10 Waduk di Jawa Barat yang Jadi Tempat Wisata Menarik

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 31 Maret 2020

Ketahanan air dan pangan sangat erat kaitannya dengan pembangunan banyak waduk di Indonesia. Selain ada juga yang fungsi utamanya adalah untuk dijadikan sebagai penghasil energi listrik. Tetapi, waduk juga ada yang digunakan sebagai objek wisata karena keindahan alam sekelilingnya. Berikut ini adalah ulasan beberapa waduk di Jawa Barat yang menarik kamu kunjungi.

1. Waduk Jatiluhur – Purwakarta

Waduk Jatiluhur

Waduk terbesar di Indonesia disematkan pada Waduk Jatiluhur yang berada Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Waduk ini dibangun dengan menggunakan jasa kontraktor Asal Perancis dengan nama Compagnie francaise d’entreprise tahun 1957. Pembangunannya menelan biaya 230 juta US dolar.

Waduk Jatiluhur digunakan sebagai PLTA dengan listrik yang dihasilkan sekitar 1.000 juta kwh per tahun. Selain sebagai pembangkit listrik, waduk Jatiluhur menyediakan air bagi persawahan untuk 242.000 ha sawah. Budidaya ikan dan pengendali banjir adalah beberapa fungsi  lain dari waduk ini.

Waduk Jatiluhur selain fungsi utamanya sebagi pembangkit listrik, waduk ini juga digunakan sebagai tempat rekreasi dengan panoramanya yang indah. Disekitar waduk ada fasilitas rekreasi terutama sarana olahraga air, seperti ski air, mendayung, dan selancar angin serta banyak yang lainnya.

  • Alamat: Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Provinsi Jawa Barat
  • Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB
  • HTM: Senin – Jumat (Rp5.000), Sabtu – Minggu (Rp20.000)

2. Waduk Jatigede – Sumedang

Waduk Jatigede

Waduk Jatigede yang diresmikan pada tahun 2015, merupakan bendungan yang telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Waduk mulai dibangun pada tahun 2008, dan mulai beroperasi pada tahun 2017. Pembangunan waduk ini menelan biaya mencapai 467 juta US dolar.

Fungsi utama dari waduk Jatigede adalah sebagai PLTA dengan daya 110 Mega Watt. Selain sebagai PLTA Waduk Jatigede juga digunakan sebagai sarana rekreasi terutama olahraga air. Waduk juga digunakan untuk budidaya perikanan air tawar, serta pengairan untuk persawahan.

  • Alamat: Desa Cijeunjing, Kecamatan Jatigede, Sumedang, Provinsi Jawa Barat
  • Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB
  • HTM: Senin – Jumat Rp5.000, Sabtu – Minggu Rp20.000

3. Waduk Cirata – Purwakarta

Waduk Cirata

Waduk Cirata adalah waduk yang menjadi PLTA terbesar se-Asia Tenggara dengan menghasilkan listrik 1.428 Giga Watthour per tahun. PLTA ini dapat mengaliri listrik untuk daerah Jawa, Madura dan Bali. Area Waduk ini berada di tiga Kabupaten yaitu Bandung Barat, Cianjur, dan Purwakarta.

Walau waduk ini bukan di khususkan untuk tempat pariwisata, tetapi panorama di sekitar waduk ini juga dapat menjadi salah satu daya tariknya. Terutama pada saat sore hari kamu dapat melihat sunset yang indah dari pinggir waduk.

  • Alamat: Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Purwakarta, Provinsi Jawa Barat
  • Jam Operasional: 24 Jam
  • HTM: Sepeda Motor Rp3.000, Mobil Rp5.000

4. Waduk Darma – Kuningan

Waduk Darma

Waduk Darma yang terletak di Desa Jagara ini menempati areal seluas kurang lebih 425 ha, waduk ini dikelilingi oleh pemandangan yang indah dari bukit dan lembah serta udara yang sejuk. Waduk Darma dapat menampung air kurang lebih 39.000.000 m3.

Waduk Darma selain berfungsi untuk menampung air, tempat ini juga sering dijadikan tempat berekreasi oleh masyarakat sekitar. Kamu bisa mencoba mengelilingi danau dengan menggunakan perahu, atau bagi kamu yang hobi memancing bisa melakukannya di beberapa penangkaran ikan.

  • Alamat: Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, Provinsi Jawa Barat
  • Jam Operasional: 24 Jam
  • HTM: Anak-anak Rp10.000, Dewasa Rp15.000

5. Waduk Saguling – Bandung Barat

Waduk Saguling

Waduk Saguling yang terletak di daerah Kabupaten Bandung Barat ini adalah sebuah waduk yang membendung Sungai Citarum. Pembangunan waduk ini merupakan gagasan dari seorang Insinyur Belanda Prof Ir. W.J. Van Blommestein.

Waduk ini awalnya digunakan untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas 700 – 1.400 MW. Tetapi dKemudian ditata ulang sehinga memliki fungsi lebih, seperti untuk perikanan dan pariwisata. Sisa Usia waduk ini kini tinggal 27 tahun lagi, hal ini diakibatkan karena pencemaran pada sungai Citarum.

  • Alamat: Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat
  • Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB
  • HTM: Rp10.000/ orang

6. Waduk Ciawi – Bogor

Waduk Ciawi

Waduk Ciawi ini adalah waduk yang masih dalam proses diperkirakan Bulan Desember 2020 waduk ini akan selesai. Waduk ini berfungsi untuk mengurangi banjir yang masuk ke Jakarta, caranya dengan menahan aliran air yang akan ke Bendung Katulampa.

Waduk Ciawi ini memiliki luas 39,40 hektare, waduk ini tidak seperti waduk yang lain yang penuh berisi air, waduk ini kering karena fungsinya sebagai pengendali banjir sehingga pada musim kemarau kamu tidak akan melihat waduk ini tampak kering.

  • Alamat: Bogor, Provinsi Jawa Barat

7. Waduk Kuningan - Kuningan

Waduk Kuningan

Waduk Kuningan ini dibangun dengan tujuan untuk membangung ketahanan pangan dan air. Sungai Cikaro dan anak sungai Cijalengkok yang akan dibendung oleh waduk ini, dan keduanya akan digunakan untuk irigasi di dua daerah yaitu Daerah Irigasi (DI) Cileuweung dan Jangkelok.

Selain itu waduk ini juga dimanfaatkan untuk mengendalikan banjir, dan airnya juga dapat digunakan untuk membangun energi listrik sebesar 500 kwh. Waduk ini nantinya akan bermanfaat untuk dua kabupaten yaitu Kuningan dan Brebes, dan akan memiliki panorama yang indah.

  • Alamat: Desa Randusari Kecamatan Cibeureum, Kuningan, Provinsi Jawa Barat

8. Waduk Cipancuh – Indramayu

Waduk Cipancuh

Waduk Cipanjuh ini memiliki luas area sekitar 700 hektar dan dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1927, dan direkonstruksi lagi pada tahun 1972. Waduk ini memiliki fungsi untuk mengairi persawahan di daerah di Indramayu Barat, selain itu berfungsi menampung air hujan.

Fungsi utama waduk Cipanjuh memang untuk pengairan dan irigasi pertanian, tetapi waduk ini juga menyimpan daya tarik tersendiri. Waduk ini menawarkan panorama persawahan dan biasa dijadikan spot oleh masyarakat untuk melihat matahari yang sedang terbenam.

  • Alamat: Desa Situraja, Kec. Gantar, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat
  • Jam Operasional: 24 jam
  • HTM: Gratis

9. Waduk Leuwikeris – Ciamis

Waduk Leuwikeris

Waduk Leuwikeris adalah waduk yang masih dalam proses pembangunan dengan tujuan waduk ini dapat mengurangi debit banjir, serta dapat digunakan untuk mengairi lahan hingga sekitar 11.950 hektar lahan persawahan. Kapasitas dari bendungan ini direncanakan mencapai 67.74 m3.

Waduk Leuwikeris selain untuk irigasi juga memiliki potensi untuk dijadikan PLTA dengan listrik yang dihasilkan sebesar 20 megawatt. Fungsi yang lainnya adalah dapat dijadikan tempat konservasi air tanah dan juga tempat pariwisata.

  • Alamat: Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat

10. Waduk Walahar – Karawang

Waduk Walahar

Waduk Walahar adalah waduk yang dibangun pada masa Hindia Belanda pada tahun 1923, dengan pengawas pengairannya bernama C. Swaan Koopman. Bendungan ini terdiri dari tiga bagian, pertama adalah bagian penahan air, kedua jembatan, dan yang ketiga adalah ruang mesin.

Waduk ini berfungsi untuk mengatur debit air Sungai Citarum dan juga mengatur aliran air yang masuk ke area persawahan. Selain fungsi utama untuk irigasi, waduk ini juga digunakan oleh masyarakat sebagai objek wisata, salah satunya adalah memancing.

  • Alamat: Kelurahan Walahar, Kec. Ciampel, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat
  • Jam Operasional:  24 jam
  • HTM: Gratis

Waduk atau bendungan juga ternyata menyimpan daya tarik yang lain. Masih ada banyak waduk di Jawa Barat yang masih dalam proses pembangunan. Selain itu waduk bisa dijadikan sarana edukasi. Dari waduk yang sudah beroperasi dan masih dalam pengerjaan, manakah waduk di Jawa Barat yang ingin kamu kunjungi di saat liburan nanti?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram