Yuk Berwisata Flora & Fauna di Tahura Djuanda Bandung

Ditulis oleh Dhini Oktavianti - Diperbaharui 3 November 2020

Beberapa orang bila disebutkan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung mungkin terlintas taman dalam hutan atau mirip seperti Kebun Raya Bogor. Sebenarnya Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini sebenarnya hutan. Akan tetapi, dikelola dengan baik sehingga aman untuk dikunjungi dengan tujuan berolahraga atau sekedar jalan-jalan bersama teman atau keluarga.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau Tahura Djuanda ini adalah kawasan konservasi yang dulunya merupakan sebuah hutan lindung. Di tahun 1960 silam, hutan lindung yang dikenal dengan nama Pulosari ini disulap menjadi Taman Hutan Wisata Alam serta Kebun Raya.

Nama Tahura Djuanda sendiri diambil dari nama Perdana Menteri ke-10 Indonesia, yakni Ir. H. R. Djuanda Kartawidjadja. Sempat berubah nama menjadi Taman Wisata Curug Dago di Tahun 1980, taman hutan raya dengan luas sekitar 526 hektar ini resmi menjadi Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda sejak tahun 1985 silam.

Tahura Djuanda dengan keasrian alamnya yang terjaga, menjadi rumah bagi ragam jenis flora dan fauna. Selain menikmati pemandangan sambil jalan santai, kamu juga bisa olahraga atau foto-foto di sini.

Wahana dan Spot Populer

Saat masuk ke area Tahura Djuanda, kamu akan langsung disuguhi dengan pohon pinus yang sangat indah. Area ini sangat cocok untuk sesi pemotretan atau sekedar untuk posting di instagram. Tidak jauh dari situ, kamu bisa melihat berbagai koleksi tumbuhan seperti pohon tusam, pohon jeruk bali, pohon peusar, bungur daun kecil, pohon kenanga, bayur Sulawesi, gandaria hingga pohon bunga anggrek terkecil di dunia.

Yang menarik, di sini juga terdapat 2 bunga bangkai yang ditanam sejak tahun 2007 yang lalu. Bunga ini biasanya mekar setiap beberapa tahun sekali. Nggak cuma itu aja, di Tahura Djuanda ada banyak koleksi tumbuhan lain seperti ekaliptus, kayu manis, meranti, pohon leunyi hingga pohon sirsak dan cedar Honduras.

Untuk koleksi faunanya, di sini kamu bisa melihat beragam jenis burung seperti kepodang dan ketilang hingga kawanan monyet. Tapi ingat, kalau kamu berkunjung ke sini dan ketemu sama monyet, usahakan untuk tidak memberi mereka makan, ya.

1. Museum Ir. H. Djuanda

Museum Ir. H. Djuanda

Sudah tahukah kamu dengan tokoh Ir. H. Djuanda? Jika hanya sebatas mengetahui beliau sebagai tokoh pahlawan nasional, sepertinya kamu perlu mengunjungi Museum Ir. H. Djuanda yang ada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. 

Museum ini berukuran 8 x 10 meter yang berisi tentang hal-hal mengenai pahlawan nasional tersebut. Piagam penghargaan, foto besar, koleksi herbarium, offset satwa sampai artefak purbakala dipajang di dalam museum ini. 

2. Goa Jepang

goa jepang

Sekitar 200 meter dari pintu gerbang kamu akan sampai di Goa Jepang. Konon, goa ini dulunya dijadikan sebagai tempat persembunyian para penjajah.

Goa Jepang ini memiliki 4 buah pintu masuk, akan tetapi di dalamnya cukup banyak cabang seperti labirin. Jika ingin masuk pastikan kamu membawa alat penerangan karena di dalamnya sangat gelap. Kamu juga bisa menyewa senter dari tukang senter yang ada di sekitar goa. Harga sewa senternya hanya Rp5ribu saja untuk satu unitnya. Kalau kamu takut tersesat, kamu bisa juga sewa jasa guide dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp30 ribu.

3. Holland Spot

holland spot

Tidak jauh dari Goa Jepang ada area menarik yang bernama Holland Spot. Di sini kamu bisa sewa kostum dan foto-foto ala orang Belanda. Keren, nggak tuh? Kalau lapar, di Holland Spot juga banyak menu makanan dan minuman yang lezat lho seperti singkong keju dan pisang goreng gula yang enak. Ada juga nyobain es black tea yang seger banget. Kalo ke sini, jangan lupa cobain sendiri, ya!

4. Goa Belanda

goa belanda

Beberapa puluh meter dari Holland spot kita akan sampai di Goa Belanda. Goa ini bentuknya paralel sehingga kamu tidak akan tersesat ketika berkeliling di dalamnya. Goa ini juga lebih rapi dibandingkan dengan Goa Jepang.

Goa Belanda ini sering dijadikan sebagai tempat uji nyali. Konon di Goa ini ada satu kata yang tidak boleh diucapkan karena akan membuat marah para penunggunya. Walau Goa Jepang dan Belanda ini terkenal dengan keangkerannya, tidak sedikit orang yang tetap tertarik untuk masuk ke dalam dan menjelajah.

Di depan goa belanda terdapat ruang terbuka yang cukup luas. Biasanya banyak monyet yang berkeliaran di sini. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena mereka tidak akan mengganggu jika kamu juga tidak mengganggunya.

Di sini juga ada satu pohon yang cukup menarik bernama Ki Hampelas. Pohon ini punya daun yang kasar di permukaannya. Jika dikeringkan, daunnya bisa digunakan sebagai ampelas untuk menghaluskan permukaan kayu.

5. Jembatan Merah

jembatan merah

Setelah puas menjelajah Goa Belanda, selanjutnya ada jembatan merah. Jaraknya sekitar 500 meter dari Goa Belanda. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi dengan pemandangan yang asri layaknya di tengah hutan.

Jembatan Merah merupakan Jembatan gantung yang ada di atas sungai Cikapundung. Jembatan yang satu ini cukup indah sehingga kerap dijadikan spot untuk berfoto oleh pengunjung yang datang ke sini, lho.

6. Penangkaran Rusa

penangkaran rusa

Tidak jauh dari jembatan merah, kita akan sampai di penangkaran rusa. Areanya cukup luas dan juga terawat. Terdapat sekitar 20 ekor rusa timor yang hidup di sini.

Ada jembatan yang masuk ke dalam penangkaran jika kamu ingin berfoto dengan rusa dari jarak dekat. Kalau mau memberi makan, kamu bisa membeli wortel yang dijual di sini. Kamu bisa memberi makan rusa-rusa tersebut dari luar pagar. Namun jika cukup berani, kamu juga bisa masuk ke kandangnya untuk memberi makan rusanya langsung.

7. Curug

curug omas

Jika kamu melanjutkan perjalanan dari penangkaran rusa, kamu bisa menjumpai berbagai curug atau air terjun. Beberapa di antaranya adalah Curug Kidang dan Curug Lalay.

Selain itu terdapat juga batu berukir yang sangat indah bernama Batu Batik. Batu ini berasal dari lava gunung tangkuban parahu ribuan tahun yang lalu. Konon, batu ini juga sering disebut sebagai selendang milik dayang sumbi.

Terakhir, terdapat curug Omas yang berada tak jauh dari pintu masuk Tahura Djuanda yang ada di wilayah Maribaya. Di sini pemandangannya enak banget, lho. Kamu juga bisa menjumpai warung-warung yang menjual mi instan, nasi timbel dan aneka minuman serta makanan lainnya. Dijamin kamu bakalan betah diam di sini sambil nikmatin suara air terjunnya.

Harga Tiket dan Jam Operasional

Harga Tiket dan Jam Operasional

Ada baiknya bila mengunjungi Tahura Djuanda memang meniatkan menghabiskan waktu di sini selama satu hari. Ini karena luasnya kawasan ini dan menariknya untuk dijelajahi. Kamu bisa membeli tiket langsung di loketnya atau melakukan reservasi di situs resminya

  • Harga Tiket Masuk: Rp15.000 per wisatawan lokal dan Rp55.000 per wisatawan mancanegara
  • Jam Operasional: Setiap hari pukul 07.30 – 17.00 WIB. Tebing keraton pukul 06.00 – 18.00 WIB

Selain tiket masuk, kamu perlu membayar parkir kendaraan sebesar Rp6.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp12.000 untuk kendaraan roda empat. 

Fasilitas

Fasilitas

Mengunjungi tempat wisata tentunya perlu mengetahui fasilitas apa saja yang sudah mereka sediakan. Ini untuk mempersiapkan diri agar kamu, sebagai pengunjung, bisa menyiapkan sebelum masuk. Nah, fasilitas di Tahura Djuanda sudah cukup lengkap. Kamu pun tak perlu khawatir bila ingin buang air kecil ataupun beribadah.

1. Arena bermain

Walau kawasan Tahura Djuanda merupakan hutan, pengelola tetap memberikan fasilitas tambahan agar kamu tetap bisa membawa si kecil ke sini. Arena bermain di sini terletak tak jauh dari Plaza Monumen Ir. H. Djuanda. Si kecil bisa bebas bermain jungkat-jungkit, perosotan, ayunan, dan lain sebagainya.

2. Panggung terbuka

Jangan pandang sebelah mata tempat ini. Ternyata ia memiliki panggung terbuka yang bisa dibuka pada waktu tertentu. Ia berbentuk bangunan dengan ukuran 250 m2. Lalu panggung terbuka ini dilengkapi balkon dengan daya tampung 400 orang. 

3. Warung makanan

Jika kamu merasa lelah, di sekitar area tahura juga sudah disediakan banyak saung dan juga tempat duduk. Kalo kamu lapar, kamu bisa mampir ke warung-warung kecil yang tersebar di beberapa titik di dalam kompleks Tahura Djuanda. Jadi, kalo kamu ke sini nggak usah takut kelaperan, ya.

Tapi ingat, habis jajan jangan buang sampah sembarangan, ya. Usahakan untuk tetap menjaga kebersihan selama di Tahura Djuanda.

4. Cafe dan penginapan

Oh iya, buat kamu yang pengen ngopi-ngopi, di Tahura juga ada kafe bernama Tahura Coffee yang nyediain menu berupa lemon coffee yang unik.

Di dalam tahura juga ada Dalem Wangi Bed and Brew yang nyedian kopi beserta aneka makanan lainnya. Sesuai dengan Namanya, di Dalem Wangi ini kamu juga bisa menginap lho. Asyik banget kan?

5. Rental Sepeda

Jika kamu ingin mengelilingi seluruh area Tahura Djuanda dengan menaiki sepeda, kamu tidak perlu khawatir. Pasalnya di sini terdapat penyewaan sepeda yang bisa kamu manfaatkan. Sepeda yang disewakan juga berjenis sepeda gunung sehingga sangat nyaman digunakan di area Tahura yang cenderung naik turun.

Alamat dan Akses Transportasi

gerbang tahura

  • Alamat: Kompleks Tahura, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 99, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung, Jawa Barat.
  • Telepon: 0823 90000315

Untuk masuk ke kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, gerbang utama bisa diakses melalui Jalan Dago atau Jalan Cigadung dengan kondisi jalan yang sangat baik untuk semua kendaraan. 

Bila kamu akan mendatangi Tahura menggunakan angkutan umum, bisa memilih angkot berwarna hijau-putih jurusan Ciroyom – Ciburial lalu berhenti di jalan masuk menuju Tahura. Selain itu bisa juga menggunakan angkot Dago – Caringin yang berwarna oranye lalu turun di jalan masuk menuju Tahura. 

Dari situ, kamu bisa naik ojek atau memilih berjalan kaki dengan kontur menanjak sepanjang kira-kira 500 meter. Bila menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung menuju ke pintu gerbang utama Tahura dan memarkirkan kendaraan di area parkir yang disediakan. 

Hotel di Sekitar Tahura Djuanda

Cukup banyak hotel yang berlokasi dekat Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Apalagi lokasinya tak jauh dari kawasan Dago Pakar. Beberapa hotel berbintang dan juga hostel tersedia di kawasan ini. Kamu bisa memilih Marbella Suites Bandung. 

Hotel bintang empat ini memiliki fasilitas seperti area parkir, free Wi-Fi, kolam renang, spa, restoran, sarapan, serta room service. Penginapan ini juga cukup kids friendly dengan rate mulai dari sekitar Rp500.000 per kamar/malam.

Kalau kamu mencari penginapan khusus perempuan dengan harga terjangkau, bisa memilih Dago Inn. Dago Inn adalah penginapan jenis hostel yang memiliki fasilitas berupa free Wi-Fi, shared bathroom dengan kamar berbentuk dorm. Beberapa kamar memiliki balkon untuk melihat pemandangan. Rate hostel ini dimulai dari sekitar Rp300.000 per kamar/malam. 

  • Marbella Suites Bandung (Bintang 4): Jalan Sentra Dago Pakar Raya, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat – Jarak sekitar 2,4 km.
  • Dago Inn (Hostel): Seberang Terminal, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 427B, Dago, Coblong, Bandung, Jawa Barat – Jarak sekitar 1,8 km.

Jadi, siap menginvestasikan waktu untuk jalan-jalan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda? Jangan lupa ceritakan pengalamanmu di Tahura dan tips jelajah Tahura pada kolom komentar, ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram