Yuk, Kenali 7 Jenis Rumah Adat Sumatera Barat Ini!

Ditulis oleh Siti Hasanah

Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya. Salah satunya yaitu rumah adat Sumatera Barat. Di provinsi ini, terdapat beragam jenis dan nama rumah adat, mulai dari Gonjong Anam, Gonjong Ampek Baanjuang, sampai Gadang Gonjong Limo.

Walaupun rumah adat ini memiliki nama yang  berbeda-beda, kesemua rumah adat Sumatra Barat ini memiliki banyak kesamaan. Ini bisa dilihat dari bentuk atapnya yang ikonik hingga klaim bahwa keseluruhan rumah memiliki pondasi yang tahan gempa.

Rumah Gadang

Rumah Gadang

Rumah gadang merupakan rumah adat Sumatera Barat yang sudah terkenal. Bangunannya dibuat dari material kayu, sedangkan atapnya dari ijuk atau seng. Rumah tersebut menghadap ke arah utara. Gojong ditambahkan di bagian depan untuk melindungi tangga sebelum pintu untuk masuk rumah.

Budaya Minangkabau seperti banyak diketahui menganut sistem matrilineal, yaitu sistem kekerabatan berdasarkan garis ibu. Ternyata hal ini pun berpengaruh juga pada pembangunan rumah gadang. Jumlah kamar ditentukan oleh jumlah perempuan yang menghuni rumah.

Setiap perempuan yang sudah menikah akan mendapatkan satu kamar. Sedangkan untuk perempuan yang usianya sudah lanjut juga anak-anak akan diberi kamar yang posisinya berada di dekat dapur. Untuk gadis remaja, mereka akan diberi kamar bersama yang terletak di ujung yang lain.

Sementara itu bagian di dalam rumah, kecuali kamar, semuanya adalah ruangan lepas, yang terbagi atas lanjar dan ruang yang diberi tanda dengan tiang. Tiang yang berjejer dari kiri ke kanan merupakan tanda untuk ruang sementara tiang yang berjejer dari depan ke belakang adalah tanda lanjar.

Biasanya jumlah ruangan ganjil, yakni antara tiga hingga sebelas. Di halaman rumah terdapat dua bangunan yang dinamakan rangkiang yang umumnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi.

Sedangkan  di sayap kanan dan kiri terdapat ruang anjung yang menjadi tempat penobatan kepala adat maupun pengantin bersanding. Biasanya pembangunan rumah gadang dilakukan di atas lahan punya keluarga yang sudah diwariskan kepada perempuan di kaum tersebut secara turun-temurun.

Proses pembangunan rumah adat Sumatera Barat ini dimulai dari pembuatan empat buah tonggak tuo yang juga disebut tiang utama. Untuk mengambil kayu di hutan melibatkan banyak orang dan dilakukan secara bergotong-royong.

Kayu yang digunakan biasanya dari pohon juha yang bentuknya lurus dan sudah berumur dengan ukuran diameternya sekitar 40-60 cm. Pemilihan jenis pohon ini karena mempunyai karakteristik kayu yang keras dan kuat sehingga dapat bertahan untuk waktu yang lama sekali.


Setelah mendapatkan kayu untuk rumah, kayu tidak bisa digunakan secara langsung, tapi harus terlebih dulu direndam di dalam kolam sampai bertahun-tahun. Masyarakat percaya proses perendaman ini bisa membuat batang kayu menjadi kuat dan semakin keras hingga tak dimakan rayap.

Sesudah dirasa cukup direndam, batang kayu baru akan diangkat dan dipakai sebagai tonggak tuo. Adapun prosesi pengangkatan kayu ini populer dengan istilah “mambangkik batang tarandam” yang dalam bahasa Indonesia berarti membangkitkan pohon yang terendam.

Rumah gadang bentuknya empat persegi panjang dan dibagi menjadi dua bagian, yakni depan dan belakang. Biasanya untuk bagian depan akan diberi ornamen ukiran yang memiliki motif bunga, akar, daun, bidang persegi empat ataupun genjang.

Sedangkan pada bagian luar belakang umumnya dilapisi memakai belahan bambu. Bangunan rumah adat Sumatera Barat ini untuk bagian dindingnya memakai bahan kayu dan bambu untuk digunakan di bagian belakang.

Papan kayu dipasang secara vertikal dan menjadi bingkai ditambah ornamen ukiran khas yang berada di dalamnya. Keseluruhan dinding rumah nampak penuh dengan adanya motif ukiran yang diletakkan sesuai dengan susunan papan kayu pada dindingnya.

7 Jenis Rumah Adat Sumatera Barat

Selama ini mungkin kita sering mendengar rumah godang sebagai nama lain dari rumah gadang yang merupakan rumah adat Sumatera Barat. Namun, ternyata rumah gadang juga memiliki banyak jenis. Biasanya nama-nama rumah adat ini bergantung pada daerah asal, bentuk, atau sejarah bangunannya.

Rumah adat hanya boleh dibangun di kawasan yang memiliki status ‘nagari’ (desa/kelurahan). Nama rumah adat ini oleh masyarakat setempat juga kerap disebut dengan rumah bagonjong atau baanjuang. Berikut ini adalah beberapa jenis rumah adat Sumatera Barat tersebut.

1. Rumah Gadang Gajah Maharam

Rumah Gadang Gajah Maharam

Salah satu rumah adat Sumatera Barat yang dikategorikan sebagai rumah mewah adalah rumah gadang jenis maharam. Rumah adat ini syarat pembangunannya adalah rumah harus menghadap ke arah utara dan dinding sisi barat, timur, dan selatan ditutupi oleh sasak.

Seluruh bangunan rumah dibuat menggunakan kayu-kayu berkualitas, contohnya kayu surian, juar, serta ruyung. Untuk atap rumah digunakan seng. Rumah adat Sumatera Barat ini memiliki 4 kamar yang dihiasi ukiran khas Minangkabau pada pintu-pintu kamarnya.

Dibutuhkan 30 tiang penopang untuk membangun rumah adat ini. Dikarenakan memiliki banyak tiang penopang, rumah adat jenis ini dianggap sebagai bangunan rumah tahan gempa.

2. Rumah Gadang Gonjong Anam

Rumah Gadang Gonjong Anam

Biasa disebut rumah adat Minang, rumah gonjong anam memiliki bentuk bangunan yang mirip dengan rumah gadang gajah maharam. Yang membedakannya adalah rumah adat ini telah dimodifikasi dengan ditambah ukiran-ukiran khas Minangkabau hingga jadi bangunan beranjung.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram