4 Tempat Wisata di Ambon yang Indah dan Menenangkan

Ditulis oleh Anggie Warsito - Diperbaharui 13 April 2020

“Ambon Manise”, itulah julukan bagi kota Ambon. Julukan itu tak lepas dari panorama Ambon yang “manise” alias manis atau cantik. Panorama “manise” di Ambon sendiri bisa kamu dapatkan di sejumlah tempat wisata yang ada di dalamnya, serta daerah lain di sekitarnya. Lalu, tempat wisata mana saja yang “manise” di Ambon dan sekitarnya? Kalau mau tahu, yuk simak saja list berikut ini!

1. Pulau Molana

Pulau Molana

* sumber: lifestyle.okezone.com

Di sebelah barat kota Ambon, ada sebuah pulau yang menarik dan layak dikunjungi. Pulau Molana adalah nama pulau yang dimaksud. Untuk bisa ke sini, kamu perlu melakukan perjalanan selama 45 menit via speedboat dari pelabuhan di Desa Tulehu. Bila tidak, kamu pun bisa kapal perahu yang lebih besar dengan waktu tempuh kurang lebih sama.

Salah satu daya tarik dari pulau ini adalah pantainya. Pantai di sini punya panorama yang “manise”, dengan pasir putihnya yang begitu lembut. Dari pantai ini, kamu bisa melihat jernih dan birunya laut yang tak jauh dari pantai pulau satu ini.

Daya tarik lainnya dari objek wisata di Maluku ini adalah pemandangan bawah lautnya. Di area bawah laut pulau ini, kamu bisa melihat terumbu karang berwarna-warni, ikan, dan biota laut lainnya. Pemandangan bawah laut pulau ini begitu indah. Bahkan, banyak yang membandingkan pemandangan bawah laut pulau ini dengan pemandangan bawah laut di Bunaken.

2. Benteng Amsterdam Hila

Benteng Amsterdam Hila

* sumber: www.indonesiakaya.com

Sama seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, Ambon juga punya bangunan peninggalan Belanda di dalamnya. Benteng Amsterdam Hila adalah salah satunya. Benteng ini letaknya ada di Kaiteru, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah Maluku. Atau, berjarak sepanjang 24 km dari ibukota Maluku, Ambon.

Menurut sejarah, benteng ini dulunya adalah sebuah loji milik bangsa Portugis. Loji ini lazimnya dipakai sebagai lokasi penyimpanan rempah-rempah, terutama pala dan cengkih. Pada akhir abad 16, masyarakat Maluku saat itu melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis, lantaran keserakahan yang dilakukan Portugis kepada mereka.

Situasi ini dimanfaatkan oleh Belanda untuk menarik hati masyarakat Maluku, serta untuk menjejakkan kaki mereka di sana. Pada 1605, Belanda berhasil menyingkirkan Portugis dan mengambil loji mereka, serta menjadikannya sebuah benteng.

Pada 1627-1702, benteng ini sempat dijadikan tempat penelitian Georg Everhard Rumphius, seorang naturalis asal Jerman. Selama di benteng ini, Rumphius mempelajari dan meneliti tentang flora dan fauna di Maluku, khususnya di Ambon. Di beenteng inim dia juga menuliskan kisah gempa dan tsunami yang terjadi di Maluku, di mana Benteng Amsterdam menjadi salah satu “korban” gempa dan tsunami tersebut.

Sejak ditinggalkan Belanda, benteng ini sempat rusak dan dipenuhi dengan lumut serta tumbuhan. Namun, pada 1991 hingga 1994, pemerintah yang diwakili Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melakukan pembenahan sana-sini terhadap benteng ini. Hasilnya, adalah Benteng Amsterdam Hila yang kita kenal saat ini.

Daya tarik benteng ini tentu saja arsitektur bangunannya. Bangunan ini dibentuk dalam format segi empat dan memiliki tiga lantai. Tiap lantainya punya fungsi masing-masing. Misalnya, lantai tiga atau lantai paling atas yang memiliki fungsi sebagai tempat pengintaian.

Daya tarik lainnya dari benteng ini adalah daerah pembatasnya. Di sini, kamu bisa berdiri sembari melihat pemandangan lautan lepas yang indah. Kamu juga bisa melihat pemandangan ombak biru yang berdebur dan menggulung, barisan pepohonan di pantai, dan pasir pantai yang lembut dari kejauhan.

3. Pantai Pintu Kota

Pantai Pintu Kota

* sumber: ksmtour.com

Selain pantai di Pulau Molana, ada satu pantai lain yang harus kamu kunjungi di Ambon. Pantai Pintu Kota adalah pantai yang kami maksud. Pantai ini mempunyai daya tarik berupa tebingnya yang “manise”. Tebing di pantai ini mempunyai warna coklat kemerahan. Bila dihantam gelombang ombak, maka tebing tersebut akan menghasilkan pecahan air yang indah.

Di salah satu area tebing ini, terdapat lubang besar yang dalam dan menembus kedua sisi tebing tersebut. Lubang ini memiliki diameter yang amat luas. Saking luasnya, lubang tersebut bisa memuat dua buah truk. Menurut sejarah, lubang tersebut terbentuk dari kikisan ombak selama bertahun-tahun ke area tebing tersebut.

Saat di pantai ini, kamu sebaiknya lebih hati-hati. Apalagi, jika hendak menyusuri area bibir pantainya. Bibir pantai satu ini tak berpasir, serta hanya diisi bebatuan yang berwarna coklat dan terlihat cukup tajam.

Pantai ini persis ada di desa Latulahat. Tepatnya, di Nusaniwe, Ambon, Maluku. Untuk bisa ke sini, kamu wajib melakukan perjalanan sepanjang 20 km dari kota ambon. Kamu bisa menempuh perjalanan tersebut dengan mobil berjenis SUV/MPV. Bila tidak, kamu juga bisa menggunakan sepeda motor ataupun angkutan umum.

Sepanjang perjalanan nanti, kamu tak akan mengalami mati bosan. Soalnya, kamu bakal menemukan pemandangan alam yang natural dan “manise”. Menarik, bukan?

4. Goa Hawang

Goa Hawang

* sumber: blog.misteraladin.com

Ini adalah sebuah goa yang letaknya ada di tenggara pulau Maluku. Tepatnya, di Hoat Sorbay, Letvuan, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Maluku. Nama “hawang” pada goa ini berasal dari penghuni di dalam goa tersebut, di mana penghuni yang dimaksud adalah hantu (huwang).

Selain hantu, goa ini juga berisi batu yang menggambarkan seorang pemburu pria yang memegang tombak, serta ditemani dua ekor anjing. Menurut cerita masyarakat, batu tersebut kono merupakan sosok pria pemburu betulan bersama dengan dua anjing peliharaannya.

Menurut cerita masyarakat, si pria beserta dua anjingnya tersebut saat itu tengah berburu seekor babi hutan. Saat memasuki Gua Hawang, babi hutan tersebut tiba-tiba saja menghilang. Sang pemburu yang kelelahan pun terduduk di dalam gua dan meminum air gua satu ini.

Sayangnya, rasa air di dalam Gua Hawang amat pahit. Hal itu membuat sang pemburu marah dan membuatnya mengeluarkan kata-kata kotor. Perkataannya itu membuat sang pemburu dan kedua anjingnya dikutuk menjadi bebatuan.

Daya tarik gua ini tak hanya batu ”kutukan” saja. Masih ada beberapa daya tarik lainnya di sini yang sayang buat dilewatkan. Salah atunya adalah kolam alami yang airnya berwarna kebiruan. Air dalam kolam ini konon berasal dari tanah yang ada di gua ini.

Di kolam tersebut, terdapat dua buah lubang yang bisa kamu salami. Cobalah untuk menyelami salah satu lubangnya. Niscaya, kamu bakal muncul dari lubang lain yang tak jauh dari salah satu lubang tersebut.

Ambon dikatakan sebagai kota yang “manise”, lantaran kecantikan tempat wisata yang ada di sana, serta daerah lain di sekitarnya. Empat di antaranya sudah kami sebutkan di atas.

Tapi, saatAnda di Maluku, sekalian mengenal tradisi dan budaya mereka, yuk! Silakan baca artikel mengenai 7 Budaya dan Tradisi Maluku yang unik ini. Sudah siap berwisata ke Ambon?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram