7 Macam Rumah Adat Kalimantan Tengah yang Penuh Pesona

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 1 April 2021

Rumah adat Kalimantan tengah adalah rumah betang. Bentuknya sama dengan rumah adat di wilayah Kalimantan pada umumnya, yakni berbentuk rumah panggung dan ukurannya panjang. Rumah betang adalah tempat tinggal masyarakat suku dayak. Rumah dat ini tersebar di kawasan hulu sungai yang menjadi wilayah suku Dayak

Rumah betang dibangun tinggi untuk menghindari banjir pada musim hujan yang sering mengancam daerah hulu di sungai Kalimantan. Tidak hanya rumah betang, di Kalimantan terdapat rumah-rumah adat lain yang merupakan tempat tinggal suku-suku selain suku Dayak. Mari kita berkenalan dengan beberapa rumah adat dari Kalimantan tengah ini.

Keunikan Rumah Betang

Rumah adat suku Dayak yang satu ini mempunyai bentuk bangunan yang khas. Bentuknya panggung dan memanjang ke bagian samping atau ke belakang. Seperti kebanyakan rumah adat lainnya, rumah betang dibangun dengan menggunakan material kayu ulin atau kayu besi. 

Nah, rumah betang punya keunikan khas tersendiri. Nih, kami akan paparkan apa saja ciri khas dari rumah suku Dayak yang menjadi bagian kekayaan budaya Indonesia ini. 

1. Bentuknya yang Panjang dan Besar 

Bentuknya Yang Panjang dan BesarSumber: alfalegro.wordpress.com

Rumah betang adalah rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. Tentunya harus besar agar semua anggota keluarga mendapat tempat. Oleh sebab itulah rumah betang kepunyaan suku Dayak ini berbentuk panjang dan dibuat sangat tinggi. Tingginya bahkan mencari lima meter. 

Beberapa unit pemukiman suku Dayak dapat memiliki lebih dari satu rumah betang, tergantung dari besarnya rumah tangga yang mendiami komunitas hunian tersebut. Setiap rumah mempunyai  sekat atau bilik sendiri. 

2. Ada Makna di Balik Rumah Betang

Ada Makna di Balik Rumah BetangSumber: pariwisataindonesia.id

Nilai paling utama dari rumah Betang adalah nilai kebersamaan di antara para warga dan penghuni rumah tanpa membeda-bedakan status atau perbedaan lain yang dimiliki. Dengan mereka tinggal bersama dalam satu rumah betang, itu menunjukan bahwa suku Dayak ingin selalu menciptakan kehidupan harmonis. 

Rumah betang mempunyai anak tangga yang harus berjumlah ganjil. Ada banyak alasan kenapa anak tangga rumah betang wajib berjumlah ganjil. Salah satunya adalah agar rezeki mudah datang pada semua orang yang menghuni rumah dan dijauhkan dari kesulitan hidup. 

3. Arah Rumah Betang 

Arah Rumah BetangSumber: backpackerjakarta.com

Dalam membangun rumah, suku Dayak sangat memperhatikan arah berdirinya rumah. Hulu rumah betang haruslah menghadap timur, tempat matahari terbit. Bagi masyarakat suku Dayak itu adalah simbol bahwa mereka adalah suku pekerja keras. 

Sementara itu, hilir rumah dibuat menghadap barat, tempat matahari terbenam. Ini menandakan bahwa suku Dayak berhenti bekerja pada sore hari tatkala langit gelap dan akan mulai bekerja kembali ketika matahari terbit di ufuk timur keesokan harinya. 

Jenis-Jenis Rumah Betang, Rumah Kebanggaan Suku Dayak 

Jenis-Jenis Rumah Betang, Rumah Kebanggaan Suku DayakSumber: andhinaimagination.blogspot.com

Kalimantan Tengah adalah sebuah provinsi yang terdiri dari beberapa suku. Suku terbesar dari provinsi yang beribukota di Palangkaraya ini. Di provinsi ini suku Dayak adalah suku mayoritas. Namun, beberapa suku lain yang mendiami kawasan ini, yakni suku Jawa dan dan Banjar. 

Suku Dayak mendiami rumah adat yang dinamai Rumah Betang. Rumah ini terdiri dari beberapa jenis. Ada yang dinamai sesuai dengan nama tempat rumah tersebut berdiri. Nah, ini dia beberapa jenis rumah betang yang menjadi rumah bagi suku Dayak di Kalimantan Tengah. 

1. Rumah Betang Toyoi

Rumah Betang Toyoi

Rumah betang toyoi terletak di Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gn Mas. Akses menuju rumah ini cukup sulit. Kamu tidak akan menemukan jalan dengan aspal bagus yang mengarah ke rumah betang toyoi. 

Ketika kamu sampai di sana, kamu akan disambut dengan sebuah upacara adat Tapung Tawar, sebuah upacara untuk mengusir roh jahat sebelum kamu masuk ke dalam rumah. 

Rumah Betang di Desa Tumbang dibangun sekitar tahun 1817. Seluruh bangunannya dibangun dengan menggunakan material kayu ulin. Tanpa menggunakan paku. Hanya pasak dan simpul untuk menyambungkan kayu-kayu rumah tersebut. 

Bagian luar dari rumah ini dilapisi dengan kulit kayu. Hal menarik dari rumah ini adalah kendati rumah ini tidak direkatkan dengan menggunakan paku, tapi daya tahan rumah betang kuat sekali. Rumah ini bahkan dapat menampung 20 keluarga. 

Keunikan lain dari rumah ini adalah adanya tiang yang berbentuk bulat persegi. Padahal pada saat itu belum terdapat perlatan modern yang canggih untuk membangun rumah. 

2. Rumah Betang Damang Batu

Rumah Betang Damang Batu

Rumah adat kedua yang ada di Kalimantan adalah Rumah Betang Damang Batu. Rumah satu ini terletak di Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Gn Mas. Kamu bisa menjangkau rumah adat ini dengan menggunakan speedboat melewati sungai Kahayan. 

Jalur darat menuju lokasi rumah adat ini pun sudah lancar. Bahkan dapat dilalui dengan mobil dari Palangkaraya

Rumah betang damang batu dibangun menghadap sungai Kahayan. Ada kabar beredar jika rumah adat ini dibangun oleh Tamanggung Runjang, salah seorang penduduk Tewahlah di tahun 1868. Rumah ini adalah saksi atas dibuatnya kesepakatan antara suku Dayak tentang ditiadakannya tradisi Mengayau. 

Tradisi tersebut adalah sebuah ritual saling bunuh dengan cara memenggal kepala untuk dijadikan tumbal sebelum upacara Tiwah. 

3. Rumah Betang Muara Mea

Rumah Betang Muara MeaSumber: borneonews.co.id

Rumah adat tempat tinggal suku Dayak yang menghuni daerah sekitar Gunung Purei ini dinamai dengan Rumah betang Muara Mea karena letaknya yang berada di Desa Muara Mea. Meski masih mempunyai ciri khas rumah panggung, namun tampilan rumah adat ini lebih modern. 

Ini terlihat dari dinding yang dilukis dan diwarnai dengan warna-warna yang cantik. Gambar-gambar tersebut adalah identitas suku Dayak yang sangat khas. Rumah adat kini difungsikan sebagai desa wisata.

Pengunjung yang datang ke Desa Muara Mea biasanya akan sekalian mengunjungi Taman Nasional Gunung Lumut. Pasalnya lokasi Desa Muara Mea dan Taman Nasional Gunung Lumut berdekatan. 

4. Rumah Betang Sei Pasah

Rumah Betang Sei Pasah

Lokasi rumah adat betang Sei Pasah berada tak jauh dari Desa Sei Pasha, Kapuas Hilir, Kalimantan Tegah. Rumah ini sudah mengalami pemugaran tetapi tidak menghilangkan bentuk asli dari rumah ini. 

Rumah betang Sei Pasah kini digunakan sebagai museum tempat menyimpan berbagai benda bersejarah bagi suku Dayak. Koleksi museum meliputi patung penjaga, sanding (tempat penyimpanan tulang para leluhur suku Dayak) dan hal-hal menarik lainnya. 

5. Rumah Betang Pasir Panjang

Rumah Betang Pasir Panjang

Nah, kalau rumah betang pasir panjang ini bisa kamu temukan di daerah kotawaringin barat. Di kota ini banyak sekali destinasi wisata yang bisa kamu tuju. Rumah adat betang pasir panjang adalah salah satunya.

Mayoritas masyarakat yang mendiami wilayah ini adalah suku Dayak dan rumah betang pasir panjang adalah rumah tempat mereka tinggal. 

Dilihat dari arsitekturnya rumah betang pasir panjang memiliki ukuran yang lebih besar dan atapnya menjulang tinggi. Pintu masuk rumah ini tidak berada di depan, melainkan dari samping. 

Karena ukurannya yang besar, pondasi dan struktur tiang penyangga kayu rumah ini dibuat sangat kokoh agar mampu menopang bangunan yang berat. 

6. Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi

 Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi

Saat ini memang sulit sekali menemukan rumah suku Dayak yang masih asli. Rumah adat yang sekarang berdiri kebanyakan sudah mengalami pemugaran atau dibangun kembali. Di samping itu, rata-rata rumah adat sudah dijadikan desa wisata agar dapat menjadi museum alam yang menyimpan kekayaan budaya.

Rumah adat milik suku Dayak yang wajib kamu kunjungi ketika berada di Kalimantan adalah rumah betang Desa Tumbang Bukoi yang terletak di Mandau Tawalung, Kalimantan Tengah. 

Walaupun sudah mengalami pemugaran, namun arsitektur dan desain asli rumah ini tidak dihilangkan. Agar nuansa asli dari rumah ini masih terjaga, rumah ini dibangun kembali menggunakan bahan baku yang sama, yakni kayu ulin. 

7. Rumah Betang Tambaba

Rumah Betang TambabaSumber: aminama.com

Rumah adat betang tambaba berikut ini tak bisa lepas dari suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan. Seperti rumah adat suku Dayak lainnya, rumah betang tambaba pun didiami oleh lebih dari satu keluarga. Dan, bahan baku untuk membuat rumah ini terbuat dari kayu ulin yang daya tahannya sudah terkenal. 

Rumah adat betang tambaba berbentuk persegi panjang. Saat ini rumah adat betang tambaba tidak lagi dijadikan sebagai tempat tinggal, melainkan dijadikan sebagai bangunan cagar budaya. Ini disebabkan karena desain rumah adat ini masih alami dan keindahannya masih terjaga dengan baik. 

Sehingga rumah adat ini bisa dijadikan tempat untuk mempelajari budaya suku Dayak yang kaya. Jika kamu tertarik terhadap kebudayaan suku Dayak, kamu bisa mengunjungi rumah-rumah adat tambaba atau rumah adat betang lainnya. 

Demikian penjelasan mengenai rumah betang, rumah adat Kalimantan Tengah dengan segala keunikannya. Rumah adat memang selalu menarik untuk diulik. Rumah adat dibangung dengan menggunakan peralatan sederhana, namun dapat menghasilkan sebuah hunian luar biasa. 

Kalau kamu kebetulan jalan-jalan ke Kalimantan Tengah, sempatkan mampir mengunjungi rumah adat tersebut. banyak hal yang bisa kamu temukan dari rumah adat yang kaya akan nilai budaya dan sejarah ini. 

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram