Inilah 5 Senjata Tradisional Jambi yang Hampir Terlupakan

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 7 Desember 2020

Senjata merupakan suatu alat yang kerap digunakan oleh manusia untuk sejumlah keperluan. Senjata sendiri diketahui telah ada sejak ribuan tahun silam. Manusia biasanya menggunakan senjata untuk menyerang, mempertahankan diri, atau untuk membantu aktivitas sehari-hari seperti memasak, bertani, dan berburu.

Senjata sendiri terdiri dari senjata tradisional dan senjata modern dimana di Indonesia sendiri terdapat beragam jenis senjata tradisional yang berasal dari berbagai wilayah di tanah air. Salah satunya datang dari daerah Jambi.

Nah, senjata tradisional apa saja yang dimiliki oleh Jambi? Simak ulasan menarik yang telah kami rangkum untuk kamu dalam artikel berikut ini!

1. Sumpit Jambi

Sumpit Jambi

Sumpit adalah senjata tradisional yang biasa digunakan oleh pendukung atau suku-suku yang ada di pedalaman. Di Indonesia sumpit kerap kali digunakan untuk berburu atau melumpuhkan musuh. Sumpit sendiri merupakan senjata tradisional yang tidak hanya dikenal dan digunakan di tanah air saja.

Hampir sebagian besar suku-suku pedalaman yang ada di dunia kerap menggunakan sumpit sebagian senjata baik itu untuk berperang dengan musuh atau pun berburu hewan. Di Jambi,  sumpit biasa digunakan oleh suku Kubu untuk berburu hewan di hutan. Sumpit sendiri biasanya terbuat dari bambu kecil dengan panjang 1-1,5 meter yang diisi anak panah tajam yang telah dilumuri racun sebelumnya.

Senjata ini biasanya digunakan saat sedang perburuan hewan di hutan seperti babi, rusa, kelinci dan juga burung. Selain itu mereka juga biasa membekali diri dengan senjata sumpit saat hendak bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah lain yang jauh dari pemukiman penduduk.

Cara penggunaan sumpit memang cukup sederhana, yaitu dengan cara membidik musuh, kemudian meniupkan anak panah yang berada di dalam sumpit pada target. Biasanya racun yang ada pada anak panah tersebut akan secara perlahan menyebar dan membuat hewan buruan tidak berdaya.

2. Badik Tumbuk Lada

Badik Tumbuk Lada

Senjata tradisional lain yang bisa ditemukan di Jambi adalah Badik Tumbuk Lada. Badik Tumbuk Lada merupakan senjata tradisional khas Melayu yang bisa ditemukan di beberapa wilayah seperti Sumatera, Kepulauan Riau dan Semenanjung Melayu. Badik sendiri merupakan kata serapan yang diambil dari masyarakat Bugis, yang artinya senjata.

Sementara Tumbak Lado merupakan serapan dari bahasa Melayu, yang dapat diartikan sebagai senjata untuk menunjang keseharian masyarakat melayu. Masyarakat tanah air sendiri kerap membandingkan senjata ini dengan senjata tradisional Malaysia karena memiliki kemiripan.

Pada sarung pembungkus terdapat benjolan bundar dengan dihiasi sebuah ukiran. Senjata ini dihiasi ukiran yang membentuk pola yang cukup rumit pada bagian badan. Senjata ini memiliki panjang sekitar 29 cm dan lebar 4 cm.

Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, Badik Tumbuk Lada juga kerap digunakan untuk berburu atau berperang melawan musuh. Beberapa daerah juga kerap menjadikan senjata ini sebagai pelengkap pada pakaian adat.

Nah, sebagian besar masyarakat sendiri percaya bahwa senjata ini mampu mengobati berbagai penyakit. Selain itu, masyarakat Jambi juga memiliki kebiasaan unik, yaitu melakukan ritual khusus ketika menemukan senjata ini, yaitu dengan cara mengasah atau melangkahi badik tersebut. Hal itu dilakukan agar tidak mendapatkan mimpi buruk.

3. Tombak Jambi

Tombak Jambi

Selain sumpit dan badik, senjata tradisional selanjutnya yang ada di Jambi adalah tombak. Tombak sendiri merupakan salah satu jenis senjata yang sering digunakan oleh sebagai besar masyarakat yang ada di berbagai wilayah di Indonesia. Meskipun senjata ini banyak digunakan oleh penduduk dari daerah lain, namun tombak Jambi sendiri dikenal  memiliki ciri khas yang unik.

Tombak Jambi biasanya terbuat dari jenis kayu yang memiliki serat, keras dan lurus. Masyarakat Jambi sendiri biasa menggunakan kayu Tepis untuk pembuatan tombak. Tombak Jambi memiliki panjang sekitar 1-3 meter. Pada bagian ujung tombak terdapat mata pisau yang cukup tajam. Uniknya pada bagian depanya memiliki penahan.

Tombak Jambi sendiri biasa digunakan oleh masyarakat Jambi  untuk berburu atau menjaga keamanan Sultan Jambi dari berbagai serangan. Nah, tombak Jambi sendiri dikenal memiliki unsur mistis yang kental. Selain memiliki nilai simbolis yang kuat, tombak Jambi sendiri biasa digunakan dalam ritual yang diadakan turun-temurun oleh suatu adat.

4. Pedang Jambi

Pedang Jambi

Selanjutnya ada pedang Jambi. Pedang merupakan alat yang sering digunakan pada masa lalu sebagai senjata. Selain untuk menyerang, atau mempertahankan diri, pedang juga kerap digunakan sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan.

Nah, pedang Jambi berbentuk mirip seperti mandau dan parang. Pedang ini cukup unik dan berbeda dengan pedang tradisional yang berasal dari daerah lain. Pedang Jambi terbuat dari besi baja berkualitas.

Pada bagian kedua sisi pedang memiliki ketajaman yang sama. Berbeda dengan pedang pada umumnya yang hanya tajam pada salah satu sisinya saja. Sementara ujung pedang sendiri dibuat sangat tajam. Hal itu tentu cukup efektif dalam melumpuhkan musuh, terutama ketika berperang. Pedang Jambi ini biasanya digunakan oleh para jawara silat pada acara ritual adat.

Meskipun sekilas pedang ini tampak sama seperti pedang biasa, namun jika diteliti lebih dalam maka orang-orang bisa dengan mudah membedakan pedang Jambi dengan melihat kedua sisi pedang. Selain itu yang membedakan pedang Jambi dengan pedang lain adalah karena pedang Jambi tidak memiliki sarung.

5. Keris Siginjai

Keris Siginjai

Senjata tradisional Jambi terakhir lainnya adalah Keris Siginjai. Keris ini adalah senjata yang dimiliki oleh Raja Rangkayo Hitam, yaitu Raja Jambi yang dikenal sangat bijaksana. Konon, keris ini sendiri sering digunakan oleh sang raja sebagai tusuk konde. Karena itulah keris ini dinamakan sebagai Siginjai. Ginjai sendiri memiliki arti tusuk konde dalam bahasa Jambi.

Keris ini merupakan senjata turun temurun yang dimiliki oleh kesultanan Jambi. Selain digunakan sebagai senjata, keris ini sendiri merupakan simbol pemegang kekuasaan masyarakat Jambi pada masa dahulu kala.

Keris Siginjai terbuat dari berbagai bahan keras seperti emas, besi, dan nikel. Keris Jambi berbentuk gelombang dengan panjang sekitar 39 cm. Keris Siginjai terdiri dari 3 bagian, yaitu bilik keris, hulu keris dan sarung keris.

Permukaan keris sendiri berlapis emas dengan motif berbentuk bunga. Hulu keris terbuat dari kayu kemuning yang berbentuk bengkok. Sementara sarung keris terbuat dari kayu kemuning dengan lempengan emas murni yang dihiasi motif bunga.

Raja terakhir yang diketahui memiliki keris ini yaitu Sultan Achmad Zainuddin awal abad ke-20. Masyarakat Jambi sendiri menganggap Keris ini sebagai simbol pemersatu rakyat. Tak heran jika di dalam logo pemerintah provinsi Jambi terdapat simbol salah satu senjata tradsional ini.

Nah, itulah 5 Senjata tradisional Jambi yang hampir terlupakan. Meskipun saat ini persenjataan semakin modern dan canggih, namun keberadaan senjata tradisional masih tetap menarik karena memiliki nilai sejarah. So, dari kelima senjata yang telah diulas untuk kamu. Senjata mana yang menjadi kesukaanmu? Tulis komentar di kolom komentar, ya!

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram