10 Souvenir Khas Jogja yang Dapat Dijadikan Oleh-Oleh

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa diantara kamu yang hobinya nitip oleh-oleh ke teman yang sedang traveling? Atau jangan-jangan malah minta gitu aja?

Nah, oleh-oleh atau souvenir memang menjadi salah satu pelengkap ketika kamu berwisata ke suatu daerah. Setiap tempat pun punya kekhasannya tersendiri. Apalagi yang selalu menjadi favorit sebagai tempat wisata. Salah satunya seperti Yogyakarta.

Kamu pernah ke Yogyakarta? Berbagai souvenir cantik bisa kamu temukan dengan mudah di Malioboro. Lalu, souvenir apa yang pernah kamu bawa pulang setelah pulang dari sana?

Bagi kalian yang akan ke Yogyakarta dan masih bingung harus bawa apa untuk teman atau keluarga, Keluyuran punya 10 souvenir khas. Mau tahu apa saja? Yuk, cek daftarnya di bawah ini.

1. Kaos Dagadu

Kaos Dagadu

* sumber: ksmtour.com

Nama Dagadu tak asing di telinga dan mudah ditemukan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Kamu pasti pernah melihatnya pada kaos atau pernak pernik lainnya, bukan? Ya, Dagadu itu adalah nama merek dengan logo mata yang sangat legend. Bisa dibilang telah menjadi salah satu ikon kota Istimewa itu.

Pengen tahu artinya nggak mengenai Dagadu? Nah, Dagadu ternyata merupakan istilah umpatan “matamu!” Kata itu diambil dari kata slang orang Jogja yang disusun dengan cara membalik empat baris huruf Jawa. Hanya saja, tak mudah untuk mengartikannya. Sebab ada rumus tersendiri.

Bagaimana untuk mendapatkan Dagadu asli? Kamu bisa datang ke gerai aslinya bernama Dagadu Djokdja yang bisa ditemukan di Yogyarium, Malioboro Mall, Transmart, Alun-Alun Utara, dan Jogja City Mall.

2. Batik

Batik

* sumber: yogyakarta.panduanwisata.id

Setelah kaos Dagadu, satu lagi yang berbahan kain yang tak boleh kamu lewatkan tentunya adalah batik. Memang, batik bisa ditemukan di mana saja di beberapa daerah Jawa. Tapi, batik Jogja punya ciri khas tersendiri, lho.

Ciri khas batik Jogja terletak pada latar belakang motif dan hiasan motif. Selain itu, batik ini juga lebih sering menggunakan latar belakang putih. Kalau pun dasarnya hitam atau gelap, tapi warnanya kebiruan.

Batik sangat cocok dijadikan oleh-oleh khas Jogja untuk wanita maupun pria. Untuk membeli batik, baik yang telah berbentuk pakaian atau masih kain, kamu bisa datang ke Pasar Beringharjo. Di sana kamu bisa memilih sepuasnya. Harganya juga cukup terjangkau.

3. Tas Dowa

Tas Dowa

Souvenir selanjutnya sudah pasti banyak disukai para perempuan. Bagaimana tidak, tas dowa yang asli dari Yogyakarta ini dibuat dengan cara dirajut. Hasilnya begitu memukau. Bahkan, keindahannya telah sampai ke negara-negara Eropa dan Asia.

Jika dilihat dari nama, tas ini penuh dengan harapan. Bagaimana tidak, dowa yang diambil dari Bahasa Sanskerta memiliki arti doa. Selain memiliki filosofi dalam, sang pemilik sengaja memberi nama itu agar tidak sulit diucapkan oleh orang asing.

Kamu pasti sudah tertarik, bukan? Namun jika dilihat dari harganya, souvenir yang satu ini cukup mahal dibanding dengan yang lainnya. Misalnya, satu tas bisa dihargai sebesar 750 ribu hingga 3 jutaan rupiah. Setiap harga disesuaikan dengan kerumitan, ukuran, dan detail. Yah, wajar saja sih kalau untuk tas cantik dan segmen pasar menengah ke atas ini.

4. Kerajinan Perak

Kerajinan Perak

Souvenir yang satu ini tak kalah saing dengan yang sebelumnya. Kerajinan perak dari Yogyakarta yang tepatnya di daerah Kotagede ini dapat memukau setiap orang yang melihatnya. Ketenarannya tidak hanya di dalam negeri saja, para pengrajin sering mengirim hasil karyanya ke luar negeri.

Kawasan Kotagede memang sudah terkenal sebagai tempat pusat industri perak. Namanya daerah para pengrajin, aktivitas yang bisa dilakukan tidak hanya berbelanja saja, kamu bisa melihat seniman-seniman perak itu bereaksi menciptakan karya seninya itu. Tak sampai di sana, kamu juga bisa mengikuti workshop khusus.

Hasil kerajinan perak Kotagede ini punya ciri khas tersendiri. Bentuknya relief berwarna hitam dan putih yang kontras. Kamu bakalan sering menemukan perak dalam bentuk kalung, gelang, cincin, bros, candi dan berbagai kerajinan yang lain.

5. Gerabah Tanah Liat

Gerabah Tanah Liat

* sumber: visitingjogja.com

Jika Kotagede terkenal akan kerajinan perak, lain lagi di daerah Bantul, tepatnya di wilayah Kasongan. Di sana, ada sentra pembuatan kerajinan tangan gerabah tanah liat. Kamu bisa menemukan gerabah yang unik seperti patung, pot bunga, guci, dan lainnya. Kesemuanya bisa dijadikan souvenir yang cantik, bukan?

Sentra kerajinan gerabah tanah liat tidak jauh kok dari pusat kota Yogyakarta. Paling kalau menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa mencapainya hanya dalam waktu 20 menit saja.

6. Blangkon

Blangkon

* sumber: blangkonjogja.com

Pernah main ke Kraton Jogja? Bertemu dengan abdi dalem di sana? Tahu kan apa yang mereka gunakan di kepalanya? Ya, blangkon. Penutup kepala ini bisa kamu jadikan souvenir, lho.

Penutup kepala ini terbuat dari kain batik. Blangkon Jogja atau yang sering disebut Blangkon Mondolan ini punya tonjolan bulat di bagian belakangnya. Katanya, tonjolan itu punya filosofi masyarakat Jawa yang dapat menyimpan rahasia dan tidak membuka aib.

7. Surjan (Pengageman Takwa)

Surjan

Pakaian ini tengah hits di kalangan anak muda. Pakaian takwa yang sering digunakan di daerah kraton ini disebut juga Surjan, yang diambil dari kata sirajan, yang memiliki arti Pepadhang atau Pelita. Pakaian Surjan punya ciri lengan panjang, ujung baju runcing, leher dengan kancing 3 pasang (berjumlah 6), dua kancing di dada kanan kiri, tiga buah kancing tertutup.

Jika sebelumnya hanya bermotif garis, ada juga Surjan “ ontrokusuma” yang bermotif bunga (kusuma). Jenis dan dan motif kainnya terbuat dari kain sutra dan bergambar bunga. Surjan ini hanya khusus sebagai pakaian para bangsawan Mataram. Ketika dalam lingkungan kraton, baju ini hanya boleh dikenakan Sri Sultan atau Pangeran Putra Dalem, itu pun atas perintah dari Sri Sultan.

8. Patung Loro Blonyo

Patung Loro Blonyo

* sumber: www.dewisundari.com

Pernah melihat patungnya? Ketika ke Yogyakarta, kamu bisa menjadikannya sebagai souvenir untuk dipajang di rumah. Patung ini memiliki mitos dan dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan harapan. Khususnya bagi mereka pasangan suami istri.

Berdasarkan cerita, Patung Loro Blonyo sudah ada sejak zaman kepemimpinan Sultan Agung di Kerajaan Mataram pada 1476. Pada zaman itu, hanya dari keluarga priyayi yang memiliki patung tersebut. Biasanya, patung diletakkan di sentong atau bagian rumah tengah rumah joglo. Bagian ini dianggap sebagai wilayah pribadi suami dan istri.

Perempuan pada patung itu adalah Dewi Sri, yang dipercaya sebagai Dewi Kesuburan. Sementara pasangannya, dipercaya sebagai Dewa Wisnu.

Bagi kamu yang membeli patung Loro Blonyo tak mesti lagi disimpan di kamar pribadi. Bisa disimpan di mana saja sebagai pemanis interior ruangan.

9. Topeng Batik

Topeng Batik

Kalau kamu ke Yogyakarta dan ingin mengunjungi tempat yang anti-mainstream, bisa kunjungi Dusun Batur, Desa Putat, di Gunungkidul. Desa itu merupakan wilayah sentra kerajinan berbasis kayu. Salah satu yang paling terkenal adalah topeng batik. Kerajinan ini telah dikirim ke berbagai negara, salah satunya Taiwan.

Hampir 80 persen orang di desa itu bekerja dalam sentra kayu tersebut. Jika lelakinya mengukir atau membentuk topeng dan bentuk lainnya, maka perempuannya akan membantu mengamplas atau melukisnya.

Disamping membuat topeng batik, Desa Putat juga membuat ukiran-ukiran lainnya yang berbasis kayu. Misalnya, kamu bisa menemukan gantungan kunci, patung, dan lainnya.

10. Aksesoris Khas Jogja

Aksesoris Khas Jogja

* sumber: kompaswisata.com

Souvenir terakhir yang bisa kamu bawa pulang selanjutnya adalah aksesoris kecil-kecil. Pasti kamu tahu, kan? Barang-barang ini bisa ditemukan di sejumlah tempat wisata. Tapi, kalau tak ingin sulit, di sepanjang jalan Malioboro kamu bisa mencari dan mendapatkannya.

Barang-barang kecil dan terjangkau ini bisa kamu bagi-bagikan kepada teman-teman yang sering meminta oleh-oleh. Aksesoris ini berupa gantungan kunci, kalung, gelang, tas, dan yang lain-lainnya. Biasanya, pada aksesoris tersebut, ada tulisan Yogyakarta atau semacamnya.

So, setelah ini, kamu bakal bawa nih kira-kira kalau pulang dari Kota Pelajar ini? Temukan tempat belanja oleh-olehnya di artikel oleh-oleh khas Jogja ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *