10 Tarian Adat Betawi yang Jadi Bukti Akulturasi Budaya

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 1 April 2021

Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia serta pusat pemerintahan. Selain itu, kota metropolitan ini juga mempunyai nilai adat dan budaya yang khas dan unik.  Salah satunya adalah budaya dari suku yang mendiami kota ini, yaitu suku Betawi. Orang Betawi memiliki beragam jenis tradisi dan budayanya yang sebagian merupakan hasil percampuran dari budaya lain. 

Keberagaman budaya itu tak lepas dari sejarah masyarakatnya yang campuran berbagai suku yang ada di Batavia saat itu. Karena itu, akulturasi terasa sekali mewarnai berbagai aspek kehidupan dari masyarakat Betawi. Terdapat unsur budaya Arab, Melayu, Portugis juga Cina dalam budayanya, termasuk tarian. Berikut ini adalah jenis tarian adat Betawi yang merupakan hasil perpaduan budaya. 

1. Tari Yapong

Tari Yapong

Tarian adat Betawi ini disebut dengan yapong. Ini adalah jenis tarian kontemporer yang menggambarkan pergaulan masyarakat serta sukacita. Biasanya tari ini dibawakan pada acara atau pesta rakyat di DKI Jakarta. 

Berdasarkan sejarahnya, tarian asal Betawi ini sudah ada sejak tahun 1977 saat kota Jakarta berulang tahun yang ke-450. Ketika itu tema yang diusung yaitu mengenai perjuangan Pangeran Jayakarta dan seniman besar Bagong Kussudiarjo dipercaya pada untuk mengadakan acara itu.

Tari yapong menampilkan adegan sendratari yang para penarinya akan menari dengan riang sambil menyambut datangnya Pangeran Jayakarta. Yapong sendiri namanya diambil dari lagu yang mengiringi para penari yang terdengar seperti suara “ya, ya, ya”.

Sementara itu iringan musiknya terdengar seperti “pong, pong, pong”. Orang-orang berpendapat tarian ini menarik sekali sehingga sekarang ini tari yapong semakin banyak dikenal.

2. Tari Zapin Betawi

Tari Zapin BetawiSumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Asal kata Zafin yang dibaca Zapin dari bahasa Arab yakni zafanan atau zafana berarti mendadak. Arti lainnya yaitu menari. Berasal dari bangsa arab tarian ini dalam perkembangannya terpengaruh oleh tarian Melayu.

Tari zapin fokusnya ada pada gerakan kaki yang memiliki empat pola yakni pola lantai pokok, pola lantai putaran, pola lantai konde, serta pola tiga. Pada awalnya tarian adat betawi ini dikategorikan sebagai tari pergaulan, tetapi kemudian berganti fungsi menjadi tari pertunjukan.

Sehingga sekarang tarian ini sering dibawakan dalam acara peringatan perkawinan, khitanan, Hari Maulid Nabi dan hari-hari khusus lainnya. Bentuk pementasan dari tarian ini dikenal dengan sebutan Malias, yaitu penari secara berkelompok membuat bentuk setengah lingkaran atau lingkaran.

Bagian tengah yang kosong dipakai sebagai arena pentas. Tari zapin juga memakai jenis panggung balandongan, yaitu panggung buatan semacam proscenium.

3. Tari Topeng Betawi

Tari Topeng BetawiSumber: ayobandung.com

Tari topeng Betawi merupakan seni gabungan dari nyanyian seni drama, serta tarian. Jika dilihat lebih lanjut, tarian ini terlihat seperti pertunjukan teater, tapi nuansanya berupa tarian. 

Dahulu tari topeng ini merupakan salah satu pertunjukan teater tradisional, tetapi di dalamnya diselipkan unsur seni tari sehingga akhirnya berubah menjadi seperti sekarang. Tarian ini juga telah diakui di mancanegara. 

Tarian ini dapat dilihat di upacara pernikahan serta khitanan yang bernuansa tradisional. Sayangnya, sudah jarang tarian ini dibawakan di acara-acara tersebut karena tergilas oleh budaya modern.

Mungkin sebagian orang bertanya-tanya, mengapa topengnya tidak jatuh ketika penari membawakan tari topeng. Itu karena topeng tersebut dibuat dari kayu sehingga untuk membuatnya tidak terjatuh, penari akan menggigit topeng tersebut. 

Alat musik yang untuk mengiringi tari topeng ini yaitu kecrek, rebab, gong buyung, kempul, gendang besar, kulanter, dan kromong tiga. Sementara kostum yang digunakannya tetap kostum adat Betawi meskipun bukan kostum khusus tari topeng.  

4. Tari Nandak Ganjen

Tari Nandak GanjenSumber: youtube.com

Tari nandak ganjen diciptakan pada tahun 2000 oleh Sukirman atau lebih dikenal dengan sebutan Entong Kisam sebagai tari kreasi baru dari Betawi. Inspirasi tari ini berasal dari pantun lama Betawi. 

Nandak dalam bahasa Betawi artinya menari, sementara ganjen artinya centil atau genit yang maknanya sikap menggoda. Tari nanjak ganjen menceritakan tentang anak gadis yang baru menjadi “anak baru gede” atau mulai memasuki fase kehidupan dewasa.

Pada masanya peralihan dari usia anak ABG menuju dewasa muncul beragam sifat, mulai dari  keceriaan, ingin melakukan apa pun yang diinginkan, tanpa perlu bertanya terlebih dulu karena mereka merasa sudah dewasa.

Kostum penari tari nandak ganjen mirip dengan pakaian untuk penari topeng Betawi. Hal itu karena tarian ini adalah turunan dari tari topeng. Pakaian yang dikenakan mulai dari kebaya dengan pola tiga warna, yaitu kuning, hijau, dan merah.

Selain itu ada toka-toka penutup dada yang seperti kain disilangkan dan ada juga kain “ampreng” yang digunakan untuk menutup bagian perut hingga bawah lutut. Tambahan lainnya yaitu ikat pinggang “pending” dengan warna emas serta selendang yang diikatkan pada pinggang.

Untuk rambut akan di konde dan dilengkapi dengan hiasan kepala berupa sumpit dengan warna emas yang merupakan hasil dari akulturasi budaya antara Tionghoa dengan Betawi.

5. Tari Lenggang Nyai

Tari Lenggang NyaiSumber: jakarta-tourism.go.id

Tari Lenggang Nyai yang merupakan tarian adat Betawi yang diciptakan pada tahun 1998 oleh Wiwiek Widiastuti. Dia merupakan seorang koreografer yang berasal dari Yogyakarta. Tari ini terinspirasi oleh Kisah Nyai Dasimah. 

Di dalamnya terdapat cerita manusia yang merasa bimbang ketika memilih pasangan hidup. Nyai Dasimah kebingungan harus memilih antara pria Belanda dengan pria Indonesia. Dia pun membuat keputusan dengan mantap dan memilih untuk menikah dengan pria Belanda.

Nasib menyedihkan menimpanya setelah menikah dengan pria Belanda tersebut. Dia tidak menemukan kebahagiaan. Nyai Dasimah pun melakukan perlawanan dalam berbagai bentuk. Intinya, tarian ini menarik sekali bila dibuat jadi sebuah film layar lebar.

6. Tari Renggong Manis

Tari Renggong ManisSumber: ayobandung.com

Tarian Renggong Manis merupakan salah satu tarian adat Betawi yang menceritakan kebersamaan para remaja putri. Seni tari ini adalah gabungan dari berbagai unsur kebudayan seperti Betawi, Cina, Arab, serta India.

Tari renggong manis juga dibawakan untuk berbagai tujuan khususnya penyambutan tamu serta hiburan untuk acara pembuka. Alat musik yang mengiringi tari ini adalah gambang kromong. Motif serta corak pakaian yang dikenakan untuk tarian ini terpengaruh oleh budaya Cina.

7. Tari Sirih Kuning

Tari Sirih KuningSumber: twitter.com

Tarian adat Betawi ini bernama tari sirih kuning yang dibawakan secara berpasangan dan sebagai musik pengiringnya adalah musik khas Betawi yakni Gambang Kromong. Umumnya tarian Betawi ini dipentaskan saat menyambut ataupun memeriahkan acara.

Selain itu, tarian ini juga menjadi tarian yang dikembangkan dari tari cokek yaitu tari adat Betawi  lainnya dan tarian ini banyak berkembang di wilayah Tangerang.

Tari sirih kuning juga umum digunakan sebagai tarian pengiring pengantin Betawi saat memasuki pelaminan dan menyerahkan sirih dare dari mempelai pria kepada pengantin wanita. Sirih kuning juga sering dibawakan untuk penyambutan tamu atau acara kehormatan.

8. Tari Cokek

Tari CokekSumber: indonesiakaya.com

Tari cokek adalah tarian adat Betawi yang dapat disaksikan di daerah Tangerang. Cokek adalah tarian gabungan dari beragam budaya, seperti Betawi, Banten dan Cina. Tarian ini sudah muncul di daerah Teluknaga, Tangerang semenjak abad ke-19 dari seorang pedagang Cina yang bernama Tan Sio Kek.

Tari ini dibawakan oleh tiga orang penari wanita, tetapi untuk saat ini bisa dibawakan oleh sampai lima penari perempuan serta beberapa pria yang bertugas menjadi pemain musik untuk mengiringi tarian cokek tersebut. 

Para penari nantinya mengikat selendang di pinggang yang merupakan ornamen utama. Selendang tersebut berpadu dengan kebaya yang berwarna terang serta selendang tersebut disebut cokek.

Jika dilihat tarian ini hampir mirip dengan tari sintren yang berasal dari Cirebon atau dengan tari ronggeng asal Jawa Tengah karena para penonton bisa diajak menari bersama penari. Adalah iringan musik Gambang Kromong yang membuat tari cokek menjadi menarik.

9. Tari Blantek

Tari BlantekSumber: youtube.com

Tari blantek adalah tarian adat Betawi yang sudah ada semenjak zaman penjajahan. Ini merupakan salah satu tari kreasi yang hanya dibawakan untuk pertunjukkan teater rakyat yang bertujuan untuk menghibur para tuan tanah di zaman itu. 

Nama tari blantek asalnya dari iringan musik yang suaranya selalu berbunyi seperti blan blan blan crek. Blantek dibawakan oleh 4 sampai 6 orang wanita yang berbusana serba cerah. Di bagian depan baju dihiasi dengan manik-manik. Selain itu penari menggunakan selendang yang diikat di bagian pinggang.  

Gerakan tarian ini sangat cepat, luwes serta berenergi sehingga munculah istilah gerakan yang dikenal dengan tindak, selancar, rapat tindak, geol, puter goyang, dan lainnya. Tarian ini diiringi oleh beberapa alat musik tanji, seperti terompet, baritone, kendang, gong, trombone, tehyan, dan sambal.

10. Tari Ngarojeng

Tari NgarojengSumber: youtube.com

Inspirasi tarian adat Betawi ini berasal dari musik Ajeng yang pada awal muncul di daerah Betawi pinggiran. Awalnya musik ajeng atau disebut juga musik gamelan ajeng merupakan musik untuk acara pementasan Wayang Kulit Betawi.

Irama musik ajeng ini mengekspresikan ketegaran, kesabaran, serta kekuatan untuk bisa menjalani hidup. Pencipta tarian ngarojeng adalah Wiwiek Widiastuti. 

Dalam tarian tersebut wanita Betawi pada zaman lalu digambarkan sebagai kaum yang memiliki kemampuan untuk merawat rumah tangga serta lingkungan sekitarnya.

Tarian adat Betawi, Ngarojeng, ini dibawakan dalam beragam acara resmi yang diselenggarakan oleh baik oleh Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah DKI Jakarta.

Ternyata tarian adat Betawi ini tak hanya tari yapong saja. Betawi memiliki beragam tarian yang menarik dan memiliki latar belakang yang bermacam-macam. Tak hanya itu, tarian-tarian tersebut juga memiliki pengaruh dari kebudayaan lain seperti Arab atau Cina.

Tentunya agar tarian daerah tersebut tidak hilang, kita wajib melestarikannya. Salah satu caranya adalah dengan seringnya tarian tersebut dipentaskan agar dikenal banyak orang. Selain itu, kita bisa ikut melestarikan dengan mempelajarinya. Tertarik untuk belajar tarian adat Betawi?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram