10 Peninggalan Kerajaan Singasari yang Penuh Sejarah

Ditulis oleh Riastri Herliana - Diperbaharui 23 Agustus 2021

Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan di Provinsi Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Awal mulanya, Kerajaan Singasai dinamakan Kerajaan Tumapel, dengan ibu kota kerajaan bernama Kutaraja. Pada tahun 1253, ibu kota Kerajaan Tumapel diganti dengan nama Singhasari pada saat Kertanegara diangkat sebagai Yuwaraja. 

Kerajaan Singasari dipimpin oleh 5 raja dalam masa yang berbeda-beda. Kertanegara merupakan raja terakhir dan terbesar dalam sejarah kerajaan Singasari. Kertanegara menjadi raja pada tahun 1272 – 1292 dan menjadi raja pertama yang mengalihkan wawasan ke luar Pulau Jawa. Mengenal lebih dekat dengan sejarah, inilah 10 peninggalan Kerajaan Singasari. 

1. Candi Singasari

Candi Singasari Sumber: kompasiana.com
*

Candi Singasari merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang terletak di Desa Candi Renggi, Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini dibangun pada tahun 1200 M untuk menghormati Raja Kertanegara. Candi Singasari merupakan Candi Syiwa yang dibangun di tengah halaman dan dikelilingi arca Syiwa.

Candi Singasari dihiasi dengan pahatan berbentuk Kepala Kala pada bagian atas pintu candi. Di kiri dan kanan bilik pintu terdapat relung yang digunakan sebagai tempat arca. Ruang utama candi terdapat Yoni yang sudah terdapat kerusakan pada bagian kakinya. Keseluruhan bentuk Candi Singasari tampak sederhana.

2. Candi Jawi

Candi Jawi

Candi Jawi memiliki nama asli Candi Jajawa, dibangun pada abad ke-13. Candi Jawi merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang terletak di kaki Gunung Welirang, Kabupaten Pasuruan. Candi Jawi berada di dalam area seluas 40 x 60 meter dan dibangun atas perintah Raja Kertanegara sebagai tempat peribadatan umat Syiwa-Buddha.

Candi Jawi memiliki tinggi 24,5 meter dengan panjang 14,2 meter, dan lebar 9,5 meter. Bangunan candi berbentuk tinggi, ramping, dengan atap meruncing. Bagian pintu candi menghadap ke arah timur, dan membelakangi Gunung Penanggungan. Terdapat relief pada dinding candi yang hingga kini belum terbaca karena pahatan yang sangat tipis. 

3. Prasasti Wurare

Prasasti WurareSumber: ngopibareng.id
*

Prasasti Wurare merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang ditulis dalam bahasa Sansekerta, tertulis pada 21 November 1289. Prasasti tersebut ditulis pada arca Joko Dolog dengan tujuan sebagai penghormatan bagi Raja Kertanegara yang sudah mencapai derajat Jina atau Buddha Agung. 

Prasasti Wurare terdiri dari sajak 19 bait yang menceritakan pendeta sakti bernama Arrya Bharad yang berhasil membelah tanah Jawa menjadi dua kerajaan menggunakan air ajaib dari kendinya. Masing-masing belahan menjadi Janggala dan Pangjalu. Pembelahan ini dilakukan sebagai upaya menghindari perang saudara antara dua pangeran. 

4. Candi Kidal

Candi KidalSumber: amazingmalang.id
*

Candi Kidal merupakan salah satu candi yang kental dengan budaya Jawa Timur. Candi ini dibangun sebagai penghormatan Anusapati yang merupakan raja kedua Kerajaan Singasari. Anusapati memimpin Kerajaan Singasari selama 20 tahun, mulai 1227 – 1248. Candi Kidal sempat dilakukan pemugaran pada tahun 1990. 

Candi Kidal menceritakan tentang mitologi Hindu yang memiliki pesan moral terkait pembebasan untuk para budak dan masih terjaga sampai saat ini. Candi Kidal dibuat menggunakan batu andesit berdimensi geometris vertikal. Kaki candi tampak tinggi dengan dilengkapi anak tangga untuk masuk ke bagian dalam candi. 

5. Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri merupakan manuskrip yang menjadi salah satu peninggalan dari Kerajaan Singasari. Prasasti ini dipahat di bagian belakang Arca Manjusri pada tahun 1343. Prasasti ini sempat ditempatkan di Candi Jago sebelum akhirnya disimpan di Museum Nasional. Prasasti Manjusri berisikan tentang cerita Adityawarman yang membangun candi tambahan di lapangan Candi Jago. 

Prasasti Manjusri dinilai sebagai kebijaksanaan transenden yang menceritakan Adityawarman duduk di atas tahta berhias teratai. Prasasti Manjusri dipahat dengan bahasa Sansekerta dan aksara Jawa Kuno yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama di atas Bodhisattva dengan tiga baris tulisan. Bagian kedua dipahat di belakang arca dengan tujuh baris tulisan.

6. Arca Dwarapala

Arca DwarapalaSumber: harindabama.com
*

Arca Dwarapala merupakan patung yang dibuat sebagai penjaga gerbang dalam ajaran Syiwa-Buddha dengan bentuk manusia yang tampak menyeramkan. Dwarapala diletakkan di bagian luar candi, kuil, dan tempat suci lainnya sebagai pelindung. Arca Dwarapala dibuat menyerupai sosok yang menyeramkan dan jumlahnya bisa terdiri dari beberapa kelompok. 

Arca Dwarapala memiliki tinggi 3,70 meter dan menjadi pintu gerbang dari Kerajaan Singasari. Arca ini dikelilingi pagar besi di pinggir jalan. Kedua Arca Dwarapala dapat dikatakan kembar, dengan posiis tangan yang berbeda. Ornamen pada Arca Dwarapala terlihat penuh kekerasan. Pada bagian kepala terlihat menggunakan ikat kepala dengan hiasan tengkorak. 

7. Candi Sumberawan

Candi SumberawanSumber: kanalmalang.net
*

Candi Sumberawan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang berbentuk stupa. Candi ini terletak di Desa Toyomarto, Singosari, Kabupaten Malang. Candi Sumberawan ditemukan pada tahun 1904. Candi ini terbuat dari material batu andesit dengan panjang 6.25 meter, lebar 6.25 meter, serta tinggi 5.23 meter. 

Candi Sumberawan dibangun pada ketinggian 650 meter di atas permukaan laut. Ini menjadi satu-satunya stupa di Jawa Timur yang berbentuk bujur sangkar, tanpa dilengkapi anak tangga, dan tidak ada relief. Candi Sumberawan tidak berfungsi seperti stupa pada umumnya, candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan yang terkenal dalam Kitab Negarakertagama. 

8. Candi Jago

Candi Jago

Candi Jago memiliki nama asli Jajaghu dari Kitab Negarakertagama ini dibangun pada abad ke-13. Candi Jago diartikan sebagai tempat yang suci dan diagungkan. Candi ini terletak di Desa Tumpang, Kabupaten Malang. Pada Candi Jago terdapat relief Kunjarakarna dan Pacatantra, dan candi ini dibangun dengan material batu andesit.

Candi Jago memiliki bentuk berundak dengan panjang 23.71 meter, lebar 14 meter, serta tinggi 9.97 meter. Candi ini hanya tersisa sebagian karena menurut cerita, Candi Jago sempat tersambar petir. Candi Jago memiliki relief pada dinding luar kaki candi yang menceritakan tentang Khresnayana, Parthayana, Arjunawiwha, Kunjarakharna, Anglingdharma, dan Fabel.

9. Prasasti Singasari

Prasasti SingasariSumber: id.wikipedia.org
*

Prasasti Singasari merupakan prasasti yang ditulis pada tahun 1351 M, ditemukan di Singosari, Kabupaten Malang. Prasasti ini dikenal juga dengan nama Prasasti Gajah Mada, dan saat ini disimpan di Museum Gajah. Prasasti Singasari ditulis menggunakan aksara Jawa Kuno yang berisi tentang pembangunan monument untuk Brahmana dan Raja Kertanegara. 

Prasasti Singasari ditulis untuk mengenang raja Kerajaan Singasari yang telah gugur dalam pemberontakan di Kerajaan Singasari. Prasasti ini terdiri dari 17 baris yang berakhir dengan pesan berisikan alasan dibangunnya candi pemakaman dan pesan untuk keturunan Sri Paduka. 

10. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mula MalurungSumber: radarbesuki.blogspot.com
*

Prasasti Mula Malurung merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang menjadi piagam pengesahan penganugerahan Desa Mula dan Desa Malurung untuk Pranaraja. Prasasti Mula Malurung berbentuk lempengan tembaga yang diterbitkan Raja Kertanegara pada tahun 1255 M atas perintah Wisnuwardhana. 

Prasasti Mula Malurung ditemukan dalam tahun yang berbeda. Sepuluh lempengan pertama ditemukan pada tahun 1975 di Kota Kediri. Tiga lempengan lainnya ditemukan pada tahun 2001, tak jauh dari penemuan sebelumnya di Kota Kediri. Sampai saat ini Prasasti Mula Malurung disimpan di Museum Nasional Jakarta. 

Itulah 10 peninggalan Kerajaan Singasari yang bisa kamu ketahui. Lokasi Kerajaan Singasari berada di daerah Singasari, Kabupaten Malang. Jika kamu senang dengan wisata sejarah, tidak ada salahnya untuk mengunjungi candi-candi yang merupakan peninggalan Kerajaan Singasari di Jawa Timur. Yuk¸ belajar sejarah

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram