5 Senjata Tradisional Kalimantan Tengah yang Penuh Sejarah

Ditulis oleh Dhini Oktavianti - Diperbaharui 4 Juni 2021

Kalimantan memang menarik untuk diulas, tak hanya tempat wisata yang alami sekaligus menakjubkan tetapi juga budayanya. Sebut saja suku yang mendiami pulau tersebut, kebiasaan, kepercayaan, rumah adat, pakaian tradisional, makanan khas sampai senjata tradisional. Menariknya, senjata tradisional di provinsi ini memiliki nama yang sama dengan provinsi lain di Kalimantan.

Walaupun sama tetapi ada perbedaan yang membedakannya. Nah, agar kamu tidak salah dalam mengenal senjata tradisional Kalimantan Tengah dengan senjata tradisional Kalimantan lain, yuk kenal lebih dekat senjata tradisionalnya melalui artikel di bawah ini.

1. Mandau

MandauSumber: asyraafahmadi.com

Senjata tradisional bernama Mandau ini memang bisa kamu temukan tak hanya di Kalimantan Tengah, tetapi juga di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Memang, Mandau ini sebenarnya adalah senjata dari suku Dayak.

Bentuk Mandau berbentuk parang dengan panjang sekitar setengah meter. Mandau Kalimantan Tengah memiliki dua bagian mata yang tajam dan yang tidak tajam. Bagian yang tidak tajam memiliki ukiran. Tak jarang, senjata ini dilubangi pada bagian tertentu kemudian ditutup lagi dengan kuningan atau tembaga dengan tujuan keindahan.

Mandau ini memiliki dua macam varian. Ada Mandau untuk perang ada juga Mandau untuk keperluan sehari-hari. Sesungguhnya, Mandau adalah benda yang sakral dan suci untuk Dayak Kalimantan. Ini karena bagi masyarakat Dayak, Mandau memiliki sumber karakter dari harmonisasi alam dan masyarakat Dayak.

Menariknya, sebutan Mandau bisa berbeda tergantung dari suku Dayaknya, misalnya suku Dayak Tanjung menyebut Mandau dengan Dongt, suku Dayak Benuaq menyebut Ekeq, Suku Dayang Tanjug dan Benoaq menyebutnya Loboq, sedangkan Suku Dayak Bahau menyebutnya sebagai Edog atau Baliuu.

2. Duhung

DuhungSumber: asyraafahmadi.com

Suku Dayak memang mendiami sebagian besar wilayah di Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah. Oleh sebab itu, kesamaan dalam senjata tradisional pada beberapa provinsi tak terelakan lagi.

Selain Mandau, Duhung pun menjadi senjata tradisional Kalimantan Tengah yang juga dimiliki oleh Kalimantan Timur. Tetapi di Kalimantan Timur menyebutnya dengan Dohong.

Duhung sejatinya adalah senjata tradisional Suku Dayak. Ia juga terkenal sebagai senjata tertua yang dimiliki Suku Dayak. Pada awalnya, senjata ini hanya bisa dimiliki oleh raja-raja ataupun leluhur orang Dayak seperti Raja Sangen, Raja Bunu, dan Raja Sangiang.

Suku Dayak meyakini bahwa sebelum manusia ada di dunia, Duhung sudah diciptakan oleh leluhur di kayangan. Manusia pertama yang memilikinya dipercaya sebagai leluhur Suku Dayak.

Hanya tiga orang yang pada saat itu memiliki Duhung, yaitu Raja Sangen, Raja Sangiang, dan Raja Bunu. Legenda menceritakan bahwa ketiga raja tersebut mempunyai Duhung dalam bentuk berbeda. Raja Sangian dan Raja Sangen memiliki Duhung yang terbuat dari besi yang mengapung. Raja Bunu sendiri memiliki Duhung dari besi yang tidak mengaping.

Dari kepemilikan Duhung tersebut, Raja Bunu diyakini sebagai manusia yang bernyawa dan bisa mati. Selain itu, ia juga dianggap sebagai salah satu leluhur dan nenek moyang Suku Dayak.

Ukuran Duhung sekitar 50-75 cm dan digunakan sebagai alat berburu ataupun bercocok tanam pada jaman dulu oleh masyarakat Dayak. Kini senjata tradisional ini dijadikan sebagai benda pusaka.

Duhung memiliki ketajaman pada dua bagian sisi matanya. Terlihat seperti tombak tapi berbeda. Biasanya, masyarakat Dayak membawa Duhung dengan menyelipkan di depan pinggang.

Menariknya, tetua Suku Dayak mempercayai bahwa Duhung harus selesai pada hitungan ganjil sehingga segala hal akan digenapkan atau diselesaikan oleh Maha Kuasa.

3. Sumpit

SumpitSumber: majalahjustforkids.com

Tak hanya Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah juga memiliki senjata tradisional bernama Sumpit. Sumpit ini dikenal juga dengan nama Sipet dalam masyarakat Kalimantan Tengah. Biasanya Sumpit digunakan untuk berburu, bertempur, bahkan sebagai senjata pembunuh tak bersuara.

Terlihat tak sulit tapi sebenarnya menggunakan Sumpit perlu akurasi tingkat lanjut. Sumpit digunakan dengan cara ditiup ke arah musuh dalam jarak jauh setidaknya 200 mter. Dengan akurasi yang tepat, Sumpit bisa mematikan.

Sumpit dibuat dari bambu dan kayu dengan panjang sekitar 1 sampai 3 meter kemudian dilengkapi peluru. Bentuk peluru Sumpit adalah bulat dengan diameter sekitar 1 cm.

Selain peluru Sumpit, ada juga bagian lain yaitu anak Sumpit atau disebut dengan Damek. Ini dibuat dari bambu dengan salah satunya berbentuk kerucut serta kayu dengan massa ringan seperti kayu pelawi. Fungsi Damek ini agar anak sumpit bisa melesat jauh dan lurus. Istilahnya sebagai penyeimbang saat dilepaskan.

Pada bagian runcing, biasanya diberikan racun mematikan untuk buruan. Racun dibuat dari getah tumbuhan hutan yang belum ada penawarnya. Menariknya, sejauh mana anak Sumpit bisa melesat, tergantung dari kuat nafasnya yang ditiupkan.

Suku Dayak memiliki kepercayaan bahwa Sumpit tidak boleh digunakan untuk sesama. Oleh sebab itu, senjata tradisional ini bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti berburu.

Tak hanya itu, Sumpit juga tak boleh atau pantang diinjak apalagi dipotong dengan parang. Bila itu dilakukan berarti melanggar hukum adat sehingga pelaku bisa dituntut dalam rapat adat.

Bila kamu tertarik membeli Sumpit, suku Dayak akan memberikan harga yang ditentukan oleh hukum adat. Sumpit bisa dikatakan sebagai senjata tradisional Kalimantan Tengah yang memiliki keunggulan seperti tidak merusak alam, dapat digunakan pada jarak jauh serta tembakannya bisa sampai 200 meter.

4. Kancip

Kancip

Bila sebelumnya senjata tradisional Kalimantan Tengah berfokus pada berburu atau pertahanan, kalau yang ini berfungsi sebagai alat pemotong buah pinang. Kancip merupakan alat pemotong sejenis gunting atau juga pelengkap sirih pinang.

5. Talawang

Talawang

Masyarakat Kalimantan Tengah tak hanya memegang Mandau saat melakukan pertahanan. Mereka juga melengkapi diri dengan Talawang untuk melindungi diri. Talawang disebut juga tameng atau perisai untuk berperang. Kamu bisa menemukan keesksotisan Talawang dari ukirannya yang menawan.

Talawang dibuat dari kayu ulin atau kayu besi tapi ada juga yang dibuat dari kayu liat. Jenis kayu ini dipilih karena massanya yang cukup ringan sekaligus kuat sampai ratusan tahun.

Bentuk Talawang adalah persegi panjang dengan dibuat runcing pada bagian atas dan bawah. Biasanya Talawang memiliki panjang sekitar 1-2 meter dengan lebar maksimal sekitar 50 cm. Bagian dalam Talawang dilengkapi dengan pegangan untuk memudahkan mobilitas.

Itulah lima jenis senjata tradisional Kalimantan Tengah. Bila dilihat senjata tradisional di beberapa wilayah di Kalimantan memang mirip. Ini karena Suku Dayak, suku mayoritas di sana, mendiami beberapa wilayah yang berbeda di pulau Borneo. Menariknya, walau sama tetapi ada perbedaan khas yang membedakan satu sama lainnya.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram