8 Rumah Adat Sumatera Utara yang Sarat Nilai Filosopis

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 2 Juni 2021

Suku Batak yang mendiami daerah Sumatera Utara memiliki beragam Suku, diantaranya adalah Suku Batak Toba, Mandailing, Pakpak, Karo, Simalungun, dan juga Suku Angkola. Setiap suku ini memiliki ragam budayanya masing-masing yang membedakan satu suku dengan suku lainnya.

Perbedaan itu dapat dilihat dari rumah adat yang dimiliki oleh setiap sukunya. Setiap rumah memiliki ciri yang unik dan khas dengan nilai-nilai filosofis didalamnya. Selain Suku Batak ada juga rumah adat dari Suku Nias dan juga Suku Melayu dengan kekhasannya masing masing. Berikut ini ulasan jenis-jenis rumah adat yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara. 

1. Rumah Adat Bolon (Batak Toba)

Rumah Adat Bolon (Batak Toba)

Rumah adat bolon merupakan sebuah rumah yang digunakan untuk pertemuan keluarga besar dalam Suku Batak. Rumah adat bolon memiliki bentuk rumah panggung yang didalamnya terdiri dari kamar-kamar. Rumah adat ini dahulu merupakan tempat  tinggal dari para raja di Sumatera Utara.

Raja terakhir yang pernah menempati rumah adat bolon ini adalah Tuan Mogang Purba. Rumah adat bolon ini sendiri didirikan pertama kali oleh Raja Tuan Rahalim. Lalu pada tahun 1961 rumah adat ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah Sumatera Utara oleh pewaris rumah adat bolon ini.

Material utama dari rumat adat ini terbuat dari kayu. Hal unik dari rumah adat ini adalah tidak dipergunakannya sama sekali paku dalam pembangunannya. Rumahnya menggunakan tiang-tiang penyangga yang berbentuk bulat. Ada banyak ragam hias yang terdapat pada struktur bangunannya.

2. Rumah Adat Siwaluh Jabu (Batak Karo)

Rumah Adat Siwaluh Jabu (Batak Karo)

Rumah adat yang satu ini merupakan rumah yang berasal dari Suku Batak Karo. Rumah adatnya sering dipanggil dengan sebutan siwaluh jabu. Rumah adat siwaluh jabu ini adalah rumah yang diisi oleh delapan keluarga, dan siapa yang menghuni rumah ini ditentukan oleh adat Batak Karo. 

Rumah adat siwaluh jabu memiliki 8 ruangan yang dipergunakan oleh 8 kepala keluarga. Dapur dari rumah adat ini terdiri dari 4 buah dapur, dikarenakan adanya 8 keluarga dalam satu rumah. Rumah adat ini dibagi mengikuti aliran air yang terdapat dalam suatu kampung.

Pembuatan dari rumah siwaluh jabu ini memiliki beberapa tahapan yang harus dipenuhi. Setiap tahapannya harus dilewati dan tidak boleh terlewatkan. Tahapan yang pertama adalah menentukan tempat hingga terakhir adalah memasang tanduk yang tak boleh terlewat sama sekali.

3. Rumah Adat Bagas Godang (Batak Mandailing)

Rumah Adat Bagas Godang (Batak Mandailing)Sumber: dprdmadina.blogspot.com

Rumah adat bagas godang merupakan sebutan untuk rumah adat dari Suku Mandailing. Rumah adat ini dahulu merupakan tempat tinggal juga tempat istirahat raja. Rumah adat ini dapat kamu temukan di daerah Kecamatan Ulu Pungkut di sebuah desa yang bernama Huta Godang.

Seperti kebanyakan rumah adat Sumatera Utara, rumah adat ini juga banyak menggunakan material kayu sebagai bahan bangunannya. Rumahnya memiliki konstruksi yang khas dengan bentuk persegi panjang. Atapnya berbentuk seperti atap pedati dengan banyak ornamen yang menghiasinya.

Ornamen-ornamen yang terdapat pada rumah adat Mandailing ini tak hanya sebagai hiasan tetapi memiliki makna yang mendalam. Setiap ornamennya mengandung nilai-nilai, norma-norma, kaidah-kaidah serta hukum dari adat yang dipegang erat untuk mengarungi jalan kehidupan.

4. Rumah Adat Jerro (Batak Pakpak)

Rumah Adat Jerro (Batak Pakpak)Sumber: steemit.com

Rumah adat yang berasal dari Suku Batak Pakpak ini berada di Kabupaten Pakpak Barat, dan biasa disebut dengan nama jerro. Rumah adat ini juga memiliki material kayu untuk bahan bangunannya. Selain itu setiap bentuk dari rumah ini memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Pakpak. 

Filosofi dari bentuk atap yang melengkung adalah keberanian dalam mengambil resiko yang berat dalam menjaga adat istiadat. Dua buah tiang penyangga yang terdapat di depan mengartikan hubungan yang harmonis dalam rumah tangga antara istri dan juga suami.

Pada bagian ujung atap terdapat tanduk kerbau  yang memiliki makna sebagai semangat kepahlawan puak pakpak. Bentuk segitiga yang terdapat pada rumah adat ini memiliki makna susunan keluarga dalam adat Pakpak yaitu senina saudara laki-laki, berru saudara perempuan, dan puang kemenakan.

5. Rumah Adat Omo Hada dan Omo Sebuha (Nias)

Rumah Adat Omo Hada dan Omo Sebuha (Nias)

Rumah adat dari Nias ini memiliki dua jenis yaitu rumah adat omo hada dan omo sebuha. Rumah adat omo hada diperuntukan untuk rakyat biasa, sedangkan omo sebuha adalah bangunan khusus untuk kepala desa atau kepala negeri. Rumah adat ini merupakan bangunan yang tahan pada gempa.

Kedua rumah adat ini dibangun tanpa menggunakan paku satupun. Rumah adat omo hada memiliki bentuk persegi dan juga beratapkan rumbia. Status sosial dari pemilik rumah adat ini ditentukan dari tugu batu di depan rumahnya. Ketinggian tugu batunya menandakan tingginya status sosial seseorang.

Sedangkan untuk rumah adat sebuha, bangunannya memiliki ukuran yang besar pada struktur kayu yang kokoh pada banngunannya. Atapnya juga  tidak menggunakan rumbia dan dibuat tinggi. rumah adat ini memiliki desain yang khusus agar dapat melindungi saat terjadi perang suku zaman dahulu.

6. Rumah Adat Simalungun (Suku Simalungun)

Rumah Adat Simalungun (Suku Simalungun)Sumber: harangan-sitora.blogspot.com

Rumah adat dari Suku Simalungun memiliki sebutan rumah bolon, sama dengan rumah adat Suku Batak Karo. Walaupun memiliki nama yang sama, tetapi bentuk dari rumah adatnya memiliki arsitektur yang berbeda dari rumah adat Suku Batak Karo. Material utamanya tetap berbahan kayu.

Rumah adatnya memiliki bentuk rumah panggung dengan penyangganya berbentuk kayu bulat. Ketinggian dari penyangga rumah ini sekitar 2 meter. Bagian atapnya masih menggunakan bahan ijuk. Lalu pada bagian pintu dibuat rendah sehingga orang yang masuk harus menunduk.

Pintunya yang rendah dimaksudkan agar tamu menghormati pemilik rumah. Rumahnya yang berbentuk panggung yang tinggi sehingga terdapat kolong rumah yang dapat dipergunakan untuk memelihara binatang ternak. Hewan yang biasanya dipelihara biasanya ayam dan babi.

7. Rumah adat Angkola (Suku Angkola)

Rumah adat Angkola (Suku Angkola)

Rumah adat dari Suku Angkola ini memiliki nama yang sama dengan rumah adat dari Suku Mandailing yaitu Bagas Godang. Walaupun memiliki nama yang sama tetapi suku Angkola adalah suku tersendiri dan memiliki arsitektur rumahnya sendiri. Ciri yang khas adalah penggunaan warna hitam pada rumah.

Material yang digunakan untuk rumahnya sama seperti yang lain, menggunakan bahan kayu dan ijuk untuk atapnya. Atapnya memiliki bentuk yang datar pada bagian atas tidak melengkung. Lantai dari rumahnya menggunakan lantai dari papan, dan terdapat delapan tiang penyangga.

8. Rumah Adat Melayu Langkat (Suku Melayu)

Rumah Adat Melayu Langkat (Suku Melayu)Sumber: queenezh.blogspot.com

Etnis Melayu di Sumatera Utara banyak mendiami daerah Kabupaten Langkat , Deli Serdang, Labuhan, Serdang Bedagai, Batu Bara , dan juga Tebing Tinggi. Rumah dari Suku Melayu  Langkat ini merupakan jenis rumah panggung yang ditopang oleh tiang tiang yang cukup tinggi, sekitar 2 meter.

Bangunannya yang berbentuk panggung, sehingga memiliki kolong rumah yang dapat digunakan untuk tempat bersantai atau juga dapat digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.  Selain itu rumah ini memiliki beragam ornamen hias yang khas dari Melayu berupa pucuk rebung.

Nah, itulah beberapa rumah adat dari Sumatera Utara. Rumah adatnya banyak menggunakan material kayu sebagai bahan bangunannya. Selain itu tidak adanya penggunaan paku membuat rumah adat ini menjadi istimewa. Setiap rumah memiliki arsitektur yang unik dan juga menarik. Selain itu setiap bangunan memiliki nilai-nilai filosofis tersendiri.

Nilai-nilai filosofisnya tercermin dalam arsitektur bangunannya serta ornamen-ornamen yang menghias rumah adatnya. Rumah adat ini merupakan cerminan kebudayaan yang tinggi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Serta nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam rumah adat ini membuat budaya negara Indonesia menjadi istimewa.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram