10 Tarian Adat Jawa Barat yang Populer Hingga Saat Ini

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 22 Agustus 2021

Kekayaan budaya Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dari Pulau Jawa kita mengenal suku Sunda yang mendiami daerah Jawa Barat. Suku ini mempunyai beragam seni tradisi dan budaya. Pasti kalian sudah kenal dengan wayang golek. Selain seni pewayangan, ada juga beragam tarian adat Jawa Barat yang menarik dan memiliki filosofi yang dalam. 

Pernah menyaksikan tari jaipong? Ya, tari itu adalah jenis tarian adat Jawa Barat yang sering dipertunjukkan. Ada juga tari topeng dari Cirebon yang penarinya memakai topeng. Selain kedua tarian ini, ada beragam tarian adat lainnya yang tak kalah menarik dari kedua tarian tersebut. Yuk, kita kenalan dengan tarian tradisional asal Jawa Barat di artikel berikut ini!

1. Tari Ketuk Tilu

Tari Ketuk TiluSumber: youtube.com

Ketuk Tilu merupakan  salah satu tarian adat Jawa Barat. Dahulu tarian ini diduga kuat merupakan sarana ritual untuk penyambutan panen padi. Seiring berubahnya waktu, tarian ini pun mengalami banyak perubahan baik fungsi dan bentuknya.

Kini tari ketuk tilu menjadi tarian pergaulan yang digunakan hanya sebagai hiburan. Mengenai nama tarian ini, istilah ketuk tilu mengacu pada 3 buah ketuk (bonang) yang menjadi pengiring utama yang memunculkan pola irama rebab. 

Kemudian ada juga dua kendang, yaitu indung (besar) serta kulanter (kecil) yang berguna untuk mengatur dinamika dari tari dengan diiringi oleh gong dan kecrek.

Biasanya tari ketuk tilu ditampilkan pada berbagai acara, contohnya perkawinan juga acara lain yang umum ataupun yang khusus. Di desa-desa tertentu, penampilan tarian ketuk tilu dapat berlangsung semalam suntuk. Tarian inilah yang selanjutnya menjadi cikal bakal untuk tari Jaipongan.

2. Tari Topeng Cirebon

Tari Topeng CirebonSumber: instagram.com

Tari adat Jawa Barat yang satu ini asalnya dari Cirebon dan disebut dengan tari topeng. Seperti namanya, pada tarian ini penari atau dalang memakai topeng ketika menari. 

Ada lima jenis topeng utama yang dipakai pada pertunjukan tarian ini yang disebut dengan istilah topeng panca wanda, yakni topeng samba, topeng panji, topeng patih, topeng rumyang, dan topeng kelana.

Tari tradisional ini masuk ke daerah Cirebon melalui seniman jalanan dan pada akhirnya difungsikan menjadi media untuk tujuan tertentu. Sesuai dengan perkembangannya, tarian ini kini lebih dikenal dengan nama tari topeng Cirebon. 

Karena tarian ini merupakan hasil kebudayaan, saat menyaksikan pertunjukan tari topeng, penonton akan bisa mendapatkan pesan-pesan baik di dalamnya. Misalnya, terdapat pesan mengenai kehidupan yang bisa berupa cerita kepemimpinan, kepribadian, atau cinta.

Tarian ini juga bisa menggambarkan mengenai jalan kehidupan dari semenjak lahir sampai dewasa, dan ada juga pesan mengenai nilai pendidikan di dalamnya.

3. Tari Jaipong

Tari JaipongSumber: id.wikipedia.org

Tari Jaipong sudah sangat terkenal tak hanya di daerah asalnya tapi juga di Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Tarian adat Jawa Barat yang umumnya disebut dengan Jaipongan ini adalah sebuah kombinasi beberapa kesenian.

Jaipong merupakan gabungan dari wayang golek, pencak silat, tarian ketuk tilu, topeng banjet, serta beberapa elemen seni tradisi lain yang berasal dari Karawang, Jawa Barat. Tarian yang merupakan salah satu identitas dari kesenian Jawa Barat ini dikategorikan ke dalam tari pergaulan tradisional. 

Sejak dikreasikan pada kisaran 1976 oleh H. Suanda, tarian ini akhirnya berkembang cepat dan pesat bersamaan dengan besarnya apresiasi dari masyarakat Karawang juga sekitarnya.

Sering kali tari jaipongan ditampilkan ketika acara penting yang berhubungan dengan kedatangan tamu yang berasal dari negara asing. Tarian ini juga kerap digunakan dalam misi-misi kesenian ke mancanegara. Inilah tarian yang kemudian punya pengaruh besar pada kesenian lain di Jawa Barat.

4. Tari Angklung Bungko

Tari Angklung BungkoSumber: instagram.com

Angklung Bungko adalah tarian yang terdapat di daerah Bungko, di wilayah Cirebon Utara. Pada awalnya, tarian ini hanya sebuah kesenian musik ritmis dengan kentongan sebagai medianya. 

Seiring berjalannya waktu, tarian ini berkembang menjadi jenis tarian yang dibawakan dengan diiringi oleh alat musik, seperti  angklung, gendang, klenong, tutukan, dan gong.

Tari angklung bungko dapat diumpamakan sebagai tarian perang karena mempunyai filosofi yang dalam sekali bagi penduduk Bungko, yaitu tentang kehidupan keutuhan kehidupan komunal yang demokratis.

Angklung Bungko berhubungan dengan sejarah masyarakat Bungko. Dulu mereka berhasil melawan serangan pasukan Pangeran Pekik. Walau hingga sekarang pencipta tarian ini tidak diketahui, menurut masyarakat tarian ini pertama kali muncul pada abad ke-17 sesudah wafatnya Sunan Gunung Jati.

Tarian ini sering kali ikut mewarnai upacara ngunjung, yakni sebuah upacara adat untuk berkunjung atau khaul ke makam leluhur.

5. Tari Keurseus

Tari KeurseusSumber: youtube.com

Tari Keurseus merupakan tari adat Jawa Barat yang dahulunya dikenal dengan nama tari tayub, yakni sebuah tarian yang dibawakan oleh para menak  atau pejabat. Tarian yang satu ini dikembangkan pada tahun 1915-1920 serta 1926-1935 oleh lurah Rancaekek (Bandung), R. Sambas Wirakoesoemah.

Dulunya tari tayub dibawakan oleh para penari yang sedang dalam pengaruh minuman keras hingga mereka menari tanpa gerakan dasar. R. Sambas Wirakoesoemah kemudian mendirikan perguruan tari yang tujuannya yaitu untuk menata budi para menak sehingga tarian ini disusun kembali.

Nama perguruan tarinya adalah Wirahmasari. Pelajaran yang diajarkan oleh beliau dilakukan secara sistematis yang dalam bahasa Belanda disebut dengan istilah cursus. Akhirnya dalam lafal Sunda istilahnya berubah jadi keurseus. Hingga sekarang tarian ini dikenal dengan istilah tari keurseus.

6. Tari Ronggeng Bugis

Tari Ronggeng BugisSumber: instagram.com

Tari ronggeng bugis adalah tarian adat Jawa Barat yang berasal dari Cirebon. Ini adalah tarian komedi yang dibawakan oleh 12 – 20 penari yang berdandan serta menari seperti perempuan. Tampilan penarinya tidak cantik, justru lebih mirip dengan badut.

Para penari dirias sedemikian rupa hingga mengundang gelak tawa. Tarian ini sejarahnya dilatarbelakangi oleh ketegangan yang terjadi di antara Kerajaan Islam dengan kerajaan Cirebon. 

Sunan Gunung Djati yang merupakan Raja Cirebon memerintahkan seorang kerabat yang berasal dari Bugis untuk jadi telik sandi atau memata-matai Kerajaan Pajajaran. Karenanya tarian ronggeng Bugis ini dikenal juga dengan sebutan tari telik sandi.

Tarian ini dibawakan dengan diiringi beberapa alat musik tradisional Jawa Barat, contohnya gong kecil, kelenang, kendang kecil, dan kecrek.

7. Tari Merak

Tari MerakSumber: id.wikipedia.org

Seperti namanya, tari merak adalah tarian adat Jawa Barat yang terinspirasi oleh burung merak. Tarian tradisional ini menggambarkan kehidupan burung jantan yang berusaha untuk memikat burung merak betina.

Maka tidak mengherankan jika tarian ini banyak dipertunjukkan pada acara pernikahan yang dilakukan untuk menyambut pengantin laki-laki serta untuk menghibur para tamu. Para penarinya akan memakai kostum  yang dilengkapi sayap juga mahkota yang mirip dengan burung merak.

Musik pengiring tari merak ini yaitu lagu macan ucul. Ketika gerakan tari memperlihatkan sepasang merak yang sedang saling bermesraan, akan terdengar suara bonang yang lebih keras. Tujuannya yaitu untuk memberikan gambaran tentang pasangan burung merak yang sedang jatuh cinta.

8. Tari Wayang

Tari WayangSumber: youtube.com

Tari adat Jawa Barat lainnya yaitu tari wayang. Tarian ini mulai berkembang pada abad ke-16 di era kesultanan Cirebon. Tari wayang memiliki 3 kelompok pertunjukan, yaitu pertunjukan tari tunggal yaitu penari menarikan satu tokoh pewayangan.

Pertunjukan tarian ini juga dapat berpasangan yaitu dibawakan oleh dua atau lebih penari. Mereka saling melengkapi keutuhan tari ini. Selanjutnya ada pertunjukan tari massal yang dibawakan oleh lebih dari satu penari. 

Tari wayang dibawakan dengan iringan musik gamelan salendro. Selain itu, tiap tari wayang punya ciri kostumnya sendiri. Pada pertunjukan tarian ini, tiap penari laki-laki dan perempuan membawakan karakter yang berbeda. 

Misalnya karakter penari perempuan sebagai putri Lungguh akan membawakan tokoh wayang Arimbi, sementara karakter penari laki-laki sebagai Satria Lungguh akan membawakan tokoh Arjuna, Abimanyu, serta Arjuna Sasrabahu.

9. Tari Buyung

Tari BuyungSumber: riyantiwikara.wordpress.com

Tari Buyung merupakan tari yang asalnya dari Kuningan, Jawa Barat. Kata buyung berarti jenis tanah liat yang dipakai para perempuan zaman dahulu untuk mengambil air. Diciptakan oleh Emalia Djatikusumah, biasanya tarian ini dibawakan saat upacara seren tahunan.

Keunikan tarian ini yaitu, saat membawakan tari buyung, para penari akan membawa sebuah tembikar yang mirip kendi di atas kepalanya. zaman dulu biasanya orang menyebut kendi tersebut dengan istilah ‘buyung’. Buyung ini tidak boleh sampai jatuh. 

Keunikan dan keistimewaan tarian buyung ini yaitu kemampuan para penarinya untuk menari di atas kendi sembari menjunjung buyung.  Dalam tiap gerakan tarian tersebut  ada makna yang tersirat. 

Menari sambil menginjak kendi dan membawa buyung di atas kepala atau dalam bahasa Sunda disebut nyuhun erat kaitannya dengan ungkapan yang menyebutkan “dimana bumi di pijak disitulah langit dijunjung”.

Biasanya tari buyung ini dibawakan oleh para perempuan yang jumlahnya 12 orang. Umumnya konstum yang digunakannya berupa kebaya lengkap dengan selendang.

10. Tari Sintren

Tari SintrenSumber: instagram.com

Tari Sintren merupakan tarian tradisional penduduk Jawa terutama di daerah Cirebon. Tarian ini juga dikenal dengan nama lais yakni bentuk tari-tarian yang memiliki aroma yang mistis atau magis yang sumbernya dari cerita cinta kasih antara Sulasih dengan Sulandono.

Tarian ini dibawakan oleh seorang anak gadis yang masih suci dan dibantu oleh pawang. Tari sintren diiringi oleh gending 6 orang. Gadis tersebut kemudian akan ditempatkan di dalam kurungan ayam yang ditutupi dengan kain. 

Pawang atau dalang lalu berjalan memutari kurungan ayam sambil mengucapkan mantra dengan tujuan untuk memanggil ruh Dewi Lanjar. Bila sukses, saat kurungan dibuka, gadis itu akan terlepas dengan sendirinya dari ikatan dan dandan dengan cantik kemudian menari dengan iringan gending.

Nah, itulah 10 jenis tarian adat Jawa Barat yang hingga kini masih bisa kamu saksikan. Mungkin beberapa tarian ini sudah sangat akrab di kalangan masyarakat, seperti tari jaipong, tari merak, atau tari topeng Cirebon karena sering dibawakan di banyak acara. Untuk jenis tarian lainnya mungkin penampilannya tak sesering tarian tadi, hanya pada acara-acara khusus saja.

Jika kamu penyuka tarian daerah, tak ada salahnya untuk mempelajari salah satu tarian ini. Kamu akan ikut melestarikan kesenian Indonesia sehingga tarian ini tidak akan punah.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram