Inilah 10 Makanan Khas Betawi yang Lezat dan Melegenda

Indonesia merupakan negara yang terdiri atas banyak suku. Salah satu suku di Indonesia adalah suku Betawi yang dikenal sebagai penduduk asli ibu kota Jakarta. Orang-orang betawi juga dikenal memiliki beragam warisan kuliner yang lezat dan melegenda.

Meskipun saat ini wilayah Jakarta sudah ditinggali oleh beragam suku dari berbagai daerah dan seringkali dianggap sebagai kota yang modern, namun kuliner khas betawi ini masih bisa kita temui di berbagai sudut kota Jakarta dan sekitarnya.

Kali ini, Keluyuran sudah merangkum 10 kuliner lezat dan legendaris khas betawi yang harus kamu coba. Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Kerak Telor

Kerak Telor  

Kerak telor rasanya menjadi kuliner yang paling ikonik dari kota Jakarta. Ada yang menyebut bahwa makanan ini sudah ada sejak era kolonial Belanda. Namun ada juga yang menyebut bahwa kerak telor diciptakan oleh seorang pribumi asal betawi pada tahun 1970-an. Di zaman dahulu, kerak telor merupakan hidangan yang disajikan saat ada pesta orang-orang penting.

Seiring perkembangan zaman, kini kerak telor lebih banyak ditemui pada para pedagang kaki lima. Makanan ini terbuat dari bahan-bahan seperti beras ketan putih, telur ayam, serta ebi atau udang kering dan ditambah bumbu seperti bawang goreng, cabai merah, dan kelapa sangrai. Cara pembuatannya yaitu dengan dimasak diatas tungku hingga adonan gosong dan berkerak.

2. Nasi Uduk

Nasi Uduk

Nasi uduk yang kini populer sebagai menu sarapan adalah salah satu kuliner khas betawi. Makanan ini sudah populer sejak tahun 1910-an. Orang Belanda saat itu menyebut nasi uduk dengan nama jaloerse rijst. Nasi uduk merupakan olahan nasi yang terasa gurih karena nasi tersebut diaron dan dikukus dengan menggunakan santan.

Nasi uduk juga menggunakan bahan-bahan lainnya seperti pala, kayu manis, jahe, serai, daun jeruk,  dan merica. Dalam penyajiannya, nasi uduk biasa dihidangkan dengan pelengkap lain seperti emping goreng, tahu goreng, tempe goreng, ayam goreng, atau  telur dadar yang diiris kecil dan tipis. Nasi uduk juga lebih nikmat ditambah sambal dan lalapan seperti mentimun.

3. Gado-Gado

Gado-Gado

Banyak orang yang mengistilahkan gado-gado dengan salad ala betawi. Penyebutan ini karena kuliner gado-gado memiliki bahan utama berbagai macam sayuran yang dilumuri dengan saus kacang sehingga sekilas tampak seperti sajian salad. Sayur-sayuran ini dimasak dengan cara direbus dan terkadang dimakan bersama nasi putih atau lontong.

Sayuran yang dipakai untuk membuat gado-gado cukup beragam, mulai dari selada, kubis, kacang panjang, wortel, mentimum, hingga kentang. Gado-gado juga seringkali ditambah pelengkap lain seperti telur, tempe, dan tahu. Semua bahan tersebut direbus dan disiram saus kacang yang terbuat dari kacang tanah.

4. Semur Jengkol

Semur Jengkol

Rasanya hampir semua orang betawi menyukai sajian kuliner yang satu ini. Semur sendiri berasal dari bahasa Belanda smoor yang berarti teknik masak dalam waktu lama menggunakan api kecil. Sementara jengkol merupakan tumbuhan asli khas negara-negara Asia Tenggara. Dahulu kala, hampir setiap orang betawi menanam pohon jengkol di kebunnya.

Semur jengkol menggunakan bahan utama jengkol yang dimasak dengan cara disemur. Tehnik masak ini membuat jengkol menjadi terasa sangat empuk. Semur jengkol memiliki perpaduan rasa manis dan pedas yang bisa disesuaikan dengan selera.

5. Soto Betawi

Soto Betawi

Soto menjadi hidangan yang populer di berbagai daerah di Indonesia. Orang betawi juga memiliki soto khasnya tersendiri, yang dikenal dengan soto betawi. Menurut sejarah, orang pertama yang mempopulerkan soto betawi bernama Lie Boen Po yang menjualnya di daerah Lokasari. Sementara penyebutan soto betawi sendiri baru populer pada tahun 1991.

Soto betawi menggunakan bahan utama daging sapi atau jeroan beserta organ-organ lainnya seperti mata, torpedo, atau hati. Sementara kuah yang dipakai adalah kuah kental berupa campuran dari santan dan susu sehingga membuat cita rasa soto ini menjadi sangat khas. Soto betawi biasa dinikmati bersama dengan nasi putih hangat.

6. Ketoprak

Ketoprak

Ketoprak merupakan makanan khas betawi yang menggunakan ketupat sebagai bahan utamanya. Ada yang menyebut bahwa penamaan ketoprak merupakan singkatan dari ketupat dan tauge yang digebrak. Makanan ini biasa dijajakan oleh pedagang kaki lima di pagi hari dan menjadi menu sarapan yang cukup populer di Jakarta hingga saat ini.

Selain bahan utamanya ketupat, ketoprak juga ditambahkan bahan-bahan lain seperti bihun, tauge, mentimun, dan tahu. Semua bahan ini kemudian disiram bumbu saus kacang yang terbuat dari campuran kacang tanah, bawang putih, dan cabai yang dihaluskan. Ketoprak juga sering disajikan dengan emping atau kerupuk.

7. Roti Buaya

Roti Buaya

Selain menjadi kuliner khas, roti buaya juga memiliki peranan tersendiri dalam kebudayaan masyarakat betawi. Roti ini selalu ada dalam pesta pernikahan ala betawi. Bentuk buaya merepresentasikan kesetiaan, kesabaran, dan kemapanan. Dalam pernikahan ala betawi, kamu akan melihat roti ini dipajang di sisi mempelai perempuan dan para tamu.

Pada zaman dahulu, roti buaya dibuat keras dan tidak memiliki rasa karena tujuannya bukan untuk dimakan. Namun roti buaya yang sering ditemui saat ini memiliki rasa yang manis dengan bentuknya yang mirip buaya dan biasanya dibuat dalam ukuran yang cukup besar. Umumnya roti ini diberi berbagai isian seperti coklat atau keju.

8. Kue Cucur

Kue Cucur

Kue cucur yang sering kamu temui di para pedagang jajanan pasar merupakan kue tradisional khas betawi. Masyarakat betawi biasa menyajikan kue ini sebagai hidangan pencuci mulut. Penamaan cucur konon diambil dari cara pembuatannya yang meneteskan adonan ke dalam loyang atau orang betawi menyebutnya “ngocor”. Istilah ini kemudian menjadi “ngucur”.

Kue cucur juga sering disajikan dalam berbagai upacara-upacara adat betawi. Makanan ini terbuat dari bahan utama gula aren dan tepung beras yang digoreng. Kue cucur memiliki ciri khas bentuknya yang tebal dan menggembung seperti gunung di bagian tengahnya dan tipis di bagian pinggirnya.

9. Sayur Babanci

Sayur Babanci

Sayur babanci merupakan kuliner khas betawi yang biasa disajikan ketika buka puasa atau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Makanan ini diberi nama babanci karena karakternya yang tidak jelas. Adapula yang menyebut bahwa nama babanci diambil dari singkatan baba dan enci, peranakan betawi-tionghoa yang pertama kali membuat makanan ini.

Meskipun memiliki nama sayur, namun kuliner ini justru tidak menggunakan bahan sayur sama sekali dan hanya menggunakan daging yang dimasak selama empat jam. Namun proses pembuatannya membutuhkan 21 jenis bumbu dan rempah-rempah, termasuk rempah-rempah yang kini mulai langka seperti kedaung, botor, dan lempuyang,

10. Bir Pletok

Bir Pletok

Meskipun namanya bir, namun minuman khas betawi ini tidak memiliki kandungan alkohol sama sekali. Bir pletok ini diciptakan pada masa penjajahan ketika para pribumi ingin meminum bir seperti para orang Belanda namun mereka tidak mau mabuk dan melanggar agama. Pada akhirnya, mereka justru menciptakan minuman yang menyehatkan.

Bir pletok terbuat dari campuran beberapa rempah seperti jahe, serai, dan daun pandan wangi. Sementara warnanya yang merah berasal dari kayu secang yang akan memberi warna ketika diseduh dengan air panas. Minuman ini akan memberi efek hangat ketika diminum pada malam hari serta memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Itulah 10 kuliner khas betawi yang legendaris dan tentunya memiliki cita rasa yang lezat. Manakah diantaranya yang pernah kamu coba? Atau kamu memiliki rekomendasi kuliner ala betawi lainnya? Bagikan tanggapanmu di kolom komentar ya !

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram