10 Tempat Wisata Bersejarah di Tunisia yang Menarik

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 11 November 2021

Tempat-tempat bersejarah di Tunisia memiliki daya tarik tersendiri yang  menceritakan sejarah dari negerinya. Peradaban masa lalu yang pernah singgah di Tunisia menarik untuk dijelajahi, bagaimana negara ini menarik para penakluk datang ke daratan Afrika. Tempat-tempat bersejarahnya akan bercerita siapa saja yang berhasil menaklukan datarannya.

Sejarah panjang dari Tunisia ini tertuang dalam bangunan-bangunan bersejarahnya yang tersebar di seluruh daratannya. Berikut ini adalah beberapa tempat bersejarah di Tunisia yang menarik untuk dijelajahi. Kamu akan melihat bagaimana sebuah tempat memiliki begitu banyak kisah menarik untuk diungkap.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di Turki yang Wajib Disinggahi

1. Ampiteater El Jem

Ampiteater El Jem
  • Lokasi: musée, El Jem 5160, Mahdia, Tunisia
  • Jam Operasional: 07.30-18.30
  • HTM: 8 DT

Amfiteater El Jem merupakan peninggalan dari kekaisaran Romawi yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Gordian. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat mengadakan acara seperti pertarungan para gladiator.

Amfiteater yang luas ini diperkirakan dapat diisi oleh sekitar 35 ribu hingga sekitar 60 ribu penonton. Bangunan amfiteater ini diperkirakan sebagai yang terbesar di Afrika Utara.

Sekilas, saat melihat amfitetater ini dari luar, kamu dapat melihat kemiripannya dengan Colosseum yang terdapat di Italia, hanya saja dalam versi yang lebih kecil. Peninggalan kekaisaran Romawi ini masih terjaga dengan baik, amfiteater El Jem merupakan saksi dari masa kejayaan kota Thysdrus pada masa kekaisaran Romawi, yang saat ini kota ini disebut dengan El Jem.

2. Carthage

Carthage
  • Lokasi: Carthage, Tunisia
  • Jam Operasional: 08.00-18.00
  • HTM: 10 DT

Carthage atau Kartago merupakan sebuah kota kuno yang paling berkuasa pada masanya. Kota ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 sebelum masehi oleh bangsa Fenisia, yaitu oleh Ratu Dido. Tapi sayangnya kejayaan dari Carthage mulai runtuh saat digempur oleh kekaisaran Romawi. Satu peperangan yang terkenal yang akhirnya meruntuhkan kerajaan ini yaitu perang Punic.

Kota Carthage menjadi kota dengan potensi strategis untuk kegiatan ekonomi setelah ditemukan kembali oleh Kekaisaran Romawi pada abad 1 masehi. Carthage menjadi kota yang banyak diperebutkan sampai akhirnya kota ini jatuh ke tangan kekhalifahan Ummayyad. Ada beberapa bagian di Carthage yang dapat kamu kunjungi untuk merasakan kembali masa kejayaan mereka.

3. Dougga

Dougga
  • Lokasi: Béja Governorate, Dougga, 102 Rue de Serbie, Tunis 1000, Tunisia
  • Jam Operasional: 08.30-18.30
  • HTM: 5-8 dinar

Dougga merupakan sebuah kota kuno dengan peninggalannya yang berupa hunian yang mencerminkan beragam budaya dari Numidia, Punic, Yunani Kuno dan juga Romawi kuno. Menurut sejarahnya,  kota ini pertama kali ditemukan pada abad ke-5 sebelum masehi. Perpaduan ragam budaya memasukan Dougga ke dalam Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1997.

Situs Dougga masih terjaga dengan sangat baik, situsnya sangat mengagumkan karena luas dari situs arkeologi ini sekitar 70 hektar. Di situs arkeologi ini kamu akan menemukan kuil-kuil para dewa, amfiteater, tempat pemandian, dan masih banyak bangunan lainya yang mengagumkan untuk kamu jelajahi.

4. Museum Bardo

Museum Bardo
  • Lokasi: P7 Tunis, Tunisia
  • Jam Operasional: 09.00-17.00
  • HTM: 4-13 dinar

Museum Bardo merupakan Museum Nasional Arkeologi Tunisia, yang menyimpan artefak-artefak penting dalam sejarah Negara Tunisia. Bangunan museumnya sendiri merupakan bangunan istana yang dibangun pada masa pemerintahan Dinasty Hafside pada abad ke-13, lalu direnovasi pada sekitar abad ke-17 dan 18. Koleksinya berasal dari era Punic hingga era Islam.

Museum Bardo memperlihatkan sejarah perkembangan budaya dari Negara Tunisia. Bagian dari sejarah Tunisia yang banyak menarik adalah di masa Tunisia adalah dimasa kepemimpinan bangsa Romawi. Koleksi dari museumnya  berupa mosaik dari masa Romawi kuno dari artefak hingga pahatan.

5. Sanctuary of Tophet

Sanctuary of Tophet
  • Lokasi: Rue Hanibbal, Tunisia
  • Jam Operasional: 08.00-17.00
  • HTM: 10 dinar

Tempat Suci Tophet merupakan situs arkeologi yang menjadi peninggalan dari bangsa Punic. Reruntuhan yang terdapat di Tophet kebanyakan merupakan makam dari anak- anak. Para ahli hingga kini masih memperdebatkan apakah sisa kuburan-kuburan anak itu merupakan bagian dari praktik pengorbanan anak-anak kecil yang dilakukan oleh orang-orang Kartago atau Carthage.

Situs ini tentunya untuk orang yang senang dengan hal yang berbau horor. Praktik pengorbanan anak-anak kecil ini tercatat dalam sumber-sumber Yunani, tetapi sayangnya tidak terdapat teks yang berasal dari bangsa Kartago sendiri. Jika kamu berani kamu dapat berjalan di antara nisan-nisan dari kuburan kuno tersebut, letak pemakaman tersebut berada di dekat di Pelabuhan Punic, Tunisia.

6. Bulla Regia

Bulla Regia
  • Lokasi: C59, Jendouba,  Tunisia
  • Jam Operasional: 08.00 – 17.00
  • HTM: 7 DT

Bulla Regia merupakan sebuah situs arkeologi yang lokasinya berada di barat laut Tunisia. Bulla Regia termasuk situs bersejarah yang unik, karena sebagian dari bangunan yang terdapat di situs ini berada di bawah tanah.

Hal itu dimungkinkan karena suhu dari Tunisia yang cukup panas di saat musim panas. Selain itu, situs arkeologi ini memperlihatkan dekorasi mozaik yang terbilang rumit.

Bulla Regia mencapai masa jayanya saat di bawah kepemimpinan bangsa Romawi. Mereka mendirikan begitu banyak monumen, amfiteater dan juga bangunan publik lainnya. Tempat yang paling terkenal di Bulla Regia adalah bangunan villa dua tingkat, dengan satu bangunannya berada di bawah tanah. Satu lagi tempat yang harus kamu kunjungi di sini adalah amfiteaternya dengan mosaik beruangnya.

7. Situs Arkeologi Sbeitla

Situs Arkeologi Sbeitla
  • Lokasi: 64R9+J6Q, Subaytilah, Tunisia
  • Jam Operasional: 07.00 – 19.00
  • HTM: 7 DT

Situs Arkeologi Sbeitla merupakan situs peninggalan dari bangsa Romawi yaitu reruntuhan dari kota kuno Sufetula. Peninggalan dari kota kuno itu berupa kuil-kuil, tempat pemandian, amfiteater serta bangunan dengan lengkungan-lengkungannya. Selain itu juga terdapat peninggalan-peninggalan dari era Bizantium yang berupa reruntuhan gereja-gerejanya.

Sebelum akhirnya jatuh ke tangan bangsa Arab, Sufetula merupakan satu kota yang menjadi pusat agama Kristen di Afrika Utara. Sisa-sisa reruntuhannya dapat kamu lihat di kota kuno ini yaitu Basilica of Bellator dan juga Basilica St Vitalis. Reruntuhan di situs ini menarik untuk kamu eksplorasi dengan begitu banyaknya peninggalannya yang amat berkesan.

8. Tempat Pemandian Antonine

Tempat Pemandian Antonine
  • Lokasi: Impasse des Thermes d'Antonin, Site archéologique de Carthage 2016, Tunisia
  • Jam Operasional: 08.00 – 17.00
  • HTM: 10 DT

Situs yang satu ini merupakan satu bagian reruntuhan yang terdapat dalam situs arkeologi Carthage. Reruntuhan ini awalnya merupakan bangunan dari sebuah kompleks pemandian umum zaman Romawi. Tempat pemandian ini memiliki laut  yang indah sebagai latar dari bangunannya. Bangunan pemandian ini diperkirakan didirikan pada abad ke- 145 hingga 165 masehi.

Pembangunan pemandian ini dipercaya berlangsung selama masa kepemimpinan dari Kaisar Hadrian hingga Kaisar Antoninus Pius, sehingga diberi nama Pemandian Antonine. Tempatnya memiliki banyak ruangan, selain itu ada juga ruangan dingin, dan ruangan panas, serta pemandian air panas. Dahulu tempat ini memiliki beberapa tingkat, tetapi saat ini hanya bagian dasarnya saja yang ada.

9. Kota Sidi Bou Said

Kota Sidi Bou Said
  • Lokasi: Tunis Governorate, Tunisia

Sidi Bou Said ini merupakan sebuah kota yang berada di pinggir laut yang hampir mirip dengan Santorini di Yunani. Kotanya sendiri diperkirakan dibangun pada sekitar tahun 1300an. Tetapi warna  putih dan biru yang terdapat pada bangunan kotanya dimulai pada sekitar tahun 1920an.

Berkeliling di kotanya yang berwarna putih dengan aksen berwarna biru pada pintu dan juga jendela, tak menyangka bahwa itu adalah kota di Tunisia bukan di Santorini. Nama kotanya sendiri diambil dari nama orang penting Abu Said al-Baji. Warna putih dan biru ini merupakan karya dari seorang pelukis Perancis Rodolphe d’Erlanger yang mengecat seluruh kota dengan warna putih dan biru.

10. Medina of Tunis

Medina of Tunis
  • Lokasi: Tunis, Tunisia

Medina of Tunis merupakan satu kawasan yang bersejarah yang terdapat di ibu kota Tunisia. Kawasan ini memiliki banyak monumen bersejarah di sekitar kawasan ini yang berasal dari abad ke-12 hingga abad ke-16. Medina of Tunis sendiri diperkirakan ditemukan pada abad ke-7, yang lalu berkembang pada masa pemerintahan Dinasti Almohad lalu pada dinasti Hafsid.

Diperkirakan ada sekitar 700 bangunan dan monumen bersejarah yang ada di kota ini. Di sini kamu dapat mengunjungi pasarnya, istana-istananya atau bahkan mesjid-mesjidnya juga. Satu masjid tertua yang dapat kamu kunjungi di sini adalah Masjid Al-Zaytuna, yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 atau 8 masehi.

Itulah beberapa tempat bersejarah yang terdapat di Tunisia, ada begitu banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat itu pastinya sangat cocok untuk orang yang sangat suka dengan sejarah. Peninggalan bersejarah di Tunisia banyak diwarnai dengan peninggalan dari bangsa Romawi. Reruntuhannya pun masih terjaga dengan baik.

Tempatnya tentu saja menarik bagi orang-orang yang senang dengan sejarah dan juga arsitektur, melimpahnya peninggalan dari bangsa Romawi dan juga bangsa-bangsa lain yang sebelumnya berkuasa dari bangsa Numidia, Punic, Romawi, hingga Bizantium. Tempat-tempat ini tentunya memberikan rasa penasaran untuk dikunjungi. Kira-kira manakah tempat yang ingin kamu kunjungi?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram