keluyuran web banner

Yuk Kenalan dengan Rumah Adat Aceh Beserta Keunikannya

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 21 April 2021

Aceh adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung barat Indonesia. Salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh provinsi ini adalah bentuk rumah adat. Rumah adat bagi masyarakat di suatu tempat bukan hanya sebuah tempat tinggal. Lebih dari itu, ia menunjukan identitas kesukuan yang menunjukan akar suatu kebudayaan. 

Rumah adat Aceh dinamai dengan rumoh Aceh. Rumah ini berhasil menjadi satu kebanggaan masyarakat Aceh yang sarat akan makna dan kental dengan nilai budaya. Di bawah ini kamu akan mengerti mengapa rumah adat dari pulau paling barat Indonesia ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. 

Pengenalan Rumah Aceh 

Pengenalan Rumah Aceh

Rumah Aceh atau rumoh Aceh berbentuk panggung dengan tinggi kurang lebih 2,5 sampai 3 meter dengan atap tinggi. Rumah adat ini dibangun tinggi agar udara bisa lewat dari kolong rumah dan membuat hawa di dalam menjadi lebih sejuk. 

Pada setiap rumoh Aceh mempunyai ruangan utama yang di dalam bahasa masyarakat Aceh disebut dengan rambat. Banyaknya keseluruhan ruangan di dalam rumah ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kemampuan pemilik rumah. 

Rumoh Aceh ada yang ditopang oleh 16 tiang. Rumah dengan tiang penopang seperti ini biasanya mempunyai tiga ruangan. Jika rumah tersebut ditopang oleh 24 tiang, maka rumah tersebut memiliki lima ruangan. 

Rumoh Aceh dapat direnovasi jika dibutuhkan. Jika si empunya ingin menambah atau menghilangkan bagian rumah, biasanya ia akan merubah sisi kanan atau sisi kiri rumah. Bagian ini disebut dengan seramoe likoet atau serambi belakang dan letaknya selalu berada di sebelah timur. 

Di sisi timur ini terdapat pula serambi bertangga yang disebut dengan seramoe reunyeun. Serambi ini adalah tempat masuk lain selain pintu utama yang berada di depan. 

Pintu utama rumoh Aceh dibangun setinggi 120-150 cm. Ketika seseorang masuk ke dalam rumah, ia akan otomatis menunduk. Sikap ini dianggap sebuah sikap penghormatan pada tuan rumah. 

Rumoh Aceh dibangun dengan ukuran yang luas dan lapang. Jika kamu masuk ke dalamnya kamu tidak akan melihat lemari, meja dan kursi serta perabotan pelengkap lainnya melengkapi isi rumah. Tamu dan orang rumah akan duduk bersila melingkar di atas tikar pandan. 

Masyarakat Aceh menganggap rumah mereka bukan sekedar tempat tinggal belaka. Ia adalah sebuah bentuk ekspresi keyakinan terhadap tuhan dan satu bentuk adaptasi terhadap lingkungan di mana rumah berdiri. 

Bagian-Bagian Rumoh Aceh

Bagian-Bagian Rumoh Aceh

Rumoh Aceh mempunyai bagian-bagian tertentu dan memang dibangun dengan tujuan tertentu. Selain memiliki fungsi praktis sebagai rumah adat ini mempunyai bagian-bagian tertentu yang menarik untuk diketahui. 

Secara garis besar, rumoh Aceh dibagi menjadi beberapa bagian yaitu ruangan utama dan ruangan tambahan. Ruangan utama terdiri dari:

1. Ruangan Depan 

Ruangan Depan

Ruangan depan dalam bahasa Aceh disebut dengan seramoe keu. Ruangan ini dibangun luas tanpa adanya sekat. Ruangan ini memiliki fungsi untuk menerima tamu laki-laki, untuk ruang mengaji anak laki-laki baik itu pada malam atau siang hari dan juga sebagai tempat tidur bagi tamu lelaki. Seramoe keu juga difungsikan sebagai tempat jamuan makan bersama saat ada upacara pernikahan. 

2. Ruangan Tengah

Ruangan Tengah

Ruangan kedua disebut dengan seramoe teungoh. Ini adalah ruangan tengah yang letaknya berada setelah seramoe keu. Ruangan ini pun disebut dengan rumoh inong yang disebut sebagai tempat suci karena bersifat pribadi. 

Seramoe teungoh mempunyai dua kamar yang saling berhadap-hadapan. Kedua kamar tersebut digunakan untuk tempat tidur keluarga, jika pemilik rumah mempunyai anak perempuan yang baru menikah, maka ia akan menempati kamar tersebut, sedangkan orang tua akan pindah ke anjong

3. Ruangan Belakang

Ruangan Belakang

Ruangan utama lain yang terdapat pada rumoh Aceh adalah serambi belakang atau masyarakat Aceh menyebutnya seramoe likoet. Tata letak ruangan ini sama dengan serambi depan, yaitu luas dan tanpa sekat. 

Seramoe likoet digunakan oleh para perempuan untuk belajar mengaji, untuk menerima tamu perempuan dan tempat tidur tamu perempuan. 

Rumoh Aceh memang memisahkan para tamu laki-laki dan perempuan saat bertamu dan makan bersama, termasuk saat bermusyawarah. 

4. Rumoh Dapu 

Rumoh Dapu

Rumoh dapu adalah sebuah bangunan tambahan yang biasanya dibangun terpisah dari ruangan lain di rumah orang yang kemampuan ekonominya tinggi. 

Penempatan ruangan dapur yang terpisah dengan ruangan utama ini menunjukan fungsi dari masing-masing ruangan yang mana ruangan utama yang mana ruangan tambahan. 

Keunikan Rumoh Aceh

Keunikan Rumoh Aceh

Rumah adat Aceh adalah sebuah rumah yang dibangun dengan melakukan persiapan yang sangat matang. Tidak hanya asal berdiri, rumoh Aceh sarat akan nilai filosofis tanpa mengabaikan nilai keindahan. Pasalnya pada rumah ini kamu akan melihat ornamen indah yang punya makna tertentu. 

Ornamen pada rumoh Aceh satu dan yang lainnya terlihat sama, namun jika diperhatikan lebih seksama ornamen pada rumoh Aceh tidaklah sama. Nah, bukan itu saja keunikan dari rumoh Aceh yang jadi kebanggaan masyarakat setempat. Ini beberapa keunikan dari rumah yang berukuran besar ini. 

1. Dibangun Menggunakan Material Alami

Dibangun Menggunakan Material Alami

Rumoh Aceh bukanlah sebuah rumah biasa. Ia adalah sebuah bentuk keimanan dan keyakinan kepada sang pencipta. Oleh sebab itu, material bangunan yang digunakan untuk membangun rumah ini diambil dari hasil alam. 

Bahan utama utama rumoh Aceh adalah kayu. Atapnya menggunakan atap dari daun rumbia. Dalam membangun rumoh aceh, masyarakat tidak menggunakan paku. Mereka mengikat kayu-kayu penyangga dengan menggunakan rotan dan pasak. 

2. Kental Dengan Nilai-Nilai Keislaman

Kental Dengan Nilai-Nilai Keislaman

Aceh dikenal sebagai salah satu daerah yang ketal dengan nilai-nilai keislaman. Nilai-nilai ini sangat kuat melekat dalam keseharian masyarakat aceh. Termasuk juga pada rumoh aceh. Nilai keislaman terlihat dari letak rumoh Aceh yang menghadap ke barat. 

Barat adalah posisi kiblat (letak Mekkah) dilihat dari letak geografis negara Indonesia. Posisi ini adalah simbol bahwa orang yang menempati rumah tersebut akan selalu menjalankan perintah agama. 

Selain itu, unsur keislaman tercermin dari jumlah anak tangga yang menuju pintu masuk. Anak tangga pada rumoh Aceh berjumlah ganjil. Kepercayaan Islam meyakini bahwa allah menyukai hal-hal yang ganjil. 

3. Gentong Air Di Depan Rumoh Aceh

Gentong Air Di Depan Rumoh Aceh

Keunikan lain dari rumoh Aceh adalah adanya gentong air yang disimpan di depan rumah. Gentong air diletakan oleh pemilik rumah di depan rumah agar tamu-tamu mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam. 

Ini memang berguna untuk menjaga kebersihan rumah. Namun, dilihat dari pandangan kepercayaan masyarakat aceh, adanya gentong air di depan rumah adalah sebuah simbol bahwa orang yang memasuki rumah tidak membawa niat jahat. mereka tidak akan berbuat jahat kepada pemilik rumah. 

4. Ukiran Menentukan Status Sosial

Ukiran Menentukan Status Sosial

Rumo Aceh memang tidak dilengkapi dengan banyak perabot. Meskipun demikian rumoh Aceh tetap indah dengan adanya ornamen berupa ukiran kayu. Ukiran pada sebuah rumah merupakan penanda status sosial si pemilik rumah. 

Bentuk ukiran yang rumit dan tidak biasa menandakan si pemilik berasal dari kalangan berada. Sebaliknya, rumah-rumah orang Aceh yang berasal dari kalangan bawah dihiasi dengan ukiran atau ornamen yang sederhana. 

5. Ruang Bawah

Ruang Bawah

Di atas sudah disinggung bahwa rumoh Aceh berbentuk panggung yang mana ia mempunyai kolong di bawahnya. Jarak dari permukaan tanah dengan lantai rumah cukup tinggi sehingga ruangan bawah atau kolong rumah ini dapat digunakan oleh para perempuan untuk menenun kain khas aceh. 

Transaksi jual belinya pun dilakukan di ruang bawah ini. selain itu, kolong rumah digunakan untuk gudang penyimpanan hasil panen seperti padi dan palawij serta kegiatan menumbuk padi. 

Nah, itu dia rumah adat Aceh dengan segala keunikannya. Pantas saja rumah adat ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh sekaligus kebanggaan Indonesia yang patut dipamerkan. Rumah adat Aceh kini memang sudah jarang ditemui apalagi di kota-kota besar. 

Namun, ada beberapa rumah adat yang masih bisa kita liat salah satunya ada di Banda Aceh. Kamu bisa melihat langsung bagaimana rupa rumoh Aceh yang kabarnya anti gempa dan berdiri kokoh sampai ratusan tahun. 

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram