10 Street Food Khas Eropa yang Pasti Bikin Ngiler

Ditulis oleh Siti Hasanah

Jika berbicara tentang street food khas Eropa, pilihan makannya tak terbatas karena ada banyak negara yang berada di benua biru tersebut. Beberapa pasar terbuka dan kedai atau kios kaki lima terbaik di dunia berjejer di jalan-jalan di kota-kota di seluruh Eropa. Semuanya menunggu untuk dijelajahi dan dicicipi. Mungkin akan perlu waktu seharian untuk bisa mencobanya.

Dari suguhan keju yang sangat memuaskan dan potongan daging yang juicy dengan semua topping dan saus terbaik hingga kelezatan kayu manis yang manis dan kue-kue yang baru dipanggang, semuanya siap menyambut para food traveler. Ada banyak pilihan favorit lokal untuk street food di Eropa.

Mau tahu apa saja street food di Eropa yang bikin ngiler ? Yuk, simak ulasannya selengkapnya berikut ini.

1. Oscypek Cheese - Kraków, Polandia

Oscypek Cheese - Kraków, PolandiaSumber: truefoodies.com

Street food di Polandia menjual hidangan lezat seperti oscypek cheese khas dari wilayah selatan negara ini. Makanan kaki lima yang terbuat dari keju domba yang berbau asap dan asin ini mungkin rasanya terlalu kuat bagi sebagian orang, tetapi hidangan ini dipanggang dan disajikan dengan cranberry.

Keju asap berbentuk gelendong yang berasal dari dataran tinggi Tatra ini dibuat secara eksklusif dengan susu asin dari domba pegunungan Polandia yang tidak dipasteurisasi, meskipun terkadang dapat juga ditambahkan sedikit susu sapi dari jenis sapi merah Podgórska Polandia.

Oscypek diproduksi dari Mei hingga September dan dianggap sebagai produk tradisional wilayah paling selatan Polandia, Podhale. Dengan rasa asap yang menonjol dan rasa asin dan sedikit asam yang unik dan ada sedikit rasa chestnut, keju yang agak gurih ini paling enak dinikmati dengan dipanggang.

2. Pintxos – San Sebastián, Spanyol

Pintxos – San Sebastián, Spanyol

Pelancong yang datang ke Spanyol akan langsung pergi ke Madrid atau Barcelona. Namun pelancong kuliner sejati akan bertandang ke Basque di Spanyol utara untuk suguhan sejati. Tempat ini adalah rumah bagi banyak restoran Bintang Michelin dan tujuan makanan lokal yang unik di San Sebastian.

Meskipun Spanyol terkenal dengan tapas-nya, San Sebastian dikenal dengan pinchos, atau pintxos dalam bahasa Basque. Pintxos adalah makanan dalam porsi kecil, biasanya disajikan dengan ditusuk stik atau tusukan sate. Ada cara menikmati pintxos di San Sebastian.

Tur San Sebastian pintxos adalah salah satu cara terbaik untuk mempelajari tradisi makan lokal ini, baik dengan tur terorganisir atau dengan mengunjungi bar secara solo. Sangat menyenangkan untuk mencoba beberapa pintxo di sebuah bar dan kemudian melompat ke bar berikutnya.

Tujuannya adalah mengunjungi beberapa dari bar tersebut dalam satu malam. Ini adalah cara makan yang berbeda dan merupakan tujuan yang wajib dikunjungi di Eropa bagi pencinta makanan.

3. Poffertjes – Belanda

Poffertjes – BelandaSumber: id.pinterest.com

Poffertjes adalah makanan tradisional Belanda. Salah satu street food khas Eropa ini umumnya disajikan sebagai camilan manis dan menyerupai pancake mini. Secara tradisional poffertjes disajikan dengan gula bubuk dan mentega, tetapi terkadang juga disajikan dengan sirup.


Camilan ini dipandang sebagai hidangan orang miskin. Barulah di awal abad ke-19 menjadi populer. Adonan terbuat dari tepung buck, karena kurangnya tepung terigu selama Revolusi Prancis. Ceritanya hidangan ini ditemukan oleh pendeta yang menggunakannya sebagai komuni mingguan.

Setelah adonan dibuat, poffertjes akan dimasak menggunakan panggangan khusus dari besi cor atau tembaga poffertjes. Hidangan ini bisa dinikmati dengan sirup maple dan gula bubuk, sangat manis dan pasti harus mencobanya jika datang ke Belanda.

Pancake yang ringan dan empuk ini ternyata mengenyangkan dan membuat suguhan yang enak untuk dinikmati kapan saja sepanjang hari.

4. Sfincione – Sisilia, Italia

Sfincione – Sisilia, ItaliaSumber: sicilianotizieonline.it

Focaccia tradisional Sisilia ini adalah roti pipih yang dipanggang dalam oven dengan saus tomat rasa oregano yang dibuat dengan tambahan bawang, ikan teri, remah roti, dan keju lokal seperti caciocavallo, provolone, tuma, atau ricotta.

Sfincione adalah salah satu street food khas Eropa yang favorit di pulau itu, terutama di Palermo. Di sana pedagang kaki lima sering terlihat berkeliling dengan truk makanan Piaggio Ape roda tiga mereka sambil meneriakkan "Scairsu r'uogghiu e chin'i pruvulazzu" (artinya, sedikit minyak dan banyak debu).

Kata-kata ini mengacu pada topping remah roti yang keras. Nama sfincione berasal dari kata Arab asfanaj dan bahasa Yunani sfoungári, keduanya berarti spons. Tampilan dan tekstur roti pipih ini memang menyerupai arti dari namanya.

5. Sirniki – Rusia

 Sirniki – Rusia

Kata "sirniki" mungkin terdengar aneh, tapi ini adalah salah satu menu sarapan terbaik di seluruh dunia yang akan memanjakan penikmatnya seumur hidup. Di Rusia, tempat hidangan ini berasal, sirniki bisa menjadi sarapan dan pencuci mulut.

Sirniki terbuat dari keju cottage segar yang dicampur dengan sedikit tepung – umumnya menggunakan tepung semolina – krim asam, dan gula. Campuran yang berbentuk adonan digunakan untuk membentuk roti dan menggorengnya di atas wajan.

Roti dapat disajikan dengan krim asam, selai, atau madu, atau semuanya sekaligus, sehingga membuat makanan pagi yang paling memuaskan. Tambahkan secangkir kopi untuk menemani hidangan ini. Saat berada di Saint Petersburg, cobalah sirniki di kafe Mechtateli.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram