10 Tempat Wisata di Jakarta Pusat yang Menarik Dikunjungi

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan kota metropolitan yang menjadi tempat mengadu nasib bagi perantau dari sebagian daerah di Indonesia. Jakarta Pusat khususnya dikenal sebagai kota administrasi yang menjadi pusat perkantoran di DKI Jakarta. Kota ini menjadi yang tersibuk pada hari kerja maupun akhir pekan.

Jakarta Pusat merupakan kota administrasi terkecil di DKI Jakarta, tetapi memiliki banyak hal menarik yang bisa dieksplor. Tidak hanya terdapat banyak perkantoran, Jakarta Pusat juga memiliki tempat wisata yang ramai dikunjungi pada akhir pekan.

Berikut ini ulasan 10 destinasi wisata menarik di Jakarta Pusat yang bisa dikunjungi ketika hari libur tiba.

1. Monumen Nasional

Monumen Nasional

Siapa yang tidak tahu Monumen Nasional? Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan nama Tugu Monas adalah ikon dari Ibukota Jakarta. Monas merupakan monument peringatan yang didirikan untuk mengenang sejarah perjuangan masyarakat Indonesia untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Monumen Nasional dibangun pada 17 Agustus 1961 dan mulai dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Tugu Monas memiliki tinggi sekitar 132 meter dengan mahkota berbentuk lidah api yang dilapisi emas sebagai bentuk semangat perjuangan yang menyala bagaikan api. Monumen Nasional sampai saat ini selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung dari dalam dan luar Jakarta.

  • Alamat : Jl. Medan Merdeka Utara No.2, Gambir, Gambir, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 08.00 – 22.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp5.000
  • Kontak : (021) 3456 813

2. Monumen Selamat Datang

Monumen Selamat Datang

Selain Monumen Nasional, ada juga Monumen Selamat Datang yang menjadi salah satu ikon Ibukota Jakarta. Monumen Selamat Datang terletak di tengah Bundaran Hotel Indonesia yang berupa patung sepasang manusia yang menggenggam bunga sambil melambaikan tangan. Monumen ini menghadap ke utara untuk menyambut pendatang dari arah Monumen Nasional.

Nama Monumen Selamat Datang mungkin terdengar asing karena masyarakat dari luar Jakarta lebih mengenal daerah ini dengan sebutan Bundaran HI. Nama tersebut disematkan karena bundaran ini terletak di dekat Hotel Indonesia. Bundaran ini menjadi persimpangan antara Jalan M.H. Thamrin, Jalan Kebon Kacang, Jalan Sutan Sjahrir, dan Jalan Imam Bonjol.

  • Alamat : Jl. Kebon Melati 1 No.5, Menteng, Menteng, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

3. Taman Menteng

Taman Menteng

Menteng merupakan pusat pemerintahan yang ada di Jakarta Pusat. Di sini terdapat ruang hijau terbuka yang menjadi tempat rekreasi dan bersantai pada akhir pekan. Taman Menteng semula merupakan Stadion Menteng yang kemudian diubah menjadi taman publik dan dilengkapi dengan tanaman hijau di sekelilingnya.

Taman Menteng memiliki luas sekitar 30 hektar, dengan koleksi 30 spesies tanaman dari jenis yang berbeda. Taman ini dilengkapi juga dengan arena bermain untuk anak-anak, lapangan futsal, serta lapangan basket. Taman ini memiliki 44 sumur resapan yang membantu penyerapan air hujan sehingga meminimalisir banjir ketika musim hujan tiba.

  • Alamat : Jl. HOS. Cokroaminoto, Menteng, Menteng, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

4. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal merupakan Masjid Nasional Republik Indonesia yang lokasinya tidak jauh dari Monumen Nasional dan Stasiun Gambir Jakarta. Masjid ini dibangun pada tahun 1951 yang dirancang oleh Frederich Silaban, arsitek yang juga merancang pembangunan Monumen Nasional.

Masjid Istiqlal dirancang dengan gaya arsitektur modern, dengan dinding dan lantai dilapisi marmer, serta dilengkapi ornament geometric. Bangunan utama Masjid Istiqlal terdapat kubah besar yang ditopang 12 tiang besar. Masjid Istiqlal mampu menampung lebih dari 200.000 jemaah. Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Istiqlal juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Jakarta Pusat.

  • Alamat : Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 24 jam
  • Kontak : (021) 3811 708

5. Gereja Katedral

Gereja Katedral

* sumber: dolandolen.com

Gereja Katedral merupakan salah satu gereja Katholik tertua di Jakarta yang diresmikan pada tahun 1901. Gereja yang megah ini dirancang oleh Pastor Antonius Dijkmans. Gedung Gereja Katedral yang saat ini berdiri kokoh bukan bangunan yang asli. Gereja Katedral yang asli diresmikan pada tahun 1810 dan  terbakar pada tahun 1826, kemudian tahun 1890 gereja tersebut roboh.

Letak Gereja Katedral berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Dimana ketika berada di daerah ini, suasana damai sangat terasa dengan adanya dua tempat ibadah yang megah berdekatan. Gereja dengan gaya neo gothik dengan salib sepanjang 60 meter dan lebar 20 meter. Bagi umat Katholik, bisa menyempatkan diri untuk beribadah di Gereja Katedral ketika liburan di Jakarta.

  • Alamat : Jl. Katedral No.7B, Pasar Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 24 jam
  • Kontak : (021) 3519 186

6. Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi

Jakarta merupakan saksi pembacaan teks proklamasi kemerdekaan. Pembacaan proklamasi dilakukan di kediaman Ir. Soekarno, di Jalan Pegangsaan Timur No.56. Kini rumah tersebut sudah dihancurkan, kemudian dibangun Taman Proklamasi yang di dalamnya terdapat Tugu Proklamasi.

Tugu Proklamasi didirikan untuk memperingati proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Di monumen ini terdapat patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan, persis seperti ketika naskah proklamasi pertama dibacakan. Di tengah patung Soekarno-Hatta, terdapat naskah proklamasi yang terbuat dari lempengan batu.

  • Alamat : Jl. :Proklamasi No.10, Pegangsaan, Menteng, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

7. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional atau dikenal dengan nama Museum Gajah merupakan tempat penyimpanan dan pameran barang etnografi, geografi, arkeologi, dan sejarah. Museum yang didirikan pada tahun 1778 ini menjadi museum pertama dan tersebar di Asia Tenggara. Letak Museum Nasional Indonesia berseberangan dengan Stasiun Gambir Jakarta.

Museum Nasional memiliki bentuk bangunan dengan gaya klasisisme yang tersentuh pengaruh Eropa. Museum Nasional mengoleksi benda kuno dari seluruh Indonesia, seperti arca candi, prasasti, serta benda kuno lainnya. Salah satu prasasti yang disimpan di Museum Nasional adalah prasasti dari Kerajaan Singosari, di Malang, Jawa Timur.

  • Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Gambir, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : Senin – Jumat,09.00 – 15.00 WIB (Sabtu, Minggu, Libur Nasional tutup)
  • Tiket Masuk : Rp5.000

8. Taman Lapangan Banteng

Taman Lapangan Banteng

Taman Lapangan Banteng merupakan ruang terbuka hijau yang letaknya tak jauh dari Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Taman ini baru dilakukan revitalisasi dan diresmikan kembali pada tahun 2019 lalu. Revitalisasi Lapangan Banteng meliputi tiga zona, yaitu Monumen Pembebasan Irian Barat, tempat olahraga, dan taman.

Sebelum menjadi Taman Lapangan Banteng, tempat ini merupakan tanah lapang yang terdiri dari hutan dan rawa pada abad ke-18. Kemudian mulai dijadikan ruang terbuka, tetapi sebelum dilakukan revitalisasi kawasan ini kurang nyaman dan tidak terawat. Akhirnya kini Taman Lapangan Banteng menjadi ruang terbuka hijau yang ramai dikunjungi masyarakat.

  • Alamat : Pasar Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

9. Jakarta Planetarium dan Observatorium

Jakarta Planetarium dan Observatorium

* sumber: jejakpiknik.com

Planetarium dan Observatorium Jakarta merupakan planetarium tertua yang berdiri pada tahun 1964, terletak di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Planetarium Jakarta menjadi tempat wisata edukasi yang menyajikan simulasi dan pertunjukan benda-benda langit. Di sini pengunjung akan mengelilingi jagat raya untuk memahami konsep alam semesta.

Planetarium Jakarta menayangkan 9 judul film atau teater tentang tata surya secara bergantian. Tidak hanya itu, Planetarium Jakarta juga menyediakan sarana observasi benda langit melalui peneropongan secara langsung. Jadwal pertunjukan bagi perseorangan dan rombongan berbeda-beda, dan pembelian tiketnya hanya bisa dilakukan 1 jam sebelum pertunjukan.

  • Alamat : Jl. Cikini Raya No.73, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 08.00 – 17.00
  • Tiket Masuk : Rp5.000 – Rp12.000
  • Kontak : (021) 2305 146

10. Galeri Indonesia Kaya

Galeri Indonesia Kaya

Jalan-jalan ke mall, tidak hanya untuk nongkrong dan berbelanja saja, di salah satu mall ternama di Jakarta, yaitu Grand Indonesia terdapat sebuah tempat untuk mengenal budaya Indonesia dengan cara yang lebih menyenangkan di Galeri Indonesia Kaya.

Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang edukasi berbasis teknologi untuk memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia. Di sini, pengunjung bisa mempelajari budaya dengan cara yang modern dan menyenangkan. Jika suka mengoleksi postcard, kamu bisa membuat postcard sendiri dengan desain batik atau tenun khas Indonesia.

  • Alamat : Jl. M.H. Thamrin No.1, Kebon Melati, Tanahabang, Kota Jakarta Pusat
  • Operasional : 10.00 – 21.30
  • Tiket Masuk : Gratis
  • Kontak : (021) 2358 0679

Ternyata, Jakarta Pusat memiliki banyak wisata menarik lho! Di sini kamu juga bisa belajar sejarah kemerdekaan, melihat karya seni, hingga mengenal keindahan alam Indonesia yang sangat kaya. Bagi yang berdomisili di Jakarta, libur akhir pekan tak perlu jauh ke luar kota, Jakarta Pusat juga bisa dieksplor untuk mengisi hari libur. Yuk, jalan-jalan di Jakarta Pusat!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *