Tutorial Cara Sarapan di Hotel untuk Pemula
Sarapan di hotel sering jadi bagian favorit saat menginap. Bangun tidur, turun ke restoran, lalu tinggal pilih makanan sepuasnya tanpa perlu repot mencari tempat makan di luar. Rasanya seperti liburan beneran, kan?
Tapi buat kamu yang baru pertama kali menginap, sarapan di hotel bisa terasa membingungkan juga. Harus datang jam berapa? Apakah perlu menunjukkan sesuatu ke petugas? Terus kalau makanannya prasmanan, boleh ambil berapa kali? Tenang, pertanyaan-pertanyaan itu wajar banget kok.
Nah, di artikel ini saya akan membahas langkah demi langkah cara sarapan di hotel, mulai dari mengecek apakah kamu dapat sarapan sampai etika saat mengambil makanan.
1. Cek Dulu Apakah Kamar Sudah Termasuk Sarapan
Hal pertama yang perlu kamu ketahui adalah tidak semua kamar hotel otomatis mendapat sarapan. Ada kamar yang harganya sudah termasuk sarapan, ada juga yang tidak.
Kamu bisa mengeceknya di bukti pemesanan atau booking voucher. Biasanya akan ada tulisan seperti "Breakfast Included" atau "Free Breakfast" kalau sarapannya sudah termasuk. Sebaliknya, kalau tertulis "Room Only", artinya kamar tersebut tidak termasuk sarapan.
Selain itu, perhatikan juga jumlah orang yang mendapat sarapan. Pada beberapa hotel, sarapan yang termasuk hanya untuk dua orang, sehingga tamu tambahan biasanya harus membayar sendiri.
Kalau ternyata kamarmu tidak termasuk sarapan, kamu tetap bisa ikut sarapan kok. Silakan tanyakan ke resepsionis saat check-in tentang harga sarapan per orang. Biasanya kamu bisa menambahkannya dan membayarnya nanti saat check-out atau langsung di restoran.
2. Cari Tahu Lokasi dan Jam Sarapan

Setelah tahu sarapannya termasuk atau tidak, langkah berikutnya adalah mencari tahu di mana dan kapan sarapan disajikan.
Informasi ini biasanya diberikan oleh resepsionis saat proses check-in. Sering kali kamu juga akan diberi kartu kecil atau lembar informasi yang mencantumkan nama restoran, lokasi, dan jam operasionalnya. Kalau tidak, kamu bisa menemukannya di buku panduan hotel yang biasanya ada di meja dekat telepon kamar.
Sebagai gambaran, sarapan di hotel umumnya dibuka mulai pukul 06.00 sampai 10.00 pagi. Namun jamnya bisa berbeda di setiap hotel, terutama pada akhir pekan yang terkadang lebih longgar. Jadi pastikan kamu bertanya supaya tidak kelewatan.
Untuk lokasinya, restoran sarapan biasanya ada di lobi, di lantai dasar, atau di lantai khusus. Kalau hotelnya cukup besar dan kamu belum terbiasa dengan lift, kamu bisa membaca tutorial cara naik lift di hotel yang sudah pernah saya tulis sebelumnya.
3. Bawa Kartu Akses Kamar
Sebelum keluar kamar, pastikan kamu membawa kartu akses kamar ya. Selain untuk masuk kembali ke kamar, kartu ini sering diminta oleh petugas restoran sebagai bukti bahwa kamu adalah tamu yang menginap.
Di beberapa hotel, kamu juga akan diberi voucher atau kupon sarapan khusus saat check-in. Kalau ada, bawa juga voucher tersebut supaya proses masuk restoran jadi lebih lancar.
Oh iya, jangan lupa juga untuk menutup pintu kamar dengan benar sebelum pergi. Kalau kamu belum tahu caranya, kamu bisa membaca artikel tentang cara membuka dan mengunci pintu kamar hotel dengan kartu.
Meskipun suasananya santai, restoran hotel tetap ruang publik. Kamu tidak perlu berpakaian formal, tapi hindari datang dengan pakaian tidur yang terlalu terbuka. Selian itu, beberapa hotel juga melarang tamu untuk menggunakan sandal yang ada di kamar hotel untuk pergi sarapan.
4. Datang ke Restoran dan Sampaikan Nomor Kamar

Sesampainya di restoran, biasanya akan ada petugas yang berjaga di depan pintu masuk. Petugas ini akan menyapa dan menanyakan nomor kamarmu.
Kamu cukup menyebutkan nomor kamar atau menunjukkan kartu akses maupun voucher sarapan. Petugas akan mencocokkannya dengan data tamu, lalu mencatat kehadiranmu. Kalau kamu menambah paket sarapan secara terpisah, petugas juga akan mencatatnya untuk ditagihkan nanti.
Setelah itu, petugas akan mempersilakan kamu masuk dan mencari tempat duduk. Prosesnya cepat kok, tidak perlu grogi.
5. Pilih Tempat Duduk

Di restoran hotel, biasanya kamu bebas memilih meja mana pun yang masih kosong. Namun pada hotel tertentu, petugas akan mengantarkan kamu langsung ke meja yang sudah disiapkan.
Kalau kamu bebas memilih, pilihlah meja yang sesuai dengan jumlah orang yang datang. Sebisa mungkin jangan menempati meja besar sendirian saat restoran sedang ramai. Hal ini supaya tamu lain yang datang berkelompok masih kebagian tempat.
Setelah menemukan meja, kamu bisa meninggalkan sesuatu di kursi, misalnya jaket atau tas kecil, sebagai penanda bahwa meja tersebut sudah ada yang menempati. Namun sebaiknya jangan membiarkan barang berhargamu tergeletak tanpa pengawasan ya.
6. Kenali Jenis Sajian Sarapan
Nah, sebelum mulai mengambil makanan, ada baiknya kamu tahu dulu jenis sarapan yang biasanya ditawarkan hotel. Ada tiga yang paling umum.
- Prasmanan (Buffet)
Ini adalah jenis yang paling sering ditemui. Makanan dan minuman tersedia di meja panjang dan kamu boleh mengambil sendiri sesuai selera. Biasanya ada roti, telur, sereal, buah, nasi goreng, bubur, sosis, sampai berbagai hidangan lokal.
- Set Menu
Pada jenis ini, kamu tidak mengambil sendiri. Petugas akan memberikan daftar menu pilihan, lalu kamu memilih satu paket sarapan yang akan diantarkan ke mejamu. Biasanya hotel kecil atau hotel butik lebih sering memakai sistem ini.
7. Ambil Piring dan Mulai Mengambil Makanan

Kalau sarapannya prasmanan, langkah selanjutnya adalah mengambil piring. Piring biasanya ditumpuk di bagian awal meja makanan, lengkap dengan sendok, garpu, dan serbet yang bisa kamu bawa sendiri ke meja.
Sebelum mengambil apa pun, coba keliling dulu untuk melihat semua pilihan yang ada. Dengan begitu, kamu bisa menentukan makanan apa saja yang benar-benar ingin dicoba, dan tidak asal mengisi piring di awal.
Gunakan alat penjepit atau sendok saji yang tersedia di setiap hidangan. Jangan menggunakan tangan atau sendok makanmu sendiri karena tidak higienis. Selain itu, ambil makanan sedikit-sedikit dulu. Kamu boleh kok kembali lagi untuk tambah, jadi tidak perlu langsung memenuhi piring.
Gunakan juga piring baru setiap kali kembali mengambil makanan. Piring bekas sebaiknya ditinggalkan di meja saja.
Kalau kamu punya pantangan makanan, misalnya tidak makan babi atau alergi tertentu, biasanya hotel sudah memberi label di setiap hidangan. Kalau labelnya kurang jelas, jangan ragu bertanya ke petugas restoran ya. Ini penting banget, terutama saat kamu menginap di hotel luar negeri.
8. Coba Live Cooking Station
Di hotel yang lebih besar, biasanya ada live cooking station atau meja masak langsung. Di sini koki akan memasakkan makanan sesuai pesananmu, misalnya telur dadar, telur mata sapi, omelet, mi goreng, atau pancake.
Caranya mudah. Kamu tinggal mengantre, lalu sampaikan ke koki mau dimasakkan apa. Kamu juga bisa memilih isian tambahan, seperti sayur, keju, atau sosis, sesuai selera. Tunggu sebentar, lalu makanan panasmu akan langsung diletakkan di piring.
Kalau antrean sedang panjang, kamu bisa mengambil makanan lain dulu, lalu balik lagi nanti. Tapi kalau kamu ingin memesan di sini, sebaiknya datang lebih awal sebelum restoran terlalu ramai.
9. Ambil Minuman

Untuk minuman, biasanya ada teh, kopi, susu, air putih, dan jus. Beberapa hotel menyediakan mesin kopi yang bisa kamu gunakan sendiri, sementara hotel lain mengantarkan kopi atau teh langsung ke mejamu oleh petugas.
Jadi, sebelum kamu berkeliling mencari mesin kopi, coba perhatikan dulu apakah petugas sudah menawarkan minuman ke mejamu. Kalau ditawari, kamu tinggal menyebutkan mau teh atau kopi.
10. Nikmati Sarapan dan Rapikan Meja
Nah, setelah semua makanan sudah ada di meja, saatnya kamu menikmatinya dengan santai. Tidak perlu terburu-buru, tapi jangan juga terlalu lama duduk di meja kalau restoran sedang penuh dan masih banyak tamu yang mengantre.
Setelah selesai, kamu tidak perlu membereskan piring karena petugas akan membersihkannya. Namun kamu bisa membantu dengan merapikan sendok dan garpu di piring, serta meletakkan serbet bekas di sisi meja. Sikap kecil seperti ini pasti dihargai petugas.
Kalau kamu merasa puas dengan pelayanannya, di beberapa negara memberi tip kepada petugas restoran adalah hal yang wajar. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kebiasaan setempat.
Bagaimana, ternyata sarapan di hotel tidak sesulit yang dibayangkan, kan? Pada dasarnya kamu hanya perlu memastikan kamarmu mendapat sarapan, datang sesuai jam operasional, menyebutkan nomor kamar, lalu mengambil makanan dengan tertib.
Oh iya, makanan sarapan hotel hanya boleh dinikmati di restoran. Membawa makanan ke kamar atau ke dalam tas dianggap kurang sopan, apalagi kalau jumlahnya banyak.
Kalau kamu memang perlu bekal, misalnya karena harus berangkat sangat pagi, kamu bisa menanyakan apakah hotel menyediakan breakfast box atau bekal sarapan. Biasanya kamu perlu memesannya sehari sebelumnya.