Tahura Ir. H. Djuanda, Wisata Flora & Fauna di Bandung

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Beberapa orang bila disebutkan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung mungkin terlintas taman dalam hutan atau mirip seperti Kebun Raya Bogor. Sebenarnya Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini sebenarnya hutan. Akan tetapi, dikelola dengan baik sehingga aman untuk dikunjungi dengan tujuan berolahraga atau sekedar jalan-jalan bersama teman atau keluarga.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau dikenal dengan sebutan THR Djuanda atau Tahura terletak di kawasan Dago. Tahura memiliki luas hutan sebesar 590 hektar yang terbentang dari Dago Pakar sampai Maribaya. Ada 2500 jenis tanaman yang hidup di sini dengan ketinggian antara 770-1330 mdpl. Biar kamu lebih paham menariknya Tahura, yuk simak ulasannya di bawah ini. 

Wahana atau Spot Populer

Setiap tempat wisata pasti memiliki spot menarik untuk dikunjung, termasuk Tahura Djuanda. Nah, kalau ke sini wajib banget rasanya menyempatkan singgah ke spot satu ini.

1. Susur Goa

Susur Goa

* sumber: travelingwestjava.wordpress.com

Ada dua goa yang terkenal di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yaitu Goa Jepang dan Goa Belanda. Kedua goa ini memiliki cerita sejarah berbeda. Goa Belanda dibuat pada saat Belanda menjajah Indonesia. Ia berusia sekitar 111 tahun. Di dalamnya terdapat lorong yang saling terhubung. 

Di bagian kiri akan menemukan tempat penyimpanan logistik dan juga sel tahanan perang. Kamu masih bisa melihat pintu sel asli yang masih sama seperti 100an tahun yang lalu. Sedangkan pada bagian kanan terdapat gang sempit yang menuju tangga. Tangga tersebut digunakan untuk pengintaian.

Jalanan di dalam Goa Belanda cukup rata dengan dinding goa masih memiliki besi berkarat. Akan tetapi, hawa dingin saat memasuki tempat ini tak bisa dipungkiri. Kondisi gelap pun juga muncul di sini. 

Sedangkan Goa Jepang yang terletak sekitar 300 meter dari Goa Belanda, memiliki sejarah saat kependudukan Jepang. Goa Jepang memiliki empat pintu masuk dengan dua lubang penjagaan.  Menurut sejarah, Goa Jepang dibuat saat terjadi romusha dan digunakan untuk perlindungan dari sekutu. Tak hanya itu, ia juga berguna sebagai tempat penyimpanan logistik serta senjata militer. 

Bila kamu masuk ke dalam akan menemukan goa-goa kecil di dalamnya. Goa tersebut digunakan untuk tempat interogasi, persembunyian, penyimpanan, sampai penjara. Bentuk goa pun masih asli dan tidak diubah. Sebaiknya gunakan senter saat masuk ke dalam goa karena penerangan yang sangat minim. 

2. Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati

Tentu tak hanya sejarah yang bisa kamu ulik di sini tetapi juga menikmati keanekaragaman hayati yang memang tinggal di kawasan Tahura Djuanda. Tahura Djuanda memang terkenal dengan penangkaran rusa. Akan tetapi, Tahura memiliki sejumlah tempat yang  menarik lebih dari itu. 

Di sini kamu bisa menemukan monyet ekor panjang berkeliaran bebas sepanjang kawasan, burung kutilang, burung puter, burung tekukur, kelinci, burung raja udang biru, kupu-kupu sampai tupai.

Dari flora, kamu tentu akan melihat banyak pepohonan yang hidup di area ini. Ada sekitar 40 famili yang bisa kamu temukan di Tahura. Nah, pohon yang mungkin sekali bisa kamu lihat adalah pinus, damar, mahoni Uganda, kayu manis, berigin, kigelia, cemara, sampai bunga bangkai.  

3. Curug

Curug

* sumber: tahurabandung.com

Kalau kamu ingin bermain curug, bisa memilih Tahura dan memilih salah satu dari beberapa curug yang ada di sini. Ada Curug Omas, Curug Dago, dan Curug Lalay. Curug Omas berada dekat dengan Maribaya. Tak heran bila sering disebut sebagai Curug Maribaya. Ketinggiannya sekitar 30 meter dengan turun ke Sungau Cikawari.

Kekhasan dari Curug Omas adalah adanya jembatan di atasnya. Kalau kamu ingin memaju adrenalin, coba melintas di atas jembatan. Keindahan dan adrenalinnya tak terbendung. 

Kedua ada Curug Dago. Curug Dago memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan bagian di sisinya memiliki dua buah batu prasati peninggalan kerajaan Thailand bernama Prasasi Beraksara Thailand. Selain itu ada tempat untuk berisitirahat di bawah pohon.  

Terakhir, Curug Lalay adalah curug yang memiliki ketinggian sama dengan Curug Omas. Namun, posisinya yang tersembunyi di antara lembah cukup sulit dijangkau. Kemudian ada gua di sisi air terjun dimana kelelawar bersarang. 

4. Tebing Keraton

Tebing Keraton

* sumber: jejakpiknik.com

Salah satu spot yang cukup terkenal di kawasan Tahura Djuanda adalah Tebing Keraton. Pesona pemandangan Bandung dari atas memang menggugah siapapun. Udara dingin, pemandangan bagus, serta tempat yang instagramable sudah menjadi komposisi cantik. 

Keistimewaan Tebing Keraton adalah kamu bisa melihat matahari terbenam dan juga matahari terbit dengan kemagisan yang berbeda. Sebaiknya tetap berhati-hati saat berada di kawasan Tebing Keraton. Ini karena konturnya yang terjal dan menanjak. 

Untuk bisa mencapai Tebing Keraton, sebaiknya gunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Walau masih satu area dengan Tahura, pintu masuk ke Tebing Keraton cukup jauh. Harga tiket masuk ke Tebing Keraton sudah termasuk masuk ke Tahura Djuanda. Cukup menunjukan tiket yang sudah kamu beli saja nanti. 

5. Museum Ir. H. Djuanda

Museum Ir. H. Djuanda

Sudah tahukah kamu dengan tokoh Ir. H. Djuanda? Jika hanya sebatas mengetahui beliau sebagai tokoh pahlawan nasional, sepertinya kamu perlu mengunjungi Museum Ir. H. Djuanda yang ada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. 

Museum ini berukuran 8 x 10 meter yang berisi tentang hal-hal mengenai pahlawan nasional tersebut. Piagam penghargaan, foto besar, koleksi herbarium, offset satwa sampai artefak purbakala dipajang di dalam museum ini. 

Harga Tiket dan Jam Operasional

Harga Tiket dan Jam Operasional

* sumber: www.wisataidn.com

Ada baiknya bila mengunjungi Tahura Djuanda memang meniatkan menghabiskan waktu di sini selama satu hari. Ini karena luasnya kawasan ini dan menariknya untuk dijelajahi. Apalagi Dari Tahura ke Tebing Keraton membutuhkan waktu sekitar 20 menit menggunakan kendaraan. 

  • Harga Tiket Masuk: Rp15.000 per wisatawan lokal dan Rp55.000 per wisatawan mancanegara
  • Jam Operasional: Setiap hari pukul 07.30 – 17.00 WIB. Tebing keraton pukul 06.00 – 18.00 WIB

Selain tiket masuk, kamu perlu membayar parkir kendaraan sebesar Rp6.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp12.000 untuk kendaraan roda empat. 

Fasilitas

Fasilitas

* sumber: ayobandung.com

Mengunjungi tempat wisata tentunya perlu mengetahui fasilitas apa saja yang sudah mereka sediakan. Ini untuk mempersiapkan diri agar kamu, sebagai pengunjung, bisa menyiapkan sebelum masuk. Nah, fasilitas di Tahura Djuanda sudah cukup lengkap. Kamu pun tak perlu khawatir bila ingin buang air kecil ataupun beribadah.

1. Arena bermain

Walau kawasan Tahura Djuanda merupakan hutan, pengelola tetap memberikan fasilitas tambahan agar kamu tetap bisa membawa si kecil ke sini. Arena bermain di sini terletak tak jauh dari Plaza Monumen Ir. H. Djuanda. Si kecil bisa bebas bermain jungkat-jungkit, perosotan, ayunan, dan lain sebagainya.

2. Panggung terbuka

Jangan pandang sebelah mata tempat ini. Ternyata ia memiliki panggung terbuka yang bisa dibuka pada waktu tertentu. Ia berbentuk bangunan dengan ukuran 250 m2. Lalu panggung terbuka ini dilengkapi balkon dengan daya tampung 400 orang. 

  • Shelter

Luasnya Tahura Djuanda memang bisa membuat siapa pun ingin mengekspornya. Nah, pengelola membuatkan shelter untuk kamu beristirahat. Di sini kamu bisa makan dan minum bekal yang kamu bawa. Apalagi latar suara berupa kicauan burung.

  • Fasilitas lain

Fasilitas lain seperti mushola, toilet, tempat makan disediakan di sini. Salah satu titik yang bisa kamu dapati keberadaan ketiganya adalah dekat dengan lokasi Goa Belanda. Area parkir di kawasan ini pun cukup luas dan berada di dalam gerbang Tahura. 

Alamat dan Akses Transportasi

Alamat dan Akses Transportasi

* sumber: www.instanbooking.id

  • Alamat: Kompleks Tahura, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 99, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung, Jawa Barat.
  • Telepon: 0823 90000315

Untuk masuk ke kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, gerbang utama bisa diakses melalui Jalan Dago atau Jalan Cikutra dengan kondisi jalan yang sangat baik untuk semua kendaraan. 

Bila kamu akan mendatangi Tahura menggunakan angkutan umum, bisa memilih angkot berwarna hijau-putih jurusan Ciroyom – Ciburial lalu berhenti di jalan masuk menuju Tahura. Selain itu bisa juga menggunakan angkot Dago – Caringin yang berwarna oranye lalu turun di jalan masuk menuju Tahura. 

Dari situ, kamu bisa naik ojek atau memilih berjalan kaki dengan kontur menanjak sepanjang kira-kira 500 meter. Bila menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung menuju ke pintu gerbang utama Tahura dan memarkirkan kendaraan di area parkir yang disediakan. 

Hotel di Sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Hotel di Sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

* sumber: www.bankjim.com

Cukup banyak hotel yang berlokasi dekat Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Apalagi lokasinya tak jauh dari kawasan Dago Pakar. Beberapa hotel berbintang dan juga hostel tersedia di kawasan ini. Kamu bisa memilih Marbella Suites Bandung. 

Hotel bintang empat ini memiliki fasilitas seperti area parkir, free Wi-Fi, kolam renang, spa, restoran, sarapan, serta room service. Penginapan ini juga cukup kids friendly dengan rate mulai dari sekitar Rp500.000 per kamar/malam.

Kalau kamu mencari penginapan khusus perempuan dengan harga terjangkau, bisa memilih Dago Inn. Dago Inn adalah penginapan jenis hostel yang memiliki fasilitas berupa free Wi-Fi, shared bathroom dengan kamar berbentuk dorm. Beberapa kamar memiliki balkon untuk melihat pemandangan. Rate hostel ini dimulai dari sekitar Rp300.000 per kamar/malam. 

  • Marbella Suites Bandung (Bintang 4): Jalan Sentra Dago Pakar Raya, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat – Jarak sekitar 2,4 km.
  • Dago Inn (Hostel): Seberang Terminal, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 427B, Dago, Coblong, Bandung, Jawa Barat – Jarak sekitar 1,8 km.

Jadi, siap menginvestasikan waktu untuk jalan-jalan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda? Jangan lupa ceritakan pengalamanmu di Tahura dan tips jelajah Tahura pada kolom komentar, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *