Keluyuran / Wisata Jawa Tengah / Wisata Sejarah Yuk ke 10 Peninggalan Kerajaan Demak

Wisata Sejarah Yuk ke 10 Peninggalan Kerajaan Demak

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 September 2019

Kerajaan Demak atau Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di pantai utara Pulau Jawa (pesisir). Meneliti dari sejarahnya, Demak pada awalnya merupakan sebuah kadipaten dari Kerajaan Majapahit yang kemudian menjadi sebuah kekuatan baru di Pulau Jawa di bawah legitimasi Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475 di bawah pimpinan Raden Patah. Kerajaan Demak ini menjadi kekuatan besar berkembangnya Islam di Nusantara khususnya Pulau Jawa. Menjadi kekuatan besar sebagai pendongkrak majunya perkembangan islam di Nusantara, tak menjadikan kerajaan ini selalu berjaya karena pada tahun 1554, Demak mengalami kemunduran.

Faktor kemunduran Kerajaan Demak ini adalah perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh kerabat-kerabat kerajaan. Kemunduran kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa ini meninggalkan banyak sekali cerita dan peninggalan bersejarah yang wajib kita tahu dan kita pelajari. Apa saja peninggalan dari Kerajaan Demak tersebut? Simak pemaparannya di bawah ini!

1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak (Copy)

* sumber: phinemo.com

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kerajaan Demak merupakan Kerajaan Islam sehingga tak heran jika salah satu peninggalannya berupa masjid, yaitu tempat ibadah umat Islam. Masjid Agung Demak adalah salah satu peninggalan Kerajaan Demak yang pertama.

Masjid yang dibangun pada tahun 1479 ini tak hanya sebagai peninggalan kerajaan belaka, melainkan tempat tumbuh dan berkembangnya pengajaran-pengajaran agama Islam melalui dakwah. Masjid Agung Demak menjadi saksi bisu perjuangan Kerajaan Demak dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Masid Agung Demak ini sendiri merupakan masjid yang sudah berdiri kurang lebih selama 6 abad namun tetap memiliki konstruksi bangunan yang kokoh dan kuat. Masjid ini memiliki ornamen dan arsitektur khas Jawa yang menjadi gambaran tentang berkembangnya Islam di tanah Jawa.

Hingga saat ini Masjid Agung Demak selalu dikunjungi para wisatawan pemburu sejarah dan tak pernah sepi pengunjung. Tak hanya itu, peninggalan kerajaan Demak ini juga tetap berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam.

2. Piring Campa

Piring Campa (Copy)

* sumber: kerisku.id

Jika kamu berkunjung ke Masjid Agung Demak dan memandang beberapa sudutnya secara rinci, kamu akan menemukan beberapa piring hias yang menempel di sepanjang dinding masjid. Piring-piring yang berjajar rapi tersebut memiliki aneka bentuk dan warna yang antik dan cantik.

Piring-piring tersebut merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Demak yang tetap terjaga keasliannya. Bernama “Piring Campa”, piring-piring tersebut merupakan piring pemberian Putri Campa, Ibu dari Raden Patah pendiri Kerajaan Demak.

Piring tersebut berbahan porselen dengan corak berwarna warni yang indah dan unik. Hingga saat ini, piring campa masih tetap utuh menghiasi dinding Masjid Agung Demak yang berlokasi di Kauman, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

3. Bedug dan Kentongan

Bedug dan Kentongan (Copy)

* sumber: ndika.net

Bedug dan kentongan menjadi salah satu benda yang identik dengan agama Islam yang mana kedua benda ini digunakan sebagai alat pertanda datangnya waktu Shalat. Begitu pula dengan bedug dan kentongan yang ada di Masjid Agung Demak ini yang menjadi peninggalan bersejarah dari Kerajaan Demak.

Hingga saat ini bedug dan kentongan peninggalan Kerajaan Demak masih tersimpan baik di Masjid Agung Demak dan tetap terjaga keasliannya.

4. Pintu Bledeg

Pintu bledeg (Copy)

* sumber: sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.com

Pintu Bledeg atau yang artinya pintu petir merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466. Konon Ki Ageng Selo memiliki kekuatan supranatural mampu menangkap petir sehingga menurut cerita yang beredar, Pintu Bledeg ini dibuat dengan petir yang menyambar.

Pintu Bledeg didominasi warna merah dengan ukiran yang cantik dan unik. Pintu ini pada awalnya difungsikan sebagai pintu masuk utama di Masjid Agung Demak. Akan tetapi, saat ini Pintu Bledeg mengalami proses rapuh pada kayunya sehingga disimpan di museum di dalam Masjid.

5. Dampar Kencana

Dampar Kencana (Copy)

* sumber: www.javaloka.com

Peninggalan bersejarah dari Kerajaan Demak yang selanjutnya adalah Dampar Kencana. Dampar Kencana ini adalah singgasana kerajaan yang difungsikan sebagai tempat duduk para sultan yang pernah memerintah kerajaan Demak.

Seiring berjalannya waktu, dampar kencana tak lagi difungsikan sebagai singgasana para sultan pemerintah kerajaan, akan tetapi menjadi tempat kotbah sebagai salah satu penunjang peribadatan umat Islam.

Saat ini, dampar kencana tidak lagi difungsikan seperti dahulu akan tetapi disimpan di dalam museum untuk menjaga keutuhan dari peninggalan bersejarah ini.

6. Maksurah

Maksurah (Copy)

* sumber: fokussatu.com

Maksurah merupakan dinding di salah satu sudut Masjid Agung Demak yang bertuliskan kaligrafi arab. Maksurah ini berisi tuntunan tentang mengesakan Allah sebagai tuhan.

Maksurah dibuat pada tahun 1866 Masehi pada masa Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Maksurah ini difungsikan sebagai hiasan masjid agar terlihat semakin cantik berkat seni kaligrafi dan warna emasnya yang indah dipandang.

7. Soko Guru atau Soko Tatal

Soko guru atau soko tatal (Copy)

* sumber: www.abangnji.com

Soko Guru atau Soko Tatal adalah tiang penyangga berdirinya Masjid Agung Demak yang berjumlah 4 buah. Soko Guru ini dibuat langsung oleh Sunan Kalijaga seorang diri. Namun sayangnya, Sunan Kalijaga baru menyelesaikan 3 buah Soko Guru ketika masjid sudah berdiri.

Karena merasa dikejar oleh waktu, sementara jumlah dari Soko Guru kurang 1 buah, maka Sunan Kalijaga mengumpulkan tatal atau kulit kayu bekas pembuatan ketiga Soko yang sudah dibuat sebelumnya. Ia mengumpulkannya dan merubahnya menjadi 1 Soko baru menggunakan ilmu spiritualnya.

Hingga saat ini, Soko Guru atau Soko Tatal masih berdiri kokoh menjadi tiang penyangga Masjid bersejarah ini.

8. Mihrab

Mihrab (Copy)

* sumber: kisahsemarangan.blogspot.com

Mihrab atau pengimaman Masjid Agung Demak juga menjadi salah satu bukti peninggalan Kerajaan Demak. Mihrab atau pengimaman ini memiliki sebuah gambar yaitu hewan bulus prasasti Condro Sengkolo.

Mihrab dengan gambar demikian ini menjadi bukti bahwa sejak zaman kerajaan Demak sudah terdapat seni indah yang merupakan akulturasi dari budaya Jawa dan agama Islam.

9. Situs Kolam Wudlu

Situs Kolam Wudlu (Copy)

* sumber: sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.com

Sebagaimana namanya, dahulu kala kolam ini merupakan tempat berwudhu para santri atau para musafir yang hendak melaksanakan ibadah di Masjid Agung Demak. Kolam ini berada di halaman luar masjid dan hingga kini masih tetap ada di sana.

Namun bedanya, saat ini kolam wudhu tidak lagi digunakan sebagai tempat berwudhu akan tetapi hanya dibuat situs sejarah yang hanya dapat kita lihat saja.

10. Makam Sunan Kalijaga

Makam Sunan Kalijaga (Copy)

* sumber: pesona.travel

Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari 9 sunan yang ada di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga sangat erat kaitannya dengan Masjid Agung Demak dimana beliaulah yang membuat pilar penyangga masjid ini.

Sunan Kalijaga wafat pada tahun 1520 Masehi dan pemakamannya dianggap sebagai salah satu peninggalan kerajaan Demak yang mana pemakaman ini menjadi bukti bahwa sunan Kalijaga merupakan salah satu orang yang erat kaitannya dengan kerajaan Demak.

Makam sunan Kalijaga ini selalu dipenuhi para peziarah dari dalam hingga luar kota sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa beliau sebagai salah satu sunan yang menyebarkan agama Islam di Indonesia khususnya Pulau Jawa.

Itu dia beberapa peninggalan bersejarah dari Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, Kerajaan Demak yang terletak di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Tentu saja peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut merupakan peninggalan yang wajib kita jaga dan wajib kita gali segala informasi tentangnya agar keutuhan sejarah mengenai kerajaan Demak tetap utuh.

Semoga informasi mengenai “Peninggalan Kerajaan Demak” sebagaimana yang telah kami paparkan di atas dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai asupan informasi sejarah dan penambah wawasan dan menjadikan kita pribadi yang lebih mencintai sejarah Indonesia.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar