keluyuran web banner

Inilah 7 Senjata Tradisional dari NTT yang Sangat Unik

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 22 April 2021

Senjata tradisional dari Nusa Tenggara Timur memiliki senjata yang sebagian besar mirip dengan golok ataupun parang. Kedua senjata itu tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat NTT. Tetapi senjata tersebut tidak digunakan untuk berperang tetapi berfungsi sebagai perkakas dalam kehidupan sehari-hari.

Dahulu senjata-senjata dari NTT tersebut digunakan untuk berperang. Tetapi dengan berjalannya waktu saat tak ada peperangan senjata menjadi alat berkebun atau pun berburu. Berikut ini ulasan beberapa senjata dari Nusa Tenggara Timur yang fungsinya tak hanya sebagai senjata perang.

1. Senjata Surik atau Sundu

Senjata Surik atau Sundu

Pada masyarakat Belu di NTT, akan diadakan rembulan kepada siapa pedang itu akan diberikan. Selain sakti pedang surik juga memiliki keindahan yang membuatnya dijadikan properti tari surik laleok. Tarian ini menggambarkan sisi kepahlawan dari adat masyarakat setempat.

Bentuk dari pedang surik sendiri terlihat seperti keris tetapi tidak memiliki lekukan. Bagian ujungnya  berbentuk runcing dan melebar di bagian pangkalnya. Pada bagian gagangnya diberikan surai yang berasal dari buku kambing atau juga dari kuda, selain itu pada gagangnya terdapat ukiran mata.

2. Senjata Kabeala

Senjata Kabeala

Kabeala merupakan senjata yang bentuknya seperti golok atau juga parang, dan banyak digunakan oleh masyarakat Sumba. Senjata ini lebih banyak digunakan untuk keperluan bertani atau berburu untuk yang bergagang kayu, sedangkan yang bergagang gading atau tanduk untuk  pertahanan diri.

Senjata ini memiliki ukuran panjang sekitar 48-58 cm, pada bagian ujungnya bentuknya melebar, sedangkan pada bagian pangkal ukurannya semakin mengecil. Ketebalan dari mata goloknya sekitar 2-5.5 mm, dan akan semakin menipis  dan meruncing ke bagian ujungnya.

Golok ini terbuat dari bahan besi dan juga baja, tetapi ada juga yang hanya menggunakan baja saja dengan alasan kualitasnya lebih baik. Sebagian besar senjata ini dalam penempaannya masih menggunakan cara yang tradisional, pemanasannya masih menggunakan bahan kayu bakar.

3. Senjata Tombak Lamaholot

Senjata Tombak Lamaholot

Lamaholot adalah nama suku yang berada di Nusa Tenggara Timur, senjata ini merupakan alat untuk berburu. Perburuan itu biasanya dilakukan dil laut. Bentuk dari tombak ini cukup panjang dengan bagian ujung tombaknya diberi besi batangan atau juga beton dengan bentuk yang pipih.

Ukurannya yang panjang sehingga ada teknik tersendiri saat menggunakannya. Pada perburuan hewan laut, para nelayan harus meloncat dari kapalnya untuk menancapkan tombak pada hewan yang jadi incarannya. Binatang laut yang diincar biasanya yang memiliki ukuran yang cukup besar.

4. Senjata Panah

Panah yang dimiliki oleh masyarakat NTT terdapat dua jenis. Keduanya merupakan alat yang biasa digunakan dalam berburu, atau juga sebagai penjagaan ladang dari serbuan binatang hutan. Kedua jenis panah tersebut adalah wuhu amet dan juga rama, berikut adalah ulasannya.

a. Senjata Wuhu Amet

Senjata Wuhu Amet

Jenis panahan yang pertama ini merupakan senjata yang berasal dari masyarakat Lamaholot. Wuhu memiliki makna busur, sedangkan amet adalah mata anak panah. Pada wuhu amet, mata tombak dari senjata ini biasanya terbuat dari besi benton agar dapat menancap di badan sasaran.

Sedangkan tangkai anak panahnya terbuat dari buluh bambu. Ada beragam jenis anak panah atau amet yang di antaranya adalah hupe yang pipih dan ujung runcing, kehawek bentuknya terdapat kaitan tunggal. Selain kedua tadi ada juga yang disebut dengan longkalar, numur, dan juga keweto.

b. Senjata Rama

Senjata Rama

Jenis panah yang satu ini berasal dari Pulau Timor tepatnya ada di pedesaan di Belu. Pada masyarakat Belu rama berarti panah, dan biasanya digunakan oleh kaum laki-laki. Panah dari masyarakat Belu ini juga memiliki beragam jenis yang dibagi berdasarkan dari sistem teknologi panahannya.

Jenis panah yang cukup populer di masyarakat yaitu jenis panah moruk dan juga rama kilat. Rama moruk jenis ini sangat ampuh dalam melumpuhkan binatang buruan dengan racunnya. Sedangkan untuk rama kilat adalah panah tercanggih karena bentuknya seperti senapan, sehingga lebih cepat.

Selain dari kedua rama itu, ada juga jenis-jenis panah yang lain yaitu rama bele atau panah lebar, panah tumbup atau disebut juga rama tafukuk. Selain itu ada juga panah dengan mata yang banyak yang biasa disebut rama sura, dan tentunya jenis panah biasa.

5. Senjata Kelewang

Senjata Kelewang

Senjata kelewang merupakan senjata yang bentuknya hampir serupa dengan parang. Senjata ini biasanya digunakan untuk berperang atau juga sebagai pertahanan diri dari serangan lawan. Senjata ini juga merupakan jenis senjata yang populer dan digunakan pada saat melawan penjajah

Kelewang memiliki dua jenis yang dibedakan dari gagangnya. Jenis kelewang samara adalah kelewang yang pada gagangnya terdapat beragam hiasan begitu pula pada sarungnya. Sedangkan kelewang naruk adalah kelewang biasa yang gagangnya tidak memiliki ragam motif hias.

6. Senjata Kampak 

Senjata Kampak

Kampak dari Nusa Tenggara Timur ini sesungguhnya alat yang lebih sering digunakan sebagai perkakas sehari-hari. Kampak lebih sering digunakan sebagai alat untuk memotong terutama untuk memotong kayu yang berukuran besar, sehingga pekerjaan akan jauh lebih mudah dikerjakan.

Tetapi zaman dahulu kampak juga digunakan sebagai senjata dalam peperangan untuk melawan musuh. Kampak di Nusa Tenggara Timur telah ada sejak dahulu, dengan ditemukannya dua kampak perunggu yang ditemukan di Pulau Rote tahun 1875, dan Pulau Sabo tahun 1971.

7. Dopi atau Perisai

Dopi atau Perisai

Dopi sesungguhnya bukalah senjata melainkan tameng yang biasa digunakan dalam sebuah peperangan. Saat ini dopi biasa digunakan sebagai properti dari sebuah tarian perang yang bernama hedung. Hedung sendiri adalah tarian untuk menyambut pahlawan yang pulang dari berperang.

Senjata ini diproduksi di sebuah desa bernama Lamahala yang terdapat di daerah Flores Timur. Bahan yang digunakan untuk membuat dopi berasal dari kayu kederu. Tetapi di daerah lain seperti Lewokeluok kayu yang digunakan biasanya kayu kajo rita. Dopi sendiri biasanya berbentuk trapesium.

8. Racun pada Senjata

Racun pada Senjata

Beberapa senjata yang digunakan oleh masyarakat NTT biasanya beracun. Racun itu biasanya didapat dari tumbuhan atau juga dari binatang. racun tidak dapat dibuat oleh sembarang orang, di NTT sendiri hanya masyarakat Desa Kateri di Belu yang memiliki kemampuan dalam membuat racun.

Racun biasanya di buat dari hewan atau juga tumbuhan. Hewan yang biasa diambil racunnya adalah kalajengking, kaki seribu, ular hijau, laba-laba, dan lipan. Sedangkan untuk tumbuhan biasanya tanaman kuan kurau untuk umbinya beracun sedangkan amoro dan tanu tusi diambil getahnya.

Itulah beberapa senjata yang terdapat di Nusa Tenggara Timur. Senjata tak hanya berfungsi untuk berperang tetapi terkadang memiliki fungsi yang lain seperti untuk berburu atau juga sebagai perkakas dalam kehidupan sehari-hari. Di saat tak ada lagi peperangan senjata memang bisa jadi barang yang bermanfaat untuk bertahan hidup.

Senjata tak hanya digunakan untuk berperang, tetapi digunakan juga untuk bertahan hidup. Senjata juga dapat digunakan untuk berkebun hingga keperluan untuk menangkap ikan. Di masa sekarang senjata juga digunakan sebagai properti sebuah tarian peperangan untuk penghormatan.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram