6 Tips Mengunjungi Pulau Komodo Bagi Wanita Saat Datang Bulan

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Komodo merupakan hewan sejenis kadal dengan ukuran terbesar di dunia, dimana beratnya bisa mencapai 100 kg dan panjangnya 2-3 meter. Komodo dikenal sebagai hewan predator yang menggunakan lidah sebagai indera penciumannya. Lidah komodo dapat menangkap bau di udara kemudian menaruhnya di langit-langit mulut untuk menganalisa bau tersebut.

Komodo dapat mendeteksi daging bangkai sejauh 4 sampai 9 kilometer menggunakan air liurnya. Hewan karnivora ini dikenal dengan air liur yang sangat beracun. Komodo dapat berlari cepat mencapai 20 km/jam, serta bisa berenang dan menyelam sedalam 4,5 meter.

Spesies biawak yang satu ini hanya bisa dijumpai di Flores, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Pulau Komodo (Loh Liang) dan Pulau Rinca (Loh Buaya). Saat ini, Kepulauan Komodo menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia, dimana kamu bisa melihat indahnya pulau-pulau kecil di sisi paling barat Nusa Tenggara Timur, sekaligus melihat langsung hewan komodo.

Namun perlu diketahui, komodo merupakan hewan yang peka akan bau darah. Hal ini yang sangat diperhatikan oleh pengelola wisata dan wisatawan yang datang berkunjung. Dikhawatirkan jika ada bau darah yang tercium, komodo yang sedang lapar bisa memangsa atau mengintai sumber darah tersebut karena dianggap sebagai mangsanya.

Bagaimana dengan wanita yang sedang datang bulan? Apakah tetap bisa berkunjung ke Pulau Komodo? Jawabannya, bisa. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan dan kenyamanan selama menjelajah Pulau Komodo atau Pulau Rinca. Berikut ini tips berkunjung ke Pulau Komodo bagi wanita yang sedang datang bulan.

1. Perhatikan Kebersihan Pembalut dan Pakaian

Perhatikan Kebersihan Pembalut dan Pakaian

Menjaga kebersihan pembalut sangat penting baik itu sedang dalam aktivitas sehari-hari atau sedang liburan. Saat traveling ke Pulau Komodo, hendaknya mengganti pembalut sebelum turun dari kapal. Meskipun baru menggantinya sejam atau dua jam sebelumnya, tetap disarankan menggunakan pembalut yang baru sebelum turun ke pulau.

Penting juga memperhatikan apakah ada darah yang bocor atau tidak di celana. Usahakan tidak ada darah apapun yang menempel. Baik itu darah haid ataupun darah dari luka di kulit. Jika ada darah semisal di kaki atau tangan, tutup menggunakan hansaplast agar tidak ada bau darah yang tercium oleh komodo.

2. Gunakan Parfum

Gunakan Parfum

Sebelum turun dari kapal, gunakan parfum di seluruh tubuh. Mulai dari kepala hingga kaki. Bagian terpenting adalah di sekitar pinggul ke bawah atau area kewanitaan. Parfum ini berfungsi untuk menyamarkan bau darah yang ada di tubuh kita. Khawatirnya, komodo peka dengan bau darah meski sudah ditutup celana dan pembalut.

Menggunakan parfum hanya dilakukan di luar area kulit seperti baju, celana, jaket, atau kerudung. Berdasarkan pengalaman pribadi, cara ini diberi tahu oleh anak buah kapal langsung dan sempat disarankan oleh petugas wisata yang ada di Pulau Komodo.

3. Jalan Dekat Ranger

Jalan Dekat Ranger

* sumber: legaleraindonesia.com

Ketika menjelajah Pulau Komodo, setiap rombongan akan ditemani dengan ranger atau pawang komodo. Ranger bertugas mendampingi setiap pengunjung, menjelaskan tentang sejarah keberadaan komodo, dan melindungi pengunjung dari serangan komodo. Setiap ranger membawa sebuah tongkat berbentuk huruf “Y” yang mana bagian cabangnya berfungsi untuk menghentikan gerakan komodo jikalau menyerang pengunjung.

Saat pemberitahuan di pintu masuk, sudah diberi himbauan bagi wanita yang sedang datang bulan untuk tetap berjalan di dekat ranger. Karena ranger tidak akan diserang oleh komodo. Jadi paling aman jika kamu berjalan berdampingan dengan ranger dan tidak memisah dengan teman satu rombongan.

4. Menyatu dengan Rombongan

Menyatu dengan Rombongan

* sumber: www.pegipegi.com

Sejak awal memasuki gerbang Pulau Komodo (Loh Liang), sudah diberi arahan untuk tetap menyatu dengan rombongan. Setiap individu tidak diperbolehkan jalan sendiri mengelilingi wilayah penangkaran komodo. Karena komodo bisa berkamuflase seperti tanah. Jadi sangat berbahaya jika berjalan sendiri dan tanpa disadari menginjak atau melewati komodo.

Saat menjelajah Pulau Komodo, jangan memisahkan diri dan harus tetap jalan beriringan dengan ranger. Jika kamu sedang datang bulan, maka bisa meminta teman-temanmu untuk berjalan di belakangmu sebagai pelindung. Apabila tetap menyatu dengan rombongan dan tidak jalan masing-masing, akan tetap akan dan nyaman.

5. Taati Setiap Aturan

Taati Setiap Aturan

* sumber: www.turissendaljepit.com

Saat tiba di Pulau Komodo, ada beberapa aturan yang dijelaskan secara lisan oleh pemandu wisata. Ada pula peta perjalanan yang akan kamu lewati. Ada short track, medium track, dan long track. Jarak paling pendek tentu saja short track. Meski jaraknya pendek, kamu tetap bisa melihat komodo di beberapa titik jalur.

Jika ingin melihat lebih banyak komodo, bisa coba medium track dan long track. Namun karena sedang datang bulan, dan khawatir tiba-tiba kondisi badan drop saat melakukan perjalanan, maka disarankan menggunakan short track.

Selama perjalanan menjelajah Pulau Komodo atau Pulau Rinca, wajib menaati setiap aturan yang diberikan. Seperti tidak boleh memisahkan diri dari rombongan, jalan hati-hati ketika melihat komodo, menjaga jarak saat berfoto dengan komodo, tidak membunyikan suara yang bising dan mengganggu, serta masih banyak lagi aturan lain yang dijelaskan di pintu masuk.

6. Jaga Jarak Aman

Jaga Jarak Aman

* sumber: www.beritasatu.com

Berkunjung ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca, tak lengkap jika tidak memiliki dokumentasi berfoto dengan komodo. Apakah bisa foto berdekatan dengan komodo? Sebenarnya bisa, tetapi tetap harus patuhi jarak aman saat melakukan sesi foto. Setiap ranger akan mengizinkan pengunjung untuk berfoto dengan komodo.

Ketika melakukan sesi foto, ranger akan membuat sebuah garis menggunakan tongkat kayu sebagai batas aman. Pengunjung harus berfoto di belakang garis tersebut agar terhindar dari serangan komodo. Jika kamu sedang datang bulan, tetap bisa berfoto dengan mengikuti aturan jarak aman yang diberikan oleh ranger.

Sekarang sudah tahu kan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung ke Pulau Komodo? Liburan ke Flores, khususnya Kepulauan Komodo ini menjadi salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh traveler. Menjelajahi keindahan alam, budaya, dan fauna adalah hal yang menyenangkan. Di sini kamu bisa melihat hewan predator langsung di habitatnya. Seru sekali bukan?

Tak heran kalau Kepulauan Komodo dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia yang sudah menyita perhatian wisatawan dari dalam dan luar negeri. Sayang sekali kalau kamu berkunjung ke Flores, tapi tidak bisa melihat langsung komodo di habitatnya hanya karena sedang datang bulan. Setelah membaca artikel ini, jadi tahu apa saja yang harus diperhatikan agar tetap aman saat liburan.

Sebenarnya, beberapa aturan di atas tidak hanya untuk wanita yang sedang datang bulan saja. Jika kamu berkunjung ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca, wajib menaati aturan di atas apapun kondisinya. Ingat, setiap perjalanan wajib menjaga diri dari hal-hal yang buruk agar tetap bisa pulang ke rumah dengan selamat dan memiliki cerita yang berkesan untuk keluarga. Sudah siap eksplor Pulau Komodo?

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *