10 Peninggalan Kerajaan Siak, Kerajaan Melayu Islam

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kerajaan Siak atau Kesultanan Siak Sri Inderapura adalah sebuah Kerajaan Melayu Islam yang ada di Provinsi Riau, Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Abdul Jalil pada 1723 di Buantan. Kerajaan Siak adalah kerajaan yang memiliki armada laut cukup  berpengaruh di wilayah perairan pesisir Timur Sumatera dan Semenanjung Malaya pada masa lalu.

Nah, apa saja yang ditinggalkan oleh salah satu Kerajaan Bahari terkuat yang ada di tanah air ini? Yuk, kita simak ulasan mengenai beberapa peninggalan Kerajaan Siak dalam artikel berikut ini!

1. Rumah Singgah Tuan Kadi

Rumah Singgah Tuan Kadi

Peninggalan Kerajaan Siak yang pertama adalah Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di Desa Wisata Kampung Bandar Senapelan, Pekanbaru. Rumah yang dibangun pada tahun 1928 ini terletak di tepian sungai Siak. Rumah Singgah tuan Kadi merupakan rumah singgah bagi Sultan Siak Sri Indrapura bila berkunjung ke Senapelan.

Rumah ini memiliki arsitektur bangunan yang cukup unik dan menarik bagi wisatawan. Pemerintah daerah Pekanbaru sendiri kerap mengadakan berbagai festival tak jauh dari rumah yang hampir keseluruhan bangunan terbuat dari kayu tersebut.

Nah, peninggalan bersejarah yang berada di bawah jembatan Siak III ini pun menjadi salah situs cagar budaya yang cukup terkenal di Pekanbaru.

2. Istana Siak Sri Indrapura

Istana Siak Sri Indrapura

Jika kita berbicara mengenai kerajaan, maka tidak akan terlepas dari keberadaan sebuah istana. Nah, peninggalan selanjutnya yang juga cukup menarik dari Kerajaan Melayu Islam ini adalah istana Siak Sri Indrapura yang ada di Jalan Sultan Syarif Kasim, kabupaten Siak, Riau.

Istana Siak merupakan tempat kediaman Sultan Siak yang telah dibangun sejak tahun 1723. Istana yang memiliki corak perpaduan antara Melayu, Eropa, dan Timur Tengah ini berdiri di lahan seluas 32.000 ribu meter.

Istana Siak sendiri kerap dijadikan tempat eduwisata bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah serta peninggalan Kerajaan Melayu Islam yang sempat berada di puncak kejayaan pada abad ke-18 tersebut.

3. Mahkota Kerajaan

Mahkota Kerajaan

* sumber: cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Peninggalan menarik selanjutnya adalah Mahkota Kerajaan. Kerajaan Siak memiliki mahkota kerajaan yang digunakan sebagai simbol pemegang tampuk kekuasaan. Mahkota Kerajaan sendiri mulai digunakan pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-10, yaitu Assyaidis Syarif Kasim Syaifuddin atau yang dikenal dengan Syarif Kasim I.

Mahkota kerajaan Siak terbuat dari lapisan emas yang bertabur permata indah. Mahkota kerajaan Siak kini disimpan di Museum Nasional Jakarta.

4. Meriam Buntung

Meriam Buntung

Nah, salah satu peninggalan unik dari Kerajaan Siak lainnya adalah Meriam Buntung. Meriam ini merupakan benda bersejarah yang kini disimpan di Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur yang didirikan oleh Syarif Hasyim atau Sultan Siak XI yang memerintah dari tahun 1889-1908.

Konon, meriam yang memiliki panjang 1,5 meter ini dipotong oleh pencuri menjadi dua bagian pada tahun 1960. Hal itulah yang membuat meriam ini disebut dengan Meriam Buntung. Bagian moncong yang dibawa si pencuri kemudian ditemukan dalam sebuah kapal yang hendak menyeberang ke Singapura, kemudian dibawa kembali ke istana.

5. Cermin Kristal Awet Muda

Cermin Kristal Awet Muda

Peninggalan berikutnya adalah Cermin Kristal Awet Muda yang dimiliki oleh Tengku Agung permaisuri Sultan Syarif Kasim II. Sama seperti Meriam Buntung, Cermin Kristal ini tersimpan apik di Istana Siak Sri Indrapura. Konon, cermin yang terbuat dari kristal tersebut merupakan hadiah dari Kesultanan Turki Utsmaniyah.

Meski demikian, ada pula yang mengatakan cermin unik tersebut merupakan pemberian Sultan Kerajaan Siak ke-12. Cermin ini dipercaya dapat membuat orang yang memandangnya terlihat awet muda. Konon sebelum diberikan pada sang permaisuri, cermin tersebut telah didoakan dan lakukan zikir oleh Sultan agar membawa berkah bagi sang permaisuri.

6. Patung Ratu Wilhelmina

Patung Ratu Wilhelmina

Patung Ratu Wilhelmina merupakan peninggalan kerajaan Siak selanjutnya yang masih ada hingga saat ini. Patung Ratu Wilhelmina dibuat oleh Sultan ke-11, yaitu Syarif Hasyim Jalil Syaifuudin atau dikenal dengan Sultan Syarif Hyasim II. Patung itu dibuat sebagai bentuk rasa kekaguman sang Raja pada sang Ratu.

Patung Wilhelmina sendiri berbentuk setengah badan dan terbuat dari tembaga. Meski telah berusia ratusan tahun, namun patung tersebut masih terjaga dengan sangat baik.

7. Patung Sultan Syarif Hasyim

Patung Sultan Syarif Hasyim

Selanjutnya ada Patung Sultan Syarif Hasyim. Patung Sultan Syarif Hasyim yang terdapat di istana Siak terbuat dari batu pualam seberat 120 kilogram. Sultan Syarif Hasyim sendiri merupakan  tokoh pemimpin yang berhasil membawa kerajaan Siak pada puncak kejayaan, baik dalam bidang ekonomi, politik, dan juga pendidikan.

Konon, pemimpin yang dikenal karismatik serta mudah bergaul kerap ini kerap mendapat perlakuan khusus dari bangsa Belanda. Kepiawaiannya berdiplomatik membuatnya cukup dikagumi oleh rakyat.

8. Brankas Kuno

Brankas Kuno

Peninggalan lain yang tidak kalah menarik adalah Brankas Kuno yang terdapat di Istana Siak. Brankas yang dibuat di Jerman ini merupakan milik dari Sultan Syarif Kasim II. Sampai saat ini, para ahli belum bisa membuka brankas untuk mengetahui isi di dalamnya.

Konon, kunci dari brankas ini memang sengaja dibuang oleh sang pemilik, yaitu Sultan Syarif Kasim II ke sungai Siak sepeninggalan juru kunci yang dipercaya oleh kerajaan Siak bernama Wak Molan. Meskipun telah dilakukan berbagai cara untuk membuka brankas, namun sampai saat ini isi brankas tersebut masih belum bisa terungkap.

9. Masjid Raya Syahabuddin

Masjid Raya Syahabuddin

Masjid Raya Syahabuddin atau yang lebih dikenal dengan Masjid Raya Siak adalah salah satu masjid peninggalan dari kerajaan Siak pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-12, yaitu Sultan Al Said Al Kasyim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II pada tahun 1926. Masjid Siak terletak di Jalan Sultan Ismail, Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Selain digunakan sebagai tempat peribadatan, Masjid Raya Syahabuddin juga merupakan bagian dari situs cagar budaya yang ada di Pekanbaru. Di lingkungan komplek masjid sendiri terdapat pemakaman Sultan Syarif Kasim II dan keluarganya yang kerap dikunjungi para peziarah.

10. Gramofon Raksasa

Gramofon Raksasa

Nah, selanjutnya terdapat alat pemutar musik berukuran raksasa. Konon, alat musik berusia ratusan tahun ini terdapat dua di dunia, yaitu di Istana Siak dan juga di Jerman. Pemutar musik ini dapat memutar lagu-lagu klasik seperti Beethoven, Mozart dan juga Strauss.

Pemutar musik ini sendiri pertama kali dibawa oleh Sultan Siak pada tahun 1896 setelah kunjungannya ke daratan Eropa. Gramofon berukuran raksasa ini menjadi salah satu peninggalan Siak yang cukup menarik dan juga unik.

Nah, itulah 10 Peninggalan Kerajaan Siak, kerajaan Melayu Islam di tanah air. Keberadaan peninggalan kerajaan yang satu ini memang cukup menarik. Meski telah ada dalam kurun waktu yang cukup lama, namun keberadaan benda-benda tersebut masih tetap terjaga. Semoga artikel yang telah Keluyuran bahas di atas bisa menambah informasi lain tentang kerajaan yang ada di tanah air.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *