10 Tempat Wisata di Gwangju yang Perlu Kamu Kunjungi

Ditulis oleh Muhamad Dikdik - Diperbaharui 13 April 2020

Ada beberapa objek wisata menarik yang bisa kamu kunjungi di Gwangju, Korea Selatan, mulai dari situs sejarah hingga atraksi budaya dapat dengan mudah kamu temukan di kawasan ini. Selain jalan-jalan, kamu juga bisa sekalian mempelajari budaya dan sejarah Korea Selatan di kota ini.

Salah satu tempat wisata terkenal di Gwangju adalah Taman Nasional Mudeungsan yang tetap terlihat indah di berbagai musim. Selain itu, ada Museum Rakyat Gwangju yang memamerkan kebudayaan-kebudayaan kuno dari berbagai daerah di Gwangju. Lalu, apa saja tempat wisata menarik di Gwangju? Yuk, langsung baca saja daftar di bawah ini.

10 Tempat Wisata di Gwangju

1. Mudeungsan National Park

Mudeungsan Mountain National Park

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Taman nasional ini terletak di kawasan gunung Mudeungsan yang memiliki ketinggian 1.886 mdpl dengan tiga puncak yang disebut Cheonwangbong, Jiwangbong, dan Inwangbong. Mereka juga dikenal sebagai "Tiga Jeongsang". Taman Nasional Mudeungsan adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Gwangju.

Selain menjadi kawasan pendakian, Gunung Mudeungsan juga pernah dijadikan tempat beribadah oleh para penduduk setempat karena dianggap sebagai gunung Dewa. Di kaki gunung, para pengunjung bisa menemukan beberapa kuil seperti kuil Yaksaam, Jeungsimsa, dan Wonhyosa.

Turun dari gunung, kamu bisa mengunjungi objek wisata lainnya seperti Museum Nasional Gwangju yang memiliki bangunan dengan gaya tradisional Korea. Di museum tersebut juga terdapat ruang pameran serta ribuan pajangan artefak seperti harta karun yang digali dari laut Sinan, barang-barang dari provinsi Honam yang dibuat selama periode Seonsa, Baekje, dan Silla, serta lukisan dari periode Joseon.

2. Gwangju Folk Museum

Gwangju Folk Museum

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Turis asing yang sedang berkunjung ke Gwangju sebaiknya tidak melewatkan museum ini dalam daftar perjalanan mereka. Di sana kamu bisa mempelajari sejarah dan kebudayaan lama Korea, terutama yang berasal dari wilayah Jeolla.

Bagi kamu yang tidak mengerti bahasa Korea, jangan khawatir tidak mendapatkan info apapun saat berkunjung ke museum ini. Hal itu karena pameran-pamerannya dilengkapi dengan terjemahan bahasa Inggris yang mudah dimengerti (bagian sejarah Gwangju dan beberapa pameran khusus tidak dibubuhi informasi dalam bahasa Inggris, tapi mayoritas pameran ada bahasa Inggrisnya).

Lantai pertama dari museum yang dibuka pada tahun 1987 ini menampilkan makanan, pakaian, perumahan, mata pencaharian, dan kerajinan tangan. Sedangkan untuk lantai duanya menampilkan permainan rakyat, adat istiadat tradisional dan kepercayaan rakyat.

Museum ini juga menggunakan tampilan-tampilan miniatur dan diorama untuk menciptakan kembali adegan dari masa lalu. Sebanyak delapan sistem videotech di museum memungkinkan para pengunjung untuk menikmati demonstrasi nyata dari sembilan peninggalan budaya di wilayah itu. Hebat dan keren nih!

3. Pungam Reservoir

Pungam Reservoir

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Pungam Reservoir juga adalah salah satu objek wisata yang cukup populer di Gwangju. Tempat ini dulunya dibangun untuk pertanian, namun kemudian diubah menjadi taman pada tahun 1999 sebagai bagian dari program percontohan untuk mengembangkan taman nasional.

Kini, Pungam Reservoir menjadi rest area populer yang menampilkan paviliun-paviliun tradisional serta jembatan yang terbuat dari kayu. Tempat ini juga terhubung dengan Stadion Piala Dunia, Yeomju Gymnasium, serta Mall Lotte. Nah, kamu yang sedang di Gwangju bisa mencoba jalan-jalan atau jogging di Pungam Reservoir yang indah ini.

4. 1913 Songjeong Station Market

1913 Songjeong Station Market

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Songjeong Station Market pertama kali dibuka pada tahun 1913 sehubungan dengan pembukaan Stasiun Gwangju-Songjeong. Karena pengunjung pasar tradisional semakin merosot setiap tahunnya, maka Pasar Songjeong 1913 didesain ulang dengan tampilan yang cerah. Arsitektur dan papan namanya juga dibuat modern yang merinci sejarah berbagai toko.

Pengunjung dapat menikmati semua makanan pasar klasik di sini, seperti hotteok (hot griddle cakes), gyeran bap (nasi dengan telur), dan eomuk (kue ikan). Tertarik untuk menikmati masa lalu Korea di pasar ini? Penulis berharap agar pasar-pasar tradisional di negara kita bisa dibuat lebih modern agar masyarakat tidak kabur untuk berbelanja di supermarket-supermarket.

5. Asia Culture Center/ACC

Asia Culture Center

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Asia Culture Center atau Pusat Kebudayaan Asia adalah fasilitas multi-budaya yang bertemakan seputar budaya Asia, termasuk kreativitas, pameran, dan pertunjukan. Objek wisata ini terdiri dari Pertukaran Budaya ACC, Teater ACC, Penciptaan ACC, Arsip & Penelitian ACC, Anak-anak ACC dan berbagai fasilitas budaya lainnya yang menampilkan kebudayaan-kebudayaan unik Asia lainnya.

Agar pengetahuanmu tentang budaya-budaya di benua Asia semakin meningkat, sebaiknya tulis Asia Culture Center ini dalam itinerary-mu ya. Lumayan, kan, dalam satu tempat kamu bisa menjelajahi kebudayaan di benua Asia yang sangat luas.

6. The 5.18 Memorial Park

The 5.18 Memorial Park

* sumber: english.visitkorea.or.kr

The 5.18 Memorial Park dibangun untuk mengingat Gerakan Demokratisasi 18 Mei. Kawasan ini memiliki luas sekitar 204.985 meter persegi dan memiliki berbagai fasilitas sejarah dan budaya, seperti Perpustakaan 5.18, Pusat Kebudayaan 5.18, Pusat Pendidikan, Daedong Plaza, Menara Owoldae, serta monumen-monumen peringatan lainnya. Di sana juga kamu bisa melihat Kuil Mugaksa serta jalanan-jalanan setapak.

7. Gwangju Museum of Art

Gwangju Museum of Art

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Gedung museum seni ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Ruang Utama, Pusat Promosi Pendidikan, dan Biennale Hall. Di sana terdapat 18 galeri dan dua lounge pengunjung. Aula Utama terdiri dari 4 ruang pameran di lantai pertama dan 5 ruang pameran di lantai dua.

Ruang pameran di lantai pertama menyajikan pameran-pameran bertema khusus bagi para seniman domestik dan internasional yang terkenal. Sedangkan di lantai dua adalah pameran permanen yang menyajikan karya seni yang dibagi menjadi genre yang berbeda.

Biennale Hall terdiri dari 5 ruang pameran di tiga lantai, sedangkan Pusat Promosi Pendidikan memiliki 3 ruang pameran di lantai pertama. Fasilitas lainnya yaitu toko buku yang menjual buku dan majalah tentang seni, pusat informasi seni tentang pameran domestik dan luar negeri, serta area istirahat yang menjual berbagai makanan dan minuman.

8. Gwangju National Museum

Gwangju National Museum

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Selain Museum Seni Gwangju, kamu juga bisa mencoba mengunjungi Museum Nasional Gwangju yang tidak kalah menarik. Museum ini menyajikan berbagai macam artefak yang ditemukan di wilayah Jeolla, seperti relik-relik prasejarah, karya seni yang terkait dengan Buddhisme dan barang tembikar dari masa Baeje, dinasti Joseon, Goryeo, dan Silla. Ada juga penemuan bawah laut dari kapal Sinan yang karam.

Di lantai satu, kamu akan menemukan Aula Pameran Kaligrafi dan Lukisan, Aula Pameran Khusus, serta Aula Pameran Kesenian Buddha. Di lantai dua ada Galeri Prasejarah, Galeri Sejarah Kuno, Galery Tembikar dari masa Goryeo dan Joseon, serta Penemuan Bawah Laut Kapal Sinan yang karam. Ada juga pameran di luar ruangan yang cukup menarik.

9. Mudeungsan Jeungsimsa Temple

Mudeungsan Jeungsimsa Temple

* sumber: english.visitkorea.or.kr

Kuil ini terletak di kaki gunung Mudeungsan bagian barat dan merupakan sebuah kuil perwakilan Gwangju. Mudeungsan Jeungsimsa Temple pertama kali didirikan oleh biksu Budha Cheolgamseonsa Do Yun pada tahun 517 di masa Kerajaan Silla. Kemudian kuil itu dibangun ulang oleh biksu Buddha Hyesoguksa pada tahun 1094 dari Dinasti Goryeo dan dibangun ulang lagi oleh Kim Bang pada tahun 1443 dari Dinasti Joseon.

Kuil yang masih berdiri hingga saat ini tersebut sebenarnya masih memiliki sejarah yang panjang. Kamu bisa melihat-lihatnya saat masuk ke kawasan Taman Nasional Mudeungsan. Biaya masuk ke objek wisata ini gratis alias tidak berbayar.

10. Stadion Piala Dunia

Gwangju_World_Cup_Stadium

* sumber: commons.wikimedia.org

Korea Selatan (bersama Jepang) pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA tahun 2002. Salah satu stadion yang menjadi tempat berlangsungnya beberapa pertandingan adalah Stadion Piala Dunia Gwangju. Jika ada traveler pria di sini yang suka sepak bola dan sedang di Gwangju, Stadion Piala Dunia bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup menarik.

Nah, itulah beberapa tempat wisata menarik yang bisa kamu kunjungi di Gwangju, Korea Selatan. Untuk informasi lengkap mengenai jadwal serta biaya masuk ke berbagai objek wisata di atas, kamu bisa mengeceknya di sini ya. Selain Gwangju, Korea juga punya sejumlah wisata menarik di Daejeon. Ingin menelusuri tempat wisata di Daejeon? Yuk, cari tahu di artikel 10 Tempat Wisata di Daejeon yang menarik untuk dikunjungi ini.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram