10 Peninggalan Kerajaan Kediri yang Tersisa hingga Saat Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kerajaan Kediri atau dikenal juga dengan Panjalu adalah salah satu kerajaan yang menjalankan kekuasaanya di Jawa Timur pada tahun 1042-1222 Masehi. Kerajaan Kediri sendiri dipimpin oleh Sri Samarawijaya, yang tak lain salah satu putra dari Raja Airlangga.

Kerajaan Kediri memiliki pusat pemerintahan di Dahanapura atau disingkat Daha. Meski kekuasan pemerintahan kerajaan tersebut telah berakhir, namun Kerajaan Kediri masih menyimpan banyak sisa-sisa peninggalannya di beberapa wilayah.

Nah, jika kamu salah satu pencinta sejarah, kali ini Keluyuran telah merangkum beberapa peninggalan Kerajaan Kediri yang akan dibahas dalam artikel di bawah. Apa saja itu? Simak daftarnya berikut ini!

1. Candi Penataran

Candi Penataran

Salah satu peninggalan dari Kerajaan Kediri yang bisa kita temukan adalah Candi Penataran. Candi Penataran menjadi salah satu komplek candi terbesar yang pernah ditemukan di Jawa Timur. Menurut para ahli candi tersebut diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Srengga hingga pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana sekitar abad ke 12-14 Masehi.

Hal tersebut diketahui berdasarkan prasasti yang ditemukan tidak jauh dari lokasi candi. Nah, candi Penataran sendiri berada di lereng Gunung Kelud bagian Barat Daya, Kota Blitar. Keberadaan komplek candi sendiri menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan lokal.

2. Candi Tondowongso

Candi Tondowongso

Candi Tondowongso ditemukan pada tahun 2007 di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Salah satu sisa-sia peninggalan kerajaan Kediri yang satu ini memang berhasil menarik perhatian para pakar sejarah maupun para arkeologi tanah air.

Candi yang dibangun di atas lahan seluas satu hektar ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9. Hal itu diketahui berdasarkan gaya arsitektur serta struktur bangunan khas yang membentuk candi. Kondisi Candi yang tidak utuh membuatnya tidak terlihat menarik. Meski demikian keberadaan candi ini sendiri menjadi salah satu bukti peninggalan Kerajaan Kediri di masa lalu.

3. Candi Gurah

Candi Gurah

Candi Gurah adalah peninggalan Kerajaan Kediri lainnya yang cukup menarik. Candi Gurah pertama kali ditemukan pada tahun 1957 di Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur. Lokasi candi berada sekitar 2 km dari kompleks situs cantik Tondowongso.

Menurut para ahli, candi yang hampir rata dengan tanah tersebut diperkirakan masih satu kawasan dengan komplek Candi Tondowongso. Minimnya dana untuk penelitian peninggalan yang satu ini membuat informasi mengenai candi yang diperkirakan memiliki dimensi sekitar 9×9 meter tersebut sangat terbatas.

4. Candi Mirigambar

Candi Mirigambar

Candi Mirigambar adalah candi yang ditemukan di desa Mirigambar, kecamatan Sumbergempol, Tulungagung atau berada sekitar 15 km dari pusat kota Tulungagung. Candi Mirigambar  diperkirakan telah dibangun pada tahun 1214-1310 Saka.

Menurut mitos yang beredar di masyarakat, Candi yang terbentuk dari struktur bata merah ini disebut juga dengan candi Anglingdharma. Hal itu karena keberadaan salah satu relief sayap yang ditemukan pada sisa-sisa bangunan candi yang berada tidak jauh dari lokasi komplek tempat candi tersebut berada.

5. Candi Tuban

Candi Tuban

Salah satu candi peninggalan kerajaan Kediri yang satu ini memang cukup memprihatinkan. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Candi yang berada di Dukuh Tuban, Desa Domasan, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung pada akhirnya harus dihancurkan.

Candi Tuban sendiri berada tidak jauh dari lokasi Candi Mirigambar. Setelah mengalami ikonokasltik pada tahun 1967, candi peninggalan kerajaan Kediri ini hampir rata dengan tanah. Masyarakat sendiri hanya bisa melihat sisa-sisa peninggalan kerajaan tersebut berupa pondasi candi yang berada di wilayah tersebut.

6. Kitab Hariwangsa

Kitab Hariwangsa

* sumber: mbukubali.blogspot.com

Kitab Hariwangsa adalah salah satu peninggalan Kerajaan Kediri yang di tulis oleh Mpu Panuluh pada masa pemerintahan prabu Jayabaya di Kediri tahun 1135 hingga 1157 Masehi. Kitab ini menceritakan tentang asal-usul Kresna, yaitu sepupu Pandawa yang menjadi penasihat Pandawa dalam perang Bharatayudha.

Dalam kitab ini juga disebutkan bahwa Kresna adalah orang yang memberi semangat Arjuna ketika hendak berperang melawan Kurawa, melawan melawan guru, leluhur, dan sanak-saudaranya.

7. Prasasti Talan

Prasasti Talan

* sumber: andrikyawarman.wordpress.com

Peninggalan selanjutnya dari kerajaan Kediri adalah Prasasti Talan. Prasasti Talan pertama kali ditemukan di desa Gurit, Blitar, Jawa Timur. Prasasti ini dibuat pada tahun 1136 Masehi atau sekitar tahun 1058 Saka. Prasasti yang dikenal juga dengan nama Prasasti Munggut ini berisi tentang masuknya desa Talan ke wilayah bebas pajak Panumbang.

Prasasti ini dibuat pada masa pemerintahan Raja Jayabaya dari kerajaan Panjalu, Kediri. Prasasti memang cukup unik karena menampilkan ukiran Garudhamukalanca, yaitu patung berbentuk tubuh manusia yang memiliki sayap dan berkepala elang.

8. Prasasti Padelegan

Prasasti Padelegan

* sumber: noviaparma.blogspot.com

Sisa-sisa peninggalan selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah Prasasti Padelegan. Prasasti Padegalan berbentuk melengkung pada bagian kepala dengan panjang sekitar 145 sentimeter. Prasasti ini berisi tentang pengabdian para Padegel untuk Raja Kameshwara.

Prasasti ini ditulis dalam aksara Jawa kuno dan dikukuhkan untuk pertama kali oleh Raja Bameswara, yang telah memerintah kerajaan hingga 1044 masehi setelah pembagian kerajaan oleh Raja Airlangga.

Saat ini, salah satu peninggalan bersejarah ini berada di Museum Penataran, Kabupaten Blitar. Nah, bagi penasaran seperti apa bentuk aslinya? Kamu bisa langsung melihatnya di museum.

9. Prasasti Ngantang

Prasasti Ngantang

* sumber: ngalam.co

Prasasti selanjutnya adalah Prasasti Ngantang. Prasasti ini diperkirakan berasal dari tahun 1057 Saka atau 1135 Masehi. Prasasti ini pertama kali ditemukan di desa Ngantang, Malang dengan menggunakan aksara Jawa Kuno dan bahasa Kawi. Berisi ucapan terima kasih pada kerajaan Kediri atas pembebasan pajak dari Raja Jayabaya untuk desa Ngantang.

Dalam prasasti itu juga terdapat semboyan Panjalu Jayati, yang berarti ‘Kadiri menang’. Prasasti ini merupakan bentuk penghargaan dari sang Raja atas jasa penduduk desa Hantang dengan 12 dukuh yang tetap setia kepada Kerajaan Kediri saat melawan Kerajaan Jenggala.

10. Prasasti Galunggung

Prasasti Galunggung

* sumber: soekapoera.or.id

Sisa peninggalan dari kerajaan Kediri selanjutnya adalah Prasasti Galunggung. Prasasti Galunggung pertama kali ditemukan di Rejotangan, Tulungagung. Prasasti yang ditulis menggunakan huruf Jawa Kuno sebanyak 20 baris ini memang tidak diketahui dengan jelas maksud dan tujuannya.

Meski demikian, dalam prasasti tersebut tertulis dengan jelas tahun 1123 Saka. Dalam prasasti itu sendiri terdapat beberapa simbol dan gambar yang menarik. Meski demikian, hal tersebut masih belum bisa dijelaskan dengan detail mengenai cerita sebenarnya dari salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Kediri tersebut.

Nah, apakah ada dari kamu yang mengetahui isi tentang prasasti yang satu ini? Jika ada, maka kamu bisa tulis di kolom komentar.

Nah, itulah 10 Peninggalan Kerajaan Kediri yang tersisa hingga saat ini. Meski sisi peninggalan masih berdiri kokoh, namun tidak sedikit pula bangunan bersejarah yang harus berakhir tragis karena satu dan lain hal. Semoga informasi yang dibahas di atas bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk menumbuhkan rasa cinta pada sisa-sisa peninggalan kerajaan di masa lalu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *