10 Jenis Street Food Khas Filipina yang Enak dan Unik

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 23 Agustus 2021

Umumnya street food khas Filipina sebagian besar muncul dari kesulitan. Seperti halnya Indonesia, dahulu Filipina pun merupakan negara yang terjajah karenanya tidak mudah untuk mendapatkan daging mahal dan berkualitas. Untuk bisa bertahan mereka memakai bagian hewan yang terjangkau harganya dan tak terlalu mewah.

Street food khas Filipina ini merupakan bukti dari kemampuan beradaptasi dan kecerdikan orang-orang Filipina. Mereka berhasil mengubah bagian-bagian hewan ini menjadi beberapa makanan yang paling enak dan paling terjangkau. Jajanan kaki lima bisa didapatkan di hampir setiap sudut jalan di kota-kota besar di Filipina hingga pukul 2 pagi. Mau tahu keunikan street food ini? Simak ulasannya.

1. Maruya

 Maruya

Di Indonesia kita mengenal jajanan kali lima yang bernama pisang goreng. Ternyata di Filipina pun ada yang disebut dengan maruya. Pisang goreng khas Filipina ini dibuat dari pisang yang diiris atau dihaluskan yang diberi taburan tepung dan dilumuri tepung lalu digoreng sampai renyah. Gorengan favorit anak-anak ini dan sering ditemukan di warung pinggir jalan di seluruh Filipina.

Biasanya gorengan ini dibuat dari pisang saba Filipina. Bentuk maruya bermacam-macam dan sering kali dihidangkan dengan sedikit taburan gula. Maruya seringnya dijadikan sebagai camilan ringan. Namun bisa juga jadi menu sarapan manis atau hidangan penutup di sore hari yang cukup mengenyangkan.

2. Isaw

 Isaw

Lagi-lagi street food khas Filipina ini bisa kamu temukan di Indonesia. Kamu pasti pernah melihat penjual usus goreng di Indonesia. Jika di Filipina usus goreng dijadikan camilan, di Indonesia biasanya dijual bersama ayam goreng dan dijadikan lauk teman nasi. Isaw adalah usus babi dan ayam yang dipanggang di atas api panas. Ini merupakan camilan sore yang paling popular di sana.

Mulai tengah hari sampai sore hari, kamu akan mencium bau arang yang dinyalakan. Ini berarti sudah datang waktunya untuk mencicipi camilan sore. Usus ditusuk menggunakan tusuk sate dan dipanggang hingga sedikit agak hangus dan memiliki aroma diasap. Dibandingkan dengan usus ayam yang seperti sosis tabung mini, usus babi sedikit lebih kenyal serta rasanya lebih kuat.

Salah satu hal terbaik ketika makan isaw adalah bumbu dengan cuka. Umumnya orang Filipina senang merendam isaw dalam cuka cabai bawang dan cuka dibiarkan menyerap sebanyak mungkin. Kontras antara isaw panggang dengan cuka menghasilkan rasa yang sangat memuaskan.

3. Balut

Balut

Daftar street food khas Filipina tak akan lengkap tanpa memasukkan makanan ikonik yang satu ini. Kudapan ini termasuk makanan ekstrem yang berupa embrio telur rebus yang dibuahi dan dimakan langsung dari cangkangnya. Seringkali balut menjadi objek tantangan makan khususnya untuk orang asing.

Telur ini diinkubasi selama 14 atau 21 hari baru kemudian direbus dan dikukus. Kota Pateros di Metro Manila dikenal sebagai rumah untuk industri pemeliharaan bebek serta produksi balut. Dikatakan kalau balut dari kota ini adalah yang terbaik di Filipina.

Cara makan balut yang dianggap paling enak adalah dengan membuat retakan kecil atau lubang di kulit telur agar bisa menghirup kaldunya. Setelah itu celupkan isian ke garam atau cabai, cuka, dan bawang putih dan dimakan utuh bersama dengan anak ayam yang belum berkembang.

Ada juga versi balut yang lain yang disebut "penoy". Ini merupakan telur balut yang tidak berkembang dengan baik sesudah 9-12 hari. Balut penoy seperti telur rebus yang tak memiliki pemisah antara kuning dan putih telur. Ini layaknya telur setengah orak-arik yang masih dalam cangkangnya. Kamu berani mencobanya?

4. Banana Cue

Banana Cue

Di atas kamu sudah dikenalkan pada maruya, yaitu pisang goreng khas Filipina. Ternyata masih ada lagi street food khas Filipina yang berbahan pisang, yaitu banana cue. Camilan ini berupa pisang raja goreng yang ditusuk dan diberi lapisan gula merah karamel. Seperti halnya balut, banana cue juga sama popularnya sebagai street food di Filipina.

Camilan ini juga sering dibuat di rumah dan banyak dimakan oleh orang Filipina. Banyak orang Filipina yang tumbuh besar dengan makan banana cue di rumah yang dijadikan sebagai merienda atau camilan tengah hari. Bisa juga makanan ini jadi camilan sepulang sekolah. Karenanya makanan ini sangat disukai dan dicintai. Ini adalah camilan Filipina yang menenangkan yang membawa ingatan masa kecil.

Pisang yang menjadi bahan untuk membuat banana cue disebut saging na saba atau pisang saba. Jenis pisang ini sering digunakan dalam masakan Filipina. Bisa dibuat jadi makanan penutup seperti turon, minatamis na saging (pisang dengan saus karamel), halo-halo juga maruya (pisang goreng). Pisang saba juga digunakan untuk arroz a la cubana serta puchero untuk menambahkan rasa manis.

Bagi sebagian orang barat ini mungkin terdengar aneh, tetapi orang Filipina memiliki sejenis saus yang dibuat dari pisang saba. Saus itu disebut saus pisang. Ini merupakan versi saus manis dari saus tomat biasa yang ditemukan. Ini dibuat saat Perang Dunia II karena kurangnya persediaan tomat.

Sekarang saus ini bisa dibilang lebih populer dibandingkan dengan saus tomat dan ini adalah bumbu yang cocok untuk makanan yang digoreng dan berminyak.

5. Proben

Proben

Terkadang disebut juga sebagai proven, proben adalah street food khas Filipina yang memuaskan. Ini adalah makanan jalanan lainnya yang paling populer di negara ini. Camilan ini dibuat dari organ ayam yang tidak biasa yang disebut proventriculus, organ yang dalam banyak hal mirip dengan ampela ayam.

Proben dipotong kecil dan dilapisi tepung atau tepung jagung, kemudian digoreng hingga bagian luarnya menjadi cokelat keemasan juga renyah. Proben bisa digoreng satu per satu dan disajikan dalam kantong plastik atau ditusuk dengan bambu kemudian digoreng. Murah, cepat serta bergizi, proben menjadi perwakilan dari beragam varian makanan jalanan paling umum di Filipina. Makanan ini khususnya digemari oleh kalangan pelajar muda. Walau bisa dimakan polos, versi yang disajikan dalam kantong atau tusuk sate biasanya diberi saus asam cuka atau saus cabai manis.

6. Adidas

AdidasSumber: twitter.com

Street food khas Filipina tak hanya menantang tapi nama yang digunakannya pun bisa cukup unik. Di Filipina ada makanan kaki lima yang disebut adidas. Pasti kamu bingung makanan seperti apa sehingga disebut adidas yang notabene adalah sebuah merek ternama?

Nama camilan adidas digunakan untuk menyebut ceker ayam panggang yang secara lokal disebut "adidas" karena merek sepatu itu memiliki 3 garis yang sesuai dengan jumlah jari ayam, 3.  

Sama seperti isaw, adidas atau ceker ayam ditusuk dengan tusukan sate dan dipanggang di atas arang. Walaupun tidak banyak daging di kaki, kulitnya kaya akan kolagen dan berlemak dengan banyak rasa di dalamnya yang hanya bisa dimunculkan dengan proses dipanggang.

7. Empanada

Seperti negara-negara yang pernah dijajah oleh Spanyol, Filipina pun memiliki kuliner yang dipengaruhi oleh negara tersebut. Kuliner tersebut dinamakan empanada. Isi empanada sangat bervariasi.

Namun empanada Filipina umumnya berisi daging giling (daging sapi, ayam, atau babi), kentang, wortel, bawang, kacang polong, serta kismis yang dibungkus oleh adonan yang dipanggang maupun digoreng. Daerah Vigan di Filipina adalah rumah bagi jenis empanada Filipina yang paling terkenal.

Berbeda dengan empanada daerah lain, empanada Vigan warnanya oranye dan ukurannya jauh lebih besar. Warna tersebut asalnya dari biji achuete atau annatto yang merupakan bahan yang sama yang dipakai untuk mewarnai kwek kwek dan tokneneng.

Empanada vigan dimasak dengan cara digoreng sehingga menghasilkan adonan seperti cangkang yang renyah yang berbeda sekali dari adonan lembut semi-manis yang dipakai dalam jenis empanada Filipina lainnya.

Isinya bervariasi, tapi biasanya empanada Vigan berisi pepaya hijau parut, wortel parut, tauge, Vigan longganisa (sosis Filipina) tanpa kulit serta telur utuh.

8. Kwek Kwek

Satu lagi street food khas Filipina dengan nama yang menggelitik bagi orang Indonesia. Nama camilan ini adalah kwek kwek, yaitu sejenis tokneneng, jajanan pinggir jalan Filipina lainnya. Kalau tokneneng dibuat dengan telur ayam atau bebek rebus, kwek kwek merupakan varian lain yang berukuran lebih kecil, yang umumnya menggunakan telur puyuh berukuran kecil.

Kwek kwek dan tokneneng memiliki warna oranye tua yang merupakan warna tepung yang digunakan untuk melapisi telur sebelum digoreng. Adonan tepung terdiri dari terigu, tepung jagung, dan air, dengan tambahan bubuk annatto yang memberikan warna oranye yang luar biasa pada hidangan.

Telur puyuh rebus yang dilapisi dengan adonan digoreng hingga renyah. Bumbu penting untuk pendamping kwek kwek yaitu saus pedas dan asam.

9. Betamax atau DVD

Betamax atau DVD

Sepertinya street food khas Filipina tak ada habisnya membuat penikmatnya terkejut dan terheran-heran dengan penamaan makanannya. ketika mendengar nama betamax, kamu mungkin teringat kaset video zaman dulu. Namun di Filipina ini merupakan nama sebuah makanan yang dibuat dari darah beku dan berbentuk persegi panjang sehingga memunculkan nama betamax.

Kemudian kue-kue itu dibentuk ulang jadi menjadi kepingan bulat sehingga nama barunya adalah DVD atau VCD yang merujuk pada disk video. Apapun bentuknya dan namanya, kue-kue ini tak hanya enak dimakan tapi proses pemanggangannya memberi camilan ini rasa yang luar biasa. Selain itu, teksturnya juga menarik yang tidak dipunyai daging barbekyu lainnya.

10. Palabok

Palabok merupakan salah satu hidangan mie Filipina yang umum dijumpai di negara ini. Camilan street food khas Filipina ini cukup popular. Hidangan klasik ini merupakan salah satu varian paling terkenal dari hidangan pancit (mie) tradisional dan dianggap sebagai buatan asli Filipina. Ini berbeda dari versi lain yang dipengaruhi oleh kuliner Cina.

Mie beras merupakan bahan dasar hidangan ini dan saus kentalnya dibuat dari udang, daging babi cincang serta di atasnya diletakkan kulit babi goreng (chicharon). Terkadang palabok juga dimakan dengan telur rebus. Sausnya kaya rasa dan berbau bawang putih yang cocok dipasangkan dengan mie beras sutra.

Street food khas Filipina tak hanya mencengangkan dari segi makanannya tapi juga nama-namanya yang unik, seperti betamax, adidas, atau kwek kwek. Beberapa makanan itu mirip dengan yang ada di Indonesia, seperti maruya atau isaw.

Mungkin untuk yang suka tantangan kamu bisa mencoba balut, telur dengan yang berisi embrio. Apakah kamu cukup berani untuk mencoba balut atau versi lainnya, penoy?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram