10 Spot Foto di Kota Tua Jakarta yang Jadi Ikon Wisata

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 8 September 2021

Ada apa sih di kota tua Jakarta? Itu adalah pertanyaan yang sering terlontar dari orang yang belum pernah mengunjungi objek wisata populer di ibukota.

Dikenal sebagai tempat wisata, turis mana pun pasti penasaran dengan objek apa yang menarik dari tempat tersebut. Kota tua Jakarta atau Old Batavia pada dasarnya merupakan sebuah wilayah kecil di Jakarta. Wilayah ini hanya seluas 1,3 km2

Di tempat ini terdapat banyak sekali bangunan kuno saksi sejarah masa kolonial Belanda berabad-abad lalu. Bangunan dan sisa benteng bergaya Neoklasik, Indische Empire dan lain-lain masih ada di sini.

Kecantikan bangunan klasik tersebut sering digunakan sebagai latar berfoto. Jika kamu kebetulan ingin ke Kota Tua Jakarta, cek terlebih dahulu daftar spot foto ikonik menariknya di bawah ini yuk!

1. Museum Fatahillah

  • Alamat: Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
  • Telepon: (021) 6929101
  • Jam Operasional: Setiap Hari 09.00 – 15.00

Museum Fatahillah merupakan bangunan paling ikonik di Old Batavia. Bangunan ini dibangun tahun 1707. Hampir semua foto yang beredar di internet tentang Kota Tua Jakarta pasti menggunakan bangunan yang mempunyai nama resmi Museum Sejarah Jakarta ini.

Gaya arsitektur Museum Fatahillah mirip dengan Istana Dam di Belanda. Bangunan ini dulunya digunakan sebagai pengadilan dan penjara. Ruangan pengadilan dan penjaranya masih bisa kamu lihat di dalamnya.

Meskipun bangunan ini sudah berkali-kali mengalami renovasi, namun nuansa klasik khas bangunan lama masih cukup terasa. Inilah yang menarik bagi para photography enthusiast.

Bangunan yang mempunyai genting berwarna terracotta ini selalu berhasil menciptakan kesan klasik pada hasil jepretannya. Nah, mengunjungi kota Tua Jakarta belum lengkap tanpa berfoto di depan bangunan megah ini.

2. Museum Bank Indonesia

Museum Bank IndonesiaSumber: bi.go.id
  • Alamat: JL. Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat
  • Telepon: (021) 2600158
  • Jam Operasional: Setiap Hari 09.00 – 16.00

Museum BI menempati bangunan yang dulunya digunakan oleh De Javasche Bank. Gedung ini kemudian ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah. Museum ini terdiri dari enam ruangan, yakni ruang teater, playmotion, ruangan sejarah, ruangan perenungan hijau.

Ada pula ruangan numismatik yang berisi koleksi uang dari zaman dahulu hingga sekarang dan ruangan emas moneter. Ruangan emas moneter adalah ruangan yang paling penting karena berisi koleksi emas murni sebagai penjamin uang.

Dan bagi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah lengkap BI, pengunjung bisa masuk ke ruangan teater. Pengunjung akan disuguhi film yang berisi sejarah awal BI dan kejadian yang pernah dialami oleh bank terbesar di Indonesia ini.

Megahnya bangunan museum ini bisa menjadi latar berfoto yang luar biasa. Ditambah cerita sejarahnya, fotomu pasti akan lebih bermakna. Nah, jangan lupa untuk perhatikan peraturannya mengambil foto di museum ini terlebih dulu.

3. Museum Bank Mandiri

  • Alamat: Jl. Lapangan Stasiun No.1 Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110
  • Telepon: Telp. 021 690 2000 Fax. 021 690 0993
  • Jam operasional: Selasa – Minggu 09.00 – 16.00

Bergeser sedikit ke pinggir Museum BI, kamu akan menemukan bangunan yang tidak kalah bernilai historis. Sekarang kita mengenal bangunan ini sebagai Museum Bank Mandiri, dulu bernama Nederlandsche Handel-Maastchappij NV.

Bangunan ini adalah rumah bagi koleksi benda-benda yang berkaitan dengan bank. Beragam benda bersejarah yang digunakan oleh bank di zaman dulu bisa kamu temukan di sini. Daya tarik Museum Bank Mandiri adalah bentuk bangunannya yang bergaya Neiuw-Zakelijk.

Siapa yang mau melewatkan latar cantik nan klasik dari bangunan yang dihiasi oleh garis-garis vertikal dan horizontal di setiap sudutnya ini? Rasanya sayang sekali. Apalagi bentuknya yang simetris memperkuat kesan klasik.

4. Toko Merah

Toko MerahSumber: kumparan.com
  • Alamat: Jl. Kali Besar Barat No. 11, Pinang Siang Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Telepon: (021) 91633429
  • Jam operasional: Setiap Hari 09.00 – 16.30

Bangunan bersejarah yang satu ini sangat mencolok. Warna dinding, pintu dan genting didominasi warna merah cerah khas bangunan Tionghoa. Tak heran jika bangunan yang kini disebut dengan Toko Merah ini menjadi pilihan untuk berfoto.

Dulu digunakan sebagai kediaman pejabat penting di Batavia. Bangunan tua yang dibangun tahun 1730 ini kini sudah banyak mengalami renovasi, sama seperti Museum Fatahillah. Namun, sebagian besar masih mempertahankan bentuk bangunan lamanya.

Kalau kebetulan ada pameran atau acara khusus, sempatkan untuk mengambil foto di sudut artistik. Hasil jepretanmu bisa luar biasa lho. Jika kamu tertarik merasakan suasana lain dari tempat ini, datanglah di malam hari. Kabarnya, kamu akan bertemu dengan sosok-sosok gadis di masa lalu yang menjadi korban penyiksaan dalam peristiwa Geger Pecinan.

5. Café Batavia

Café BataviaSumber: kcic.co.id
  • Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.14 Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11230
  • Telepon: (021) 6915534
  • Jam operasional: Setiap Hari 07.00 – 21.00

Jika berkunjung ke kota tua Jakarta, Café Batavia biasanya menjadi destinasi utama dalam daftar perjalanan. Café tua yang rampung dibangun tahun 1837 ini dulunya adalah satu-satunya bangunan komersil di Taman Fatahillah.

Café ini mempunyai dua lantai yang mana lantai pertama dibangun dengan menggunakan kayu-kayu yang sangat klasik. Lantai kedua dibangun dengan gaya khas Belanda yang umum ditemukan pada bangunan di kota tua Jakarta.

Interior café dihiasi dengan tema yang popular di tahun 1930-an. Foto-foto vintage di café ini, interior, furnitur sampai foto-foto bangsawan ternama tempo dulu menjadi properti artistik yang akan membuat nuansa vintage sangat kuat.

6. Café Jamu Acaraki

  • Alamat: Gedung Kerta Niaga 3, Kota Tua, Jl. Pintu Besar Utara No.11, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110
  • Telepon: +6281213536556
  • Jam operasional: Setiap Hari 10.00 – 22.00

Sejak dibuka tahun 2018 lalu, Café Jamu Acaraki menarik perhatian turis yang berkunjung ke Kota Tua Jakarta. Di café ini kamu akan disuguhi sajian jamu yang diracik dengan modern sehingga bisa lebih mudah dikonsumsi.

Namun, yang menarik dari café ini bukan hanya sajian jamu modernnya, arsitektur dan suasana di café ini pun membuat mata seolah tak bisa berpaling. Setiap sudutnya dibuat menarik dengan desain yang menghadirkan kesan kuno yang elegan.

Furnitur dan dekorasi benda-benda zaman dulu membuat nuansa tempo doeloe-nya sangat terasa. Nah, kalau dijadikan sebagai latar berfoto pasti keren nih. Coba deh datangi café-nya langsung ya!

7. Rumah Akar

Rumah AkarSumber: dekoruma.com
  • Alamat: Jl. Taman Fatahillah Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
  • Jam Operasional: Setiap Hari 09.00 – 16.00

Lokasinya tidak jauh dari Museum Fatahillah. Rumah unik yang akan bikin membuat kamu berdecak kagum ini bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki selama 7 menit saja.

Tidak ada yang tahu pasti rumah bergaya Eropa ini dulunya difungsikan sebagai apa. Informasi yang kita tahu hanyalah bahwa rumah besar ini adalah bangunan bergaya Eropa dua lantai yang dulu mengalami kebakaran lalu dibiarkan terbengkalai sampai dirambati akar-akar pohon.

Latar kejadian itulah yang menyebabkan rumah ini dinamai Rumah Akar. Siapa sangka sulur-sulur akar yang mencengkeram dinding rumah ternyata membentuk pemandangan estetik lho. Banyak yang menjadikan rumah akar sebagai spot berfoto untuk pre-wedding dan pemotretan komersil lainnya.

Akar-akar yang merambat di dinding rumah bergaya kuno ini menjadi dekorasi alam yang unik untuk latar berfoto. Entah butuh berapa lama sampai akar-akar bisa membentuk pemandangan yang cantik yang pasti fotomu pasti akan luar biasa jika diambil di sini.

8. Pelabuhan Sunda Kelapa

  • Alamat: Jl Maritim 8. Pademangan Kode Pos 14430, Jakarta Utara, Jakarta.
  • Telepon: (021) 6912004, 6907321,081218880906.
  • Jam operasional: setiap hari 16.00 – 18.00

Pelabuhan Sunda Kelapa adalah bagian dari sejarah Indonesia di masa kolonial dulu. Aktivitas perdagangan di zaman penjajahan Belanda dilakukan di Pelabuhan ini. Nah, Pelabuhan tua ini ternyata mempunyai penampilan unik yang dijadikan sebagai spot foto.

Jejeran kapal-kapal di pelabuhan bisa kamu jadikan sebagai properti yang menarik. Bangunan tua dengan gaya arsitektur khasnya menyajikan suasana indah. Aktivitas warga di pelabuhan ini bisa menjadi objek menarik bagi kamu yang menyukai street photography.

Pokoknya setiap sudut Pelabuhan yang dijuluki sebagai Teras Depan Pulau Jawa ini menyimpan keindahan tersendiri yang sayang jika dilewatkan.

9. Petak Sembilan Pecinan Glodok

  • Alamat: Jl. Kemenangan Raya No.40, RT.5/RW.1, Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120
  • Jam Operasional: Setiap Hari 24 Jam

Kota tua tidak hanya menyajikan nuansa bangunan bergaya Eropa. Di Kawasan ini terdapat wilayah yang kental dengan Tionghoa, yakni Petak Sembilan Pecinan. Daerah yang disebut juga dengan Pecinan Glodok ini banyak dihuni oleh etnis Tionghoa.

Klenteng dan rumah-rumah berdekorasi khas Tionghoa menjadi pemandangan yang cantik jika kamu memotretnya. Geliat kawasan ini akan semakin riuh saat Tahun Baru Imlek atau perayaan agama Buddha lainnya.

Nah, di momen tersebut kawasan ini menjelma menjadi kawasan yang indah karena berbagai dekorasinya. Pastinya akan jadi spot foto terbaik yang bisa kamu ambil untuk menghasilkan foto yang menarik.

10. Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota IntanSumber: merdeka.com
  • Alamat: Jl. Nelayan Tim. No.8, RW.7, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11230
  • Telepon: 0856-9255-2490
  • Jam operasional: setiap hari 09.00 – 16.00

Meskipun namanya Jembatan Kota Intan, namun jembatan bernilai historis yang telah ada sejak tahun 1628 ini tidak berada di Garut. Garut hanya mendapat julukan itu, sementara jembatannya berada di kawasan Kota Tua Jakarta.

Nah, jembatan ini adalah salah satu spot ikonik di Kota Tua Jakarta. Jembatan ini dibangun oleh VOC dan merupakan jembatan tertua di Jakarta. Kelebihan dari jembatan gantung yang membelah Kali Besar ini tidak hanya terletak pada nilai historisnya.

Ada nilai estetis yang menyebabkan jembatan ini layak masuk ke dalam spot foto terbaik di Kota Tua Jakarta. Jangan sampai terlewat, ya.

Nah, itulah 10 spot foto di kota tua Jakarta yang ikonik dan mempunyai nilai sejarah. Pesona kota tua dengan bangunan-bangunan kunonya menjadi spot terbaik. Tidak perlu megah, bangunan tua dengan identitas aslinya tersebut menjadi magnet yang membuat orang ingin memotretnya dan menggunakannya sebagai latar berfoto.

Siapkan kamera dengan baterai yang penuh, ya! Kamu akan menemukan titik-titik menarik yang pasti bisa kamu tangkap melalui lensa kamera kamu. Selamat menikmati suasananya.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram