Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Desember 2018

Pergi berwisata ke tempat-tempat baru dan bagus pasti menyenangkan. Berwisata ke pantai, gunung, taman, perkebunan, kebun binatang, hingga tempat wisata yang populer lainnya akan terkesan biasa saja. Mungkin paling sering tempat wisata yang paling diminati adalah tempat-tempat yang mudah dijangkau.

Tapi, pernahkah Anda berkunjung ke tempat wisata yang tidak biasa, ke tempat di mana Anda bisa melihat hal-hal baru dan sangat unik? Pernah lihat belut dengan ukuran yang sangat besar? Yuk main ke Maluku, tempat di mana Anda bisa melihat, Morea, belut dengan ukuran yang bisa dibilang raksasa.

Pada umumnya, belut memiliki panjang sekitar 30cm dan berdiameter sebesar ibu jari tangan atau sebesar ibu jari kaki manusia. Namun di Maluku, Anda bisa melihat belut yang ukuranya melebihi ukuran belut pada umumnya, yakni sebesar paha orang dewasa. Menariknya, Morea ini dipercaya telah berusia ratusan tahun oleh penduduk sekitar.

Kesadaran dari para penduduk sekitar yang turut serta menjaga dan melestarikan keberadaan Morea membuat jumlah dari hewan licin ini menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Keuntungan yang didapatkan oleh penduduk sekitar adalah, mereka bisa meningkatkan perekonomian di desa dengan menarik para wisatawan dan menyuguhkan tempat wisata yang tidak biasa.

Di Maluku ada tiga desa di mana Anda bisa melihat belut-belut dengan ukuran yang tidak biasa ini. Jika anda berkunjung ke Maluku, anda bisa melihatnya di desa Tulehu, Desa Larike, dan Desa Waai.

3 Wisata Morea di Maluku

1. Morea Desa Tulehu

Morea Desa Tulehu

* sumber: inisayadanhidupsaya.wordpress.com

Pertama, di desa Wailatu atau biasa dikenal dengan Desa Tulehu. Desa ini tepatnya berada di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Di Tulehu terdapat sebuah tempat wisata yang berupa sebuah pemandian air panas bernama Pemandian Wailatu.

Pemandian ini selalu saja ramai dan penuh, bukan hanya oleh pengunjung atau wisatawan tetapi juga oleh penduduk sekitar yang bisa melakukan kegiatan sehari-hari mereka di kolam tersebut. Meskipun begitu, pengunjung tidak perlu merasa kawatir karena daerah pemandian untuk pengunjung dan untuk penduduk sekitar telah dibedakan atau dipisah.

Di pemandian ini, para wisatawan bisa merasakan sensasi berenang dengan belut raksasa di kolam pemandian air panas. Meskipun Anda berenang dengan belut raksasa, Anda tidak perlu merasa takut atau ragu untuk berenang di kolam-kolam yang ada di pemandian Wailatu.

Sebab, belut-belut raksasa yang ada di kolam pemandian Wailatu sudah jinak dan tidak akan menyerang para pengunjung. Belut-belut yang berada di kolam tersebut sangat pemalu, mereka tidak akan menampakkan diri jika tidak dipancing keluar. Selain Morea, ada beberapa jenis ikan air tawar yang hidup berdampingan dengan Morea di kolam pemandian Wailatu.

Pengunjung bisa beinteraksi dengan belut-belut yang ada di kolam dengan cara memancing para belut keluar dari persembunyiannya dengan memberikan mereka makan. Selain itu, air yang ada di pemandian ini sangat bening dan jernih, airnya pun sangat menyegarkan badan. Juga, air di pemandian ini dipercaya bisa bikin awet muda.

2. Morea Desa Waai

* sumber: www.yppm-maluku.com

Desa Waai letaknya berada di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, jauhnya sekitar 3 kilo meter dari pusat kota Ambon. Untuk pergi ke desa Waai, Anda bisa menggunakan kendaraan, baik itu beroda dua hingga beroda 4.

Morea di desa ini tinggal di sebuah kolam, Wae Salaka, sebuah kolam yang memiliki keindahan dan dikelilingi oleh pepohonan rindang. Di kolam ini airnya sangat jernih, sangking jernihnya  bahkan pengunjung bisa melihat dasar kolam dengan jelas bersamaan dengan hewan-hewan yang hidup di dalam kolam Wae Salaka. Selain Morea, ada jenis ikan air tawar yang hidup di kolam ini.

Berbeda dengan Morea di pemandian Wailatu Tulehu yang bisa dipancing untuk dilihat secara langsung, di Waai, Anda harus dibantu oleh pawang jika ingin melihat Morea dari dekat. Sang pawang akan memancing Morea dengan cara memberikan dan menyelupkan telur mentah yang telah dipecahkan ke dalam air.

Aroma amis dari telur mampu membuat morea memunculkan dirinya ke permukaan. Meskipun membutuhkan seorang pawang untuk melihat Morea dari dekat, pengunjung tidak perlu takut karena Morea yang hidup di kolam Wae Salaka ini tergolong jinak.

3. Morea Desa Larike

Morea Desa Larike

* sumber: larikeindah.blogspot.co.id

Desa Larike berada di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Untuk bisa ke desa Larike, Anda perlu menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari pusat kota menuju desa ini. Berbeda dengan Morea di Desa Waai dan Desa Tulehu yang hidup di kolam-kolam, di Larike, Morea hidup di habitat yang lebih asri yaitu di sebuah sungai bernama Sungai Weindana.

Jumlah Morea yang ada di Larike juga lebih banyak dibandingkan dengan jumlah Morea yang ada di kolam Sesa Waai dan Desa Tulehu. Seperti di dua tempat sebelumnya, Morea di sungai Weindana juga tergolong jinak dan sangat bersahabat dengan pawang, penduduk sekitar, juga dengan pengunjung yang datang untuk melihat mereka.

Sebelum memasuki sungai Weindana, pengunjung akan disambut oleh penduduk sekitar yang menjual jeroan ikan (isi perut ikan) yang nantinya digunakan untuk memberi makan para Morea yang ada di sungai Weindana. Harganya tidak mahal, hanya 10 ribu per-porsinya. Dengan jeroan ikan tersebut, para pengunjung dapat memancing Morea dari tempat persembunyian di balik bebatuan besar.

Bagaimana, tertarik bertemu dengan belut raksasa ini di Maluku? Jika Anda berwisata ke Maluku, jangan lupa mampir ke tiga desa tadi untuk melihat morea-morea raksasa. Jangan ragu main ke Maluku, karena ada banyak tempat wisata yang menarik di sana, mulai dari yang biasa sampai yang luar biasa.

Demikianlah, sedikit informasi dari Keluyuran mengenai Maluku. Jika Anda memiliki saran untuk destinasi wisata lain, bagikanlah dengan kami di kolom komentar. Selamat berlibur!

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .