Keluyuran / Maluku / Inilah Senjata Tradisional Maluku Beserta Makna & Fungsinya

Inilah Senjata Tradisional Maluku Beserta Makna & Fungsinya

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Agustus 2019

Di Indonesia, kamu dapat menjumpai berbagai macam senjata tradisional dari provinsi yang berbeda-beda. Maluku adalah salah satu provinsi yang memiliki senjata tradisional khas. Menariknya, senjata dari Maluku ini bukan sekadar merupakan bukti peninggalan sejarah. Di beberapa kesempatan, masyarakat Maluku masih menggunakan senjata tradisional ini untuk berbagai macam keperluan.

Lantas, apa saja senjata tradisional dari Maluku? Mengapa sampai saat ini senjata tersebut masih kerap kali dipakai oleh masyarakat setempat? Keluyuran akan menghadirkan pembahasan singkat mengenai senjata tradisional Maluku hanya di artikel ini.

1. Parang Salawaku

Hanya ada dua jenis senjata tradisional Maluku, salah satunya Parang Salawaku. Parang ini merupakan senjata yang cukup terkenal dan sering dibahas dalam tulisan kumpulan senjata tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia.

Parang Salawaku dibuat dari besi yang ditempat sesuai dengan ukuran yang diinginkan, ukuran rata-rata adalah 90-100cm. Sementara pegangan parang ini dibuat dari kayu besi atau kayu gapusa. Untuk mempercantik tampilannya, pembuat parang akan membuat perisai salawaku (bungkus parang) dari kayu keras yang dihiasi kulit kerang laut.

Berikut ini adalah fungsi parang salawaku sejak zaman dulu hingga masa kini:

Senjata Perang

Parang Salawaku

* sumber: asyraafahmadi.com

Layaknya senjata tradisional dari provinsi lain, parang salawaku juga dipakai sebagai senjata rakyat Indonesia dalam berperang melawan penjajah asing. Parang ini sangat membantu rakyat melawan penjajah yang notabene menggunakan senjata yang lebih canggih.

Meskipun terbilang tradisional, parang salawaku mampu membantu rakyat Maluku (Ambon) dalam menghalau penjajah dan mempertahankan daerah mereka. Jadi, ukuran parang yang tidak terlalu panjang tidak menghalangi fungsi utama senjata tradisional ini.

Simbol Pemerintahan Kota Ambon

Simbol Pemerintahan Kota Ambon

Masyarakat di Maluku (Ambon) sangat bangga terhadap senjata tradisional parang salawaku ini. Hal tersebut dibuktikan dengan menjadikan senjata ini sebagai simbol pemerintahan Kota Ambon.

Bagi masyarakat Maluku, parang salawaku bukan hanya senjata biasa, tetapi juga merupakan simbol kemerdekaan rakyat. Mengingat dahulu parang salawaku dipakai rakyat untuk melawan penjajahan, tentu senjata ini sangat pantas diakui sebagai simbol kemerdekaan rakyat.

Pelengkap Tarian Cakalele

Pelengkap Tarian Cakalele

* sumber: blogkulo.com

Selain senjata dan pakaian adat, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tarian adat, tak terkecuali Maluku. Di Maluku, kamu bisa menyaksikan tarian cakalele yang merupakan tarian perang tradisional. Hingga saat ini, tarian cakalele masih bisa dilakukan ketika menyambut tamu penting atau upacara adat.

Tarian Cakalele dilakukan oleh 30 orang pria dan wanita. Musik yang mengiringi tarian ini berasal dari perpaduan alat musik drum, flute, dan bia (sejenis alat musik tiup).

Ketika membawakan tarian ini, pihak pria akan membawa parang dan salawaku, sedangkan pihak wanita membawa lenso (sejenis saputangan). Pria membawa parang salawaku saat menari cakalele sebagai simbol kekuatan kaum pria Maluku. Parang dipegang di tangan kanan untuk melambangkan keberanian dan salawaku (perisai) dipegang di tangan kiri sebagai simbol perjuangan untuk memperoleh keadilan.

Secara keseluruhan, pria-pria yang menari cakalele sambil membawa parang ini merupakan simbol martabat rakyat Maluku yang harus dijaga sampai mati. Sementara itu, pembawaan salawaku (perisai) sambil berteriak adalah wujud protes rakyat terhadap sistem pemerintahan yang tidak memihak rakyat (pada zaman penjajahan).

Saat ini, parang salawaku menjadi kerajinan tangan yang bersejarah di Maluku. Parang ini dijual bebas meskipun kamu mungkin akan kesulitan saat ingin mencari penjual parang salawaku. Berminat untuk menjadikan senjata tradisional ini sebagai koleksi?

2. Kalawai

Sekilas tampilan senjata tradisional Maluku yang satu ini hampir mirip dengan tombak. Akan tetapi, jika dilihat lebih dekat dan mengetahui fungsinya, keduanya adalah dua senjata yang sangat berbeda.

Kalawai berasal dari dua suku kata, Kala dan Wai. Kala artinya tikam, sedangkan Wai artinya air. Secara umum, nama senjata ini melambangkan fungsinya, yakni “tikam air”.

Di zaman modern seperti ini, kalawai dibuat dari kayu atau buluh yang sedikit lebih panjang dari tombak. Kemudian, ujung buluhnya diberi lebih dari satu besi tajam untuk diikat melingkari buluh. Pada umumnya, besi tajam ini berukuran kecil, sekitar 6 milimeter, dan diasah sampai tajam.

Namun, di zaman dahulu ketika besi masih tergolong jarang dan mahal, masyarakat membuat kalawai kayu yang diasah sampai setajam mungkin. Seiring berjalannya waktu, pembuat kalawai lebih memilih untuk menggunakan besi stainless dibanding kayu.

Tidak untuk Berperang

Kalawai

* sumber: asyraafahmadi.com

Meskipun namanya adalah ‘senjata tradisional’, namun faktanya kalawai tidak dipakai untuk berperang. Sejak zaman penjajahan, masyarakat menggunakan kalawai untuk menangkap ikan dan hewan laut lainnya.

Ujung mata besi yang tajam pada kalawai dapat menusuk ikan, teripang, sampai dengan gurita dengan cepat. Hasil perburuan ini nantinya bisa dikonsumsi sendiri oleh penangkapnya atau dijual sebagai hasil laut.

Butuh Keahlian Khusus untuk Memakainya

Butuh Keahlian Khusus untuk Memakainya

* sumber: www.kamerabudaya.com

Sama seperti senjata tradisional lainnya, untuk menggunakan kalawai juga dibutuhkan keterampilan khusus. Walaupun tidak dipakai untuk melawan orang lain, tetapi senjata ini dipakai untuk menangkap hewan laut yang juga memiliki kecepatan berenang yang cukup tinggi.

Tidak semua orang bisa menangkap hewan laut dengan menggunakan kalawai. Hanya nelayan yang tinggal di Maluku dan sekitarnya saja yang bisa memakai kalawai. Meskipun begitu, penggunaan kalawai sudah mulai ditinggalkan karena dirasa kurang efisien. Nelayan lebih memilih memakai jaring atau alat pancing untuk menangkap hewan laut.

Perbedaan dengan Tombak

Tombak

* sumber: tajilestari.id

Dari poin-poin di atas kita pun tahu bahwa tombak dan kalawai adalah dua senjata tradisional yang berbeda. Walaupun sekilas rupanya tampak sama, tapi tombak dan kalawai memiliki banyak perbedaan.

Pertama, tombak cenderung lebih pendek dibanding kalawai. Kemudian, meskipun sama-sama dipakai untuk berburu, tombak lebih cocok dipakai untuk berburu di darat, sedangkan kalawai memang diperuntukkan berburu di air.

Perbedaan lainnya juga bisa dilihat dari mata pisau tajamnya. Tombak hanya memiliki satu mata, sedangkan kalawai mempunyai tiga mata.

Baik parang salawaku maupun kalawai sama-sama menjadi senjata tradisional kebanggaan masyarakat Maluku. Sebagai warga negara Indonesia, kita pun turut berbangga dengan adanya masyarakat yang masih terus melestarikan tradisi dan budaya adatnya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar