keluyuran web banner

Inilah 7 Perbedaan MRT dan LRT yang Perlu Kamu Tahu

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 14 Februari 2021

Transportasi di Indonesia sekarang mulai berbenah seperti kota-kota lain di dunia, Indonesia pun berusaha untuk menyediakan alat transportasi yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak. Jakarta yang menjadi ibu kota Indonesia, kini memiliki Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT).

Sekilas, kedua jenis transportasi umum tersebut terlihat sama, berbentuk kereta. Jadi tak heran jika sebagian orang tak bisa membedakan kedua alat transportasi umum tersebut. Sebenarnya, MRT dan LRT itu berbeda, lho! Simak penjelasan mengenai apa itu MRT dan LRT di bawah ini ya.

MRT

MRT

Kota-kota metropolitan yang padat penduduknya banyak menggunakan MRT yang merupakan singkatan dari Mass Rapid Transit. Seperti namanya, MRT bisa mengangkut penumpang dalam jumlah yang besar serta dalam waktu yang singkat, yaitu sekitar 2 sampai 3 menit untuk setiap stasiunnya.

Jarak antar stasiun atau pemberhentian yang dimiliki oleh MRT pendek, tapi tetap MRT bisa mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan lebih cepat. Ciri-ciri yang dimiliki oleh MRT antara lain,  bisa mengantarkan penumpang dalam jumlah besar dengan jarak transit pendek.

Selain itu waktu tunggu di stasiun pun lebih pendek. Biasanya terdapat perbedaan dalam urusan kecepatan antara MRT yang berada di kota besar dengan yang ada di kota kecil. Umumnya MRT yang berada di kota besar bermobilisasi di bawah tanah, permukaan tanah atau rel layang.

MRT di Jakarta bermobilisasi di bawah tanah. MRT diharapkan bisa menjadi primadona transportasi umum melebihi trans Jakarta maupun kereta api biasa. Proyek ini sudah tercetus semenjak pada tahun 1980-an zaman gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

Namun, proyek MRT peresmian baru disahkan pada April 2012 oleh Gubernur Fauzi Bowo, dan mulai dikerjakan di era pemerintahan Gubernur Joko Widodo tahun 2013. Pada Maret 2019 proyek MRT selesai dan mulai beroperasi.

MRT Jakarta ini merupakan alat transportasi yang terdiri dari 6 gerbong kereta. Kereta ini memiliki kapasitas angkut sebanyak 1.950 penumpang. Kereta ini lintasan yang dilaluinya ada yang layang dan ada yang di bawah tanah. MRT memiliki kecepatan rata-rata sekitar 110 km/jam.

LRT

LRT

Singkatan dari Light Rail Transit LRT Jakarta merupakan moda transportasi lainnya di ibu kota. Kata ‘light’ sendiri artinya kereta ini tidak desain untuk mengangkut penumpang dalam jumlah yang besar. Ini bisa dibuktikan dari rangkaiannya yang hanya berisi 2 sampai 4 gerbong kereta saja.

Meskipun kapasitas dan kecepatan lebih rendah daripada MRT, tapi LRT lebih cepat dibandingkan kereta ataupun bis dengan jalur khusus pada umumnya. LRT melintas di jalur khusus di jalanan. Ukuran LRT lebih ramping dibandingkan kendaraan lainnya, contohnya kereta api atau mobil.

Oleh karena itu LRT tak mengambil ruang banyak untuk bergerak di jalanan yang penuh seperti Jakarta. Menurut situs Britannica LRT lebih fleksibel di jalanan karenanya penumpang bisa lebih cepat mencapai tujuan sehingga bisa menghemat waktu dan biaya.

LRT di Jakarta beroperasi di jalur rel layang. Umumnya LRT mempunyai beberapa halte pemberhentian yang memiliki area tunggu khusus serta berjarak beberapa kilometer. Kelebihan LRT yaitu jalur operasionalnya yang luas jadi cocok untuk jarak yang jauh termasuk  daerah terluar Kota Jakarta.

Perbedaan MRT dan LRT

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu MRT dan LRT. Namun, apa yang menjadi perbedaan di antara MRT dan LRT? Simak informasinya di bawah ini!

1. Ukuran
Ukuran

Kalau dilihat dari bentuk badan kendaraannya, MRT memiliki bentuk badan yang lebih besar dibanding LRT.  Badan LRT lebih ramping. Ukuran MRT yaitu 20 m x 2.9 m x 3.9 m dengan kecepatan maksimum yaitu 100km/jam.

Berbeda dari MRT  yang memiliki ukuran besar, LRT besar tubuhnya sekitar 15m x 2.65 m x 3.68 m. Adapun kecepatan maksimumnya yaitu 90km/jam.

2. Rangkaian Kereta

Rangkaian Kereta

Perbedaan MRT dan LRT bisa mudah diketahui dari  rangkaian keretanya. Jumlah rangkaian kereta MRT lebih banyak dibandingkan LRT yang hanya memiliki 2-3 gerbong kereta saja. MRT memiliki gerbong yang lebih banyak, bisa mencapai hingga 6 gerbong kereta.

3. Kapasitas Penumpang

Kapasitas Penumpang

MRT yang diproduksi oleh pabrikan Jepang dan per gerbongnya mampu mengangkut 332 orang. Sementara LRT didatangkan dari Korea Selatan yang per gerbongnya memiliki kapasitas sebesar 135 orang. Saat penuh, LRT dapat mengangkut sampai 270 orang.

Sementara MRT dalam satu rangkaian total orang dapat diangkut sekitar 1950. Maksimum kapasitas LRT hanya mencapai hingga 600 orang penumpang.

4. Target Penumpang

Target Penumpang

Perbedaan MRT dan LRT lainnya yaitu pada jumlah target penumpang. Pastinya sesudah semua jalur MRT terselesaikan, target penumpang MRT dibandingkan LRT akan jauh lebih banyak.

Namun karena sekarang ini MRT baru saja diresmikan serta belum selesai sepenuhnya, MRT hanya menargetkan sekitar 173 ribu penumpang tiap harinya. Sementara LRT target penumpng tiap harinya sebanyak 360 ribu orang.

5. Perlintasan

Perlintasan

MRT dan LRT mempunyai jalur perlintasannya masing-masing. Kedua kereta ini pun bahkan berhenti di stasiun yang berbeda. MRT mempunyai dua jalur perlintasan yaitu jalur rel di bawah tanah serta layang di atas tanah. Sementara LRT jalur perlintasannya berupa jalur rel layang di atas tanah.

6. Waktu Tempuh

Waktu Tempuh

Jarak tempuh perjalanan kerta MRT Jakarta dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI  yang sekitar 16 km jauhnya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan kereta LRT Jakarta jarak tempuh dari Rawamangun - Kelapa Gading yang jaraknya 5,6 km membutuhkan waktu 13 menit.

Perbedaan MRT dan LRT lainnya yaitu di waktu tunggu kereta di stasiun. Jika MRT waktu tunggunya yaitu 5 menit, sedangkan LRT sekitar 10 menit.

7. Gerbong Khusus

Gerbong Khusus

Ini hal lain yang menjadi perbedaan MRT dan LRT, yaitu gerbong khusus. MRT memiliki gerbong khusus perempuan di jam sibuk ketika pulang kerja. Posisi gerbong tersebut berada di kereta ujung kanan serta kiri. Ada tanda khusus yang akan terlihat seperti di KRL.

Sementara untuk para pengguna kursi roda, beberapa gerbong sudah disiapkan untuk mereka yang menggunakan kursi roda maupun yang membawa kereta bayi. LRT tak memiliki gerbong khusus. Namun di tiap gerbong LRT terdapat semacam tempat yang dikosongkan yang bisa digunakan untuk bersandar.

Selain itu tempat kosong itu juga bisa digunakan untu mereka yang menggunakan kursi roda baik itu para disabilitas atau manula. Inilah hal lain yang menjadi pembeda antara MRT dan LRT.

Negara di Asia Tenggara yang Memiliki MRT dan LRT

Negara di Asia Tenggara yang Memiliki MRT dan LRT

Beberapa negara di Asia sudah memiliki MRT dan LRT lebih dulu dibandingkan kita. Sebut saja negara tetangga kita Malaysia dan Singapura. Ternyata Malaysia pun sudah mengoperasikan MRT semenjak tahun 2016. Di Singapura pada 1987 MRT dibangun dan mulai dioperasionalkan dan sudah ada 5 jalur.

Negara Asia lainnya yaitu Thailand dan Filipina. MRT di Negeri Gajah Putih tersebut sudah beroperasi sejak 2004 dan melayani dua jalur pengoperasian. Bahkan Filipina telah lebih dulu mengoperasikan MRT. Pembangunan MRT yang menghabiskan waktu selama 4 tahun dan mulai beroperasi sejak 1999.

LRT ada di negara seperti Malaysia, Singapura dan Filipina. Di Thailand baru dimulai pembangunannya tahun 2020. LRT Malaysia sudah memiliki jalur Klang Valley dan Kelana Jaya. Di Singapura ada 3 sistem LRT yang beroperasi di Bukit Panjang, Sengkang dan Punggol. LRTA di Filipina didirikan pada 12 Juli 1980.

Sudah jelas perbedaan MRT dan LRT? Sekarang kamu tak akan tertukar lagi mana yang MRT dan mana yang LRT. Ngomong-ngomong apa kamu sudah coba MRT yang beroperasi di Jakarta? Kabarnya MRT di Jakarta tak kalah bagusnya dari yang di negara Asia Tenggara lainnya.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram