10 Senjata Tradisional Betawi yang Memiliki Ciri Khas Unik

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 4 Juni 2021

Betawi adalah salah satu suku yang masih menjaga adat dan budaya yang diwariskan para leluhur. Salah satunya adalah senjata khas Betawi yang masih bisa kita lihat hingga saat ini. Keberadaan senjata khas Betawi yang akan Keluyuran bahas kali ini memang cukup menarik. Selain karena fungsinya, senjata-senjata ini memiliki cerita sejarah di masa lalu yang wajib diketahui oleh generasi muda.

Nah, jenis senjata apa saja yang dimiliki oleh salah satu suku yang dikenal berwatak keras ini. Yuk, kita simak ulasan yang telah kami rangkum khusus untuk kamu berikut ini!

1. Toya Betawi

 Toya Betawi

Senjata tradisional khas Betawi yang pertama adalah Toya Betawi. Maraknya perguruan silat yang ada di tanah Betawi membuat jenis senjata ini juga kian dikenal luas oleh masyarakat. Toya sendiri adalah sebuah senjata yang terbuat dari bahan dasar bambu atau kayu yang sangat keras dengan panjang sekitar 1-2 meter.

Selain biasa digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, Toya juga bisa digunakan untuk melumpuhkan pergerakan musuh. Masyarakat Betawi sendiri biasanya menambahkan gerigi pada bagian ujung Toya untuk memberi efek yang jauh lebih mematikan ketika digunakan.

2. Pisau Raut

Pisau Raut

Senjata tradisional Betawi selanjutnya yang cukup unik adalah pisau Raut. Masyarakat Betawi sendiri menyebut jenis senjata yang mirip dengan badik berukuran kecil ini dengan nama Badi-badi. Dahulu, senjata ini hanya dimiliki oleh rakyat biasa, yang dikenal dengan sang Hulun. Pisau Raut biasa digunakan oleh masyarakat Betawi zaman dulu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Senjata ini bukan termasuk senjata untuk berperang atau untuk mempertahankan diri. Saat ini, pisau Raut sendiri lebih sering digunakan sebagai aksesori pelengkap untuk pakaian adat pengantin pria. Senjata ini biasa diselipkan di bagian ikan pinggang tepat di depan perut. Masyarakat sendiri kerap menambahkan bunga melati sebagai hiasan pada senjata ini. 

3. Punta

PuntaSumber: sendokkayu.com

Punta adalah senjata tikam jarak dekat berukuran sekitar 15-20 cm. Senjata yang terbuat dari material logam baja ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk menunjukkan strata sosial pemiliknya. Meskipun dikenal berbahaya, namun senjata ini sangat jarang digunakan untuk bertarung melawan musuh.

Sekilas senjata ini memang mirip dengan senjata khas Sunda, kujang. Meskipun demikian antara Kujang dan Punta memiliki perbedaan dari segi bentuk. Punta sendiri berasal dari istilah Dapunta, yaitu sebutan bagi senjata yang biasa digunakan oleh raja-raja di zaman Salakanagara. Punta sendiri hanya bisa dimiliki oleh seorang saudagar atau pedagang pada zaman dulu.

4. Rotan

 Rotan

Senjata tradisional berikutnya yang cukup dikenal di tanah Betawi adalah Rotan. Senjata ini terbuat dari kayu atau bambu dengan tekstur keras. Sekilas senjata ini sangat mirip dengan Toya. Jika Toya biasa digunakan sebagai alat latihan untuk menyerang atau mempertahankan diri dari serangan musuh, maka Rotan hanya digunakan untuk sebuah permainan seni ketangkasan tradisional Ujungan.

Rotan sendiri digunakan sebagai alat untuk memukul dan hanya digunakan untuk pertandingan yang sifatnya hanya hiburan. Rotan yang digunakan biasanya memiliki panjang sekitar 70-100 meter. Pada bagian ujung Rotan biasanya dipasangkan potongan logam atau benda tajam.

5. Trisula Betawi

Trisula BetawiSumber: siswapelajar.com

Trisula merupakan senjata yang terbuat dari campuran baja dan besi. Sesuai dengan namanya, senjata ini memiliki 3 bilah dengan ujung yang sangat runcing. Konon, senjata ini diduga berasal dari kerajaan Hindu di masa lalu. Senjata ini kerap digunakan oleh para prajurit tentara untuk berperang melawan musuh.

Meskipun telah berabad-abad berlalu, namun jenis senjata ini masih bisa kita lihat hingga saat ini. Trisula Betawi diketahui memiliki ukuran bilah cukup panjang di bagian tengah. Sementara pada dua bilah yang mengapit kiri dan kanannya berbentuk sedikit melengkung dengan ujung tombak yang tajam.

6. Golok

GolokSumber: tkardinpisau.co.id

Golok adalah senjata tradisional yang cukup mudah ditemui di lingkungan masyarakat Betawi. Selain digunakan untuk keperluan sehari-hari, golok juga biasa digunakan sebagai aksesori pada pakaian adat pria. Dahulu, golok biasa digunakan oleh para jawara sebagai alat untuk pertahanan diri dari serangan musuh.

Para pria biasanya menyelipkan senjata yang terbuat dari logam besi ini di pinggang untuk berjaga-jaga dari serangan musuh dan binatang liar yang membahayakan. Golok Betawi sendiri biasa dibedakan berdasarkan fungsi dan bentuknya. Salah satu yang cukup populer di masyarakat adalah golok Gobang, yaitu golok yang biasa digunakan oleh para Jawara Betawi.

7. Keris

KerisSumber: merahputih.com

Keris adalah salah satu senjata tradisional tanah air yang cukup populer di Nusantara. Hampir sebagian besar wilayah yang ada di tanah air memiliki jenis senjata yang satu ini. Selain karena bentuknya yang unik, masyarakat tanah air juga kerap menganggap jenis senjata ini memiliki kekuatan magis, sehingga terkadang membuat masyarakat tanah air kerap memperlakukan senjata ini secara khusus.

Sama seperti keris yang biasa ditemukan di tanah Jawa, keris Betawi juga umumnya berbentuk bergelombang dengan pamor pada bagian badan keris. Konon, keberadaan keris di tanah Betawi sendiri merupakan warisan dari kebudayaan Cirebon dan budaya Sunda.

8. Cundrik Betawi

Cundrik Betawi

Nah, senjata tradisional asal Betawi yang cukup unit adalah Cundrik Betawi. Senjata ini biasa dibawa oleh para perempuan Betawi sebagai alat untuk mempertahankan diri dari serangan para penjahat Senjata ini umumnya berbentuk tusuk konde yang cukup tajam. Meskipun terlihat biasa, namun senjata ini sangat ampuh untuk melumpuhkan musuh.

Cundrik sendiri terbuat dari bahan campuran seperti besi dan kuningan. Senjata ini memiliki panjang kurang dari 10 cm. Salah satu wanita yang cukup terkenal dengan senjata ini adalah Buyut Nyai Dawit, yang dikenal sebagai pengarang Kitab Sanghyang Shikshakanda Ng Karusinya pada tahun 1518 Masehi.

9. Badik Cangkingan

Jika golok kerap dibawa oleh para jawara, maka Badik Cangkingan biasa dibawa oleh para pemuda Betawi di masa lalu. Mereka biasa membawa senjata ini untuk melindungi diri ketika sedang melakukan perjalanan jauh sehingga akhirnya dikenal oleh masyarakat Betawi dengan sebutan Badik Cangkingan.

Senjata ini biasanya terbuat dari campuran besi dan baja. Sementara gagangnya biasa terbuat dari kayu atau gading yang keras. Untuk bagian sarung sendiri biasanya terbuat dari kayu dengan ukiran yang menarik. Masyarakat Betawi sendiri kerap menggunakan senjata ini sebagai aksesoris pelengkap dalam busana adat pengantin pria.

10. Kerakel

Kerakel

Kerakel atau kerang Keling adalah senjata tradisional asal Betawi terbuat dari baja hitam legam. Masyarakat Betawi sendiri mengenal senjata ini dengan sebutan Blangkas. Pada awalnya, senjata ini merupakan pengembangan dari senjata Rotan Ujungan. Kerak keling berbentuk pipih dengan ukuran sekitar 40-60 cm.

Pada umumnya, senjata pemukul ini memiliki bagian ujung meruncing. Hal itu untuk memberi efek fatal bagi musuh. Meskipun tidak setajam badik atau golok, namun senjata ini cukup ampuh untuk melumpuhkan musuh, terutama karena bahan utama pemukul ini terbuat dari logam.

Demikianlah 10 Senjata tradisional Betawi yang memiliki ciri khas unik yang berhasil Keluyuran rangkum untuk kamu. Senjata-senjata khas Betawi tersebut menambah deretan senjata peninggalan leluhur yang masih bisa kita jumpai saat ini. Semoga informasi mengenai senjata tradisional Betawi di atas dapat menumbuhkan rasa cinta kita terhadap kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram