10 Tips Hemat Liburan Ke Bali Supaya Enggak Bangkrut

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 4 November 2021

Apa yang akan kamu lakukan jika berlibur ke Bali? Mengunjungi Pura? Menikmati pemandangan matahari tenggelam atau terbit? Atau menikmati pemandangan bawah lautnya? Bali menyuguhkan semua kesenangan yang bisa didapat oleh para turis yang berlibur ke Pulau Dewata. Kebudayaan dan tradisinya yang kental pun ikut memperkaya potensi lokal Bali yang bisa dinikmati.

Pulau Bali memang merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal sampai ke dunia internasional. Berlibur ke Bali merupakan salah satu momen yang membahagiakan. Namun, banyak yang melewatkan destinasi ini sebab kabarnya berwisata ke Bali butuh biaya yang tidak sedikit. Benarkah demikian? Kami sudah menyiapkan tips hemat berlibur ke Bali berikut ini.

Baca juga: Mau ke Bali? Inilah Referensi Itinerary Bali 3 Hari 2 Malam

1. Pilih Waktu Liburan Terbaik

Pilih Waktu Liburan Terbaik

Tips yang pertama adalah pilih waktu liburan yang terbaik. Kamu mungkin sering dengar bahwa Bali adalah salah satu pulau yang tidak pernah sepi. Kehidupan di Bali selalu berdenyut setiap waktu tanpa henti.

Ini pun berlaku di pariwisata Bali. Sebagai destinasi wisata internasional, Bali selalu punya hal-hal menarik yang disajikan setiap saat untuk menggaet wisatawan. Namun, ada waktu-waktu terbaik di mana kamu bisa berlibur dengan lebih tenang dan hemat.

Waktu terbaik bagi kamu yang ingin mendapatkan kesenangan berlibur adalah di rentang bulang April-September. Pada rentang waktu ini, Bali mengalami musim kemarau sehingga hujan tidak akan mengganggu waktu-waktu bersantai.

Matahari siang hari membuat pemandangan lebih indah. Gugusan karang dan pulau-pulau di Bali terlihat bak sebuah lukisan alam yang memanjakan mata.

Namun, ada konsekuensi tertentu jika kamu berlibur saat musim panas di Bali. Di bulan ini, cahaya matahari bersinar sangat terik sehingga potensi terkena sunburn lebih tinggi. Oleh sebab itu, jangan lupa aplikasikan tabir surya secara berkala untuk melindungi kulit.

2. Hindari Musim Liburan

Hindari Musim Liburan

Selain memperhatikan momen dan waktu yang pas untuk berlibur, tips selanjutnya adalah menghindari musim liburan. Musim liburan adalah waktu-waktu ramai dimana jumlah pengunjung akan membludak dan tempat-tempat wisata menjadi padat.

Musim liburan di Bali berlangsung sekitar bulan Juni-Juli. Bulan-bulan ini adalah musim liburan sekolah. Sedangkan bulan Agustus merupakan musim liburan negara-negara Barat di mana di masa ini turis mancanegara biasa datang untuk berlibur.

Musim liburan di Bali juga berlangsung saat bulan Desember-Januari. Ini adalah liburan akhir tahun yang biasanya ditandai dengan suasana Bali yang lebih meriah.

Di bulan-bulan tersebut Bali akan ramai dikunjungi oleh turis domestik dan mancanegara. Di musim liburan, harga tiket dan akomodasi mengalami kenaikan. Jika kamu mencari liburan yang hemat, hindari musim liburan.

Selain harga yang mengalami kenaikan, situasi Bali juga padat. Sebagian besar jalan-jalan di Bali akan macet, terutama daerah-daerah wisata Bali di bagian Selatan.

3. Manfaatkan Promo Tiket Transportasi

Manfaatkan Promo Tiket Transportasi

Transportasi adalah salah satu bagian penting dari liburan. Untuk pergi ke Bali, kamu bisa gunakan jalur udara dan pilih maskapai penerbangan low cost carries alias maskapai yang murah meriah. Hindari memesan tiket pesawat di hari libur atau akhir pekan sebab harga tiket pesawat akan naik.

Cari promo dan diskon menarik dari agen perjalanan atau aplikasi booking ticket. Memilih tiket promo akan mengurangi pengeluaran liburanmu.

Pada umumnya, tiket PP ke Bali berkisar 800-1 jutaan. Tapi jika kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan harga tiket promo di bulan-bulan tertentu dengan harga sekitar 600-700 ribu untuk tiket PP.

4. Gerak Cepat Memilih Penginapan

Gerak Cepat Memilih Penginapan

Asyiknya liburan di Bali adalah banyaknya tempat menginap yang menawarkan penginapan dengan bermacam-macam fasilitas. Rentang harganya pun bermacam-macam. Penginapan berbentuk hotel bintang 3 dan 4 umumnya dipatok mulai dari harga 200-500 ribu/malam.

Sementara untuk homestay, tarif sewa per malamnya lebih murah, yaitu sekitar 100 ribuan. Di kawasan Kuta, kamu bisa mendapat penginapan dengan harga yang lebih miring. Banyak hotel yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, namun tarifnya jauh lebih murah.

5. Sewa Kendaraan

Sewa Kendaraan

Setelah sampai di Bali, pastinya kamu tidak akan diam di hotel saja ‘kan? Sayang sekali kalau waktumu terbuang dengan berdiam diri di hotel dan tidur berjam-jam. Nah, setibanya di Bali, gunakan waktumu untuk berjalan-jalan.

Agar lebih praktis, kamu bisa menyewa motor untuk bepergian ke titik-titik liburan yang ingin kamu tuju. Tarif sewa motor di Bali rata-rata 40-70 ribu per harinya. Jika kamu berlibur dengan beberapa orang teman, kamu bisa gunakan mobil. Tarif sewa mobil di Bali berkisar 300 ribu untuk 12 jam.

Menyewa kendaraan pribadi adalah langkah yang efektif lagi efisien ketika berlibur ke Bali. Pasalnya kamu tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk transportasi selama di Bali. Selain itu, kamu pun akan punya lebih banyak waktu untuk menikmati liburanmu di tempat yang kamu inginkan. 

6. Pilih Menu Makan Paketan atau Warung Makan Kaki Lima

Pilih Menu Makan Paketan atau Warung Makan Kaki Lima

Wisata kuliner di Bali tidak kalah popular dibandingkan dengan kuliner dari kota-kota lainnya. Ada banyak menu makanan tradisional yang bisa kamu nikmati. Agar lebih hemat, pesan menu makan yang ditawarkan dalam paketan.

Harga menu paketan, misalnya saja nasi rames, lebih ekonomis dibandingkan dengan harga menu lainnya. Dalam satu porsi nasi rames kita bisa mendapatkan nasi dengan bermacam-macam lauk pauk yang rata-rata dijual dengan kisaran harga 20 ribuan.

Warung makan kaki lima pun tidak kalah banyak. Di sudut-sudut Bali banyak terdapat warung makan yang menawarkan makanan dalam kemasan paket, hargaya tidak lebih dari 30 ribu.

7. Tentukan Titik-Titik Objek Wisata

Tentukan Titik-Titik Objek Wisata

Objek wisata di Bali itu bermacam-macam. Jumlahnya pun tidak sedikit. Objek wisata Bali, misalnya Pantai Kuta dan Pantai Seminyak bisa kamu kunjungi untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut dan mataharinya.

Jika ingin menikmati pantai yang lebih turistik, kamu bisa pergi ke Pantai Pandawa. Selain itu, kamu juga bisa menikmati keindahan warna-warni bunga di Ladang Bunga Calendula.  Merasakan serunya terkena semburan ombak kencang di Pantai Nusa Dua juga bukanlah ide yang buruk.

Semua itu bisa kamu jelajahi ketika di Bali. Objek wisata Bali tersebaran di seluruh pelosok. Nah, jika kamu ingin menjelajahinya, terlebih dahulu buat rute perjalanan. Tentukan titik-titik objek wisata berdasarkan jaraknya.

8. Beli Oleh-Oleh Khas di Pasar Tradisional

Beli Oleh-Oleh Khas di Pasar Tradisional

Sebuah objek wisata biasanya dilengkapi dengan banyak toko-toko yang menjual oleh-oleh beragam bentuk. Jenis dan bentuknya yang lucu membuat kita tergoda untuk belinya. Namun, jika kamu ingin berhemat, pilih oleh-oleh atau suvenir yang paling khas.

Pertimbangkan benda yang sekiranya sarat dengan nuansa Bali yang akan menjadi benda kenangan liburanmu yang menyenangkan di Pulau Seribu Pura ini.  Cari oleh-oleh di pasar tradisional, seperti Pasar Sukowati yang harganya cenderung lebih miring.

9. Cari Informasi Aktivitas Wisata Gratis

Cari Informasi Aktivitas Wisata Gratis

Banyak orang yang ingin berlibur ke Bali namun terkendala biaya. Memang tidak bisa ditampik bahwa berlibur ke Bali perlu biaya yang cukup besar. Biasa perjalanan, tiket pesawat, penginapan, makan minum dan kebutuhan lainnya, jika dikalkulasikan akan menjadi angka yang besar.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa Bali punya aktivitas wisata gratis yang disediakan bagi semua pengunjung. Beberapa tempat di Bali, misalnya Taman Budidaya Bunga Gemitir, Air Terjun Aling-Aling, Danau Tamblingan terbuka untuk umum dan gratis.

Yang tidak kalah seru adalah bermain pasir sambil berjemur di Pantai Tegal Wangi Jimbaran, Uluwatu dan Pantai Kayu Putih Canggu. Semua destinasi wisata tersebut bisa diakses dengan gratis kapan pun kamu mau.

10. Pelajari Budaya dan Kebiasaan Masyarakat Bali

Pelajari Budaya dan Kebiasaan Masyarakat Bali

Masyarakat Bali adalah kelompok masyarakat yang masih memegang tradisi dan budaya leluhur. Hal ini tercermin dari perilaku sehari-hari masyarakat. Nah, jika kamu pergi ke Bali, ada baiknya mengetahui tradisi dan kebiasaan masyarakat lokal.

Sebagai masyarakat yang masih memegang adat tradisi leluhur, ada banyak hal yang harus kamu perhatikan ketika menginjakan kaki di tempat ini.

Contohnya saja berpakaian yang sopan ketika mengunjungi tempat-tempat suci kepercayaan mereka, jangan menginjak sesajen yang biasa disimpan di pintu masuk. Jika tak sengaja terinjak, minta maaflah segera.

Selain itu, jangan memotret orang yang tengah beribadah apalagi memakai flash yang akan mengganggu kekhusyukan ibadah mereka. Untuk perempuan yang sedang menstruasi, sebaiknya tidak ikut masuk ke dalam tempat peribadahan yang dilarang.

Mudah bukan tips-tips di atas? Persiapkan liburanmu dengan matang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bali adalah tempat-tempat yang indah. Jadi, ketika berada di Bali, gunakan waktumu sebaik mungkin untuk menyusuri keindahan kota yang dikenal dengan tradisi adatnya ini.

Oh, ya Bali juga masih menyelenggarakan upacara ritual adat. Biasanya upacara-upacara ini terbuka untuk umum dan pengunjung diperbolehkan ikut menyaksikan berlangsungnya acara tersebut. Upacara adat yang dilangsungkan meriah, di antaranya adalah Upacara Melasti, Ngaben, Upacara Saraswati, Mekare-Kare, Galungan dan masih banyak lagi. Seru ‘kan berlibur dan pelajari hal-hal baru?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram