pitu tengah dikumandangkan.

Hingga saat ini, tradisi adzan pitu (tujuh) masih dilakukan ketika Shalat Jumat dan menjadi tradisi secara turun temurun.

7. Kereta Singa Barong Kasepuhan

Kereta Singa Barong Kasepuhan (Copy)

* sumber: travel.detik.com

Kereta Singa Barong Kasepuhan menjadi salah satu benda bersejarah yang cukup populer asal Cirebon dari peninggalan Kerajaan Cirebon. Kereta ini merupakan persembahan dari Panembahan Losari yang tak lain adalah cucu dari Sunan Gunung Jati.

Kereta ini dibuat pada tahun 1549 M dan masih ada hingga saat ini. Kereta yang gagah ini biasanya digunakan pada saat-saat tertentu seperti pelantikan raja. Namun sejak tahun 1945, Kereta Singa Barong Kasepuhan yang asli disimpan agar tidak rusak dan kemudian dibuatkan duplikatnya.

Kereta Singa Barong Kasepuhan duplikat tersebut menjadi pengganti dari Kereta Singa Barong Kasepuhan yang asli saat dipertontonkan dalam acara kirab 1 Muharam dan acara-acara besar lainnya.

Kereta Singa Barong Kasepuhan ini sendiri memiliki makna tersendiri seperti belalai gajah yang melambangkan persahabatan dengan negara India, kepala naga yang melambangkan persahabatan dengan negara Tiongkok, sayap dan badan buroq yang melambangkan persahabatan dengan negara Mesir.

8. Mande Pengiring

Mande Pengiring (Copy)

* sumber: perjalanansukses.wordpress.com

Di dalam kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, terdapat beberapa bagian penting yang juga merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan Cirebon. Salah satunya adalah mande-mande yang berdiri kokoh dengan berbagai ukuran dan fungsinya masing-masing termasuk bangunan Mande Pengiring.

Sesuai dengan namanya, bangunan Mande Pengiring ini dahulu merupakan tempat istirahat para pengiring raja yang dibuat oleh Sunan Kali Jaga, raja kedua dari Kerajaan Cirebon.

9. Mande Karesmen

Mande Karesmen (Copy)

* sumber: keratonkasepuhan3.blogspot.com

Terletak berdampingan dengan bangunan Mande Pengiring  terdapat suatu Mande bernama Karesmen dimana Mande ini dibuat khusus sebagai tempat bermusik atau pengiring gamelan dan tetabuhan. Hingga saat ini, tempat ini masih digunakan sebagaimana mestinya.

Biasanya tetabuhan dan gamelan dibunyikan dalam beberapa momen saja seperti pada acara hari besar Islam, hari raya Idul fitri dan Idul Adha.

10. Patung Singa Putih

Patung Singa Putih (Copy)

Patung singa merupakan patung yang dapat dengan mudah kamu temukan di pintu masuk keraton-keraton yang ada di Cirebon. Patung singa ini juga merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan atau kesultanan Cirebon yang hingga saat ini masih berdiri kokoh di pintu depan keraton.

Patung singa ini merupakan pelambangan dari identitas kerajaan Cirebon yang merupakan keturunan dari Prabu Siliwangi atau merupakan bagian dari keluarga besar kerajaan Pajajaran.

Meskipun demikian, masyarakat percaya bahwa patung singa yang berdiri di kompleks keraton ini merupakan penjaga keraton secara gaib.

Itu dia beberapa peninggalan bersejarah dari kerajaan atau kesultanan Cirebon yang berada di Cirebon, Jawa Barat. Jika kamu penasaran dan ingin mempelajari sejarah dari Kesultanan Cirebon ini secara lebih mendalam, kamu bisa langsung datang ke beberapa tempat terkait karena peninggalan dari Kesultanan Cirebon ini masih tersimpan utuh sebagai sumber sejarah.

Semoga informasi mengenai “Peninggalan Kerajaan Cirebon” sebagaimana yang telah kami paparkan di atas dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai penambah ilmu serta wawasan tentang sejarah dari kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia khususnya kerajaan Cirebon.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar