Serunya Pelesir dan wisata Alam ke Pulau Sempu Malang

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bagi sebagian warga Kota Surabaya dan Malang pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar nama Pulau Sempu. Sebuah pulau yang menawarkan panorama alam nan indah ini terletak 70 KM di sebelah utara Kota Malang. Itu artinya Anda hanya memerlukan waktu kurang lebih dua jam untuk sampai ke Pulau Sempu dengan menempuh perjalanan darat dari pusat Kota Malang.

Sebelum tiba di Pulau Sempu, Anda akan tiba di Pantai Sendang Biru. Di sini Anda akan menjumpai banyak perahu nelayan yang sengaja disewakan untuk turis yang ingin menyebrang ke Pulau Sempu. Cukup mengeluarkan kocek sebesar 100-150 ribu rupiah, perahu berkapasitas sepuluh orang itu akan siap mengantar penumpang untuk sampai ke Pulau Sempu dengan waktu tempuh kurang lebih 30-45 menit.

Pastikan untuk menyimpan nomor telepon nelayan atau pemilik perahu yang ditumpangi. Karena setelah menurunkan penumpang, perahu akan meninggalkan Pulau Sempu dan akan kembali bila dihubungi penyewanya untuk menjemput.

Pulau Sempu dapat menjadi sebuah destinasi wisata untuk semua kalangan, baik komunitas pecinta alam maupun masyarakat awam yang hanya sekedar ingin menikmati suasana berlibur di pantai. Bagi wisatawan yang tidak terbiasa berkemah di alam terbuka, disarankan untuk memilih liburan satu hari saja di Pulau Sempu.

peta pulau sempu

Karena pulau ini terbilang masih “perawan”. Dengan kata lain pulau ini belum banyak terjamah oleh manusia. Oleh karena itu, wisatawan tidak akan menemukan penginapan di pulau ini. Beberapa penginapan rumah penduduk sekitar hanya tersedia di kawasan Pantai Sendang Biru. Tak heran jika sesampainya di Pulau Sempu Anda akan melihat beberapa tenda milik wisatawan yang sudah didirikan.

Suara ombak akan samar-samar terdengar ketika Anda menapakkan kaki di pulau seluas kurang lebih 800 hektar ini. Wisatawan akan dimanjakan langsung dengan keindahan laut Samudra Hindia yang mengelilingi pulau ini. Pulau Sempu memang berada di tengah samudra terbesar ketiga di dunia. Lautan biru yang sungguh luas akan memanjakan mata dan membuat Anda merasa seperti di Bali.

segara anakan

Meskipun tidak berpenduduk, pulau ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan yang bertujuan untuk menginap atau berlibur sehari. Namun tetap saja Pulau Sempu tidak seramai Karimun Jawa atau Pulau Bali.

Perjalanan belum berakhir, karena masih ada satu lagi keindahan yang tersimpan di dalam Pulau Sempu. Ada sebuah laguna yang sangat elok menunggu. Laguna itu adalah Segara Anakan, salah satu daya tarik utama yang membuat wisatawan ingin berpelesir di Pulau Sempu. Untuk sampai ke Segara Anakan, wisatawan harus melewati jalur yang terbilang cukup terjal selama dua jam.

Usahakan untuk tidak berkunjung ke Pulau Sempu pada waktu musim hujan. Karena di musim hujan jalan setapak yang akan dilalui ini akan menjadi licin dan sedikit berbahaya. Sepanjang perjalanan, mata akan disejukkan oleh dedaunan hijau dari pohon-pohon yang terdapat di kanan-kiri jalan. Sempu memang memiliki hutan mangrove atau bakau yang dilindungi.

Setelah memakan waktu dua jam, letih dan penat yang dirasakan akan segera terbayar dengan suatu keajaiban alam yang membuat siapapun berdecak kagum ketika melihatnya. Segara Anakan terhampar anggun di depan mata. Letaknya yang berada di tengah-tengah batu karang yang tinggi membuatnya tidak berbatasan langsung dengan lautan Samudra Hindia.

Di tepi Segara Anakan, Anda akan melihat lebih banyak lagi tenda-tenda wisatawan. Beberapa anak dan orang dewasa terlihat sedang berenang di dalam Segara Anakan. Airnya yang jernih akan membuat siapapun betah dan ingin berlama-lama untuk berenang.

Ketika matahari mulai turun, tiba saatnya bagi Anda untuk memutuskan untuk pulang atau menginap dengan puluhan orang yang sudah membangun tenda di sana. Nah, jika Anda tidak membawa persiapan untuk menginap, maka sebaiknya Anda memanggil perahu yang tadi disewa.

pulau sempu

Saat perahu sewaan datang menjemput, Anda tentu harus kembali ke Pantai Sendang Biru dan meninggalkan Pulau Sempu yang mempesona. Sesampainya di Pantai Sendang Biru, perut mungkin terasa lapar karena di Pulau Sempu tersebut Anda tidak sempat makan. Di sekitar pantai Anda dapat dengan mudah menemukan pedagang makanan, seperti bakso dan kue-kue.

Jika tidak ingin singgah makan di area Pantai Sendang Biru, kami sarankan Anda untuk sabar menunggu 2 jam lagi. Karena sepanjang perjalanan dari Pulau Sempu ke Kota Malang tidak ada rekomendasi tempat makan yang enak.

Apabila Anda sudah sampai di Malang, maka Anda bisa menemukan berbagai macam destinasi kuliner untuk mengisi perut yang sudah kerocongan. Kota Malang memang tidak seluas Surabaya, tetapi kota ini cukup ramai dan maju. Anda bisa menemukan beberapa pusat perbelanjaan modern dan toko oleh-oleh di kota apel tersebut.

pantai sendang biru

Pantai Sendang Biru

Pelesir di Pulau Sempu dapat dilakukan tanpa ada batasan waktu tertentu, karena tempat wisata ini memang tidak memiliki jam operasional. Namun, bagi wisatawan yang melakukan liburan sehari saja, pastikan untuk menghubungi perahu sewaan sebelum pukul empat sore selagi matahari masih menyembulkan sinarnya. Jika ingin menginap, pastikan Anda membawa barang-barang yang lengkap, seperti:

  • Tenda untuk berkemah
  • Kantung tidur (sleeping bag)
  • Makanan instan
  • Kompor portable
  • Air minum
  • Obat-obatan
  • Pakaian

Persiapan ini sangat diperlukan bagi Anda yang ingin melakukan travelling ke Pulau Sempu. Pasalnya, di Pulau Sempu tidak terdapat toko, warung, atau minimarket. Anda hanya dapat menemukan beberapa toko kelontong saat masih berada di Pantai Sendang Biru.

Namun ingat, Pulau Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Artinya, Anda harus memiliki Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) jika ingin masuk ke pulau tersebut secara legal dan peduli terhadap kelestarian alam.

Selain itu, Anda tidak boleh melakukan aktivitas yang dapat merusak keindahan alam serta mengganggu satwa yang ada di dalamnya seperti membuang sampah sembarangan, menebang pohon, menyalakan kembang api, dan sebagainya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *