5 Senjata Tradisional yang Berasal dari Kalimantan Barat

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 9 Mei 2021

Keberadaan senjata memang menjadi sesuatu yang penting bagi satu daerah. Selain menunjukan identitas bangsa, senjata juga menjadi alat untuk melawan berbagai serangan yang dapat menyebabkan kerusakan dan kesengsaraan.

Nah, meskipun dari tahun ke tahun persenjataan tanah air semakin membaik, namun keberadaannya tidak bisa menggantikan keberadaan senjata tradisional yang ada di daerah. Selain memiliki filosofi, beberapa senjata bahkan dikenal memiliki unsur mistis yang dipercaya oleh sebagian besar penduduk dapat memberikan kekuatan ekstra.

Beberapa diantaranya adalah senjata tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat, daerah yang dikenal masih memegang teguh tradisi leluhur hingga saat ini. Nah, apa saja senjata yang dimiliki oleh Kalimantan Barat? Yuk, kita simak bersama ulasan yang telah Keluyuran rangkum untuk kamu berikut ini!

1. Mandau

Mandau

Mandau adalah salah satu senjata tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kalimantan Barat. Senjata ini memang cukup dikenal hampir ke berbagai pelosok wilayah yang ada di tanah air. Selain karena kekuatannya, jenis senjata yang satu ini juga dikenal kental dengan aura mistis. Sepintas senjata ini memang menyerupai senjata parang.

Meskipun begitu, senjata yang ada di Kalimantan Barat ini memiliki ukiran pada bagian bilahnya. Hal inilah yang membedakan dengan jenis parang yang biasa digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Masyarakat Dayak kerap menutup lubang-lubang yang terdapat pada bilahnya dengan cara melapisinya menggunakan kuningan atau tembaga agar terlihat lebih menawan.

Senjata yang berasal dari kebudayaan Dayak ini konon telah digunakan oleh masyarakat Kalimantan Barat sejak abad ke-17. Mandau sendiri menjadi salah satu senjata khas orang Dayak awal yang sangat ditakuti oleh bangsa lain. Senjata ini diketahui kerap digunakan untuk memenggal kepala musuh-musuhnya.

2. Lonjo atau Tombak

Lonjo atau Tombak

Selain Mandau, di Kalimantan Barat juga terdapat senjata yang dikenal memiliki tuah dan cukup ditakuti oleh bangsa lain. Lonjo adalah salah satu senjata tradisional suku Dayak yang berbentuk tombak panjang. Senjata ini terbuat dari besi yang diikat dengan anyaman rotan pada tangkai yang dibuat dari bambu atau kayu keras.

Sama seperti Mandau, Lonjo juga kerap digunakan oleh masyarakat suku Dayak untuk peperangan. Konon, setiap nyawa yang melayang akibat senjata ini akan membuat energi senjata ini semakin kuat. Nah, energi tersebut dipercaya dapat memberikan kekuatan bagi pemegang senjata tersebut untuk memenangkan pertarungan saat berperang.

Saat ini, masyarakat Dayak sendiri kerap menggunakan senjata ini untuk berburu hewan di hutan atau bercocok tanam. Sebagai salah satu senjata tradisional Dayak yang khas, Lonjo juga kerap dijadikan sebagai Souvenir untuk para wisatawan yang sedang berkunjung ke Kalimantan Barat.

Nah, berbeda dengan Lonjo yang kerap dibawa saat berperang melawan musuh, Lonjo yang dijual oleh para pengrajin saat ini jauh lebih estetik dan cocok untuk dijadikan sebagai pajangan benda seni yang ada di rumah.

3. Sipet

Sipet

Sipet atau sumpit adalah salah satu senjata khas suku Dayak yang masih bisa kita lihat sampai saat ini. Sipet biasa digunakan oleh masyarakat Dayak untuk berburu hewan liar di hutan. Meskipun demikian, Sipet juga menjadi salah satu senjata yang sering digunakan dalam pertempuran saat melawan bangsa lain yang mencoba menduduki wilayah Kalimantan Barat.

Senjata ini dikenal cukup ampuh saat di Medan perang. Selain dapat melumpuhkan musuh dalam jarak jauh, senjata ini juga dikenal sangat mematikan. Orang yang terkena anak sumpit atau damek akan sangat tersiksa sebelum akhirnya kehilangan nyawa. Hal itu disebabkan oleh racun yang berasal dari getah pohon Ipuh atau iren yang mereka oleskan pada anak sumpit atau damek tersebut.

Kemampuannya dalam melumpuhkan musuh secara senyap membuatnya cukup ditakuti oleh musuh-misuhnya. Meskipun senjata ini dikenal mematikan, namun untuk menggunakan senjata ini orang tersebut harus memiliki keterampilan. Orang Dayak sendiri biasanya melakukan latihan terlebih dahulu untuk bisa menggunakannya dengan benar.

Nah, jika dahulu Sipet digunakan untuk berburu dan berperang, maka sekarang senjata ini biasa digunakan sebagai alat dalam perlombaan tradisional yang ada di Kalimantan Barat seperti layaknya olah raga menebak dan juga panahan. Kegiatan tersebut bahkan rutin diadakan setiap tahunnya sebagai cara untuk melestarikan kebudayaan nenek moyang.

4. Dohong

Dohong

Senjata khas Kalimantan Barat berikutnya yang juga cukup ditakuti oleh lawan adalah Dohong. Dohong adalah salah satu senjata khas dari suku Dayak Ngaju. Senjata ini biasa digunakan untuk serangan jarak dekat. Dohong adalah sejenis senjata tikam dengan bilah yang simetris. Masyarakat suku Dayak Ngaju biasa menggunakan senjata ini sebagai alat pertahanan maupun untuk melumpuhkan hewan buruan.

Nah, bentuknya yang unik memang menjadi salah satu ciri khas dari senjata ini. Selain dapat digunakan layaknya seperti sebuah pisau, senjata ini juga bisa digunakan sebagai mata tombak dengan dua bilah sisi yang sangat tajam dan ujung senjata yang runcing. Masyarakat Dayak Ngaju biasanya menyelipkan senjata ini di pinggang.

Nah, jika sebelumnya senjata ini digunakan untuk berburu dan bercocok tanam oleh masyarakat Dayak, maka saat ini Dohong hanya boleh dimiliki oleh Pisur atau ketua adat yang ada di Kalimantan Barat. Masyarakat Dayak sendiri percaya bahwa Dohong adalah senjata tertua, sehingga sering dijadikan sebagai benda pusaka yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

5. Talawang atau Perisai

Talawang atau Perisai

Talawang atau perisai adalah alat yang digunakan oleh masyarakat Dayak untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Senjata ini berbentuk persegi panjang dengan bagian atas dan bagian bawahnya yang meruncing. Talawang sendiri memiliki panjang sekitar 1-2 meter dengan lebar sekitar 50 cm. Senjata ini memiliki ciri khas ukiran Dayak yang bernilai seni tinggi.

Talawang sendiri biasanya terbuat dari kayu Ulin, kayu Besi, atau kayu Liat. Selain karena keberadaan jenis kayu tersebut yang melimpah di Kalimantan, jenis kayu-kayu tersebut juga memiliki kekuatan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan jenis kayu lain.

Nah, meski dikenal kuat, namun kayu-kayu tersebut juga memiliki bobot yang cukup ringan. Kombinasi inilah yang dianggap sempurna bagi prajurit yang hendak bertempur di Medan perang. Masyarakat Suku Dayak sendiri kerap menggunakan senjata ini untuk melengkapi Mandau saat berada di Medan tempur.

Sama seperti Mandau, Talawang juga dipercaya oleh masyarakat Dayak memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi kekuatan serta melindungi penggunanya. Talawang menjadi salah satu perisai yang cukup unik. Hal itu karena ukiran dan motif khas yang dimiliki oleh senjata ini. Secara estetika Talawang memang cukup menarik, bahkan sangat disukai oleh para kolektor benda antik.

Demikian 5 Senjata tradisional Kalimantan Barat yang telah berhasil Keluyuran rangkum untuk kamu. Keberadaan Mandau dan senjata lainnya merupakan bukti kekayaan budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia. Meskipun sederhana, namun kehadiran senjata tersebut menjadi momok menakutkan bagi bangsa penjajah. Nah, kira-kira apa pendapatmu mengenai hal itu? Tulis komentar di bawah, ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram